Blog
Siap-siap Mobil Baru Banyak Pakai Tombol Fisik Lagi!

Mau ada aturan baru nih buat mobil-mobil keluaran terbaru! Regulator industri dan teknologi China, Ministry of Industry and Information Technology (MIIT), lagi siapin aturan baru. Intinya, beberapa fungsi penting di mobil nantinya wajib punya tombol atau kontrol fisik, gak boleh cuma ngandelin layar sentuh doang.
Fungsi yang dimaksud mulai dari lampu sein, buka-tutup kaca, sampai tombol buat ngaktifin sistem bantuan mengemudi canggih (ADAS). Aturan ini rencananya mulai wajib buat mobil yang diproduksi baru per 1 Juli 2027.
Beberapa tahun terakhir, desain kabin mobil listrik dan mobil energi baru di China memang lagi tren minimalis. Tombol fisik makin sedikit, semua dipindahin ke layar tengah yang gede. Bahkan kadang ditambah layar hiburan buat penumpang depan. Kelihatannya futuristis, tapi gak semua orang suka.
Wakil Presiden Geely bahkan sempat nyentil tren ini, bilang industri otomotif China lagi kena “penyakit ikut-ikutan tren” tanpa mikir fungsi dasarnya.
Lewat revisi standar nasional soal penandaan dan kontrol komponen kendaraan, pemerintah pengin balikin fungsi tombol fisik buat fitur-fitur penting. Tujuannya simpel, biar pengemudi bisa ngoperasikan fitur tanpa harus terus lihat layar. Jadi gangguan saat nyetir bisa dikurangin.

Program revisi aturan ini sudah jalan sejak 2023 dan ngerangkul banyak pabrikan serta lembaga riset otomotif. Di antaranya BYD, Great Wall Motor, sampai lembaga pengujian nasional otomotif China.
Beberapa fungsi yang nantinya wajib punya kontrol fisik antara lain, lampu sein, hazard, dan klakson, pemindah gigi P/R/N/D model geser gigi lewat layar doang gak dibolehin, tombol aktivasi ADAS, wiper, defogger, power window, tombol panggilan darurat (AECS), sampai sakelar pemutus daya mobil listrik.
Bahkan diatur juga detailnya. Ukuran area tombol minimal 10 x 10 mm, posisinya harus tetap, bisa dioperasikan tanpa lihat (blind operation), dan ada feedback sentuhan atau bunyi.
Yang gak kalah penting, fungsi dasar ini tetap harus jalan walau sistem mobil error atau listrik utama mati.
Jadi meski layar makin canggih, tombol fisik buat fitur penting kayaknya bakal tetap dipertahanin. Demi keselamatan dan biar gak ribet pas nyetir.
Blog
Mobil Matic Lebih Boros dari Manual, Mitos atau Fakta?

Masih banyak yang mikir mobil matic itu lebih boros dibanding manual. Bahkan, gak sedikit yang sengaja pilih manual cuma karena alasan “biar irit bensin”. Tapi, bener gak sih?
Kalau ditarik ke belakang, anggapan ini memang ada dasarnya. Mobil matic zaman dulu terkenal kurang efisien. Perpindahan giginya terasa lambat, tenaga mesin banyak yang kebuang, dan akhirnya konsumsi BBM jadi lebih tinggi dibanding manual yang lebih “langsung”.
Masalahnya, kondisi itu udah jauh berubah sekarang.
Mobil matic modern justru makin pintar. Teknologi transmisinya sudah berkembang, dari CVT yang bisa menjaga putaran mesin tetap stabil sampai transmisi otomatis dengan banyak percepatan yang bikin kerja mesin lebih efisien. Hasilnya, konsumsi BBM jadi jauh lebih bersaing, bahkan di kondisi tertentu bisa setara atau lebih irit dari manual.

Makanya, kalau sekarang masih bilang matic pasti boros, itu agak kurang tepat.
Yang sering dilupain, boros atau iritnya mobil justru lebih ditentukan dari cara pakainya. Nyetir agresif, sering gas mendadak, atau terlalu sering kena macet berat jelas bikin konsumsi BBM naik, mau itu mobil manual atau matic. Sebaliknya, kalau gaya berkendara santai dan mobil terawat, matic pun bisa tetap efisien.
Jadi kesimpulannya simpel, anggapan mobil matic lebih boros itu sekarang lebih dekat ke mitos daripada fakta. Teknologi udah berubah, dan gap-nya makin tipis. Ujung-ujungnya, bukan soal transmisi lagi, tapi soal kaki kanan kamu, bisa diajak kerja sama atau gak.
Blog
Kenalan Sama Adaptive Cruise Control, Jadi Andalan di Jalan Macet

Kalau dulu cruise control identik sama jalan tol kosong yang panjang, sekarang ceritanya sudah beda. Ada yang namanya adaptive cruise control (ACC), fitur yang bikin mobil bukan cuma bisa jaga kecepatan, tapi seakan juga ikut mikir soal kondisi lalu lintas di depan.
Cara kerjanya sebenarnya gak ribet. Sistem ini pakai radar atau kamera di bagian depan mobil buat memantau kendaraan di depan.
Jadi saat pengemudi sudah set kecepatan tertentu, misalnya 80 km per jam, mobil bakal jalan stabil di angka itu. Tapi begitu ada mobil lain yang lebih pelan di depan, ACC otomatis nurunin kecepatan sambil tetap jaga jarak aman.

Menariknya, kalau jalanan kembali kosong, mobil bakal naik lagi ke kecepatan awal tanpa perlu injak gas. Bahkan di beberapa mobil, sistem ini bisa sampai berhenti total kalau macet, lalu jalan lagi saat lalu lintas mulai bergerak.
Di sini ACC jadi terasa banget gunanya di Indonesia. Kondisi jalan kita kan seringnya stop and go, maju sedikit lalu ngerem lagi, begitu terus. Dengan fitur ini, kaki kanan gak perlu capek main gas dan rem terus-terusan, karena mobil yang mengatur ritmenya.
Buat perjalanan jauh atau kena macet panjang, jelas bikin nyetir jadi jauh lebih santai.
Tapi inget ya, ACC tetap bukan autopilot. Pengemudi masih harus fokus dan siap ambil alih kapan saja, apalagi dengan kondisi jalan yang kadang gak terduga, seperti motor yang tiba-tiba nyelip.
Blog
Isi Angin Ban Pakai Nitrogen, Memang Perlu?

Pernah gak lagi isi angin ban, terus ditawarin nitrogen? Biasanya ada dua tipe pemilik mobil, pertama yang langsung oke, sama yang mikir, “ah sama aja kali, yang penting ban gak kempes.”
Nah, sebenarnya ban diisi nitrogen itu bukan tren baru, tapi memang ada alasannya. Pertanyaannya, memang perlu?
Bedanya apa sih ban isi nitrogen dengan angin biasa?
Angin biasa itu sebenarnya campuran gas, sebagian besar nitrogen juga, tapi masih ada oksigen, uap air, dan gas lain. Sementara nitrogen yang dipakai buat ban itu lebih murni. Kandungan airnya jauh lebih sedikit, dan ini yang bikin perbedaannya mulai terasa.
Salah satu keunggulan nitrogen, tekanan di dalam ban cenderung lebih stabil.
Ban yang diisi angin biasa bisa lebih cepat berubah tekanannya karena pengaruh suhu dan kandungan uap air tadi. Sedangkan nitrogen lebih tahan terhadap perubahan suhu. Efeknya? Tekanan ban gak gampang naik-turun, jadi lebih konsisten saat dipakai harian.
Apa bisa bikin ban lebih awet? Secara teori, iya.

Karena nitrogen lebih kering (minim uap air), risiko korosi di dalam velg bisa lebih kecil. Selain itu, tekanan yang stabil juga bikin keausan ban lebih merata. Tapi, ini bukan berarti ban langsung jadi awet berkali-kali lipat ya. Tetap balik lagi ke pemakaian dan kondisi jalan.
Terus lebih aman? Bisa dibilang sedikit lebih unggul.
Dengan tekanan yang lebih stabil, risiko ban overpressure atau underpressure bisa ditekan. Apalagi kalau sering dipakai perjalanan jauh atau kecepatan tinggi. Makanya, nitrogen ini sering dipakai di mobil balap atau pesawat.
Tapi, Ada tapi-nya. Di sisi lain, nitrogen bukan tanpa kekurangan.
Pertama, gak semua tempat isi angin menyediakan nitrogen. Jadi kalau lagi darurat di jalan, ya tetap harus pakai angin biasa. Kedua, harganya biasanya lebih mahal dibanding angin biasa.
Dan yang paling penting, efeknya gak selalu terasa signifikan buat penggunaan harian di dalam kota. Apalagi kalau kamu tetap rutin cek tekanan ban.
Kesimpulannya. Kalau kamu mau tekanan ban lebih stabil, jarang cek tekanan, atau sering perjalanan jauh, nitrogen bisa jadi pilihan.
Tapi kalau mobil cuma dipakai harian dalam kota dan rutin cek tekanan ban, angin biasa juga sebenarnya sudah cukup.
Nitrogen itu lebih ke opsi tambahan buat yang pengen sedikit “upgrade” di sektor ban. Mau pakai atau gak, yang penting satu, tekanan ban tetap dijaga sesuai rekomendasi. Karena pada akhirnya, bukan jenis gasnya yang paling menentukan, tapi seberapa rajin kamu ngecek kondisi ban
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
Tips2 years agoIni 5 Suara Aneh di Mobil, Hati-hati Kalo Denger Suara Ini!





















