News
7.000+ Unit Jaecoo J5 EV Sudah Sampai ke Konsumen

Genap setahun hadir di Indonesia, Jaecoo merayakan perjalanan mereka lewat acara bertajuk “A Milestone of Trust.”
Acara ini digelar sebagai ajang kumpul sekaligus apresiasi untuk para pemilik mobil Jaecoo di Indonesia. Mulai dari pemilik J5 EV, J7 SHS-P, sampai J8 SHS-P ARDIS.
Selain jadi ajang silaturahmi antara brand dan komunitas, momen ini juga dimanfaatkan Jaecoo untuk berbagi perkembangan terbaru soal produk serta ekosistem kepemilikan mobil mereka di Indonesia.
Kalau ditarik ke belakang, perjalanan Jaecoo di Indonesia sebenarnya belum terlalu lama. Brand ini pertama kali debut di Tanah Air lewat ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025.
Sejak saat itu, Jaecoo mulai memperkenalkan lini SUV mereka secara bertahap ke pasar Indonesia. Mulai dari J7 SHS-P hingga J8 SHS-P ARDIS yang mengusung teknologi Super Hybrid System (SHS).
Salah satu pencapaian yang cukup menarik adalah ketika J8 SHS-P ARDIS mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai kendaraan plug-in hybrid dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia.
Mobil ini mampu menempuh 1.660 kilometer dalam sekali pengisian penuh daya dan bahan bakar.
Gak cuma fokus di mobil hybrid, Jaecoo juga mulai masuk ke segmen mobil listrik murni lewat Jaecoo J5 EV.
Menariknya, respons pasar terhadap mobil ini ternyata cukup tinggi.

Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak harga resminya diumumkan pada November lalu, J5 EV sudah mengantongi lebih dari 10.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Melihat antusiasme tersebut, Jaecoo juga menggelar seremoni penyerahan unit J5 EV secara simbolis kepada sejumlah konsumen dalam acara “A Milestone of Trust”.
Seremoni ini menandai bahwa distribusi J5 EV di Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 7.000 unit.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, bilang tingginya minat konsumen membuat perusahaan mempercepat proses distribusi unit ke pelanggan.
“Langkah akselerasi ini merupakan komitmen Jaecoo agar pelanggan dapat segera mengendarai unit mereka untuk menemani aktivitas harian maupun perjalanan jarak antar kota. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan setiap unit sampai ke tangan konsumen secepatnya, dengan target mencapai 10.000 unit terdistribusi sebelum hari raya Idul Fitri 2026,” kata Jim Ma.
Kepercayaan konsumen ini juga tercermin dari performa penjualan J5 EV di pasar nasional.
Berdasarkan data retail GAIKINDO bulan Januari 2026, J5 EV terjual 1.942 unit, lalu meningkat pada Februari menjadi 2.926 unit. Angka ini membuat J5 EV menjadi EV SUV terlaris nomor satu di Indonesia.

Menariknya, Jaecoo juga melibatkan konsumen dalam pengembangan mobil mereka.
Lewat program J5 EV Co-Creation yang diperkenalkan di IIMS 2026, konsumen bisa ikut memberikan masukan soal desain dan fitur mobil melalui survei interaktif.
Beberapa konsumen bahkan menyarankan penambahan bodykit agar tampilan J5 EV terlihat lebih sporty, premium, sekaligus adventurous.
“Lewat program Co-Creation, Jaecoo membuka ruang dialog untuk mendengar langsung preferensi desain konsumen di Indonesia. Masukan tersebut menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan model-model Jaecoo di masa mendatang agar semakin relevan dengan gaya hidup pelanggan di Indonesia,” kata Jim Ma.
Sebagai mobil listrik pertama Jaecoo di Indonesia, J5 EV dibekali motor listrik 155 kW (210 PS) dengan baterai 60,9 kWh. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 km (NEDC) dan sudah mendukung fast charging DC 130 kW.
Soal keselamatan, J5 EV dilengkapi struktur baja berkekuatan tinggi, 17 fitur ADAS, enam airbags, serta kamera 540 derajat.
Sementara untuk kenyamanan, tersedia layar 13,2 inci, konektivitas pintar, serta kapasitas bagasi hingga 1.180 liter.
Selain menghadirkan produk baru, Jaecoo juga terus memperluas jaringan diler di Indonesia.

Saat ini mereka sudah memiliki 25 dealer dan menargetkan 80 dealer hingga akhir 2026, dengan pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Menjelang Lebaran, Jaecoo juga menyiagakan 14 dealer di berbagai kota yang didukung layanan bantuan darurat 24 jam.
Layanan ini mencakup towing, suplai bahan bakar, hingga home service untuk membantu konsumen selama perjalanan.
Selain itu, Jaecoo juga menghadirkan program Free Spooring hingga 31 Maret 2026 di 28 titik dealer yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Jabodetabek.
Program ini dihadirkan supaya kendaraan pelanggan tetap dalam kondisi optimal saat digunakan untuk perjalanan mudik.
News
BAIC T1 Curi Perhatian, Fitur Parkir Otomatisnya Bikin Kagum

BAIC T1 jadi salah satu mobil yang paling banyak mencuri perhatian sejak diperkenalkan PT JIO Distribusi Indonesia (JDI). Bukan cuma karena tampil sebagai mobil listrik baru di segmen premium hatchback crossover, tapi juga karena deretan fitur pintarnya yang bikin banyak orang penasaran.
Salah satu yang paling ramai dibahas adalah Automatic Parking Assist (APA) atau fitur parkir otomatis. Fitur ini bisa bikin mobil mencari ruang parkir sendiri, lalu memarkirkan kendaraan tanpa pengemudi harus mengendalikan setir, pedal gas, maupun rem.
Mulai dari musisi Anji, pegiat otomotif Toni Cu, sampai influencer Willie Salim dan Jhon LBF, semuanya sempat menjajal langsung BAIC T1. Momen yang paling bikin mereka amaze tentu saat mobil mulai parkir sendiri.
Setir berputar sendiri, mobil bergerak pelan, lalu masuk ke slot parkir tanpa pengemudi perlu pegang kemudi. Pemandangan ini sukses bikin banyak orang yang melihat langsung ikut penasaran.
Tinggal Pilih Slot, Mobil yang Kerja
Salah satu fitur yang paling diunggulkan BAIC T1 adalah Automatic Parking Assist (APA).
Fitur ini dirancang buat membantu pengemudi saat harus parkir di ruang yang sempit. Jadi, setelah sistem menemukan slot parkir yang sesuai, mobil bakal mengambil alih kendali setir, pedal gas, sampai rem.
Baik parkir paralel maupun parkir seri, semuanya bisa dilakukan secara otomatis.
Lewat demo yang dilakukan Toni Cu dan Willie Salim, kemampuan fitur ini juga diperlihatkan langsung di area uji coba. Hasilnya, BAIC T1 bisa bermanuver dengan mulus tanpa campur tangan pengemudi.

“Melalui BAIC T1, kami menitikberatkan tiga nilai utama yang menjadi keunggulan kendaraan ini. Pertama, sebagai sebuah The Spacious Smart EV, BAIC T1 menghadirkan kabin yang lapang untuk memberikan kenyamanan premium bagi seluruh penumpang. Kedua, BAIC T1 dilengkapi dengan teknologi pintar Automatic Parking Assist, sebuah fitur yang umumnya hadir pada kendaraan di kelas yang lebih premium, sehingga memberikan kemudahan dan rasa percaya diri saat bermanuver maupun parkir di ruang yang sempit. Ketiga, BAIC T1 memiliki kemampuan Power to Share melalui fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, yang memungkinkan kendaraan ini menjadi sumber daya untuk mengisi baterai kendaraan listrik lain saat dibutuhkan. Fitur ini masih sangat jarang ditemui dan umumnya hanya tersedia pada kendaraan listrik kelas atas. Ketiga keunggulan inilah yang menjadikan BAIC T1 bukan hanya sebuah kendaraan listrik, tetapi sebuah smart EV yang menawarkan nilai lebih bagi konsumen Indonesia,” kata Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya.
Kabinnya Juga Bikin Betah
Gak cuma fitur parkir otomatis yang jadi bahan obrolan.
Saat mencoba BAIC T1, Anji dan Jhon LBF juga dibuat terkesan dengan suasana kabinnya.
BAIC mengklaim mobil ini punya tingkat peredaman suara atau soundproof cabin hingga 85 persen. Alhasil, suara dari luar kabin lebih minim, jadi perjalanan terasa lebih tenang.
Supaya makin nyaman, BAIC juga menyematkan sistem audio enam speaker yang bikin pengalaman mendengarkan musik terasa lebih maksimal.
Fitur Premium, Harga Masih Masuk Akal
Menariknya lagi, berbagai fitur tadi hadir di mobil listrik yang diperkirakan bakal bermain di kisaran harga Rp 300 jutaan.
Selain Automatic Parking Assist, BAIC T1 juga sudah dibekali ADAS Level 2 untuk membantu keselamatan berkendara.
Ada juga fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging yang memungkinkan BAIC T1 berbagi daya ke kendaraan listrik lain saat dibutuhkan.
Dengan kombinasi kabin yang lega, fitur parkir otomatis, sampai teknologi V2V, BAIC T1 mencoba menawarkan pengalaman berkendara yang gak cuma nyaman, tapi juga lebih praktis buat dipakai sehari-hari.
News
Yamaha Classy Modifest 2026 Jadi Ajang Adu Gaya Modifikasi!

Yamaha Classy Modifest 2026 resmi berakhir setelah menyambangi lima kota di Indonesia, yakni Bali, Surabaya, Bandung, Makassar, dan Yogyakarta. Event yang digelar mulai 30 Mei hingga 28 Juni 2026 ini bukan cuma jadi ajang adu keren modifikasi, tapi juga tempat para pengguna Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid buat menunjukkan karakter dan gaya mereka lewat motor kesayangan.
Sepanjang penyelenggaraannya, lebih dari 250 peserta ikut meramaikan kompetisi ini. Menariknya, setiap kota punya ciri khas modifikasi yang berbeda-beda. Mulai dari sentuhan budaya lokal, gaya hidup, sampai tren anak muda setempat, semuanya dituangkan ke dalam konsep modifikasi yang unik.
“Yamaha Classy Modifest 2026 menunjukkan bahwa kreativitas modifikasi di Indonesia memiliki karakter yang sangat beragam. Di setiap kota, kami melihat tren yang berbeda-beda, mulai dari sentuhan budaya lokal, gaya hidup, hingga preferensi para modifikator yang kemudian diwujudkan melalui Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid. Hal ini membuktikan bahwa lini Classy Yamaha mampu menjadi media ekspresi yang fleksibel dan dapat mengikuti karakter penggunanya di berbagai daerah,” kata Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Bali, Nuansa Retro Ketemu Sentuhan Budaya Lokal
Perjalanan Classy Modifest dimulai dari Bali pada 30 Mei. Lokasinya yang berada di pinggir pantai bikin suasana acara terasa santai sekaligus cocok dengan image lini Classy Yamaha yang dekat dengan gaya hidup anak muda.
Di kota ini, mayoritas peserta mengusung konsep Balinese Style dan Classic Retro. Modifikasinya memadukan unsur budaya khas Pulau Dewata dengan tampilan yang tetap elegan dan nyaman dipakai buat harian.

Surabaya Tampil Paling Beragam
Giliran Surabaya pada 6-7 Juni, konsep modifikasinya jauh lebih beragam.
Ada yang tampil dengan tema adventure, racing, retro, sampai anime dan pop culture. Variasi tersebut memperlihatkan kalau para modifikator di Kota Pahlawan punya kebebasan dalam menuangkan ide sesuai karakter masing-masing.
Bandung Didominasi Gaya Rally Sport Vintage
Masuk ke Bandung pada 13-14 Juni, nuansa skena dan kalcer langsung terasa.
Enggak heran kalau konsep Rally Sport Vintage jadi salah satu tema yang paling banyak muncul. Selain kompetisi modifikasi, Yamaha juga menggandeng beberapa brand seperti Pickers Service x Mooneyes, Riders & Rules, Maisonmoto Supply, dan Riders Inc.
Kolaborasi ini bikin Classy Modifest enggak cuma soal modifikasi motor, tapi juga jadi tempat berkumpulnya komunitas, pelaku industri kreatif, hingga brand lifestyle yang punya semangat yang sama.

Makassar Angkat Decal Art Bernuansa Sulawesi
Berbeda dengan kota lainnya, peserta di Makassar lebih banyak memainkan konsep Decal Art.
Grafis modern dipadukan dengan unsur budaya Sulawesi dan ilustrasi bergaya animasi, sehingga menghasilkan tampilan motor yang unik sekaligus punya identitas lokal yang kuat.
Yogyakarta Jadi Penutup yang Penuh Warna
Yogyakarta menjadi kota terakhir dalam rangkaian Classy Modifest 2026.
Atmosfer seni begitu terasa selama acara berlangsung. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah banyaknya modifikator perempuan yang ikut berpartisipasi. Hal ini menunjukkan kalau dunia modifikasi kini semakin terbuka dan bisa dinikmati siapa saja.
Yamaha juga mengajak para seniman lokal untuk melakukan live painting, sehingga suasana khas Kota Pelajar yang identik dengan seni dan kreativitas semakin terasa.

Modifikasi Bukan Lagi Sekadar Bikin Motor Kelihatan Beda
Beragam konsep yang muncul selama Classy Modifest 2026 menunjukkan kalau modifikasi sekarang bukan cuma soal mengubah tampilan motor.
Lebih dari itu, motor sudah menjadi media buat mengekspresikan karakter, hobi, sampai gaya hidup pemiliknya, tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsi untuk dipakai sehari-hari.
Lewat Yamaha Classy Modifest 2026, Yamaha berharap bisa terus menghadirkan ruang kreatif bagi pengguna Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid, sekaligus mendorong tren modifikasi yang semakin personal, inovatif, dan dekat dengan gaya hidup anak muda.
Buat yang tertarik punya skutik Classy Yamaha, Fazzio Hybrid saat ini tersedia dalam empat varian. Fazzio Hybrid dibanderol Rp 22.820.000, Hybrid Neo Rp 24.405.000, Hybrid Lux Rp 25.095.000, dan Special Edition Rp 25.250.000.
Sementara Grand Filano Hybrid dipasarkan dalam dua varian, yakni Hybrid Neo seharga Rp 28.665.000 dan Hybrid Lux Rp 29.145.000. Harga merupakan rekomendasi On The Road Jakarta.
News
Wuling Perkenalkan Aira ev Jelang GIIAS 2026

Wuling udah 9 tahun di Indonesia, dan dirayakan dengan momen spesial. Selain merayakan perjalanan mereka selama hampir satu dekade di Tanah Air, Wuling juga memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Aira ev.
City car listrik ini memang belum resmi dijual. Tapi, Wuling sudah kasih bocoran lewat sesi Media First Impression, jadi media bisa melihat lebih dekat interiornya sekaligus mencoba sensasi berkendara singkat sebelum peluncuran resminya di GIIAS 2026.
Perayaan yang digelar di pabrik Wuling, Cikarang, Jawa Barat, mengusung tema “Tumbuh Bersama Sebagai Keluarga”. Tema ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menemani perjalanan Wuling sejak hadir di Indonesia pada 2017.
“Dalam sembilan tahun perjalanannya, Wuling telah tumbuh bersama keluarga Indonesia. Setiap pencapaian yang kami raih merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan serta kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan, baik di Indonesia maupun di berbagai pasar global. Melalui semangat ‘Tumbuh Bersama Sebagai Keluarga’, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Wuling yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kami di Indonesia,” kata Tang Wensheng, selaku President Director Wuling Motors.

Sudah Produksi 200.000 Unit
Selama sembilan tahun beroperasi di Indonesia, Wuling mencatat sejumlah pencapaian. Mulai dari memproduksi lebih dari 200.000 unit kendaraan untuk pasar domestik dan ekspor, dipercaya oleh sekitar 180.000 konsumen, hingga mengekspor 10.000 unit mobil buatan Indonesia ke berbagai negara.
Wuling juga mengklaim menjadi pabrikan otomotif asal China pertama yang merakit baterai kendaraan listrik secara lokal di Indonesia. Saat ini, lini produknya juga semakin lengkap, mulai dari Air ev, BinguoEV, Cloud EV, Darion, Alvez, Almaz, Eksion, sampai kendaraan niaga seperti Mitra EV, Formo, dan Formo Max.
Kenalan Lebih Dekat dengan Aira ev
Di momen yang sama, Wuling juga membuka kesempatan kepada media untuk melihat lebih dekat Aira ev. Mulai dari mengeksplorasi interior sampai menjajal mobil ini dalam sesi test drive singkat.
“Melalui sesi Media First Impression ini, kami mengajak rekan media untuk melihat langsung interior Aira ev dan merasakan pengalaman berkendara singkat bersama city car EV terbaru Wuling. Kami berharap kesempatan ini dapat memberikan gambaran awal mengenai karakter Aira ev yang dirancang untuk mendukung mobilitas sehari-hari dengan mudah dan praktis,” kata Aji Ibrahim selaku Product Planning Wuling Motors.
Kalau melihat dimensinya, Aira ev memang dibuat buat dipakai wara-wiri di dalam kota. Panjangnya 3.268 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.575 mm, dengan wheelbase 2.190 mm.
Meski bodinya ringkas, mobil ini tetap punya empat pintu sehingga akses keluar-masuk penumpang lebih praktis. Radius putarnya juga cuma 4,5 meter, jadi lebih lincah saat harus putar balik atau bermanuver di jalan sempit.
Desain Simpel, Kabin Unik
Dari luar, Aira ev tampil dengan desain membulat yang dipadukan warna bodi two-tone. Lampu depan dan belakang sama-sama sudah menggunakan LED dengan bentuk rounded, ditambah lampu rem atas LED dan pelek 13 inci bermotif leaf clover.
Masuk ke kabin, nuansanya dibuat cukup unik lewat tema “Cookies and Cream”. Di depan ada head unit 10,1 inci yang sudah mendukung smartphone interconnection, panel instrumen digital 7 inci, steering wheel dengan tombol pengaturan AC dan multimedia, serta jok pengemudi dengan pengaturan empat arah.
Jarak Tempuh Diklaim 300 Km
Buat urusan performa, Aira ev dibekali motor listrik berkekuatan 30 kW yang dipadukan baterai 25,1 kWh.
Dengan bekal tersebut, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer berdasarkan standar CLTC. Menariknya lagi, sistem penggeraknya menggunakan Rear Wheel Drive (RWD).
Soal keselamatan juga sudah cukup lengkap. Ada 2 SRS Airbags, Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), kamera parkir belakang, sensor parkir, hingga Electric Parking Brake (EPB) yang dipadukan Auto Vehicle Hold (AVH).
Wuling memastikan Aira EV akan meluncur resmi di ajang GIIAS 2026. Kehadirannya sekaligus melengkapi jajaran kendaraan listrik Wuling yang sebelumnya sudah diisi Air ev, BinguoEV, Cloud EV, hingga Cortez Darion PHEV.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!























