News
MINI Aceman Crossover Elektrik Pertama

Wew setelah mini cooper electric hadir, sekarang ada versi lebih gedenya yaitu MINI Aceman. Kayaknya crossover 5-kursi ini bakal banyak di incar oleh fans berat MINI. Soalnya lebih compact dan lebih besar.
Dari luar, mobil ini udah keliatan sporty banget. Model khas dari mini tetap ada, gak terlihat futuristik kaya rival-rivalnya tapi ya udah tetep classic aja.
Eksterior
Crossover dengan panjang 4,07 meter, lebar 1,75 meter dan tinggi 1,50 meter, MINI Aceman diposisikan di antara MINI Cooper dan MINI Countryman.
Tampilan bagian depan ramping, overhang yang pendek dan desain dua kotak yang fungsional, prinsip desain “Clever Use of Space” yang menjadi ciri khas merek ini punya karakter baru yang berbeda.
Untuk ban memakai velg 17 “hingga 19”, dan perlindungan underride di bagian depan, belakang, dan samping kendaraan.
Desain bagian depan yang modern dengan lampu depan LED yang mencolok.
Kalau lihat desain bagian depannya terkesan ya modern dan sporty. Dari mulai grill depan di beri warna baru Vibrant Silver atau Jet Black yang mengkilap, ada frame berbentuk segi 8 yang bikin mobil ini kalau dipantengin gak bosen.
Dengan desainnya yang unik, lampu depannya LED bersudut mobil ini juga memberikan penekanan pada posisi khas di mobil listrik ini. Elemen lampu LED daytime running light pada lampu depan dapat di ganti ke tiga mode yang berbeda.
Interior
Bagian depan, ada circular OLED dengan diameter 240mm, di sini bisa operate infotainmentnya dan juga operate mobilnya. Udah pakai sistem operasi MINI 9 yang inovatif jadi semua fungsi mengemudi dioperasikan bisa dengan sentuhan atau suara. Area bawah layar OLED, ada item menu Navigasi, Media, Telepon, dan Iklim dapat di pilih secara langsung kapan saja.
Bagian belakang kendaraan juga cukup luas bisa untuk tiga penumpang. Kalau kursi belakang di lipat bisa jadi 60:40, ruang bagasi jadi makin luas dari 300 liter hingga 1.005 liter sesuai kebutuhan.
Spesifikasi Mini Aceman
Varian MINI Aceman E dengan konsumsi listrik 14,7 – 14,1 kWh per 100 km memiliki jarak tempuh 298 – 310km. Untuk versi MINI Aceman SE konsumsi listrik 14,8 – 13,9 kWh/100 km jarak tempuh 382 – 406km.
Motor listrik 135 kW/184 hp dari MINI Aceman E menghasilkan torsi 290 Nm, akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam cuma dalam 7,9 detik, highspeednya 160 km/jam. MINI Aceman SE output 160 kW/218 hp, torsi 330 Nm, akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya 7,1 detik dan highspeed 170 km/jam.
Baterai mobil listrik ini dapat diisi melalui arus bolak-balik dengan 11 kW. Untuk arus DC dapat dilakukan pada varian E dengan 75 kW dan pada varian SE hingga 95 kW. Kalau fast charging, memungkinkan baterai terisi dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.
Kira-kira masuk Indonesia tahun berapa ya? Soalnya di pasar eropa baru bisa di beli sekitar bulan Juni 2024 ini.
News
Cara Unik Ford Tes Keamanan Mobil, Pakai Beruang Asli

Ford lagi-lagi bikin cara promosi yang anti-mainstream. Bukan pakai test tabrak biasa, kali ini mereka malah “ngetes” sistem keamanan Ford F-150 Platinum pakai seekor beruang Kodiak. Iya, beruang beneran.
Namanya Tag, bobotnya sekitar 800 pound atau kurang lebih 360 kg, dan dia juga pernah muncul di serial Yellowstone. Di video demonstrasi itu, Tag diminta “menyerang” sebuah F-150 Platinum buat nunjukin kemampuan sistem keamanan baru Ford yang disebut Ford Security Package.
Hasilnya? Si beruang sampai ngegoyang mobil, mencakar bodi, mecahin kaca, bahkan bisa buka pintu.
Kalau lihat sekilas, ini lebih mirip adegan film daripada demo teknologi.
Mobil Diserang Beruang, Tapi Ini Bukan Cuma Gimmick
Meski kelihatan heboh, Ford sebenarnya mau nunjukin kalau mobil mereka bisa mendeteksi upaya pembobolan.
Di Security Package ini ada beberapa fitur seperti notifikasi kalau ada percobaan masuk ke kabin, peringatan kalau pintu dibuka paksa, deteksi gerakan mencurigakan di sekitar mobil, akses kamera mobil dari jarak jauh, penyimpanan rekaman ke cloud, fitur Start Inhibit biar mobil gak bisa dinyalakan sampai call center khusus kalau terjadi insiden keamanan.
Intinya, kalau ada yang coba-coba ganggu mobil, pemilik bisa langsung dapat notifikasi.

Tapi Realitanya Pencuri Mobil Gak Pakai Cara “Beruang”
Nah ini yang menarik. Di dunia nyata, pencurian mobil zaman sekarang udah gak lagi pakai cara kasar kayak pecahin kaca atau dobrak pintu.
Banyak kasus justru pakai cara yang lebih halus dan canggih, seperti, relay attack (nguat-nguatin sinyal keyless), cloning key atau duplikasi kunci digital, bobol sistem elektronik mobil sampai eksploitasi jaringan CAN-bus.
Nah, kalau ketemu metode kayak gini, “Tag si beruang” mungkin malah gak bisa ngapa-ngapain.
Jadi demo ini memang lebih ke nunjukin sistem bisa deteksi gangguan fisik, bukan ancaman digital yang sekarang justru lebih sering kejadian.
Kelihatan Keren, Tapi Kurang Nendang di Dunia Nyata?
Jujur aja, ide pakai beruang ini emang seru dan bikin orang langsung ngelirik.
Tapi kalau ditarik ke kondisi sehari-hari, tantangan keamanan mobil modern justru ada di sisi elektronik, bukan sekadar kaca dipecahin atau pintu didobrak.
Makanya banyak yang bilang, bakal lebih menarik kalau Ford ngetes sistem ini pakai skenario pencurian beneran yang lagi marak sekarang, bukan “serangan ala hutan liar”. Tapi ya, jujur aja, mungkin gak akan seviral beruang yang bisa buka pintu mobil.

Soal Privasi, Ini Juga Jadi Catatan
Di balik fitur-fitur keren itu, ada satu hal yang ikut nyangkut yaitu data.
Banyak fitur di Ford Security Package ini butuh koneksi internet aktif, langganan layanan, dan pengumpulan data kendaraan. Artinya, mobil jadi makin pintar, tapi juga makin “terhubung” ke sistem pabrikan.
Dan ini bukan cuma Ford, hampir semua pabrikan sekarang arahnya ke situ.
Masalahnya, buat dapetin fitur keamanan lengkap, pengguna sering harus rela data mobilnya ikut terkirim dan tersimpan di cloud.
News
Atlas Padel Tournament Vol. 3 Jadi Ajang Networking Automotive!

Kalau biasanya urusan bisnis identik sama meeting, presentasi, dan email panjang, ATLAS Indonesia punya cara yang sedikit beda.
Mereka justru memilih lapangan padel sebagai tempat ketemu para mitra bisnis lewat Atlas Padel Tournament Vol. 3, yang digelar di Treeside Padel Courts, Cibubur, Minggu (21/6).
Event ini bukan cuma soal siapa yang menang atau kalah di lapangan, tapi lebih ke gimana bikin hubungan antar partner jadi lebih cair, lebih santai, dan gak kaku kayak di ruang rapat.
64 Peserta dari Dunia Automotive dan Partner Bisnis
Turnamen ini diikuti 64 peserta dari berbagai perusahaan automotive, brand partner, sampai komunitas profesional yang sudah lama jadi bagian dari ekosistem ATLAS Indonesia.
Seiring padel yang makin populer di Indonesia, ATLAS melihat olahraga ini bukan cuma tren, tapi juga jadi cara baru buat bangun relasi.
Soalnya di lapangan, semua orang posisinya sama. Gak ada jabatan, gak ada title. Yang ada cuma rally, kerja sama, dan sedikit kompetisi sehat.

Networking Tapi Rasa Main Bareng
Lewat Atlas Padel Tournament Vol. 3 ini, peserta gak cuma main dan keringetan di lapangan.
Tapi juga bisa saling kenalan, ngobrol santai, tukar pengalaman, sampai buka peluang kolaborasi baru lintas industri.
Jadi setelah pertandingan selesai, biasanya obrolan lanjut di luar lapangan, tapi dengan vibe yang jauh lebih santai dibanding meeting formal.
“Bagi kami, hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kontrak dan kerja sama bisnis, tetapi juga melalui pengalaman yang dibangun bersama. Atlas Padel Tourney menjadi ruang yang mempertemukan para partner dalam suasana yang lebih hangat, sehingga komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi dapat tumbuh secara lebih natural. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah yang mempererat hubungan jangka panjang antara ATLAS dan seluruh stakeholder, ” kata Hatta Afkar, CEO ATLAS Indonesia.

Ada Sentuhan Sosial Juga
Yang menarik, event ini gak cuma soal olahraga dan networking.
ATLAS Indonesia juga ikut menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp10.000.000 ke komunitas Gen Burgeract.
Dana ini dipakai buat kegiatan sosial berupa penambalan jalan aspal di beberapa titik yang butuh perbaikan.
Jadi bukan cuma seru-seruan di lapangan, tapi juga ada dampak nyata buat lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga melibatkan peserta dan komunitas yang hadir, jadi konsepnya memang bareng-bareng, bukan cuma dari perusahaan doang.
“Kami percaya bahwa sebuah hubungan yang baik harus mampu menciptakan dampak yang lebih luas. Karena itu, tahun ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan menggabungkan olahraga, networking, dan aksi sosial dalam satu rangkaian kegiatan, ” tambah Hatta.
Biar Gak Kaku, Ada Hiburan Juga
Biar suasana gak terlalu serius, ATLAS Indonesia juga menghadirkan Aldi Taher sebagai special guest.
Sepanjang acara, Aldi ikut berinteraksi dengan peserta dan tamu undangan, bikin suasana jadi lebih hidup dan santai.
Atlas Padel Tournament Vol. 3 ini jadi edisi ketiga yang rutin digelar ATLAS Indonesia.
Artinya, ini bukan sekadar event sekali lewat, tapi sudah jadi bagian dari cara mereka menjaga hubungan dengan partner dan stakeholder.
Lebih dari sekadar turnamen, konsepnya memang lebih ke arah membangun ekosistem yang solid, tapi tetap fun dan gak kaku.
Sebagai perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) dan penyedia layanan operasional terintegrasi, ATLAS Indonesia terus berusaha menghadirkan solusi bisnis yang lebih fleksibel.
Tapi di luar itu, mereka juga tetap fokus bangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, mitra, dan juga masyarakat.
Blog
Mau Coba Mobil Listrik dan Hybrid GWM? Yuk Mampir ke PIM!

Buat yang penasaran seperti apa rasanya mengendarai mobil listrik atau hybrid dari GWM, ada kesempatan menarik yang bisa dicoba akhir pekan ini.
PT Inchcape GWM Retail Indonesia (IGRI) menggelar GWM Showroom Event di Lobby 3A Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta, Sabtu (20/6/2026). Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 sampai 18.00 WIB ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menjajal langsung berbagai model elektrifikasi GWM lewat sesi test drive.
Tidak cuma melihat unit yang dipajang, pengunjung bisa merasakan sendiri bagaimana performa, kenyamanan, hingga efisiensi kendaraan GWM saat digunakan di kondisi lalu lintas perkotaan.
Salah satu model yang menjadi daya tarik utama adalah ORA 03. Mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) ini hadir dengan desain yang unik, modern, dan premium. ORA 03 juga menawarkan biaya operasional yang relatif efisien untuk penggunaan harian di dalam kota.

Selain itu, tersedia pula TANK 500 HEV yang memadukan performa SUV premium dengan teknologi hybrid. Buat yang ingin mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi secara bertahap, ada juga Haval Jolion HEV yang bisa menjadi pilihan menarik.
Senior Branch Manager Inchcape GWM Retail Indonesia (IGRI), Roberto Dion Dewanto, bilang kalau pengalaman berkendara secara langsung menjadi cara paling efektif untuk mengenalkan teknologi elektrifikasi kepada masyarakat.
“Kami ingin konsumen tidak hanya mendengar atau membaca soal kendaraan elektrifikasi, tapi benar-benar mencobanya sendiri di jalan. Lewat showroom event ini, mereka bisa merasakan langsung performa dan kenyamanan ORA 03 maupun TANK 500 HEV di tengah kondisi lalu lintas Jakarta yang sebenarnya. Ini sejalan dengan filosofi All Scenarios, All Powertrains, All Users yang kami usung, di mana konsumen bebas memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka saat ini,” kata Roberto.
Selain test drive, pengunjung juga bisa berkonsultasi langsung dengan tim GWM terkait spesifikasi kendaraan, simulasi biaya kepemilikan, hingga berbagai program penjualan yang sedang berlangsung.
Menariknya, selama Juni 2026 tersedia sejumlah promo dengan potongan harga yang cukup besar. Konsumen berkesempatan mendapatkan penghematan hingga Rp 175 juta untuk lini TANK HEV Series, hingga Rp 115 juta untuk Haval Jolion HEV, serta hingga Rp 15 juta untuk ORA 03 BEV, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Roberto, kepercayaan konsumen tidak hanya dibangun dari pengalaman mencoba kendaraan, tetapi juga dari dukungan layanan purna jual yang jelas.
“Sebagai dealer resmi GWM, kami ingin memastikan konsumen merasa yakin sejak hari pertama mereka mengambil keputusan, baik dari sisi produk, sales program yang menarik, garansi, maupun layanan purna jual. Showroom event seperti ini menjadi ruang bagi kami untuk menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan konsumen secara personal,” ujarnya.
Suasana acara juga dibuat lebih santai dan nyaman. Pengunjung bisa mengikuti sesi edukasi produk dan teknologi, menikmati sajian kopi dari barista, hingga membawa pulang merchandise eksklusif dari GWM.
Lewat kegiatan ini, IGRI berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal manfaat kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat posisinya sebagai dealer resmi GWM yang profesional dan terpercaya di Indonesia.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!



































Pingback: Mending Beli Mobil Baru atau Bekas, Mana Paling Untung sih? - Halotomotif
Pingback: Hindari Berkendara Kalau Belum Tahu Bahaya Microsleep! - Halotomotif
Pingback: Fix Harga Wuling Cloud EV Gak Sampe 400 Juta - Halotomotif
Pingback: Mau Mobil Pick Up Versi Elite? Ini Keunggulan Tesla Cybertruck! - Halotomotif
Pingback: Si Paling Legendaris, Ini Pesona Mobil Baru Suzuki Jimny 5 Pintu - Halotomotif