Connect with us

Tips

Hindari Berkendara Kalau Belum Tahu Bahaya Microsleep!

Published

on

Microsleep

Hati-hati kalau berkendara tapi posisinya lagi capek! Khawatirnya kamu ngalamin yang namanya microsleep atau fenomena tertidur saat berkendara. Ssst… microsleep ini jarang kita sadari karena emang terjadi dalam waktu singkat, entah 5 detik atau 10 detik saja. Duh, bahaya gak tuh?

Meski terjadi cuma singkat, microsleep bisa membahayakan pengemudi, penumpang, dan orang di sekitar kita, lho! Bayangkan saja kalau kita dalam posisi enggak sadar, tiba-tiba ada pengendara lain di depan. Risiko terburuknya pasti oleng atau kecelakaan gak, sih? 

Gak maksud nakut-nakutin kamu, tapi kalo kamu sering berkendara dalam posisi ngantuk atau kecapekan, mending simak penjelasan singkat ini!

Penyebab microsleep

Microsleep itu gak tiba-tiba ngantuk aja di jalan. Biasanya ada beberapa faktor penyebabnya yang bikin kita kelelahan di jalan. Contohnya saat kita kekurangan tidur dan memaksa berkendara di jalan. Padahal, normalnya jam tidur orang dewasa itu 8 jam sehari. 

Bukan cuma itu, kalau kamu pernah menyimak berita soal kecelakaan karena tidur singkat, kebanyakan orang kurang istirahat setelah perjalanan jauh. Entah itu mudik, bekerja, atau berwisata. 

Ada beberapa kasus kecelakaan yang pernah terjadi pada tahun 2023 lalu. Contohnya kecelakaan di Tol Pemalang tahun 2023 atau Kecelakaan di Tanah Merah tahun 2023 yang penyebabnya adalah supir mengalami microsleep. Jadi, bahaya microsleep itu enggak main-main, ya!

Baca juga: MINI Aceman Crossover Elektrik Pertama

Tips menghindari tidur saat berkendara

Daripada membahayakan diri sendiri dan orang lain, mending menghindari bahaya microsleep. Sebelum bepergian jauh, pastikan dulu kamu sudah cukup tidur atau setidaknya 8 jam sehari. Enggak ada salahnya kamu mengurangi kegiatan yang kurang penting biar bisa tidur cepat. 

Kalau tanda-tanda microsleep muncul di tengah jalan gimana, dong? Daripada menimbulkan risiko yang enggak diinginkan, gak ada salahnya kamu mencari rest area atau menepi sejenak untuk mengistirahatkan mental dan fisik. Nanti kamu bisa melanjutkan perjalanan lagi kalau mata sudah segar dan enggak kelelahan lagi.

Baca juga: Mending Beli Mobil Baru atau Bekas, Mana Paling Untung sih? 

Tips yang gak kalah penting, kamu bisa mengajak teman atau keluarga buat ngobrol bersama. Mau nyanyi, curhat, atau gosip juga boleh, asal gak membahayakan pengemudi lain aja. Tambahan yang lain, hindari alkohol dan obat-obatan terlarang saat berkendara, hal ini bisa mempengaruhi kemampuan mengemudi dan tingkat konsentrasi kamu. 

Jadi, kamu punya pengalaman soal microsleep gak?

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Kamu Pasti Bisa, Ini Tips Biar Berani Nyetir di Jalan! - Halotomotif

  2. Pingback: 5 Mobil Terbaru Tahun 2024, Cek Paling Favorit! - Halotomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Mobil Listrik Diajak Terjang Banjir, Aman Gak Sih?

Published

on

By

Banjir Mobil Terendam

Musim hujan yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat jalan di Jakarta dan sekitarnya penuh dengan genangan alias banjir. Buat pengguna mobil listrik, situasi ini sering bikin mikir dua kali, lanjut terobos atau putar balik? Soalnya, beda mesin, beda juga risikonya.

Sebenernya, mobil listrik aman gak sih kalau dipakai nerobos banjir?

Secara teori, aman.

Mobil listrik modern sebenarnya sudah dirancang cukup tahan air. Komponen penting kayak baterai, inverter, sampai motor listrik posisinya rapat dan dilindungi casing kedap air. Bahkan sebagian pabrikan sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu (IP rating).

Makanya, kalau cuma genangan ringan atau air setinggi setengah ban, umumnya masih aman buat dilewati.

Tapi… bukan berarti kebal banjir. Nah, ini yang sering disalahpahami. Aman bukan berarti bebas risiko.

Kalau air sudah tinggi, arus deras, atau sampai nyentuh bagian bawah pintu, risikonya tetap ada. Air bisa masuk ke komponen kelistrikan lain, konektor, sensor, atau sistem pendingin baterai.

Belum lagi kalau mobil berhenti di tengah genangan. Tekanan air bisa makin besar, dan potensi kerusakan ikut naik.

Mobil bensin biasanya mogok karena air masuk ke mesin lewat intake atau knalpot. Mobil listrik gak punya masalah itu, tapi punya risiko lain, yaitu sistem kelistrikan dan baterai tegangan tinggi.

Kalau sampai terjadi korsleting, efeknya bisa lebih mahal urusannya.

Jadi, boleh nerobos atau gak? Jawaban realistisnya, boleh, tapi jangan nekat.

Selama genangan airnya tipis, di bawah setengah ban masih aman. Tapi kalau sudah lebih dari satu ban, sebaiknya putar balik dan cari jalan lain.

Continue Reading

Tips

Pakai Lampu Hazard Pas Hujan Deras, Memang Perlu?

Published

on

By

Buat sebagian pengemudi, hujan deras itu identik dengan satu refleks nyalain lampu hazard. Alasannya simpel, biar mobil lebih kelihatan dan kendaraan lain tahu kondisi lagi gak ideal.

Tapi, kebiasaan ini ternyata gak selalu benar, bahkan bisa berbahaya kalau dilakukan sambil tetap melaju di jalan.

Perlu diingat, lampu hazard itu sejatinya tanda darurat. Biasanya dipakai saat mobil mogok, berhenti mendadak, atau ada kondisi yang bikin kendaraan lain harus ekstra waspada.

Masalahnya, kalau hazard dinyalakan saat mobil masih jalan di tengah hujan deras, justru bisa bikin pengendara lain salah baca situasi.

Lampu sein otomatis gak berfungsi, jadi orang di belakang gak tahu mobil mau pindah jalur atau belok ke mana.

Di jalan tol atau lalu lintas padat, kondisi ini bisa bikin bingung dan berisiko memicu kecelakaan beruntun. Niatnya mau aman, eh malah jadi bahaya.

Kalau hujan deras, yang seharusnya dilakukan itu cukup nyalakan lampu utama (lampu dekat), kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman. Jangan lupa, fokus dan tetap tenang.

Nah, kalau hujan sudah terlalu lebat sampai jarak pandang minim dan kamu merasa gak aman buat lanjut jalan, lebih baik menepi di tempat yang aman. Di kondisi inilah lampu hazard memang wajib dinyalakan, biar kendaraan lain tahu kamu sedang berhenti darurat.

Jadi intinya, lampu hazard bukan lampu hujan. Dipakai boleh, asal di momen yang tepat. Jangan sampai salah fungsi yang justru bisa berujung celaka.

Continue Reading

Tips

Sebelum Liburan Tahun Baru Pakai Mobil, Cek Dulu 5 Hal Ini!

Published

on

By

suara aneh mobil

Liburan Tahun Baru memang paling enak kalau jalan pakai mobil sendiri. Mau berangkat pagi atau malam, mau mampir ke mana saja, semuanya bebas diatur.

Tapi di balik enaknya road trip, ada satu hal yang sering kelewat, cek kondisi mobil sebelum bepergian. Padahal, mobil yang dipakai jalan jauh butuh perhatian ekstra biar gak bikin liburan berubah jadi drama di pinggir jalan.

Gak perlu jadi mekanik atau langsung masuk bengkel besar. Cukup luangkan waktu sebentar buat ngecek beberapa bagian penting yang sering dianggap sepele.

Mulai dari ban sampai cairan mesin, lima hal ini bisa jadi penentu perjalanan liburan kamu aman, nyaman, dan aman.

  1. Ban

Ban jadi satu-satunya bagian mobil yang langsung kontak sama jalan. Jadi sebelum liburan, jangan cuma dicek masih kelihatan tebal. Perhatikan juga tekanan anginnya, apakah sesuai rekomendasi pabrikan atau belum.

Ban yang kurang angin bikin mobil terasa berat dan boros BBM, sementara ban terlalu keras bisa bikin bantingan nggak nyaman.

Jangan lupa cek juga ban cadangan. Banyak kasus mobil siap jalan jauh, tapi pas ban bocor baru sadar ban serepnya kempes atau bahkan gak pernah dicek sejak beli mobil.

  1. Oli Mesin

Kalau jarak tempuh liburan cukup jauh, kondisi oli mesin wajib dicek. Pastikan volumenya masih di batas aman dan warnanya gak terlalu hitam pekat.

Oli yang sudah waktunya ganti tapi dipaksakan bisa bikin mesin cepat panas, apalagi kalau terjebak macet panjang khas liburan Tahun Baru. Kalau kilometernya sudah mepet jadwal servis, gak ada salahnya ganti oli dulu sebelum berangkat.

  1. Cek Bagian Rem

Rem sering baru diperhatikan kalau sudah bunyi atau terasa gak pakem. Padahal, pas liburan justru rem dipakai lebih sering, entah buat hadapi tanjakan, turunan, atau stop and go di kemacetan.

Coba rasakan pedal rem saat mobil jalan pelan. Kalau terasa terlalu dalam atau kurang responsif, sebaiknya dicek lebih lanjut. Jangan lupa cek minyak rem juga, karena cairan ini sering luput dari perhatian.

  1. Air Radiator

Macet panjang, AC nyala terus, mesin kerja ekstra, semua itu bikin sistem pendinginan bekerja lebih keras. Pastikan air radiator berada di level yang cukup dan gak keruh. Kalau masih pakai air biasa, sebaiknya mulai beralih ke coolant biar pendinginan lebih optimal.

Selain radiator, cek juga air wiper dan air washer. Kelihatannya sepele, tapi pas hujan atau kaca kotor di jalan tol, cairan ini bakal terasa penting.

  1. Lampu dan Wiper

Liburan gak selalu jalan siang hari. Banyak orang justru berangkat malam atau subuh buat ngejar jalanan lengang. Karena itu, pastikan semua lampu berfungsi normal, mulai dari lampu utama, sein, sampai lampu rem.

Wiper juga jangan dilupakan. Kalau sudah getas atau menyisakan garis di kaca, sebaiknya diganti. Pandangan yang jelas itu penting, apalagi saat hujan atau berkendara jarak jauh.

Liburan yang nyaman itu bukan cuma soal tujuan, tapi juga soal persiapan. Ngecek mobil sebelum berangkat gak bakal makan waktu lama, tapi efeknya bisa bikin perjalanan jauh lebih tenang.

Kalau mobil sudah beres, tinggal atur waktu berangkat, isi playlist favorit, dan nikmati perjalanan. So, selamat berlibur dan tahun baru. 🚗✨

Continue Reading

Trending