Connect with us

Blog

Mobil Kena Hujan Semalaman, Perlu Dicuci Lagi Gak?

Published

on

Buat pemilik mobil yang sering parkir di luar rumah, kejadian mobil kehujanan semalaman pasti sudah gak asing lagi.

Paginya, bodi mobil terlihat basah, ada bekas air yang mengering, bahkan kadang muncul bercak putih di permukaan cat.

Banyak yang kemudian berpikir, kalau sudah kena hujan, apa mobil harus langsung dicuci lagi?

Membiarkan air hujan menempel terlalu lama juga bukan pilihan yang bagus, terutama kalau mobil sering terkena hujan di area dengan tingkat polusi tinggi.

Air Hujan Bukan Sekadar Air Biasa

Banyak orang menganggap air hujan sama seperti air biasa. Padahal, selama perjalanan turun ke permukaan, air hujan bisa membawa berbagai partikel dari udara.

Mulai dari debu, kotoran, polusi kendaraan, sampai zat asam yang bisa menempel di permukaan bodi mobil.

Ketika air hujan mengering sendiri, kandungan tersebut bisa meninggalkan bekas bercak atau water spot di cat mobil.

Kalau dibiarkan terus-menerus, noda tersebut bisa semakin sulit dibersihkan.

Kalau Cuma Kena Hujan Sebentar, Perlu Dicuci?

Kalau mobil hanya terkena hujan sebentar dan setelah itu langsung kering, sebenarnya gak selalu harus dicuci full.

Pemilik mobil bisa cukup membilas bodi dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel.

Namun, kalau setelah hujan mobil terlihat kotor, ada bekas lumpur, atau banyak bercak air yang mengering, lebih baik segera dibersihkan.

Yang perlu diingat, jangan langsung mengelap bodi mobil dalam kondisi kering setelah terkena hujan.

Sebab, debu dan partikel yang menempel bisa membuat permukaan cat tergores saat digosok.

Jangan Langsung Lap Pakai Kain Kering

Ini salah satu kebiasaan yang sering dilakukan.

Melihat bodi mobil penuh titik air, sebagian orang langsung mengambil kain lap lalu mengusap seluruh permukaan. Padahal, cara tersebut bisa berisiko membuat baret halus.

Air hujan yang mengering bisa meninggalkan partikel kecil di permukaan cat. Saat digosok dengan kain, partikel tersebut bisa bekerja seperti amplas tipis.

Lebih aman, bilas dulu mobil dengan air bersih sebelum mengeringkannya menggunakan kain microfiber.

Parkir di Bawah Pohon Setelah Hujan Juga Berisiko

Selain air hujan, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu lokasi parkir.

Mobil yang kehujanan lalu dibiarkan di bawah pohon bisa terkena tambahan kotoran seperti getah, kotoran burung, atau sisa daun.

Material tersebut bisa lebih sulit dibersihkan dan berpotensi merusak lapisan cat jika terlalu lama menempel.

Cara Simpel Merawat Mobil Setelah Kehujanan

Gak harus selalu cuci mobil setiap kali terkena hujan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.

  • Bilas mobil dengan air bersih jika banyak terkena hujan
  • Keringkan bodi menggunakan kain microfiber
  • Jangan mengelap bodi yang masih kotor dalam kondisi kering
  • Bersihkan bagian kaca agar gak meninggalkan jamur
  • Perhatikan area tersembunyi seperti sela pintu dan spion

Untuk mobil yang sering terkena hujan, mencuci secara rutin tetap diperlukan agar kotoran gak menumpuk.

Jadi, Mobil Kehujanan Harus Dicuci Lagi?

Kesimpulannya, mobil yang kena hujan semalaman gak selalu harus langsung dicuci full.

Kalau hanya terkena hujan ringan dan kondisi mobil masih bersih, cukup bilas atau keringkan dengan cara yang benar.

Tapi kalau air hujan sudah meninggalkan bercak, kotoran, atau mobil sering diparkir di area terbuka, sebaiknya segera dibersihkan.

Karena musuh cat mobil bukan cuma hujan, tapi juga kotoran yang ikut menempel dan dibiarkan terlalu lama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Bensin Oktan Tinggi Bikin Mobil Lebih Kencang, Mitos atau Fakta?

Published

on

By

ron bensin setiap kendaraan berbeda ya

Banyak pemilik mobil percaya kalau isi bensin dengan oktan lebih tinggi bisa bikin performa kendaraan langsung meningkat.

Misalnya, mobil yang biasanya minum bensin oktan 90 lalu diganti ke oktan 92 atau 95, apakah tarikannya langsung lebih ngebut? Jawabannya, ternyata gak selalu.

Bensin dengan angka oktan lebih tinggi memang punya beberapa keunggulan, tapi bukan berarti semua mobil otomatis jadi lebih kencang setelah menggunakannya.

Sebenarnya Apa Itu Oktan?

Sebelum membahas soal performa, kita perlu tahu dulu apa arti angka oktan pada bensin.

Oktan atau Research Octane Number (RON) adalah ukuran kemampuan bahan bakar menahan terjadinya knocking atau ngelitik pada mesin.

Semakin tinggi angka oktannya, semakin besar kemampuan bensin menahan pembakaran yang terjadi sebelum waktunya.

Knocking sendiri terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Kondisi ini bisa mengganggu kerja mesin dan dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan kerusakan.

Jadi, bensin oktan tinggi bukan berarti punya tenaga lebih besar, tapi lebih mampu mengikuti kebutuhan mesin tertentu.

Mobil yang Cocok Pakai Oktan Tinggi Bisa Lebih Optimal

Mobil modern, terutama yang menggunakan mesin dengan rasio kompresi tinggi atau turbo, biasanya membutuhkan bensin dengan oktan lebih tinggi.

Pasalnya, mesin seperti ini bekerja dengan tekanan yang lebih besar di ruang bakar. Jika menggunakan bensin dengan oktan terlalu rendah, komputer mesin bisa mendeteksi adanya risiko knocking.

Saat kondisi tersebut terjadi, sistem ECU biasanya akan menyesuaikan pengapian agar mesin tetap aman.

Efeknya, performa mesin bisa berkurang karena pembakaran gak bekerja pada kondisi paling optimal.

Nah, ketika menggunakan bensin sesuai rekomendasi pabrikan, mesin bisa bekerja lebih maksimal. Tarikan bisa terasa lebih responsif dan konsumsi bahan bakar juga berpotensi lebih efisien.

Mobil Biasa Isi Oktan Tinggi, Jadi Lebih Kencang?

Ini bagian yang sering bikin salah paham.

Kalau mobil memang dirancang untuk bensin oktan rendah, lalu diisi bensin oktan tinggi, biasanya gak akan membuat tenaga mesin langsung bertambah.

Contohnya, mobil yang dari pabrik direkomendasikan menggunakan bensin RON 90. Saat diisi bensin RON 95, performanya belum tentu berubah drastis.

Mesin tetap bekerja sesuai program yang sudah dibuat oleh pabrikan.

Jadi, jangan berharap mobil harian tiba-tiba terasa seperti mobil sport hanya gara-gara ganti bensin.

Kenapa Ada yang Merasa Mobil Lebih Enak Setelah Pakai Oktan Tinggi?

Meski tenaga belum tentu bertambah, beberapa orang memang merasa mobil lebih ringan atau responsif setelah mengganti bahan bakar.

Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor.

Salah satunya adalah kualitas pembakaran yang lebih sesuai dengan karakter mesin. Selain itu, bensin dengan oktan lebih tinggi biasanya memiliki formulasi aditif yang berbeda untuk membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar.

Tapi sensasinya bisa berbeda-beda tergantung kondisi mesin, kebiasaan berkendara, dan bahan bakar yang sebelumnya digunakan.

Jangan Asal Pilih Oktan, Ikuti Rekomendasi Pabrikan

Menggunakan bensin oktan lebih tinggi sebenarnya gak masalah, tapi bukan berarti selalu lebih baik untuk semua mobil.

Yang paling penting adalah mengikuti rekomendasi dari pabrikan.

Biasanya informasi soal kebutuhan bahan bakar sudah tercantum di buku manual kendaraan atau label yang ada di dekat tutup tangki.

Kalau mesin memang dirancang untuk RON 92, menggunakan RON 90 bisa membuat kerja mesin kurang optimal. Sebaliknya, memakai RON lebih tinggi dari rekomendasi belum tentu memberikan tambahan tenaga.

Jadi, Bensin Oktan Tinggi Bikin Mobil Lebih Kencang?

Kesimpulannya, bensin oktan tinggi gak otomatis bikin semua mobil jadi lebih kencang.

Bahan bakar dengan oktan lebih tinggi membantu mesin bekerja sesuai desainnya, terutama pada mesin berkompresi tinggi atau turbo.

Kalau mobil memang membutuhkan oktan tinggi, penggunaan bahan bakar yang tepat bisa membuat performa tetap maksimal.

Tapi kalau mobil harian biasa, jangan berharap tenaga langsung naik hanya karena isi bensin yang lebih mahal. Yang paling penting tetap gunakan bahan bakar sesuai anjuran pabrikan.

Continue Reading

Blog

Ketika Porsche 911 Bertemu Louis Vuitton..

Published

on

By

Kalau biasanya kolaborasi otomotif dan brand fashion cuma sebatas bikin aksesori atau edisi khusus, kolaborasi Singer dan Louis Vuitton ini beda cerita.

Dua nama besar tersebut bekerja sama untuk membuat dua unit Porsche 911 spesial dengan sentuhan mewah khas Louis Vuitton. Gak cuma main di eksterior, detail kecil seperti panel instrumen, tombol kabin, koper, perlengkapan berkendara, sampai jam di dasbor juga ikut dibuat ulang.

Bahkan, jam di dasbor mobil ini bukan sekadar pajangan. Benda tersebut bisa dilepas dari mobil dan berubah fungsi menjadi jam meja.

Jadi, kalau biasanya kunci mobil atau jam tangan jadi simbol kemewahan, di proyek ini bahkan jam dasbor pun dibuat sekelas barang koleksi.

Awalnya Dimulai dari Sebuah Jam

Proyek Singer dan Louis Vuitton ini ternyata berawal dari pembuatan jam khusus.

Setelah kedua perusahaan sepakat untuk berkolaborasi, mereka membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mengembangkan desain hingga akhirnya seluruh bagian kabin dibuat mengikuti standar kemewahan jam tersebut.

Bagian panel instrumen kini menggunakan desain yang terinspirasi dari koleksi jam Tambour milik Louis Vuitton, lengkap dengan kombinasi warna biru kobalt dan aksen tulisan oranye.

Louis Vuitton menyebut proyek ini menjadi pertama kalinya mereka membuat produk kolaborasi dengan merek lain. Sementara Singer mengatakan kerja sama ini menjadi ajang bertukar pengalaman dari puluhan tahun keahlian masing-masing.

Dua Porsche 911 dengan Gaya Berbeda

Kolaborasi ini menghasilkan dua mobil spesial.

Mobil pertama adalah Singer Classic Coupe dengan kombinasi warna saffron dan biru kobalt.

Warna tersebut mengambil inspirasi dari sejarah Louis Vuitton sekaligus mengingatkan pada salah satu proyek awal Singer dengan warna Bahama Yellow.
Bukan cuma tampil keren, mobil ini juga dibuat lebih fungsional.

Bagian atapnya dilengkapi rak khusus yang bisa membawa koper custom, perlengkapan ski, atau bahkan papan selancar dengan desain senada.

Di balik bodinya yang menggunakan material serat karbon berbasis Porsche 911 generasi 964, mobil ini dibekali mesin flat-six 4.0 liter naturally aspirated berpendingin udara.

Tenaga disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan ke roda belakang, dengan dukungan rem karbon-keramik.

Masuk ke kabin, nuansa mewah langsung terasa lewat penggunaan kulit berwarna natural, jahitan kuning, detail logam buatan tangan, sampai motif bunga Monogram Louis Vuitton pada ventilasi jok.

Singer dan Louis Vuitton juga menyiapkan berbagai perlengkapan khusus, mulai dari koper, helm, sarung tangan mengemudi, sepatu, hingga jaket.

Ada Juga Versi Cabriolet Turbo

Mobil kedua adalah Singer Classic Turbo Cabriolet yang dibuat bersama Nicolas Ghesquière, Direktur Kreatif Louis Vuitton untuk lini wanita.

Mobil ini tampil dengan warna putih Calcaire Lutétien yang terinspirasi dari batu kapur.

Berbeda dengan model pertama, mobil ini menggunakan mesin flat-six twin-turbo 3.8 liter, transmisi manual, serta spoiler belakang model whale-tail yang menjadi ciri khas Porsche klasik.

Nuansa klasik juga terasa lewat penggunaan material kayu di berbagai bagian. Mulai dari bumper, bagian belakang mobil, trim kabin, sampai area penyimpanan dibuat dengan inspirasi dari mobil-mobil klasik era lama.

Harga? Masih Rahasia

Singer dan Louis Vuitton belum mengungkap berapa harga kedua mobil spesial ini.

Bahkan, belum diketahui apakah mobil tersebut akan dijual atau hanya menjadi koleksi khusus.

Tapi satu hal yang jelas, proyek ini menunjukkan seberapa jauh batas kreativitas bisa berjalan ketika dunia otomotif bertemu dengan dunia fashion kelas atas.

Karena di tangan Singer dan Louis Vuitton, sebuah Porsche 911 bukan cuma jadi mobil buat dikendarai, tapi juga berubah menjadi karya seni berjalan.

Continue Reading

Blog

Mobil Listrik Parkir Paralel? Tetap Bisa Didorong Kok!

Published

on

By

Parkir paralel jadi salah satu manuver yang cukup bikin keringat dingin buat sebagian pengemudi.

Apalagi kalau ruang parkirnya sempit, sementara posisi mobil harus maju-mundur beberapa kali supaya pas di antara kendaraan lain.

Kalau pakai mobil bensin atau diesel, biasanya urusannya lebih gampang. Saat mobil dalam kondisi mati, pengemudi bisa memasukkan transmisi ke posisi N (Neutral) supaya mobil masih bisa digeser atau didorong.

Terus, gimana dengan mobil listrik?

Banyak yang masih bertanya-tanya, apakah mobil listrik bisa didorong saat parkir paralel? Jawabannya, bisa, tapi mekanismenya memang agak berbeda dibanding mobil konvensional.

Mobil Listrik Gak Pakai Mekanisme Tuas Transmisi Biasa

Pada mobil bensin atau diesel dengan transmisi otomatis, biasanya ada fitur seperti shift lock yang memungkinkan tuas dipindahkan ke posisi N saat mobil dalam kondisi mati.

Fitur ini berguna ketika mobil perlu dipindahkan, misalnya saat parkir paralel, mogok, atau harus diderek.

Sementara mobil listrik menggunakan sistem penggerak yang lebih banyak dikontrol secara elektronik. Karena itu, beberapa model gak menyediakan mekanisme yang sama seperti mobil konvensional.

Sebagai gantinya, beberapa mobil listrik memiliki fitur khusus seperti Tow Mode, Neutral Mode, atau pengaturan tertentu agar kendaraan bisa dipindahkan dengan aman.

Jadi, bukan berarti mobil listrik gak bisa didorong, hanya cara mengaturnya yang berbeda.

Cara Parkir Paralel Mobil Listrik

Pada dasarnya, teknik parkir paralel mobil listrik tetap sama seperti mobil biasa.

Pengemudi tetap perlu mengatur sudut setir, memperkirakan jarak, dan melakukan manuver secara perlahan.

Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pastikan Mobil Sudah Dalam Kondisi Siap Jalan

Berbeda dengan mobil bensin yang terdengar suara mesinnya saat menyala, mobil listrik cenderung senyap.

Karena itu, pengemudi perlu memastikan mobil sudah berada dalam kondisi Ready sebelum mulai bergerak.

Setelah itu, posisi transmisi bisa dipindahkan ke D (Drive) atau R (Reverse) untuk melakukan manuver.

Karena motor listrik punya torsi instan, injakan pedal akselerator harus lebih halus. Sedikit saja ditekan, mobil bisa langsung bergerak.

Manfaatkan Creep Mode Saat Parkir

Beberapa mobil listrik memiliki fitur creep mode, yaitu kondisi ketika mobil bergerak perlahan saat pedal rem dilepas.

Karakter ini mirip mobil matik konvensional dan cukup membantu saat parkir paralel karena mobil bisa maju atau mundur pelan tanpa harus banyak memainkan pedal gas.

Ada juga mobil listrik yang menggunakan sistem one pedal driving, di mana mobil akan melambat ketika pedal akselerator dilepas.

Pengemudi perlu menyesuaikan karakter tersebut supaya proses parkir tetap nyaman.

Gunakan Tow Mode Kalau Mobil Perlu Digeser

Nah, ini bagian yang membedakan mobil listrik dengan mobil biasa.

Saat posisi parkir membutuhkan sedikit koreksi dan mobil harus digeser, beberapa mobil listrik menyediakan fitur Tow Mode.

Mode ini biasanya digunakan untuk kondisi tertentu, seperti saat kendaraan perlu diderek atau dipindahkan.

Dengan mengaktifkan mode tersebut, sistem kendaraan akan menyesuaikan agar mobil bisa dipindahkan sesuai prosedur yang sudah ditentukan pabrikan.

Namun, perlu dicatat, gak semua mobil listrik punya fitur Tow Mode. Nama dan cara mengaktifkannya juga bisa berbeda tergantung merek dan modelnya.

Jadi, Mobil Listrik Tetap Bisa Parkir Paralel?

Jawabannya, tetap bisa.

Mobil listrik memang gak menggunakan mekanisme transmisi seperti mobil konvensional, tapi pabrikan sudah menyiapkan solusi agar kendaraan tetap bisa dipindahkan saat kondisi tertentu.

Yang penting, pemilik tahu fitur yang tersedia di mobilnya, apakah menggunakan Neutral Mode, Tow Mode, atau prosedur khusus lainnya.

Jadi, buat yang baru pindah dari mobil bensin ke mobil listrik, gak perlu khawatir. Parkir paralel tetap bisa dilakukan, hanya butuh sedikit adaptasi dengan karakter mobil listrik.

Continue Reading

Trending