Connect with us

Blog

Kenapa Harga Mobil Bekas Bisa Turun Drastis Setelah 3 Tahun?

Published

on

Mobil baru atau bekas_Freepik

Buat yang lagi cari mobil bekas, pasti sering menemukan hal yang bikin heran.

Ada mobil yang usianya baru 2-3 tahun, tapi harganya sudah turun puluhan sampai ratusan juta dibanding harga barunya.

Padahal kalau dilihat dari kondisi, mobil tersebut masih tergolong muda dan fitur-fiturnya juga belum ketinggalan jauh.

Terus, kenapa harga mobil bekas bisa turun cukup drastis?

Ternyata ada beberapa faktor yang memengaruhi.

Mobil Baru Keluar, Harga Lama Langsung Terkoreksi

Salah satu penyebab paling besar adalah munculnya model baru.

Ketika pabrikan meluncurkan generasi terbaru, harga mobil generasi sebelumnya biasanya ikut turun.

Apalagi kalau model baru membawa banyak perubahan, mulai dari desain, fitur, sampai teknologi.

Calon pembeli mobil bekas tentu akan berpikir ulang.

“Kalau tambah sedikit bisa dapat model terbaru, kenapa pilih yang lama?”

Hal ini akhirnya membuat harga mobil bekas ikut menyesuaikan.

Depresiasi Paling Besar Terjadi di Tahun Awal

Banyak orang belum tahu kalau penurunan harga mobil paling terasa justru terjadi saat mobil masih tergolong baru.

Begitu mobil keluar dari dealer dan sudah memiliki pemilik pertama, statusnya langsung berubah dari mobil baru menjadi mobil bekas.

Perubahan status ini saja sudah bisa membuat harga turun.

Makanya, mobil usia 1-3 tahun sering mengalami depresiasi cukup besar dibanding mobil yang usianya lebih tua.

Pajak dan Biaya Kepemilikan Ikut Pengaruh

Harga mobil bekas gak cuma dipengaruhi kondisi kendaraan.

Biaya kepemilikan juga jadi pertimbangan pembeli.

Mulai dari pajak tahunan, biaya servis, harga suku cadang, sampai konsumsi bahan bakar.

Mobil yang biaya perawatannya mahal biasanya mengalami penurunan harga lebih cepat karena calon pembeli akan menghitung pengeluaran setelah membeli.

Daftar harga mobil baru giias 2024

Tren Pasar Bisa Bikin Harga Mobil Turun

Dunia otomotif juga mengikuti tren.

Misalnya, saat mobil listrik mulai ramai, beberapa mobil bensin tertentu bisa mengalami perubahan harga karena konsumen mulai punya pilihan baru.

Begitu juga ketika model tertentu mulai kurang diminati.

Meski kondisinya masih bagus, harga jual kembali bisa ikut turun karena permintaan pasar melemah.

Kilometer dan Riwayat Pemakaian Jadi Penentu

Usia mobil bukan satu-satunya faktor.

Mobil yang baru berumur tiga tahun tapi sudah dipakai jarak jauh setiap hari tentu punya nilai berbeda dengan mobil yang jarang digunakan.

Calon pembeli biasanya akan melihat, jumlah kilometer, riwayat servis, kondisi mesin, kondisi interior, pernah tabrakan atau gak.

Mobil dengan rekam jejak yang jelas biasanya punya harga lebih stabil.

Jadi, Apakah Mobil Bekas Turun Harga Itu Rugi?

Belum tentu.

Justru kondisi ini bisa jadi keuntungan buat pembeli mobil bekas.

Mobil usia 2-3 tahun biasanya masih tergolong muda, fitur masih modern, tapi harganya sudah jauh lebih murah dibanding beli baru.

Sementara buat pemilik pertama, penurunan harga memang jadi hal yang harus diterima karena hampir semua mobil mengalami depresiasi.

Jadi, kalau mau beli mobil dengan harga lebih masuk akal, mobil bekas usia beberapa tahun bisa jadi pilihan menarik.

Tinggal pastikan kondisinya benar-benar sehat dan punya riwayat perawatan yang jelas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Geely Punya Mobil Listrik Mungil Rival Lumin dan Aira EV

Published

on

By

Mobil listrik mungil masih jadi salah satu segmen yang cukup ramai di China. Salah satunya Geely Panda Mini yang kini hadir dengan versi baru bernama Panda Mini Karting Edition.

Sesuai namanya, mobil listrik kecil ini tampil lebih sporty dengan tambahan aksesori bergaya mobil balap. Gak cuma soal tampilan, Geely juga memberikan pembaruan di sektor baterai dengan menggunakan LFP buatan CATL.

Geely Panda Mini Karting Edition dijual mulai 43.900 yuan dalam program harga promo terbatas.

Dengan ukuran bodi hanya sekitar 3,1 meter, mobil listrik tiga pintu ini menawarkan jarak tempuh hingga 210 km dan tenaga maksimal 40 hp.

Jadi Lawan Wuling Aira EV dan Changan Lumin

Geely Panda Mini pertama kali meluncur di China pada Februari 2023.

Mobil listrik mungil ini hadir untuk bersaing dengan model seperti Wuling Aira EV, Chery Q , dan Changan Lumin.

Saat pertama kali diperkenalkan, harga varian paling bawahnya mulai dari 39.900 yuan.

Menurut data China EV DataTracker, total penjualan Panda Mini di China sudah mencapai 426.704 unit.

Namun, penjualannya mulai melambat. Dari Januari sampai Juli 2026, Geely hanya mencatatkan penjualan 23.377 unit, turun 77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Karena itu, Geely mencoba menyegarkan model ini lewat Panda Mini Karting Edition yang meluncur pada 7 September.

Tampilan Lebih Racing, Tapi Tetap Mobil Kota

Salah satu hal yang paling mencolok dari Panda Mini Karting Edition ada di desainnya.

Geely memberikan beberapa tambahan seperti lip depan dan spoiler belakang besar di bagian atap yang membuat tampilannya lebih agresif.

Meski terlihat seperti mobil balap mini, sebenarnya ubahan tersebut lebih ke gaya saja. Pasalnya, kecepatan maksimal mobil ini tetap berada di angka 100 km/jam.

Tapi buat konsumen muda di China, tampilan unik seperti ini memang punya daya tarik tersendiri.

Geely menyediakan lima pilihan warna, yaitu oranye, hitam, abu-abu, putih, dan pink.

Ukuran bodinya juga tetap kompak dengan panjang 3.150 mm, lebar 1.540 mm, tinggi 1.685 mm, serta wheelbase 2.015 mm. Mobil ini menggunakan pelek ukuran 14 inci.

Kabin Kecil Tapi Sudah Digital

Masuk ke dalam kabin, Panda Mini Karting Edition tersedia dalam dua kombinasi warna, yaitu Black & White dan Pink & White.

Untuk urusan fitur, mobil kecil ini sudah dibekali panel instrumen digital berukuran 9,2 inci dan layar sentuh utama 8 inci.

Selain itu, tersedia juga fitur seperti kamera belakang, sensor parkir belakang, dan dua airbag depan.

Meski ukurannya mungil, kapasitas bagasinya masih bisa dipakai untuk kebutuhan harian dengan volume 69 liter.

Baterai CATL Jadi Upgrade Terbesar

Pembaruan paling penting pada Panda Mini Karting Edition ada di bagian baterai.

Geely kini memakai baterai LFP 17,2 kWh buatan CATL, menggantikan baterai LFP 17,03 kWh dari Gotion pada model sebelumnya.

Geely menyebut baterai baru ini sudah melewati 76 pengujian keselamatan.

Dengan baterai tersebut, mobil listrik mungil ini bisa melaju hingga 210 km dalam pengujian CLTC.

Kalau dikonversi ke standar WLTP, jaraknya sekitar 172 km.

Untuk pengisian daya, baterai ini mendukung fast charging DC 22 kW.

Pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Tenaga 40 Hp, Kecepatan Maksimal 100 Km/Jam

Soal performa, Geely Panda Mini Karting Edition masih mengandalkan satu motor listrik yang ditempatkan di roda belakang.

Motor tersebut menghasilkan tenaga 30 kW atau sekitar 40 hp.

Dengan ukuran kecil dan bobot yang ringan, mobil ini memang lebih ditujukan sebagai kendaraan perkotaan, bukan untuk adu performa.

Harga normal Panda Mini Karting Edition mulai dari 49.900 yuan. Namun dalam periode promo terbatas, harganya turun menjadi 43.900 yuan.

Dengan tampilan lebih sporty dan baterai baru dari CATL, Geely berharap Panda Mini Karting Edition bisa kembali menarik perhatian konsumen muda yang mencari mobil listrik mungil dengan gaya berbeda.

Continue Reading

Blog

Baterai LFP Baru Bisa Bikin Mobil Listrik Makin Jauh

Published

on

By

Perkembangan baterai mobil listrik terus dikebut. Lagi-lagi, China mengumumkan pencapaian baru dari baterai lithium iron phosphate (LFP) yang berhasil menembus angka 200 Wh/kg di tingkat sel.

Pencapaian ini menarik karena LFP selama ini dikenal punya keunggulan dari sisi harga, keamanan, dan umur pakai, tapi masih kalah soal kepadatan energi dibanding baterai berbasis nikel tinggi.

Dengan teknologi high-compaction LFP generasi keempat, pengembang baterai China mencoba meningkatkan kemampuan LFP tanpa harus berpindah ke material katoda kaya nikel.

Informasi tersebut disampaikan oleh Academician Ouyang Minggao, profesor dari Tsinghua University sekaligus tokoh penting dalam program riset kendaraan listrik nasional China, dalam ajang 2026 World Power Battery Conference (WPBC) di Yibin, Sichuan.

Selain peningkatan performa baterai, ajang tersebut juga mengungkap perkembangan produksi baterai. Salah satunya teknologi winding otomatis untuk sel baterai prisma yang kini mampu mencapai kecepatan 7,5 sel per menit, meningkat dari sebelumnya 4,4 sel per menit.

Artinya, industri baterai China gak cuma mengejar baterai yang lebih kuat, tapi juga proses produksi yang makin cepat.

LFP Jadi Andalan Mobil Listrik China

Saat ini, baterai LFP menjadi salah satu jenis baterai paling banyak digunakan di mobil listrik China.

Berdasarkan data China EV DataTracker, pada semester pertama 2026 China memasang baterai kendaraan listrik sebesar 335,6 GWh.

Dari jumlah tersebut, baterai LFP menyumbang 272,0 GWh atau sekitar 81,0 persen.

Selama beberapa tahun terakhir, peningkatan LFP banyak dilakukan lewat desain paket baterai, seperti teknologi Cell-to-Pack (CTP) dari CATL dan Blade Battery generasi kedua milik BYD.

Teknologi tersebut membuat ruang kosong di dalam baterai bisa dikurangi sehingga kapasitas energi meningkat.

Namun, semakin optimal desain paket baterai, peningkatannya mulai terbatas. Karena itu, produsen mulai fokus meningkatkan kemampuan sel baterainya.

Kenapa 200 Wh/kg Jadi Pencapaian Penting?

Angka 200 Wh/kg menjadi penting karena menunjukkan kalau LFP masih bisa berkembang dari sisi material, bukan cuma dari desain paket.

Sebagai perbandingan, BYD Blade 2.0 memiliki beberapa jenis sel.

Versi Short Blade punya kepadatan energi 160 Wh/kg, sedangkan Long Blade bisa mencapai 210 Wh/kg di tingkat sel.

Sementara itu, teknologi high-compaction LFP diklaim mampu menghasilkan kepadatan bubuk LFP sekitar 2,65–2,80 g/cm³ dengan kepadatan energi volumetrik di atas 430 Wh/L.

Meski begitu, angka tersebut masih berada di level material dan sel baterai, bukan langsung berarti kapasitas baterai mobil secara keseluruhan.

Pasalnya, baterai mobil juga membutuhkan komponen lain seperti sistem pendingin, pelindung, konektor, dan bagian pendukung lainnya.

LFP Masih Punya Tantangan

Membuat baterai lebih padat juga bukan perkara mudah.

Semakin banyak material yang dipadatkan, ruang untuk pergerakan elektrolit bisa berkurang. Padahal, bagian ini penting untuk proses pengisian dan penggunaan baterai.

Karena itu, produsen harus mencari keseimbangan antara baterai yang lebih kecil dan ringan dengan performa yang tetap stabil.

Meski sudah menembus 200 Wh/kg, LFP masih belum mengalahkan baterai high-nickel ternary.

Contohnya, CATL Qilin dengan sel berbasis nikel tinggi dilaporkan punya kepadatan energi sekitar 285 Wh/kg.

Tapi LFP tetap punya keunggulan dari sisi biaya, keamanan, dan rantai pasok yang sudah matang.

LFP Masih Jadi Pilihan Utama Mobil Listrik

Pencapaian baru ini menunjukkan kalau baterai LFP masih punya masa depan panjang.

Produsen mobil listrik bisa mendapatkan peningkatan jarak tempuh tanpa harus langsung menggunakan baterai nikel tinggi yang lebih mahal.

Dengan teknologi material baru dan proses produksi yang semakin cepat, LFP masih berpotensi menjadi salah satu baterai utama untuk kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Continue Reading

Blog

Ini Bahaya Abu Vulkanik yang Nempel di Mobil

Published

on

By

Buat pemilik mobil dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau adalah satu hal yang gak boleh dianggap sepele.

Sekilas, abu yang menempel di bodi mobil memang terlihat seperti debu biasa. Tapi sebenarnya, abu vulkanik punya kandungan partikel kecil yang cukup kasar dan bisa bikin beberapa bagian mobil bermasalah kalau dibiarkan terlalu lama.

Mulai dari cat mobil yang kusam, filter udara cepat kotor, sampai gangguan pada sistem AC dan rem bisa terjadi kalau abu vulkanik gak segera dibersihkan.

Cat Mobil Bisa Baret Halus Gara-gara Abu Vulkanik

Bagian mobil yang paling gampang kena dampak abu vulkanik tentu saja bodi.

Banyak yang mengira tinggal lap pakai kain sudah cukup buat membersihkan abu yang menempel. Padahal, cara ini justru bisa bikin masalah baru.

Abu vulkanik punya tekstur seperti partikel pasir yang sangat halus. Saat digosok di permukaan cat, partikel tersebut bisa bikin lapisan clear coat tergores.

Awalnya mungkin gak terlalu kelihatan, tapi lama-lama bodi mobil bisa terlihat kusam dan muncul baret halus.

Kalau mobil penuh abu, jangan buru-buru dilap. Lebih aman siram dulu pakai air supaya kotoran terangkat sebelum dicuci.

Filter Udara Mesin Bisa Cepat Kotor

Abu vulkanik juga bisa masuk ke sistem mesin lewat saluran udara.

Filter udara memang bertugas menyaring kotoran sebelum udara masuk ke ruang pembakaran. Tapi kalau sering terkena abu vulkanik, filter bisa lebih cepat kotor.

Akibatnya, aliran udara ke mesin bisa terganggu. Mobil bisa terasa kurang bertenaga, respons mesin menurun, bahkan konsumsi bahan bakar bisa jadi lebih boros.

Buat yang tinggal di daerah dengan paparan abu cukup tinggi, kondisi filter udara sebaiknya lebih sering dicek.

AC Mobil Bisa Ikut Terganggu

Bukan cuma mesin, kabin mobil juga bisa kena efek abu vulkanik.

Saat AC menggunakan mode udara luar, partikel abu bisa ikut masuk lewat sistem ventilasi. Di sini filter kabin punya tugas penting untuk menyaring debu sebelum udara masuk ke dalam kabin.

Continue Reading

Trending