Connect with us

Tips

Mending Beli Mobil Baru atau Bekas, Mana Paling Untung sih? 

Bacaan 2 menit

Mobil baru atau bekas_Freepik

Pernah gak bingung pilih mobil baru atau bekas? Apalagi kalau dua-duanya punya spesifikasi bagus dan berkualitas. Sekalipun dibilang mobil bekas, sekarang ada banyak mobil tangan kedua yang masih bagus alias dimanjain sama pemiliknya. Bucin banget sama mobilnya!

Kalau ditanya mana yang lebih untung, baik mobil baru atau bekas punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Supaya gak nyesel diakhir karena bimbang antara beli mobil baru atau bekas, mending pertimbangkan beberapa point-point penting ini, deh!

Plus minus mobil baru

Siapa sih yang gak suka sama barang baru? Semua orang pasti suka barang baru termasuk beli mobil yang masih gress langsung dari showroom-nya.

Jarang dipikirkan banyak orang, salah satu alasan beli mobil baru adalah bisa ASMR unboxing mobil. Contohnya, seperti yang sering dilakukan orang-orang di TikTok atau Instagram. 

Gak cuma itu saja, saat membeli mobil baru kita akan mendapat garansi pabrik. Amit-amitnya kalau terjadi hal yang kita inginkan, garansi bisa mengcover biaya perbaikan selama masih waktu garansi. 

Kalau masih bingung beli mobil baru atau bekas, coba lihat dari sisi kondisi fisik dan fitur di dalamnya. Mobil baru biasanya lebih kokoh jarang ada masalah mekanik. Dari sisi fiturnya juga lebih canggih, ada yang memiliki alarm, kamera 360 derajat, kamera parkir, dan sistem automatic pilot. 

Yang namanya mobil baru tetap saja punya kekurangan. Biasanya kita harus merogoh kocek dalam untuk membeli mobil baru atau malah keluaran terbaru. Contohnya mobil New Toyota Fortuner 2024 yang harga barunya sekitar Rp361,9-419,0 juta. Masih banyak lagi mobil yang harganya lebih mahal dari jenis ini.

Baca juga: MINI Aceman Crossover Elektrik Pertama

Plus minus mobil bekas

Mobil baru atau bekas sebenarnya sama-sama dapat berfungsi. Namun dari sisi harga jelas berbeda. Harga mobil bekas jauh lebih murah dan nilainya cenderung stabil. 

Dari sisi kondisi mobil memang bervariasi. Namun, nggak sedikit mobil bekas yang dirawat baik dengan pemilik pertama. Kalau cermat, kita pasti bisa mendapat mobil yang berkualitas.

Sayangnya, mobil bekas nggak semuanya dijual masih berkualitas. Kadang ada saja penjual yang nutup-nutupin kekurangan mobil agar laku terjual. Alangkah baiknya, kamu mengajak orang yang sudah tahu spesifikasi dan kualitas mobil saat membelinya, ya! 

So, mobil baru atau bekas nih?

Pada intinya, mobil baru maupun bekas sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Kalau kamu berat di anggaran, mending pilih mobil bekas dari dealer terpercaya. Hal ini supaya kamu mendapat mobil dengan kualitas maksimal dan minim kerusakan mesin.

Kalau kamu gak masalah di budget, mending pilih mobil baru yang dapat garansi langsung dari pabrik. Selain masih baru, bodi mobil kamu pasti minim lecet atau baret. 

Jadi, kamu sudah menentukan pilihan belum nih? 

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Hindari Berkendara Kalau Belum Tahu Bahaya Microsleep! - Halotomotif

  2. Pingback: 5 Mobil Terbaru Tahun 2024, Cek Paling Favorit! - Halotomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Anti Drama Saat Hujan, Ini Trik Pilih Jas Hujan Buat Riders

Bacaan 3 menit

Naik motor pas musim hujan, musuh terbesar bukan cuma jalan licin, tapi jas hujan yang malah bikin ribet. Pas mau dipakai, kondisinya sudah gak layak, ada yang rembes di siku, ada yang sobek pas ditarik, atau malah bikin gerah.

Padahal, kalau pilih jas hujan yang bener, perjalanan hujan-hujanan bisa tetap aman dan nyaman.

Supaya nggak salah pilih, berikut beberapa tips simple tapi penting buat cari jas hujan yang beneran layak diajak hujan-hujanan.

  1. Pilih model yang sesuai: ponco atau setelan?

Dua tipe ini punya plus minusnya. Ponco, praktis, cepat dipakai, cocok buat kondisi darurat. Tapi kalau angin kenceng suka berkibar-kibar, dan potensi nyangkut ke rantai atau ban cukup tinggi.

Setelan (dua piece atau atas bawah), lebih aman dan rapi, angin gak gampang masuk, dan lebih terlindungi. Cuma, ya, minusnya memang ribet kalau buru-buru. Tapi kalau soal safety, ini jauh lebih aman.

Kalau mobilitas kamu tinggi atau sering riding jauh, setelan ini wajib dipilih biar lebih aman dan nyaman.

  1. Pastikan bahannya tebal tapi tetap fleksibel

Jas hujan yang bagus biasanya pakai bahan PVC, plastik tebal premium, atau parasut anti-air berkualitas tinggi.

Ada beberapa ciri-cirinya yang gampang dikenalin. Pertama gak gampang sobek, kedua tahan air bukan cuma tahan gerimis dan terakhir fleksibel walau sering dilipat.

Hindarin pilih bahan yang terlalu plastik, atau kayak “kantong kresek”. Karena sudah pasti ga akan tahan lama dan cepat rusak.

  1. Cek kualitas jahitan dan sealing bagian dalam

Ini sering disepelekan, padahal krusial. Banyak jas hujan kelihatan bagus dari luar, tapi rembes di bagian bahu atau punggung karena sealing dalamnya asal-asalan.

Ciri sealing yang bagus itu biasanya dijahit rapat, terus ada lapisan lem khusus di bagian sambungan. Rapi, gak ada celah menganga.

Kuncinya, lebih baik mencegah daripada menjemur tas dan dompet basah.

  1. Cari ukuran yang pas dan nyaman buat riding

Kebanyakan pengendara beli jas hujan asal muat badan, padahal harus disesuaikan juga dengan posisi berkendara.

Perhatikan panjang lengan jangan terlalu pendek, celana tidak terlalu ketat (biar tetap fleksibel di lutut). Terus bagian belakang atasan harus cukup panjang untuk menutupi punggung saat membungkuk

Kalau kebesaran juga gak nyaman, bisa mengganggu keseimbangan saat kena angin dan menghalangi pandangan samping.

  1. Pilih warna cerah atau ada reflektornya

Ini bukan soal gaya tapi lebih ke soal keamanan. Hujan bikin visibilitas menurun, jadi pengendara lain akan lebih mudah melihat kamu kalau jas hujan yang dipakai warna terang atau ada garis reflektif.

Hindari pemakaian warna jas hujan kamuflase seperti warna abu-abu. Kalau dipakai di malam hari, hal ini jadi krusial banget.

Jas hujan mungkin terlihat sepele, tapi perannya besar banget buat keamanan dan kenyamanan pengendara motor. Dengan memilih yang tepat, kamu bukan cuma menghindari basah kuyup, tapi juga perjalanan yang lebih aman dan nyaman saat cuaca gak bersahabat.

Continue Reading

Tips

Wiper Mulai Lemah Pas Musim Hujan? Ini Penyebabnya

Bacaan 2 menit

Musim hujan selalu jadi pengingat kalau kondisi mobil sebenarnya gak se-prima yang kita kira. Salah satu yang paling sering bikin kaget adalah wiper yang mendadak melemah justru saat hujan turun lebih deras dari biasanya.

Padahal, selama musim kemarau, wiper jarang bekerja berat. Cuma sesekali nyapu embun atau debu tipis, jadi kerusakan kecil di karet atau motor wiper sering gak ketahuan. Begitu hujan datang, baru deh kelihatan kalau sapuannya sudah gak bersih dan gerakannya mulai lambat.

Kenapa Wiper Bisa Tiba-Tiba Lemah?

Karet wiper yang sering kena panas matahari biasanya mengeras seiring waktu. Ketika hujan deras, beban kerja jadi lebih besar dan karet yang sudah kaku gak bisa menempel sempurna di kaca. Akhirnya, hasil sapuan meninggalkan garis-garis atau area buram.

Motor wiper juga punya batasan. Saat bekerja terus-menerus di hujan lebat, motor yang kondisinya sudah menurun akan terasa lebih berat dan gerakannya tidak secepat biasanya.

Selain wiper, kaca mobil yang sudah terlapisi minyak tipis juga sering jadi penyebab pandangan makin buram. Minyak dari polusi jalanan atau sisa sabun membuat air hujan menempel di kaca dan sulit disapu. Ini membuat wiper bekerja ekstra tapi hasilnya tetap tidak maksimal.

Wiper Mobil diangkat atau gak ya?

Tanda Wiper Sudah Perlu Diganti

Ada beberapa tanda ketika wiper harus diganti, biasanya tanda-tanda ini gampang dikenali.

  • Sapuan meninggalkan bekas atau garis
  • Suara wiper kasar atau berdecit
  • Karet terlihat retak atau mengeras
  • Gerakan wiper tidak stabil atau cenderung lambat

Kalau tanda-tanda ini sudah muncul, sebaiknya segera ganti sebelum semakin parah dan malah bahaya kalau dibiarin karena menyangkut visibilitas.

Cara sederhana merawat wiper di musim hujan, gak rumit sebetulnya. Cukup rajin membersihkan kaca mobil dari debu dan minyak, mengelap karet wiper dengan kain lembap secara berkala. Jangan lupa pastikan cairan washer terisi penuh dan berfungsi

Terakhir, ganti wiper minimal setahun sekali atau saat kalian rasa performanya mulai menurun, mending buru-buru ganti deh.

Wiper memang terlihat sepele, tapi fungsinya penting banget, apalagi di musim hujan kayak gini. Dengan perawatan sederhana, kamu bisa menghindari situasi gak nyaman saat hujan deras turun dan memastikan perjalanan tetap aman dan jelas.

Continue Reading

Tips

Mobil Matik VS Manual, Mana yang Lebih Irit?

Bacaan 2 menit

Pertanyaan soal mana yang lebih irit, mobil matik atau manual itu kayak debat lama yang gak pernah selesai. Anak matik bilang mobilnya santai tapi hemat. Anak manual bilang mobil mereka yang paling efisien karena bisa ngatur gigi sesuka hati.

Tapi sebenarnya, siapa sih yang paling irit? Jawabannya, tergantung jenis transmisi dan gaya nyetirnya, bukan sekadar matik vs manual.

Secara teori, mobil manual memang punya peluang lebih irit. Alasannya, kontrol perpindahan gigi sepenuhnya ada di tangan pengemudi.

Kamu bisa milih untuk tetap di putaran mesin rendah supaya konsumsi BBM lebih hemat, dan sistem transmisinya pun bekerja lebih langsung karena gak ada torque converter yang menyerap tenaga.

Biasanya bobot transmisi manual juga lebih ringan, jadi kerja mesinnya tidak terlalu terbebani. Problemnya, semua keuntungan ini cuma berlaku kalau pengemudi benar-benar paham teknik eco-driving.

Kalau pindah gigi sering telat, rpm sering tinggi, atau gaya nyetirnya agresif, manual bisa sama borosnya dengan matik yang digeber.

Di sisi lain, matik modern sudah berkembang jauh dibanding matik generasi lama. Transmisi CVT misalnya, bisa mempertahankan rpm di titik paling efisien sehingga konsumsi BBM lebih stabil, terutama di kondisi macet yang stop-and-go.

Responsnya halus dan gak membuang tenaga saat perpindahan rasio. Transmisi dual-clutch juga bekerja mirip manual otomatis, jadi efisiensinya tinggi. Itu kenapa banyak mobil matik keluaran terbaru justru hasil tes BBM-nya lebih irit dibanding versi manualnya.

Memang masih ada kondisi di mana matik jadi lebih boros, misalnya saat teknologinya masih menggunakan transmisi otomatis konvensional 4-percepatan atau 5-percepatan yang lawas. Atau ketika pengemudi terlalu sering menekan pedal gas dalam-dalam sampai terjadi kickdown, yang membuat mesin bekerja lebih berat.

Baic BJ30

CVT juga cenderung kurang efisien saat dipakai ngebut di kecepatan tinggi karena rpm jadi lebih tinggi dari biasanya. Tapi untuk pemakaian harian di jalan kota yang seringnya macet bgt, matik justru lebih konsisten irit karena perpindahan rasionya lebih presisi dibanding pengemudi manual yang harus terus bermain pedal kopling dan tuas transmisi.

Dalam praktik, manual bisa lebih irit kalau pengemudinya paham benar kapan harus naik-turun gigi dan menjaga rpm tetap rendah. Sementara itu, matik bisa lebih irit kalau teknologinya sudah modern dan kondisi jalannya banyak stop-and-go.

Simpelnya, konsumsi BBM itu lebih dipengaruhi gaya berkendara dan teknologi mobilnya dibanding sekadar jenis transmisi. Mau manual atau matik, kalau cara nyetirnya halus dan terkontrol, bensin tetap bisa hemat tanpa harus berseteru soal siapa yang paling unggul.

Continue Reading

Trending