Blog
Kenapa Banyak Orang Beli Mobil Listrik Buat Jadi Mobil Kedua?

Pernah gak kepikiran, kenapa banyak orang yang beli mobil listrik tapi mobil bensinnya masih dipertahankan?
Padahal kalau dipikir-pikir, kalau mobil listrik sudah dipakai setiap hari, harusnya mobil lama bisa dijual buat nambah biaya, kan? Nyatanya gak gitu.
Fenomena ini justru cukup sering ditemui di Indonesia. Banyak pemilik mobil listrik yang menjadikan EV sebagai kendaraan kedua di rumah, sementara mobil bensin tetap dipakai untuk kebutuhan tertentu.
Terus kenapa fenomenanya kayak gitu?
Mobil Listrik Enak Buat Dipakai Harian
Banyak pemilik EV memilih mobil listrik buat menemani aktivitas sehari-hari.
Mulai dari berangkat kerja, nganter anak sekolah, sampai jalan ke mal atau nongkrong, semuanya bisa dilakukan tanpa harus mampir ke SPBU.
Kalau di rumah sudah ada charger, tinggal colok semalaman. Besok paginya baterai sudah penuh dan mobil siap dipakai lagi.
Belum lagi biaya “isi energinya” yang biasanya lebih murah dibanding isi bensin.
Tapi Kalau Keluar Kota, Mobil Bensin Masih Jadi Andalan
Meski jaringan SPKLU terus bertambah, gak sedikit orang yang masih merasa lebih tenang pakai mobil bensin buat perjalanan jauh.
Alasannya sederhana.
Isi bensin cuma butuh beberapa menit, sementara ngecas mobil listrik tetap memerlukan waktu, apalagi kalau sedang ramai.
Makanya, saat liburan, mudik, atau road trip lintas kota, banyak yang memilih tetap memakai mobil bensin.

Biar Gak Pusing Mikirin Jarak Tempuh
Satu lagi yang masih sering jadi pertimbangan adalah soal jarak tempuh.
Memang, mobil listrik sekarang sudah punya daya jelajah yang semakin jauh. Tapi buat sebagian orang, terutama yang sering bepergian ke daerah yang belum banyak fasilitas pengisian daya, mobil bensin masih terasa lebih praktis.
Jadi, daripada khawatir harus mencari SPKLU di tengah perjalanan, mereka memilih menyimpan dua mobil dengan fungsi yang berbeda.
Mobil Lama Masih Enak, Ngapain Dijual?
Ada juga yang memilih mempertahankan mobil lamanya karena kondisinya masih bagus.
Daripada dijual dengan harga yang dirasa kurang sesuai, banyak pemilik memilih tetap menyimpannya sebagai mobil cadangan.
Kalau suatu hari mobil listrik sedang dicas atau dipakai anggota keluarga lain, masih ada mobil bensin yang siap digunakan.
Dua Mobil, Dua Fungsi
Sekarang mulai banyak keluarga yang membagi peran kendaraannya.
Mobil listrik dipakai buat aktivitas harian karena lebih hemat biaya operasional dan nyaman digunakan di dalam kota.
Sementara mobil bensin lebih sering keluar garasi saat akhir pekan, liburan, atau perjalanan jarak jauh.
Pola seperti ini membuat keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Nanti Bakal Berubah?
Seiring bertambahnya SPKLU, teknologi baterai yang semakin maju, dan jarak tempuh mobil listrik yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pola ini bakal berubah.
Bisa saja beberapa tahun ke depan mobil listrik benar-benar menjadi kendaraan utama di setiap rumah.
Tapi untuk saat ini, buat banyak orang Indonesia, mobil listrik masih lebih sering mengambil peran sebagai mobil kedua. Bukan karena kemampuannya kurang, melainkan karena dianggap paling pas untuk kebutuhan harian, sementara mobil bensin masih jadi andalan saat harus bepergian lebih jauh.
Blog
Mobil Kena Hujan Semalaman, Perlu Dicuci Lagi Gak?

Buat pemilik mobil yang sering parkir di luar rumah, kejadian mobil kehujanan semalaman pasti sudah gak asing lagi.
Paginya, bodi mobil terlihat basah, ada bekas air yang mengering, bahkan kadang muncul bercak putih di permukaan cat.
Banyak yang kemudian berpikir, kalau sudah kena hujan, apa mobil harus langsung dicuci lagi?
Membiarkan air hujan menempel terlalu lama juga bukan pilihan yang bagus, terutama kalau mobil sering terkena hujan di area dengan tingkat polusi tinggi.
Air Hujan Bukan Sekadar Air Biasa
Banyak orang menganggap air hujan sama seperti air biasa. Padahal, selama perjalanan turun ke permukaan, air hujan bisa membawa berbagai partikel dari udara.
Mulai dari debu, kotoran, polusi kendaraan, sampai zat asam yang bisa menempel di permukaan bodi mobil.
Ketika air hujan mengering sendiri, kandungan tersebut bisa meninggalkan bekas bercak atau water spot di cat mobil.
Kalau dibiarkan terus-menerus, noda tersebut bisa semakin sulit dibersihkan.
Kalau Cuma Kena Hujan Sebentar, Perlu Dicuci?
Kalau mobil hanya terkena hujan sebentar dan setelah itu langsung kering, sebenarnya gak selalu harus dicuci full.
Pemilik mobil bisa cukup membilas bodi dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel.
Namun, kalau setelah hujan mobil terlihat kotor, ada bekas lumpur, atau banyak bercak air yang mengering, lebih baik segera dibersihkan.
Yang perlu diingat, jangan langsung mengelap bodi mobil dalam kondisi kering setelah terkena hujan.
Sebab, debu dan partikel yang menempel bisa membuat permukaan cat tergores saat digosok.
Jangan Langsung Lap Pakai Kain Kering
Ini salah satu kebiasaan yang sering dilakukan.
Melihat bodi mobil penuh titik air, sebagian orang langsung mengambil kain lap lalu mengusap seluruh permukaan. Padahal, cara tersebut bisa berisiko membuat baret halus.
Air hujan yang mengering bisa meninggalkan partikel kecil di permukaan cat. Saat digosok dengan kain, partikel tersebut bisa bekerja seperti amplas tipis.
Lebih aman, bilas dulu mobil dengan air bersih sebelum mengeringkannya menggunakan kain microfiber.

Parkir di Bawah Pohon Setelah Hujan Juga Berisiko
Selain air hujan, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu lokasi parkir.
Mobil yang kehujanan lalu dibiarkan di bawah pohon bisa terkena tambahan kotoran seperti getah, kotoran burung, atau sisa daun.
Material tersebut bisa lebih sulit dibersihkan dan berpotensi merusak lapisan cat jika terlalu lama menempel.
Cara Simpel Merawat Mobil Setelah Kehujanan
Gak harus selalu cuci mobil setiap kali terkena hujan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.
- Bilas mobil dengan air bersih jika banyak terkena hujan
- Keringkan bodi menggunakan kain microfiber
- Jangan mengelap bodi yang masih kotor dalam kondisi kering
- Bersihkan bagian kaca agar gak meninggalkan jamur
- Perhatikan area tersembunyi seperti sela pintu dan spion
Untuk mobil yang sering terkena hujan, mencuci secara rutin tetap diperlukan agar kotoran gak menumpuk.
Jadi, Mobil Kehujanan Harus Dicuci Lagi?
Kesimpulannya, mobil yang kena hujan semalaman gak selalu harus langsung dicuci full.
Kalau hanya terkena hujan ringan dan kondisi mobil masih bersih, cukup bilas atau keringkan dengan cara yang benar.
Tapi kalau air hujan sudah meninggalkan bercak, kotoran, atau mobil sering diparkir di area terbuka, sebaiknya segera dibersihkan.
Karena musuh cat mobil bukan cuma hujan, tapi juga kotoran yang ikut menempel dan dibiarkan terlalu lama.
Blog
Bensin Oktan Tinggi Bikin Mobil Lebih Kencang, Mitos atau Fakta?

Banyak pemilik mobil percaya kalau isi bensin dengan oktan lebih tinggi bisa bikin performa kendaraan langsung meningkat.
Misalnya, mobil yang biasanya minum bensin oktan 90 lalu diganti ke oktan 92 atau 95, apakah tarikannya langsung lebih ngebut? Jawabannya, ternyata gak selalu.
Bensin dengan angka oktan lebih tinggi memang punya beberapa keunggulan, tapi bukan berarti semua mobil otomatis jadi lebih kencang setelah menggunakannya.
Sebenarnya Apa Itu Oktan?
Sebelum membahas soal performa, kita perlu tahu dulu apa arti angka oktan pada bensin.
Oktan atau Research Octane Number (RON) adalah ukuran kemampuan bahan bakar menahan terjadinya knocking atau ngelitik pada mesin.
Semakin tinggi angka oktannya, semakin besar kemampuan bensin menahan pembakaran yang terjadi sebelum waktunya.
Knocking sendiri terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Kondisi ini bisa mengganggu kerja mesin dan dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan kerusakan.
Jadi, bensin oktan tinggi bukan berarti punya tenaga lebih besar, tapi lebih mampu mengikuti kebutuhan mesin tertentu.
Mobil yang Cocok Pakai Oktan Tinggi Bisa Lebih Optimal
Mobil modern, terutama yang menggunakan mesin dengan rasio kompresi tinggi atau turbo, biasanya membutuhkan bensin dengan oktan lebih tinggi.
Pasalnya, mesin seperti ini bekerja dengan tekanan yang lebih besar di ruang bakar. Jika menggunakan bensin dengan oktan terlalu rendah, komputer mesin bisa mendeteksi adanya risiko knocking.
Saat kondisi tersebut terjadi, sistem ECU biasanya akan menyesuaikan pengapian agar mesin tetap aman.
Efeknya, performa mesin bisa berkurang karena pembakaran gak bekerja pada kondisi paling optimal.
Nah, ketika menggunakan bensin sesuai rekomendasi pabrikan, mesin bisa bekerja lebih maksimal. Tarikan bisa terasa lebih responsif dan konsumsi bahan bakar juga berpotensi lebih efisien.

Mobil Biasa Isi Oktan Tinggi, Jadi Lebih Kencang?
Ini bagian yang sering bikin salah paham.
Kalau mobil memang dirancang untuk bensin oktan rendah, lalu diisi bensin oktan tinggi, biasanya gak akan membuat tenaga mesin langsung bertambah.
Contohnya, mobil yang dari pabrik direkomendasikan menggunakan bensin RON 90. Saat diisi bensin RON 95, performanya belum tentu berubah drastis.
Mesin tetap bekerja sesuai program yang sudah dibuat oleh pabrikan.
Jadi, jangan berharap mobil harian tiba-tiba terasa seperti mobil sport hanya gara-gara ganti bensin.
Kenapa Ada yang Merasa Mobil Lebih Enak Setelah Pakai Oktan Tinggi?
Meski tenaga belum tentu bertambah, beberapa orang memang merasa mobil lebih ringan atau responsif setelah mengganti bahan bakar.
Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor.
Salah satunya adalah kualitas pembakaran yang lebih sesuai dengan karakter mesin. Selain itu, bensin dengan oktan lebih tinggi biasanya memiliki formulasi aditif yang berbeda untuk membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar.
Tapi sensasinya bisa berbeda-beda tergantung kondisi mesin, kebiasaan berkendara, dan bahan bakar yang sebelumnya digunakan.
Jangan Asal Pilih Oktan, Ikuti Rekomendasi Pabrikan
Menggunakan bensin oktan lebih tinggi sebenarnya gak masalah, tapi bukan berarti selalu lebih baik untuk semua mobil.
Yang paling penting adalah mengikuti rekomendasi dari pabrikan.
Biasanya informasi soal kebutuhan bahan bakar sudah tercantum di buku manual kendaraan atau label yang ada di dekat tutup tangki.
Kalau mesin memang dirancang untuk RON 92, menggunakan RON 90 bisa membuat kerja mesin kurang optimal. Sebaliknya, memakai RON lebih tinggi dari rekomendasi belum tentu memberikan tambahan tenaga.
Jadi, Bensin Oktan Tinggi Bikin Mobil Lebih Kencang?
Kesimpulannya, bensin oktan tinggi gak otomatis bikin semua mobil jadi lebih kencang.
Bahan bakar dengan oktan lebih tinggi membantu mesin bekerja sesuai desainnya, terutama pada mesin berkompresi tinggi atau turbo.
Kalau mobil memang membutuhkan oktan tinggi, penggunaan bahan bakar yang tepat bisa membuat performa tetap maksimal.
Tapi kalau mobil harian biasa, jangan berharap tenaga langsung naik hanya karena isi bensin yang lebih mahal. Yang paling penting tetap gunakan bahan bakar sesuai anjuran pabrikan.
Blog
Ketika Porsche 911 Bertemu Louis Vuitton..

Kalau biasanya kolaborasi otomotif dan brand fashion cuma sebatas bikin aksesori atau edisi khusus, kolaborasi Singer dan Louis Vuitton ini beda cerita.
Dua nama besar tersebut bekerja sama untuk membuat dua unit Porsche 911 spesial dengan sentuhan mewah khas Louis Vuitton. Gak cuma main di eksterior, detail kecil seperti panel instrumen, tombol kabin, koper, perlengkapan berkendara, sampai jam di dasbor juga ikut dibuat ulang.
Bahkan, jam di dasbor mobil ini bukan sekadar pajangan. Benda tersebut bisa dilepas dari mobil dan berubah fungsi menjadi jam meja.
Jadi, kalau biasanya kunci mobil atau jam tangan jadi simbol kemewahan, di proyek ini bahkan jam dasbor pun dibuat sekelas barang koleksi.
Awalnya Dimulai dari Sebuah Jam
Proyek Singer dan Louis Vuitton ini ternyata berawal dari pembuatan jam khusus.
Setelah kedua perusahaan sepakat untuk berkolaborasi, mereka membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mengembangkan desain hingga akhirnya seluruh bagian kabin dibuat mengikuti standar kemewahan jam tersebut.
Bagian panel instrumen kini menggunakan desain yang terinspirasi dari koleksi jam Tambour milik Louis Vuitton, lengkap dengan kombinasi warna biru kobalt dan aksen tulisan oranye.
Louis Vuitton menyebut proyek ini menjadi pertama kalinya mereka membuat produk kolaborasi dengan merek lain. Sementara Singer mengatakan kerja sama ini menjadi ajang bertukar pengalaman dari puluhan tahun keahlian masing-masing.

Dua Porsche 911 dengan Gaya Berbeda
Kolaborasi ini menghasilkan dua mobil spesial.
Mobil pertama adalah Singer Classic Coupe dengan kombinasi warna saffron dan biru kobalt.
Warna tersebut mengambil inspirasi dari sejarah Louis Vuitton sekaligus mengingatkan pada salah satu proyek awal Singer dengan warna Bahama Yellow.
Bukan cuma tampil keren, mobil ini juga dibuat lebih fungsional.
Bagian atapnya dilengkapi rak khusus yang bisa membawa koper custom, perlengkapan ski, atau bahkan papan selancar dengan desain senada.
Di balik bodinya yang menggunakan material serat karbon berbasis Porsche 911 generasi 964, mobil ini dibekali mesin flat-six 4.0 liter naturally aspirated berpendingin udara.
Tenaga disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan ke roda belakang, dengan dukungan rem karbon-keramik.
Masuk ke kabin, nuansa mewah langsung terasa lewat penggunaan kulit berwarna natural, jahitan kuning, detail logam buatan tangan, sampai motif bunga Monogram Louis Vuitton pada ventilasi jok.
Singer dan Louis Vuitton juga menyiapkan berbagai perlengkapan khusus, mulai dari koper, helm, sarung tangan mengemudi, sepatu, hingga jaket.

Ada Juga Versi Cabriolet Turbo
Mobil kedua adalah Singer Classic Turbo Cabriolet yang dibuat bersama Nicolas Ghesquière, Direktur Kreatif Louis Vuitton untuk lini wanita.
Mobil ini tampil dengan warna putih Calcaire Lutétien yang terinspirasi dari batu kapur.
Berbeda dengan model pertama, mobil ini menggunakan mesin flat-six twin-turbo 3.8 liter, transmisi manual, serta spoiler belakang model whale-tail yang menjadi ciri khas Porsche klasik.
Nuansa klasik juga terasa lewat penggunaan material kayu di berbagai bagian. Mulai dari bumper, bagian belakang mobil, trim kabin, sampai area penyimpanan dibuat dengan inspirasi dari mobil-mobil klasik era lama.
Harga? Masih Rahasia
Singer dan Louis Vuitton belum mengungkap berapa harga kedua mobil spesial ini.
Bahkan, belum diketahui apakah mobil tersebut akan dijual atau hanya menjadi koleksi khusus.
Tapi satu hal yang jelas, proyek ini menunjukkan seberapa jauh batas kreativitas bisa berjalan ketika dunia otomotif bertemu dengan dunia fashion kelas atas.
Karena di tangan Singer dan Louis Vuitton, sebuah Porsche 911 bukan cuma jadi mobil buat dikendarai, tapi juga berubah menjadi karya seni berjalan.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!





















