Blog
Mau Hemat BBM Pas Road Trip? Ikutin Cara Ini!

Road trip keluar kota pakai mobil pribadi memang paling fleksibel. Bisa mampir sesuka hati, dan barang bawaan gak ribet. Tapi yang sering bikin kepikiran, konsumsi BBM kadang terasa lebih boros dari biasanya.
Padahal ada beberapa trik gampang yang bisa bikin pemakaian bensin tetap hemat tanpa harus nyetir super pelan. Cocok buat yang mau road trip tapi gak mau bolak-balik mampir SPBU.
- Jaga Kecepatan Stabil
Di jalan tol misalnya, usahakan kecepatan stabil. Mobil yang larinya konstan biasanya lebih irit dibanding yang sebentar ngebut sebentar ngerem. Kalau mobil punya fitur cruise control, bisa dimanfaatkan, lumayan bantu jaga ritme.
- Jangan akselerasi mendadak
SInjak pedal gas terlalu dalam saat mulai jalan atau menyalip bikin suplai BBM meningkat drastis. Lebih baik naikkan kecepatan secara bertahap dan halus. Selain lebih irit, juga lebih nyaman buat penumpang.
- Cek Tekanan Ban
Ban kurang angin = mobil terasa lebih berat jalan. Mesin jadi kerja ekstra, bensin ikut terkuras. Sebelum berangkat, cek tekanan ban. Kalau bawa banyak orang dan koper, tambah sedikit sesuai rekomendasi.

- Perhatiin Isi Bagasi
Namanya juga liburan, pasti bawa banyak barang. Tapi kalau ada yang gak penting-penting amat, mending ditinggal. Beban berlebih bikin kerja mesin makin berat.
Roof rack kosong di atap juga sebaiknya dilepas, nambah hambatan angin, bikin boros tanpa sadar.
- Gunain AC Secukupnya
AC penting buat kenyamanan, apalagi siang hari. Tapi setel suhu sewajarnya saja. Gak perlu paling dingin terus. Mesin ada bebannya, dan itu ngaruh ke konsumsi BBM.
- Pilih Waktu Berangkat yang Tepat
Macet itu musuh utama keiritan. Mesin nyala, mobil jalan pelan, bensin tetap kepakai. Kalau memungkinkan, berangkat lebih pagi atau pilih jam yang lalu lintasnya lebih longgar.
- Cek Kondisi Mobil
Filter udara kotor, oli telat ganti, atau busi kurang prima bisa bikin pembakaran gak optimal. Efeknya bikin BBM lebih boros. Servis ringan dulu sebelum jalan jauh itu bukan lebay, justru bikin perjalanan lebih tenang.
Blog
Kalau Honda Civic Type R Dibikin Sepatu Anak, Begini Hasilnya!

Honda Civic Type R memang jadi salah satu mobil hatchback performa yang punya banyak penggemar. Desain agresif, mesin bertenaga, sampai embel-embel Type R yang ikonik bikin mobil ini jadi incaran para pecinta otomotif.
Tapi masalahnya, gak semua penggemar Civic Type R sudah cukup umur buat mengendarainya.
Nah, buat yang masih kecil tapi mau merasakan sedikit aura Civic Type R, produsen sepatu asal Jepang, Achilles, punya solusi unik.
Mereka menggandeng Honda untuk membuat sepatu anak-anak yang terinspirasi dari mobil performa tersebut.
Jadi, sebelum bisa duduk di balik kemudi Civic Type R asli, anak-anak bisa lebih dulu merasakan gaya balap lewat sepatu ini.

Ada Logo Type R Sampai Jahitan Merah Khas Kabin
Sepatu edisi khusus ini sebenarnya mengambil basis dari model Ultima Cheetah, salah satu produk dari lini sepatu anak populer Achilles bernama Syunsoku.
Meski ukurannya kecil, detailnya dibuat cukup serius.
Logo Type R ditempatkan di bagian ujung sepatu, sementara logo Honda berwarna merah hadir di bagian tumit.
Yang menarik, jahitan merah di bagian atas sepatu dibuat mengikuti inspirasi dari detail interior Honda Civic Type R asli.
Jadi bukan cuma tempelan logo saja, tapi memang mencoba membawa karakter mobilnya ke sebuah sepatu.
Pakai Warna Khas Honda Civic Type R
Achilles menyediakan tiga pilihan warna yang terinspirasi langsung dari Civic Type R, yaitu Championship White, Flame Red dan Racing Blue Pearl.
Ketiga warna tersebut dipadukan dengan grafis hitam putih serta aksen jahitan merah yang membuat tampilannya makin sporty.
Bagian atas sepatu menggunakan material polyester dan kulit sintetis, sementara bagian bawah memakai kombinasi EVA dan karet.

Gak Cuma Modal Gaya, Ada Fitur Biar Anak Lebih Lincah
Walaupun jelas gak punya mesin turbo seperti Civic Type R asli, sepatu ini tetap dibekali beberapa teknologi agar nyaman dipakai bergerak.
Sebagai pembanding, Civic Type R versi mobil punya tenaga 325 hp (243 kW/330 PS) dari mesin turbo 2.0 liter empat silinder.
Sementara Civic Type R versi kaki ini tentu saja mengandalkan tenaga dari penggunanya.
Achilles mengklaim sepatu tersebut punya beberapa fitur seperti pola sol asimetris untuk membantu cengkeraman saat berbelok, bobot ringan, serta teknologi bernama Inner Flex System yang membuat kaki lebih fleksibel saat bergerak.
Harganya Sekitar Rp 400 Ribuan
Sepatu spesial ini hadir dalam kotak hitam khusus dengan gambar Honda Civic Type R asli.
Kotaknya juga dilengkapi detail jahitan merah imitasi dan tulisan produk resmi berlisensi Honda.
Ukuran yang tersedia mulai dari 16 cm sampai 23 cm, atau setara ukuran anak-anak sekitar US size 9 sampai 5Y (EU size 25-36).
Achilles membuka pemesanan sepatu ini melalui toko online mereka di Jepang hingga 27 September 2026. Pengiriman pertama dijadwalkan mulai Oktober.
Harganya dibanderol 6.490 yen, atau sekitar Rp 700 ribuan jika dikonversikan.
Honda sendiri ikut meramaikan peluncuran ini dengan membawa Civic Type R yang memakai livery Syunsoku ke sejumlah acara promosi di Fukuoka dan Miyagi, Jepang.
Jadi, buat anak-anak yang belum bisa menginjak pedal gas Civic Type R, sekarang ada cara lain buat tampil ala mobil performa Honda. Tinggal pakai sepatu, lalu siap “ngebut” di halaman rumah.
Blog
Kaca Mobil Kamu Sering Berembun? Bisa Jadi Karena Ini..

Pernah lagi nyetir saat hujan, tiba-tiba kaca mobil mulai berkabut dan pandangan jadi terganggu?
Kondisi seperti ini cukup sering dialami pengemudi, terutama saat cuaca dingin, hujan deras, atau ketika perbedaan suhu di dalam dan luar kabin cukup jauh.
Banyak yang langsung mengelap kaca pakai tangan atau kain seadanya. Padahal, cara tersebut belum tentu jadi solusi dan malah bisa bikin kaca makin kotor.
Lalu, kenapa sih kaca mobil bisa berembun?
Embun Terjadi Karena Perbedaan Suhu
Kaca mobil berembun bukan karena kacanya bermasalah, tapi terjadi akibat adanya perbedaan suhu dan kelembapan antara bagian dalam dan luar kabin.
Saat udara di dalam mobil lebih hangat dibanding udara luar, uap air di dalam kabin bisa menempel di permukaan kaca yang lebih dingin.
Uap air tersebut kemudian berubah menjadi titik-titik air kecil yang membuat kaca terlihat seperti berkabut.
Kondisi ini biasanya makin sering terjadi saat hujan karena udara luar lebih dingin dan kelembapannya tinggi.
Kenapa AC Bisa Menghilangkan Embun di Kaca?
Banyak yang mengira AC cuma berfungsi untuk mendinginkan kabin. Padahal, sistem AC mobil juga membantu mengurangi kelembapan udara.
Saat AC dinyalakan, udara yang masuk ke kabin akan melewati evaporator. Proses ini membantu mengurangi kandungan uap air sehingga udara di dalam mobil menjadi lebih kering.
Makanya, saat kaca mulai berembun ketika hujan, salah satu cara paling efektif adalah menyalakan AC dan mengarahkan hembusan udara ke kaca depan.
Jangan Langsung Pakai Lap Tangan
Saat kaca tiba-tiba berkabut, refleks sebagian pengemudi biasanya langsung mengusapnya menggunakan tangan.
Cara ini memang bisa membuat pandangan sedikit lebih jelas, tapi hanya sementara.
Selain itu, tangan yang berminyak bisa meninggalkan bekas di kaca dan membuat permukaan kaca lebih mudah menangkap debu.
Kalau memang harus membersihkan kaca secara manual, lebih baik gunakan kain microfiber yang bersih.

Gunakan Fitur Defogger
Mobil modern biasanya sudah dilengkapi fitur untuk membantu mengatasi embun, yaitu defogger.
Untuk kaca depan, biasanya pengemudi bisa memilih mode hembusan AC yang mengarah langsung ke kaca.
Sementara untuk kaca belakang, beberapa mobil punya fitur rear defogger berupa garis pemanas tipis yang menempel di kaca.
Saat fitur ini aktif, elemen pemanas tersebut akan membantu menghilangkan embun di kaca belakang.
Jangan Aktifkan Mode Resirkulasi Terlalu Lama
Salah satu penyebab kaca cepat berembun adalah udara di dalam kabin terlalu lembap.
Hal ini bisa terjadi ketika mode resirkulasi udara digunakan terlalu lama.
Mode ini memang berguna saat melewati area berdebu karena membuat udara dari luar gak masuk ke kabin. Tapi kalau digunakan terus saat hujan, udara lembap dari dalam kabin bisa terperangkap dan membuat kaca lebih mudah berkabut.
Saat kaca mulai berembun, coba matikan mode resirkulasi dan biarkan udara luar masuk.
Bersihkan Kaca Secara Rutin
Selain faktor suhu, kondisi kaca yang kotor juga bisa membuat embun lebih mudah terlihat.
Lapisan debu, minyak, atau sisa pembersih kaca yang menempel bisa membuat permukaan kaca gak benar-benar bersih.
Akibatnya, titik air lebih mudah menempel dan membuat pandangan makin terganggu.
Karena itu, kaca mobil juga perlu dibersihkan secara rutin, bukan cuma bagian bodi saja.
Jadi, Gimana Cara Cepat Menghilangkan Embun di Kaca Mobil?
Kalau kaca mobil mulai berembun saat berkendara, kami bisa coba cara ini :
- Nyalakan AC
- Arahkan hembusan AC ke kaca depan
- Matikan mode resirkulasi udara
- Aktifkan defogger jika tersedia
- Kurangi kelembapan di dalam kabin
Jangan menunggu sampai kaca benar-benar tertutup embun karena bisa mengganggu visibilitas dan membahayakan perjalanan.
Jadi, masalah kaca berembun sebenarnya bukan hal sepele. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, pandangan tetap jelas meski berkendara saat hujan atau cuaca dingin.
Blog
Mobil Kena Hujan Semalaman, Perlu Dicuci Lagi Gak?

Buat pemilik mobil yang sering parkir di luar rumah, kejadian mobil kehujanan semalaman pasti sudah gak asing lagi.
Paginya, bodi mobil terlihat basah, ada bekas air yang mengering, bahkan kadang muncul bercak putih di permukaan cat.
Banyak yang kemudian berpikir, kalau sudah kena hujan, apa mobil harus langsung dicuci lagi?
Membiarkan air hujan menempel terlalu lama juga bukan pilihan yang bagus, terutama kalau mobil sering terkena hujan di area dengan tingkat polusi tinggi.
Air Hujan Bukan Sekadar Air Biasa
Banyak orang menganggap air hujan sama seperti air biasa. Padahal, selama perjalanan turun ke permukaan, air hujan bisa membawa berbagai partikel dari udara.
Mulai dari debu, kotoran, polusi kendaraan, sampai zat asam yang bisa menempel di permukaan bodi mobil.
Ketika air hujan mengering sendiri, kandungan tersebut bisa meninggalkan bekas bercak atau water spot di cat mobil.
Kalau dibiarkan terus-menerus, noda tersebut bisa semakin sulit dibersihkan.
Kalau Cuma Kena Hujan Sebentar, Perlu Dicuci?
Kalau mobil hanya terkena hujan sebentar dan setelah itu langsung kering, sebenarnya gak selalu harus dicuci full.
Pemilik mobil bisa cukup membilas bodi dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel.
Namun, kalau setelah hujan mobil terlihat kotor, ada bekas lumpur, atau banyak bercak air yang mengering, lebih baik segera dibersihkan.
Yang perlu diingat, jangan langsung mengelap bodi mobil dalam kondisi kering setelah terkena hujan.
Sebab, debu dan partikel yang menempel bisa membuat permukaan cat tergores saat digosok.
Jangan Langsung Lap Pakai Kain Kering
Ini salah satu kebiasaan yang sering dilakukan.
Melihat bodi mobil penuh titik air, sebagian orang langsung mengambil kain lap lalu mengusap seluruh permukaan. Padahal, cara tersebut bisa berisiko membuat baret halus.
Air hujan yang mengering bisa meninggalkan partikel kecil di permukaan cat. Saat digosok dengan kain, partikel tersebut bisa bekerja seperti amplas tipis.
Lebih aman, bilas dulu mobil dengan air bersih sebelum mengeringkannya menggunakan kain microfiber.

Parkir di Bawah Pohon Setelah Hujan Juga Berisiko
Selain air hujan, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu lokasi parkir.
Mobil yang kehujanan lalu dibiarkan di bawah pohon bisa terkena tambahan kotoran seperti getah, kotoran burung, atau sisa daun.
Material tersebut bisa lebih sulit dibersihkan dan berpotensi merusak lapisan cat jika terlalu lama menempel.
Cara Simpel Merawat Mobil Setelah Kehujanan
Gak harus selalu cuci mobil setiap kali terkena hujan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.
- Bilas mobil dengan air bersih jika banyak terkena hujan
- Keringkan bodi menggunakan kain microfiber
- Jangan mengelap bodi yang masih kotor dalam kondisi kering
- Bersihkan bagian kaca agar gak meninggalkan jamur
- Perhatikan area tersembunyi seperti sela pintu dan spion
Untuk mobil yang sering terkena hujan, mencuci secara rutin tetap diperlukan agar kotoran gak menumpuk.
Jadi, Mobil Kehujanan Harus Dicuci Lagi?
Kesimpulannya, mobil yang kena hujan semalaman gak selalu harus langsung dicuci full.
Kalau hanya terkena hujan ringan dan kondisi mobil masih bersih, cukup bilas atau keringkan dengan cara yang benar.
Tapi kalau air hujan sudah meninggalkan bercak, kotoran, atau mobil sering diparkir di area terbuka, sebaiknya segera dibersihkan.
Karena musuh cat mobil bukan cuma hujan, tapi juga kotoran yang ikut menempel dan dibiarkan terlalu lama.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!




















