Tips
Mau Weekend Produktif di Rumah? Cuci Mobil Aja!

Weekend gak selalu harus keluar rumah atau nongkrong ke mana-mana. Kadang, ngabisin waktu dengan hal simpel kayak cuci mobil sendiri juga bisa jadi aktivitas healing yang ramah di kantong.
Sambil nyalain playlist favorit, nyiram bodi mobil pelan-pelan, rasanya lumayan bikin pikiran adem dan dompet aman.
Tapi biar sesi cuci mobil ini gak berubah jadi drama baret halus atau bercak-bercak air yang bikin sebel, ada beberapa teknik yang perlu diperhatiin.
- Mulai dari Bilas Bodi Mobil Secara Menyeluruh
Jangan langsung gosok mobil saat masih kering. Bilas dulu seluruh permukaan bodi pakai air bersih dari atas ke bawah.
Tujuannya?
Biar debu dan pasir yang nempel rontok duluan, jadi waktu digosok gak berubah jadi amplas mini.

- Pakai Dua Ember
Ini trik sederhana tapi banyak yang lupa. Dua ember bikin kotoran gak balik lagi ke bodi mobil.
Caranya, satu ember buat air plus sampo khusus mobil. Sementara ember lainnya khusus buat air bersih.
Setiap abis menggosok panel mobil, celupkan spons ke ember air bersih dulu untuk buang kotoran. Baru lanjut ke ember sabun. Hasilnya jadi lebih bersih dan minim baret.
- Gunakan Sampo Khusus Mobil
Sampo mobil punya pH yang aman buat cat. Kalau kamu pakai sabun colek, sabun mandi, atau sampo rambut, lapisan waxing bisa cepat hilang dan cat jadi lebih kusam dalam jangka panjang. Investasi kecil, hasilnya besar
- Bersihkan Per Panel
Cuci mobil itu simpel kalau kamu urut. Mulai dari atap → kaca → kap mesin → pintu → buritan → bumper.
Biar sabun gak cepat kering dan nggak ninggalin noda water spot.

- Lap Pakai Microfiber
Microfiber lebih lembut, nyerep air lebih cepat, dan gak bikin gores halus seperti kanebo yang teksturnya lebih kasar.
Sedikit tips, jangan lap sambil ditekan kuat-kuat. Cukup usap pelan searahl, biar kinclongnya tetap dapet.
- Hindari Cuci Mobil di Bawah Terik Matahari
Air cepat mengering + sabun nempel = jadi bercak.
Idealnya cuci di tempat teduh atau sore hari biar hasilnya mulus tanpa noda.
- Jangan Lupa Celah-Celah Kecil
Area seperti sela spakbor, sekitar handle pintu, grill, dan logo sering jadi sarang kotoran membandel. Pakai kuas kecil atau sikat halus buat ngebersihinnya. Detail kecil ini yang bikin mobil kamu terlihat ekstra “niat”.
- Tambahkan Quick Wax atau Sealant Sehabis Cuci
Kalau mau hasil kinclong maksimal, pakai quick wax yang tinggal semprot-lap. Selain bikin mengilap, lapisan wax ini bantu cat lebih tahan panas matahari dan air hujan.
Murah, cepat, dan efeknya langsung terlihat.
Cuci mobil sendiri itu sebenarnya gampang asal tahu tekniknya. Dengan bahan sederhana dan langkah yang benar, mobil kamu bisa kinclong kayak habis disalonin, tapi biayanya minim.
Tips
Mobil Elektrifikasi Ternyata Tetap Pakai Aki, Lho!

Buat yang baru pindah haluan ke mobil elektrifikasi entah itu mobil listrik (BEV) atau hybrid (HEV), pasti sempat dengar rumor kalau mobil hybrid gak pakai aki.
Padahal, faktanya seluruh mobil hybrid dan mobil listrik tetap memakai auxiliary battery alias aki 12 volt, sama seperti mobil konvensional.
Walaupun sudah dibekali baterai besar tegangan tinggi buat menggerakkan motor listrik, keberadaan aki kecil ini tetap penting.
Tugasnya sama, suplai listrik ke komponen bertegangan rendah seperti lampu, audio, klakson, sampai berbagai sistem elektronik termasuk ECU.
Bedanya, aliran daya ke aki pada BEV datang dari baterai tegangan tinggi, sementara pada HEV menggunakan pasokan dari motor generator.
Intinya, tanpa aki kecil ini, banyak fungsi dasar mobil hybrid atau listrik yang gak akan jalan dengan optimal. Jadi tetap wajib dirawat, ya!

Melansir dari Auto2000, ada berapa cara merawat aki kecil di mobil hybrid & listrik yang bisa kamu lakuin dengan mudah.
- Cek Level Air Aki
Untuk aki basah, pastikan airnya gak kehabisan tapi juga gak kepenuhan. Air aki yang terlalu banyak bisa meluap saat mobil berguncang, dan sifatnya yang asam bisa bikin area sekitar cepat berkarat. - Kencangkan Dudukan Aki
Aki yang longgar gampang berguncang. Selain bikin umur aki pendek, risiko terburuknya air aki bisa tumpah atau kepala aki menyentuh bagian logam hingga berpotensi korsleting. - Rawat Terminal Aki
Debu, kotoran, atau cipratan air aki bisa bikin terminal berkarat dan menurunkan daya hantar listrik. Bersihkan pakai sikat kawat, lalu kasih sedikit pelumas biar terlindungi dari karat. Pastikan juga baut terminal gak kendur. - Waspada Aki Bocor
Kalau aki retak, penyok, atau kelihatan ada cairan keluar, langsung ganti. Aki yang bocor bukan cuma melemahkan daya, tapi juga bisa merusak komponen. - Matikan Kelistrikan Saat Mesin Mati
Biasakan matikan AC, lampu, atau perangkat kelistrikan lain sebelum mematikan mobil. Kebiasaan ini bikin beban aki lebih ringan saat mobil gak digunakan dan daya aki jadi lebih awet. - Nyalakan Mobil ke Mode “Ready” 1–2 Minggu Sekali
Kalau mobil jarang dipakai, tetap hidupkan mobil dengan posisi Ready selama 15–20 menit. Tujuannya supaya aki kecil tetap terisi. Pastikan rem parkir aktif, transmisi di posisi P, dan kendaraan aman. - Hindari Menambah Beban Kelistrikan
Pabrikan sudah menghitung kapasitas aki sesuai kebutuhan mobil. Menambah perangkat elektronik sembarangan bisa bikin aki cepat tekor, bahkan memicu korsleting.
Salah pasang juga bisa menggugurkan garansi. Jadi kalau mau modifikasi, pastikan pemasangannya aman dan tidak membebani sistem. - Cek Berat Jenis Air Aki
Setelah isi ulang air aki, periksa berat jenisnya pakai hydrometer. Kalau sudah di bawah standar, lebih aman ganti aki baru. - Rutin Servis Berkala
Cara paling simpel merawat aki mobil hybrid adalah dibawa servis berkala tiap 6 bulan. Aki dan sistem kelistrikan akan dicek, dibersihkan, dan dicegah dari masalah.
Gimana, cukup mudah kan?
Tips
Jangan Cuek, Ini Makna Warna Asap Knalpot pada Mobil Kamu!

Kadang kesibukan bikin kita lupa sama kondisi mobil sendiri. Selama masih bisa nyala dan jalan, ya kita anggap mobil gak kenapa-kenapa.
Padahal, mobil juga butuh perhatian supaya tetap sehat. Makanya servis berkala itu penting, bukan cuma buat formalitas, tapi buat jaga performa sekaligus deteksi dini kalau ada yang gak beres di mesin.
Salah satu hal yang sering diabaikan tapi sebenarnya bisa jadi alarm adalah asap knalpot. Lewat asap itu, mobil seakan kasih kode, buat menunjukkan apakah pembakarannya lagi normal atau diam-diam ada masalah yang bisa bikin repot.
Banyak yang percaya kalau knalpot bersih berarti mobil sehat, padahal belum tentu. Bisa jadi secara kasat mata nggak ada asap aneh, tapi emisinya tetap tinggi dan mengandung polutan berbahaya kayak karbon monoksida (CO) atau nitrogen oksida (NOx).

Jadi mobil yang kelihatan sehat dari luar belum tentu ramah lingkungan. Karena itu, sekarang uji emisi jadi cara paling akurat buat tahu apakah mobil benar-benar dalam keadaan baik.
Tapi sebenarnya, warna asap tetap bisa jadi petunjuk awal. Khusus mobil bensin, normalnya gak ada asap mencolok. Paling hanya keluar uap putih tipis di pagi hari gara-gara embun. Tapi begitu mesin panas, itu biasanya hilang. Nah, kalau warnanya mulai berubah jadi jelas dan tebal, di situ baru kita harus waspada.
Asap putih tebal misalnya. Kalau kamu lihat ini dari knalpot bensin, itu bisa berarti oli ikut kebakar di ruang bakar. Biasanya disebabkan ring piston aus atau telat ganti oli. Di mesin diesel, asap putih pekat sering muncul kalau solar gak kebakar sempurna, entah karena setting pompa BBM atau injeksi yang bermasalah.

Lalu ada asap abu-abu, yang sering dikaitkan dengan katup PCV (Positive Crankcase Ventilation) macet. Ini komponen yang mengatur uap dari ruang mesin ke intake. Kalau macet, pembakaran bisa terganggu dan bikin asap berubah warna.
Yang paling sering bikin panik adalah asap hitam. Kalau ini muncul di mobil bensin, itu tanda pembakaran gak sempurna. Dampaknya? Mobil boros, tarikannya berat, dan kadang muncul gejala ngelitik. Biasanya masalahnya ada di filter udara kotor, injektor, sensor, atau fuel pressure regulator.
Pada akhirnya, semua balik ke satu hal rajin servis berkala. Minimal tiap 6 bulan, biar teknisi bisa cek apakah ada potensi kerusakan sebelum makin parah. Bukan cuma ganti oli, tapi ngecek keseluruhan sistem, terutama bagian mesin.
Tips
Masih Perlukah Kebiasaan Memanaskan Mobil Setiap Hari?

Dulu, banyak yang bilang, “Biar awet, mobil harus dipanasin setiap pagi”. Minimal lima menit, bisa sambil minum kopi atau pas lagi siap-siap ke kantor.
Tapi di era mobil modern, mulai muncul pertanyaan, sebetulnya masih perlu gak sih lakukan ritual itu? Jangan-jangan cuma ikut kebiasaan lama tanpa tahu fungsinya.
Jawaban sederhananya, hal itu gak perlu dilakukan lagi untuk mobil masa kini.
Berdasarkan situs Auto2000, dijelaskan kalau dulu mobil pake sistem karburator, mesin belum secanggih sekarang. Jadi, oli butuh waktu buat naik dari bawah ke seluruh mesin.
Kalau langsung dipakai jalan, takutnya komponen saling bergesekan tanpa pelumasan. Makanya ritual memanaskan mobil jadi hal yang penting.

Nah, beda cerita sama mobil zaman sekarang, teknologinya sudah jauh lebih maju. Mobil saat ini sudah pakai sistem injeksi bahan bakar. Komputer bisa langsung atur campuran bensin dan udara sesuai suhu mesin. Jadi mesin bisa langsung “melek” sejak starter.
Mobil zaman now juga sudah punya sensor suhu dan oli, jadi tahu kapan harus kasih bahan bakar lebih atau kurang. Gak perlu lagi tuh, injek gas saat sedang memanaskan mesin.
Sistem valve adjuster dan oil pump di mobil modern juga lebih canggih. Jadi begitu mesin menyala, oli langsung tersebar keseluruh bagian tanpa perlu menunggu mesin panas terlebih dulu.
Tapi kalau kamu tetap mau panasin mobil, sah-sah aja. Cukup 1 menit aja, tanpa geber. Biar oli benar-benar mengisi ruang mesin dan aki gak kaget.
Jadi, kalau ditanya “Sebenarnya boleh gak sih manasin mobil?” jawabannya “Boleh, tapi bukan hal yang wajib”. Karena yang terpenting bukan memanaskan mesin atau gak setiap hari, tapi rajin servis berkala.
NewsBacaan 2 menitMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
BlogBacaan 2 menitIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
NewsBacaan 3 menitIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
NewsBacaan 2 menitVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
NewsBacaan < 1 menitiCar – Mobil Listrik Apple Batal Diproduksi
YouTubeReview Modifikasi Semi-alto Hyundai Creta Prime
NewsBacaan 2 menitLampu DRL Audi A3 Terbaru Bisa Diubah Sesuai Selera
NewsBacaan 3 menit8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget





















