Connect with us

Blog

Punya Anak Kecil? Ini Fitur Mobil yang Ternyata Berguna Banget!

Published

on

Punya anak kecil bikin banyak hal berubah, termasuk saat memilih mobil.

Kalau dulu mungkin lebih fokus cari mobil yang desainnya keren atau mesinnya bertenaga, setelah punya anak pertimbangannya jadi beda.

Ruang kabin yang lega, tempat penyimpanan banyak, sampai fitur keselamatan biasanya mulai jadi perhatian utama.

Menariknya, ada beberapa fitur mobil yang kadang dianggap sepele, tapi ternyata sangat membantu saat membawa anak kecil.

Apa saja?

1. ISOFIX untuk Pasang Car Seat Lebih Aman

Buat orang tua yang punya bayi atau balita, car seat jadi salah satu perlengkapan penting saat bepergian.

Nah, fitur ISOFIX bisa bikin pemasangan car seat lebih mudah dan kokoh.

Sistem ini menggunakan pengait khusus yang langsung terhubung ke rangka mobil, sehingga posisi car seat lebih stabil dibanding hanya mengandalkan sabuk pengaman biasa.

Selain lebih praktis, posisi car seat juga gak gampang bergeser saat mobil berjalan.

2. Banyak Ruang Penyimpanan Kecil

Saat punya anak kecil, barang bawaan biasanya ikut bertambah.

Mulai dari botol minum, tisu, mainan, makanan ringan, sampai perlengkapan lainnya.

Makanya, mobil dengan banyak tempat penyimpanan kecil bisa sangat membantu.

Tempat di pintu, cup holder tambahan, laci dashboard, sampai ruang penyimpanan di konsol tengah sering kali jadi fitur yang baru terasa penting setelah punya anak.

3. Pintu Belakang dengan Child Lock

Fitur ini sederhana, tapi penting.

Child lock memungkinkan pintu belakang gak bisa dibuka dari dalam oleh anak.

Anak kecil terkadang penasaran dan suka memainkan pegangan pintu.

Dengan fitur ini, orang tua bisa lebih tenang karena pintu tetap terkunci selama perjalanan.

4. Kamera 360 Derajat Bikin Parkir Lebih Mudah

Buat yang sering membawa anak, parkir di tempat ramai bisa jadi tantangan tersendiri.

Apalagi kalau harus fokus melihat sekitar sambil memastikan anak tetap aman.

Kamera 360 derajat membantu pengemudi melihat kondisi di sekitar mobil dari layar.

Fitur ini sangat berguna saat parkir di area sempit, seperti mal, sekolah, atau tempat wisata.

5. AC Belakang Bikin Kabin Lebih Nyaman

Anak kecil biasanya lebih sensitif dengan suhu panas.

Mobil dengan ventilasi AC belakang bisa membantu udara dingin lebih cepat menyebar ke area belakang.

Apalagi kalau anak duduk di baris kedua atau ketiga.

Perjalanan jauh pun bisa terasa lebih nyaman tanpa harus membuat AC depan bekerja terlalu keras.

6. Bagasi Luas Jadi Penyelamat Saat Bepergian

Kalau sudah punya anak, ukuran bagasi sering kali jadi hal yang baru terasa penting.

Kereta bayi, tas perlengkapan anak, koper kecil, sampai barang belanjaan bisa memenuhi ruang belakang.

Makanya, mobil dengan bagasi luas atau kursi belakang yang bisa dilipat menjadi nilai tambah besar.

7. Sunroof atau Panoramic Roof, Bukan Cuma Buat Gaya

Fitur ini memang sering dianggap cuma untuk tampilan.

Tapi buat anak kecil, atap kaca bisa memberikan pengalaman berbeda saat perjalanan.

Melihat langit atau pemandangan dari dalam mobil bisa membuat anak lebih betah selama perjalanan.

Meski begitu, tetap pastikan fitur ini punya pelindung panas yang baik agar kabin gak terasa terlalu panas.

Pilih Mobil Keluarga Gak Cuma Soal Ukuran

Saat memilih mobil untuk keluarga, banyak orang langsung berpikir soal kapasitas penumpang.

Padahal, fitur-fitur kecil juga bisa memberikan pengaruh besar dalam penggunaan sehari-hari.

Karena pada akhirnya, mobil keluarga bukan cuma soal bisa membawa banyak orang.

Tapi juga soal bagaimana mobil tersebut bisa membuat perjalanan bersama keluarga jadi lebih nyaman dan aman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Dari Mobil Bensin ke Mobil Listrik, 5 Kebiasaan Ini Perlu Kamu Ubah!

Published

on

By

Buat yang sudah bertahun-tahun pakai mobil bensin, pindah ke mobil listrik mungkin terasa sedikit berbeda.

Bukan cuma karena gak ada suara mesin atau gak perlu lagi mampir ke SPBU, tapi cara menggunakan mobilnya juga berubah.

Beberapa kebiasaan yang selama ini dianggap normal di mobil bensin ternyata gak selalu berlaku di mobil listrik.

Nah, buat yang baru mau pindah ke EV, berikut beberapa kebiasaan yang perlu mulai diubah.

1. Gak Perlu Lagi Panasin Mesin Sebelum Jalan

Salah satu kebiasaan yang masih sering dilakukan pemilik mobil bensin adalah memanaskan mesin sebelum digunakan.

Biasanya mobil didiamkan beberapa menit sambil mesin menyala supaya oli bersirkulasi dan suhu mesin naik.

Tapi di mobil listrik, kebiasaan ini sudah gak diperlukan.

Mobil listrik gak punya mesin pembakaran yang membutuhkan proses pemanasan seperti mobil bensin.

Saat mobil sudah menyala dan sistem siap digunakan, pengemudi bisa langsung jalan.

Justru, terlalu lama membiarkan mobil menyala tanpa digunakan hanya akan membuang energi.

2. Jangan Tunggu Baterai Benar-Benar Habis Baru Ngecas

Kalau mobil bensin, banyak orang terbiasa isi BBM saat indikator bensin sudah hampir habis.

Tapi kebiasaan ini sebaiknya jangan dibawa ke mobil listrik.

Memang baterai EV dirancang untuk penggunaan harian, tapi menjaga kondisi baterai tetap di level tertentu bisa membantu menjaga performanya dalam jangka panjang.

Pemilik mobil listrik sebaiknya mulai terbiasa mengisi daya sebelum baterai benar-benar kosong.

Jadi, jangan tunggu sampai indikator baterai tinggal merah baru mencari charger.

3. Mulai Terbiasa dengan Regenerative Braking

Buat pengguna mobil bensin, melepas pedal gas biasanya hanya membuat mobil meluncur.

Tapi di mobil listrik, ada fitur yang membuat mobil terasa berbeda, yaitu regenerative braking.

Saat pengemudi melepas pedal akselerator, mobil bisa otomatis melambat sambil mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk mengisi baterai.

Awalnya mungkin terasa aneh karena mobil seperti melakukan pengereman sendiri.

Tapi setelah terbiasa, fitur ini justru bisa membantu menghemat energi, terutama saat berkendara di dalam kota.

mesin Chery J6

4. Jangan Lagi Cari Suara Mesin Sebagai Patokan

Banyak pengguna mobil bensin terbiasa mendengar suara mesin untuk mengetahui kondisi kendaraan.

Misalnya suara mesin kasar, putaran tinggi, atau bunyi tertentu yang jadi tanda ada masalah.

Di mobil listrik, pengalaman ini berubah.

Karena motor listrik bekerja jauh lebih senyap, pengemudi harus lebih memperhatikan informasi dari layar mobil atau indikator yang tersedia.

Jangan heran kalau saat pertama kali mengendarai EV, mobil terasa seperti belum menyala karena hampir gak ada suara.

5. Isi Energi Harus Direncanakan

Kalau mobil bensin kehabisan bahan bakar, biasanya tinggal mampir ke SPBU dan selesai dalam beberapa menit.

Sementara mobil listrik butuh kebiasaan berbeda.

Pengisian daya membutuhkan waktu lebih lama, terutama kalau menggunakan charger rumah.

Karena itu, pemilik EV perlu mulai terbiasa merencanakan kapan harus mengisi daya.

Misalnya, setelah pulang kerja langsung colok charger di rumah atau mencari lokasi SPKLU sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pindah ke Mobil Listrik Butuh Adaptasi Kecil

Mobil listrik sebenarnya gak lebih sulit digunakan dibanding mobil bensin. Cuma, cara berpikir dan kebiasaannya memang sedikit berbeda.

Setelah terbiasa, banyak pengguna justru merasa EV lebih nyaman karena lebih senyap, responsif, dan praktis untuk penggunaan harian.

Jadi, buat yang baru pindah ke mobil listrik, gak perlu khawatir.

Cukup ubah beberapa kebiasaan lama dan nikmati pengalaman berkendara yang berbeda.

Continue Reading

Blog

AC Mobil Nyala Saat Parkir, Bikin Aki Tekor? Cek Faktanya!

Published

on

By

ac mobil

Pernah gak lagi nunggu seseorang di dalam mobil, tapi mesin tetap dinyalakan supaya AC tetap dingin?

Kebiasaan ini cukup sering dilakukan, apalagi saat cuaca lagi panas-panasnya.

Daripada kepanasan sambil menunggu, gak sedikit dari kita yang memilih duduk santai di kabin dengan AC menyala.

Tapi, kadang muncul pertanyaan yang bikin penasaran.

Kalau AC terus nyala saat mobil berhenti, apakah bisa bikin aki tekor?

Jawabannya, tergantung kondisinya.

AC Mobil Sebenarnya Menggunakan Tenaga dari Mana?

Banyak yang mengira AC langsung menguras aki karena sistemnya berhubungan dengan listrik.

Padahal, saat mesin mobil menyala, sebagian besar tenaga untuk menjalankan komponen mobil berasal dari mesin melalui alternator.

Alternator inilah yang bertugas mengisi ulang aki sekaligus menyuplai kebutuhan listrik kendaraan.

Jadi, selama mesin tetap hidup, AC yang menyala gak langsung membuat aki kehabisan daya.

Kapan AC Nyala Bisa Bikin Aki Bermasalah?

Masalah biasanya muncul kalau AC dinyalakan saat mesin mati.

Misalnya, mobil dalam posisi parkir, mesin dimatikan, tapi pemilik tetap menyalakan AC menggunakan listrik dari aki.

Dalam kondisi seperti ini, aki akan bekerja sendirian menyuplai daya ke sistem kelistrikan.

Karena aki mobil sebenarnya dirancang untuk kebutuhan seperti menyalakan mesin dan menyuplai listrik sementara, bukan untuk menjalankan AC dalam waktu lama.

Kalau dipaksakan, aki bisa cepat drop dan mobil berisiko sulit dinyalakan.

parkir di tanjakan

Kalau Mesin Nyala Lama Saat Parkir, Ada Efek Samping Gak?

Membiarkan mesin hidup saat parkir memang gak langsung bikin aki tekor.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Mobil tetap membakar bahan bakar meskipun hanya diam di tempat.

Selain itu, kalau dilakukan terlalu lama di area tertutup seperti garasi, gas buang dari kendaraan juga bisa berbahaya karena mengandung karbon monoksida.

Jadi, kalau memang harus menunggu lama, pastikan lokasi parkir punya sirkulasi udara yang baik.

Mobil Matic Lebih Aman Nyala Lama Saat Parkir?

Banyak mobil sekarang menggunakan transmisi otomatis.

Saat berhenti lama dengan mesin menyala, posisi transmisi sebaiknya diperhatikan.

Untuk berhenti sebentar, posisi “P” atau “N” biasanya digunakan sesuai kondisi.

Tapi untuk parkir lama, tetap lebih aman mengikuti aturan penggunaan dari pabrikan.

Jangan lupa juga pastikan rem parkir aktif agar mobil tetap aman.

Jadi, Boleh Gak AC Nyala Saat Mobil Parkir?

Boleh, selama mesin tetap menyala dan dilakukan di kondisi yang aman.

AC mobil yang menyala saat parkir gak otomatis membuat aki tekor.

Yang perlu dihindari adalah menyalakan AC ketika mesin mati dalam waktu lama karena aki harus bekerja sendirian.

Jadi, bukan AC-nya yang bikin aki cepat habis, tapi cara penggunaannya yang kurang tepat.

Continue Reading

Blog

Kenapa Harga Mobil Bekas Bisa Turun Drastis Setelah 3 Tahun?

Published

on

By

Mobil baru atau bekas_Freepik

Buat yang lagi cari mobil bekas, pasti sering menemukan hal yang bikin heran.

Ada mobil yang usianya baru 2-3 tahun, tapi harganya sudah turun puluhan sampai ratusan juta dibanding harga barunya.

Padahal kalau dilihat dari kondisi, mobil tersebut masih tergolong muda dan fitur-fiturnya juga belum ketinggalan jauh.

Terus, kenapa harga mobil bekas bisa turun cukup drastis?

Ternyata ada beberapa faktor yang memengaruhi.

Mobil Baru Keluar, Harga Lama Langsung Terkoreksi

Salah satu penyebab paling besar adalah munculnya model baru.

Ketika pabrikan meluncurkan generasi terbaru, harga mobil generasi sebelumnya biasanya ikut turun.

Apalagi kalau model baru membawa banyak perubahan, mulai dari desain, fitur, sampai teknologi.

Calon pembeli mobil bekas tentu akan berpikir ulang.

“Kalau tambah sedikit bisa dapat model terbaru, kenapa pilih yang lama?”

Hal ini akhirnya membuat harga mobil bekas ikut menyesuaikan.

Depresiasi Paling Besar Terjadi di Tahun Awal

Banyak orang belum tahu kalau penurunan harga mobil paling terasa justru terjadi saat mobil masih tergolong baru.

Begitu mobil keluar dari dealer dan sudah memiliki pemilik pertama, statusnya langsung berubah dari mobil baru menjadi mobil bekas.

Perubahan status ini saja sudah bisa membuat harga turun.

Makanya, mobil usia 1-3 tahun sering mengalami depresiasi cukup besar dibanding mobil yang usianya lebih tua.

Pajak dan Biaya Kepemilikan Ikut Pengaruh

Harga mobil bekas gak cuma dipengaruhi kondisi kendaraan.

Biaya kepemilikan juga jadi pertimbangan pembeli.

Mulai dari pajak tahunan, biaya servis, harga suku cadang, sampai konsumsi bahan bakar.

Mobil yang biaya perawatannya mahal biasanya mengalami penurunan harga lebih cepat karena calon pembeli akan menghitung pengeluaran setelah membeli.

Daftar harga mobil baru giias 2024

Tren Pasar Bisa Bikin Harga Mobil Turun

Dunia otomotif juga mengikuti tren.

Misalnya, saat mobil listrik mulai ramai, beberapa mobil bensin tertentu bisa mengalami perubahan harga karena konsumen mulai punya pilihan baru.

Begitu juga ketika model tertentu mulai kurang diminati.

Meski kondisinya masih bagus, harga jual kembali bisa ikut turun karena permintaan pasar melemah.

Kilometer dan Riwayat Pemakaian Jadi Penentu

Usia mobil bukan satu-satunya faktor.

Mobil yang baru berumur tiga tahun tapi sudah dipakai jarak jauh setiap hari tentu punya nilai berbeda dengan mobil yang jarang digunakan.

Calon pembeli biasanya akan melihat, jumlah kilometer, riwayat servis, kondisi mesin, kondisi interior, pernah tabrakan atau gak.

Mobil dengan rekam jejak yang jelas biasanya punya harga lebih stabil.

Jadi, Apakah Mobil Bekas Turun Harga Itu Rugi?

Belum tentu.

Justru kondisi ini bisa jadi keuntungan buat pembeli mobil bekas.

Mobil usia 2-3 tahun biasanya masih tergolong muda, fitur masih modern, tapi harganya sudah jauh lebih murah dibanding beli baru.

Sementara buat pemilik pertama, penurunan harga memang jadi hal yang harus diterima karena hampir semua mobil mengalami depresiasi.

Jadi, kalau mau beli mobil dengan harga lebih masuk akal, mobil bekas usia beberapa tahun bisa jadi pilihan menarik.

Tinggal pastikan kondisinya benar-benar sehat dan punya riwayat perawatan yang jelas.

Continue Reading

Trending