Connect with us

News

Jaecoo Bikin Event Seru di Jakarta, Jaecoo Land 2026!

Published

on

Jaecoo Indonesia bikin event seru bertajuk Jaecoo Land 2026. Acara ini sekaligus buat merayakan performa penjualan mereka yang lagi naik.

Event yang digelar 11-12 April 2026 di One Satrio ini sekaligus jadi selebrasi atas suksesnya Jaecoo J5 EV yang berhasil jadi mobil listrik (EV) terlaris nomor satu di Indonesia pada Maret 2026. Gak heran sih, soalnya minat pasar ke mobil listrik mereka lagi tinggi-tingginya.

Kalau lihat data retail GAIKINDO, penjualan J5 EV memang konsisten naik. Januari tembus 1.942 unit, Februari naik ke 2.926 unit, dan Maret ada di angka 2.775 unit.

Dengan permintaan yang terus meningkat, Jaecoo juga ngebut di distribusi, dengan target total 13.000 unit J5 EV sudah sampai ke tangan konsumen sampai akhir April 2026.

“Antusiasme terhadap J5 EV terus menunjukkan tren yang sangat positif dan menjadi pendorong utama pertumbuhan kami di Indonesia. Hal ini memperkuat optimisme kami untuk mencapai target penyerahan 13.000 unit kepada pelanggan hingga akhir April, seiring dengan komitmen kami dalam memastikan proses distribusi berjalan optimal,” kata Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma.

Gak cuma di Indonesia, performa Jaecoo secara global juga lagi kencang. Sampai sekarang, brand ini sudah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara, alias makin dekat ke angka 1 juta unit.

Di Maret 2026 saja, penjualan global mereka tembus 61.254 unit, naik 210 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini juga jadi rekor penjualan bulanan tertinggi Jaecoo sejauh ini.

Menariknya, kontribusi terbesar datang dari segmen New Energy Vehicle (NEV), yang mencatatkan penjualan 39.716 unit atau melonjak 471 persen secara global. Ini jadi bukti kalau elektrifikasi memang jadi arah utama mereka.

Pasar Inggris juga gak kalah kuat. Di sana, Jaecoo berhasil jual lebih dari 12.000 unit di Maret 2026, dengan pangsa pasar di atas 3 persen. Model J7 jadi yang paling laris, dengan penjualan lebih dari 10.000 unit.

Di Indonesia sendiri, total penjualan retail Jaecoo untuk lini NEV selama Januari–Maret 2026 sudah mencapai 7.927 unit.

Lewat Jaecoo Land, mereka juga mau lebih dekat ke konsumen, gak cuma jualan mobil tapi juga kasih pengalaman yang relate sama gaya hidup.

“Kami sangat antusias menghadirkan Jaecoo Land untuk pertama kalinya bagi warga Jakarta dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya kami untuk semakin dekat dengan komunitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan pengalaman yang berbeda bersama Jaecoo,” kata Jim Ma.

Bukan Sekadar Pameran Mobil

Jaecoo Land dikemas beda, nggak cuma soal mobil tapi juga lifestyle. Mereka pakai konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, dan Discovery) yang ngegabungin teknologi mobilitas dengan aktivitas sehari-hari.

Selama dua hari, pengunjung bisa nikmatin banyak kegiatan. Mulai dari bazaar kreatif dengan lebih dari 20 tenant, live music, sampai sesi wellness seperti yoga, pilates, dan zumba bareng Sana Studio.

Ada juga talkshow bareng penjelajah Indonesia, Julian Johan (Jejelogy), area bermain anak, sampai pet experience buat yang bawa hewan peliharaan.

Buat yang penasaran sama mobilnya, bisa langsung cobain lewat sesi test drive. Unit yang disiapin antara lain J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Sekalian juga bisa kenalan lebih jauh sama teknologi yang mereka bawa, termasuk sistem hybrid SHS.

Di sisi lain, Jaecoo juga terus memperluas jaringan. Saat ini sudah ada 32 dealer yang beroperasi di Indonesia, termasuk yang terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ke depan, bakal ada tambahan 25 dealer lagi, dengan target total 80 outlet sampai akhir tahun.

Dengan konsep festival seperti ini, Jaecoo gak cuma jual mobil, tapi juga mencoba jadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang makin dekat dengan teknologi dan mobilitas modern.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Mobil Legendaris BMW M3 E30 Punya Versi Lego!

Published

on

By

Empat dekade setelah BMW M3 E30 pertama lahir dan jadi salah satu mobil legendaris di dunia otomotif, sekarang mobil ini malah “hidup lagi” dalam bentuk yang lebih kecil dan lucu. Yes, BMW M3 E30 resmi dibuat versi Lego dan bakal masuk lini Speed Champions tahun ini.

Menariknya, proyek ini bukan sekadar Lego bikin mobil-mobilan biasa. Tim desainer Lego sampai datang langsung ke markas BMW di Jerman buat ngulik detail M3 E30 bareng tim desain BMW supaya hasilnya semirip mungkin dengan mobil aslinya.

Buat yang belum tahu, BMW M3 E30 memang punya status spesial di dunia otomotif. Mobil ini lahir sebagai mobil homologasi balap touring car di era 1980-an, tapi sekarang justru jadi salah satu BMW paling ikonik dan diburu kolektor.

Nah, versi Legonya nanti bakal gabung dengan lini Speed Champions lain seperti BMW M4 GT3 dan BMW M Hybrid V8.

Yang bikin keren, Lego ternyata serius banget soal detail. Menurut Will Thorogood dari Lego Group, mereka sampai pakai dua komponen garpu kecil buat meniru bentuk kidney grille khas BMW.

Walau baru teaser, tampangnya sudah kelihatan menjanjikan. BMW dan Lego juga bikin livery khusus buat model ini. Warna khas BMW Motorsport seperti hitam, merah, biru, dan putih dipadukan dengan grafis besar angka “40” di pintu sebagai penanda ulang tahun M3.

Versi aslinya bahkan sempat dipajang dalam bentuk BMW M3 E30 ukuran penuh dengan livery tersebut. Tambah keren lagi karena mobil ini pakai pelek emas yang kemungkinan juga bakal ikut hadir di versi Lego-nya.

Head of Design BMW M, Michael Scully, bilang desain livery ini memang sengaja dibuat terinspirasi bentuk balok Lego, tapi tetap membawa nuansa mobil balap BMW M Motorsport dari masa lalu sampai sekarang.

Buat yang pengin koleksi, Lego Speed Champions BMW M3 E30 ini mulai dijual pada 1 Agustus 2026. Harganya dibanderol 29,99 dollar AS.

Continue Reading

News

Honda Prelude Mulai Dikirim ke Garasi Konsumen

Published

on

By

Honda Prelude akhirnya resmi diserahkan ke 20 konsumen pertama di Indonesia, Sabtu (23/5/2026). Momen spesial ini digelar di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan, sekaligus jadi penanda comeback salah satu nama legendaris Honda ke pasar Tanah Air.

Buat Honda, hadirnya Prelude bukan cuma sekadar nostalgia atau menghidupkan lagi nama lawas. Mobil sport hybrid ini juga jadi simbol kalau sensasi berkendara khas Honda alias Joy of Driving tetap dibawa masuk ke era elektrifikasi.

Menariknya, respons konsumen buat Prelude ternyata cukup besar. Sejak pemesanan dibuka, Honda mencatat lebih dari 280 SPK masuk dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa sampai Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, hingga Makassar.

Jumlah itu bahkan disebut sudah melampaui total alokasi unit Honda Prelude untuk tahun ini.

Yang unik, pemesannya juga datang dari berbagai generasi. Artinya, nama Prelude ternyata masih punya daya tarik kuat buat pecinta otomotif lintas usia.

Sebagai salah satu model ikonik Honda, Prelude memang punya sejarah panjang. Mobil ini dikenal bukan cuma soal performa, tapi juga sensasi berkendara yang emosional dan menyenangkan.

Nah, di generasi terbaru ini Honda coba mempertahankan karakter tersebut, meski kini Prelude sudah masuk ke era hybrid.

President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka bilang, “Honda Prelude merepresentasikan bagaimana Honda membawa driving spirit ke era baru elektrifikasi, tanpa meninggalkan karakter yang membuat orang jatuh cinta pada Honda sejak awal. Prelude bukan sekadar kembalinya sebuah nama ikonik, tetapi pengingat bahwa teknologi seharusnya tidak menghilangkan rasa di balik kemudi.”

Salah satu fitur unggulan di Prelude terbaru adalah S+ Shift. Teknologi ini dirancang supaya sensasi berkendara mobil hybrid tetap terasa sporty dan engaging.

Sistem tersebut diklaim bisa memberikan respons akselerasi yang lebih presisi sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih emosional.

Bukan cuma soal performa, Honda juga menyiapkan berbagai layanan purna jual buat konsumennya. Prelude dibekali garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km, lalu garansi baterai tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 km.

Selain itu ada juga paket perawatan Prima+ selama 4 tahun atau 50.000 km. Semua layanan itu sudah didukung jaringan dealer resmi Honda yang siap menangani kendaraan elektrifikasi.

Acara serah terima ini juga dibarengi pembukaan Honda Culture at Vault Automotive Museum. Pameran tersebut menampilkan perjalanan Honda lewat berbagai mobil ikonik, budaya balap, filosofi engineering, sampai evolusi karakter berkendara Honda dari masa ke masa.

Beragam model heritage Honda lintas generasi juga ikut dipajang di museum tersebut.

“Bagi Honda, heritage bukan sekadar nostalgia. Heritage adalah bukti dari apa yang mampu diciptakan sebuah brand secara konsisten di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bukti bahwa nilai, filosofi engineering, dan hubungan emosional dengan konsumen dapat terus bertahan lintas generasi,” kata Kataoka.

Continue Reading

News

Irit Banget! Biaya Pakai Mobil Jaecoo Cuma Seharga Kopi

Published

on

By

Di tengah makin banyaknya pilihan mobil listrik dan hybrid di Indonesia, Jaecoo kelihatannya gak mau cuma ikut numpang meramaikan. Brand asal China ini mulai serius ikut terjun lewat lini SUV elektrifikasi mereka, mulai dari J5 EV sampai J8 SHS-P ARDIS.

Yang menarik, mereka bukan cuma ngomongin tenaga atau fitur canggih, tapi juga mulai jualan soal biaya pakai harian yang diklaim super irit. Bahkan ada model yang katanya cuma butuh ongkos jalan setara jajan kopi sehari.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan,” kata Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

Nah, dari semua line up yang ada, J5 EV jadi salah satu yang paling disorot. Mobil ini diklaim jadi EV terlaris selama Januari-April 2026 dengan penjualan retail lebih dari 10.000 unit.

Bukan cuma karena bentuknya SUV dan fiturnya lumayan lengkap, tapi juga karena biaya pakainya yang murah banget. Menurut hitungan Jaecoo, biaya operasional J5 EV cuma sekitar Rp 9.600 per hari. Iya, bahkan lebih murah dibanding kopi susu ukuran grande.

Jarak tempuhnya juga lumayan buat dipakai wara-wiri. Sekali cas penuh bisa tembus 461 km. Ground clearance 200 mm juga bikin mobil ini masih pede kalau ketemu jalan jelek, polisi tidur brutal, atau tanjakan curam komplek.

Buat yang belum siap pindah full EV, Jaecoo juga punya J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang pakai teknologi Super Hybrid System (SHS). Jadi masih ada mesin bensin, tapi tetap bisa ngerasain sensasi mobil listrik.

J7 SHS-P misalnya, diklaim bisa jalan sampai 1.377 km kalau baterai dan bensin full. Konsumsi BBM-nya juga disebut bisa tembus 35 km per liter. Kalau dipakai kombinasi mode EV buat harian dan bensin buat luar kota, biaya operasionalnya katanya sekitar Rp 16.000 per hari.

Fiturnya juga lumayan niat. Ada kamera 540 derajat, transparent chassis, sampai transmisi hybrid khusus yang bikin perpindahan tenaga lebih halus.

Sementara buat yang pengin SUV hybrid rasa flagship, ada J8 SHS-P ARDIS. Mobil ini bahkan sempat bikin rekor MURI karena berhasil jalan 1.660 km cuma sekali isi penuh baterai dan bensin.

Mode EV-nya sendiri bisa dipakai sampai 180 km. Jadi buat dipakai harian sebenarnya udah cukup banget tanpa harus sering isi bensin.

Yang menarik, Jaecoo sekarang juga lagi agresif nambah dealer. Saat ini mereka sudah punya 35 dealer aktif dan targetnya bakal tembus 80 dealer sampai akhir 2026.

Jadi kelihatannya mereka memang lagi gaspol buat serius main di pasar SUV elektrifikasi Indonesia.

Continue Reading

Trending