Connect with us

Tips

Udah Ada Carport, Masih Perlu Cover Mobil?

Published

on

Cover mobil ternyata menjadi hal penting

Punya mobil udah, punya carport udah. Tapi ada satu hal yang menurut Halotomotif penting walaupun sederhana yaitu cover mobil. Apalagi kalau lo masih belum ada carport, kejemur dan keujanan deh mobil kesayangan lo. Ini nih alasan-alasan kenapa sebaiknya pakai cover.

Perlindungan dari cuaca ekstrem

Udah pada tau kan ya kalau negara +62 ini adalah negara dengan iklim tropis yang sering mengalami perubahan cuaca ekstrem. Hujan deras, panas terik, terus kelembaban tinggi dapat mempengaruhi kondisi cat dan material pada mobil. Air hujan yang mengandung asam bisa merusak lapisan cat, kalau sinar UV dari matahari bisa buat warna mobil memudar dan menyebabkan retak pada permukaan interior. Fungsinya, bisa meminimalisir dan melindungi dari pengaruh buruk cuaca ini, sehingga kondisi mobil tetap mulus.

Melindungi dari debu dan kotoran

Walaupun udah parkir di garasi, mobil tetap bisa kena debu dan kotoran yang berterbangan. Debu yang nempel di mobil lo dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan goresan halus pada cat mobil, apalagi kalau lo langsung lap mobil tanpa cuci terlebih dahulu. Cover mobil berfungsi sebagai penghalang antara debu, jadi bisa ngurangin resiko goresan dan menjaga mobil tetap bersih lebih lama.

Melindungi dari benturan dan goresan

Suka parkir di tempat umum? Baik-baik deh kena benturan dari pintu mobil lain atau benda jatuh. Gunanya ya jelas buat meminimalisir kejadian yang gak terprediksi jaya jaya jaya. Setuju gak?

Jalan ninja terhindar dari pencurian dan vandalisme

Cover mobil bisa jadi penghalang visual yang efektif untuk mencegah maling dan vandalisme. Mobil yang tertutup akan lebih sulit dikepoin sama pencuri, apalagi kalau si pencuri mencari model atau merek tertentu. Pencuri gak ada waktu tuh buat buka dulu cover mobilnya.

Sebenernya pake sarung mobil juga bisa bikin gak overthinking lagi mikirin kena goresan, atau kejemur terus cat mobil jadi memudar, kena ujan, kena debu, dll. Terus cover mobil juga bikin nilai jual mobil lo tetep tinggi karena gak ada defect-defect alias terawat dengan baik.

Rekomendasi cover mobil

Ada rekomendasi cover mobil nih dari Halotomotif yaitu Cover Super. Sesuai namanya, cover ini super melindungi mobil lo karena produknya terbuat dari material polyester rocky Jepang grade A+. Jadi bahannya tahan air, anti debu, anti jamur, dan 100% UV protection. Btw, produk ini hasil dari riset lebih dari 10 tahun, jadi satu-satunya cover mobil di Indonesia dengan material berkualitas tinggi yang teruji laboratorium dan bergaransi. Gak heran kalau Cover Super punya masa pakai yang panjang.

Kelebihan Cover Super

  1. Customable – Mobil lo udah di modifikasi, pengen ukuran khusus, tambah sablon logo atau gambar favorit, bisa!
  2. Pengerjaan Cepat – Waktu pengerjaan hanya 4-6 hari untuk menghasilkan cover yang presisi dan pas sesuai kebutuhan mobil lo.
  3. Garansi body fit – Kalau cover yang datang kebesaran atau kekecilan? Langsung diganti/perbaiki tanpa tambahan biaya.
  4. Garansi Perbaikan Produk. Barang nggak sesuai atau cacat produksi? Bakal ditukar yang baru.
  5. Garansi Biaya Servis. Cover melunturi bodi mobil saat dipakai? Kami tanggung biaya perbaikannya.


Bingung pilih yang mana? Klik link ini aja Cover Super Xtreme Outdoor Xtra Bodyfit !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Stellantis dan Leapmotor Siap Kolaborasi

Published

on

By

Stellantis Brand House menyiapkan strategi baru untuk pasar Indonesia, mulai dari SUV off-road ikonik hingga mobil listrik modern. Tahun 2026 bakal diisi dengan penguatan Jeep dan Citroën, plus kehadiran Leapmotor.

Setelah genap setahun hadir di Indonesia, payung brand otomotif global yang berada di bawah PT Indomobil National Distributor ini tegaskan arah strategi barunya lewat ajang IIMS 2026.

Fokusnya memperkuat Jeep dan Citroën, sekaligus membuka lembaran baru lewat rencana kerja sama strategis dengan Leapmotor, brand kendaraan listrik asal China, untuk pasar Indonesia.

Sejak diperkenalkan pada 2025, Stellantis Brand House pelan-pelan membangun ekosistem otomotif yang lengkap. Bukan cuma soal produk, tapi juga layanan purna jual hingga jaringan dealer.

Targetnya, konsumen Indonesia bisa menikmati mobil global dengan layanan yang tetap lokal dan relevan.

“Memasuki tahun kedua Stellantis Brand House di Indonesia, fokus kami adalah memperkuat fondasi yang sudah dibangun. Kami ingin memastikan setiap brand di bawah Stellantis Brand House semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik dari sisi produk, layanan, maupun pengalaman pelanggan,” kata Tan Kim Piauw, CEO Stellantis Brand House Indonesia.

Leapmotor Siap Masuk Indonesia

Salah satu pengumuman paling menarik datang dari rencana kehadiran Leapmotor pada 2026. Indomobil dan Leapmotor akan menjalin kerja sama strategis untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis teknologi modern di Tanah Air.

“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Indomobil National Distributor dan Leapmotor akan menjalin kerjasama strategis. Tahun 2026 akan menjadi awal perjalanan Leapmotor di Indonesia sebagai brand yang menghadirkan inovasi teknologi kendaraan listrik dan mobilitas masa depan,” kata Tan Kim Piauw.

Leapmotor sendiri bukan pemain baru di dunia EV global. Brand yang berdiri sejak 2015 di Hangzhou, Tiongkok ini dikenal dengan pendekatan bisnis terintegrasi. Mulai dari riset, pengembangan, sampai produksi komponen penting seperti powertrain, sistem elektronik, hingga software kendaraan dikerjakan sendiri.

Strategi ini bikin Leapmotor jadi salah satu pemain EV paling agresif dan progresif dalam beberapa tahun terakhir.

Di Indonesia, pengembangannya bakal dilakukan bertahap lewat jaringan Indomobil. Soal model apa saja yang masuk, kapan meluncur, dan bagaimana strategi pasarnya, semua masih disimpan rapat dan akan diumumkan sepanjang 2026.

Jeep 2026: Rayakan 85 Tahun

Tahun 2026 juga jadi momen spesial buat Jeep, yang secara global merayakan Jeep 85th Anniversary. Di Indonesia, momentum ini dipakai untuk makin menegaskan DNA Jeep sebagai simbol petualangan, kebebasan, dan kemampuan off-road sejati.

Salah satu buktinya, Jeep Indonesia menghadirkan Jeep 85th Anniversary Series yang bisa dipesan secara terbatas selama IIMS 2026. Selain itu, pendekatan lifestyle juga makin diperkuat lewat aktivitas komunitas, edisi spesial, dan pilihan warna eksklusif.

Citroën Fokus Keluarga C3

Berbeda dengan Jeep yang kental nuansa petualangan, Citroën Indonesia masuk 2026 dengan fokus ke segmen keluarga. Lini C3 Series jadi tulang punggung, mulai dari C3, C3 Manual, C3 Aircross, sampai ë-C3 All Electric.

Strateginya meliputi peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan jaringan layanan, serta program kepemilikan yang dibuat makin gampang diakses.

Semua produk Citroën juga didukung layanan purna jual Redefining Customer Care, mulai dari layanan Always-On 24/7, dukungan teknis profesional, hingga jaminan ketersediaan suku cadang. Di IIMS 2026, Citroën juga menawarkan program penjualan eksklusif buat menambah daya tarik ke konsumen.

Dengan kombinasi penguatan Jeep, Citroën, dan rencana masuknya Leapmotor, Stellantis Brand House menegaskan ambisinya untuk terus tumbuh sebagai ekosistem mobilitas global di Indonesia.

Continue Reading

Tips

Mobil Listrik Diajak Terjang Banjir, Aman Gak Sih?

Published

on

By

Banjir Mobil Terendam

Musim hujan yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat jalan di Jakarta dan sekitarnya penuh dengan genangan alias banjir. Buat pengguna mobil listrik, situasi ini sering bikin mikir dua kali, lanjut terobos atau putar balik? Soalnya, beda mesin, beda juga risikonya.

Sebenernya, mobil listrik aman gak sih kalau dipakai nerobos banjir?

Secara teori, aman.

Mobil listrik modern sebenarnya sudah dirancang cukup tahan air. Komponen penting kayak baterai, inverter, sampai motor listrik posisinya rapat dan dilindungi casing kedap air. Bahkan sebagian pabrikan sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu (IP rating).

Makanya, kalau cuma genangan ringan atau air setinggi setengah ban, umumnya masih aman buat dilewati.

Tapi… bukan berarti kebal banjir. Nah, ini yang sering disalahpahami. Aman bukan berarti bebas risiko.

Kalau air sudah tinggi, arus deras, atau sampai nyentuh bagian bawah pintu, risikonya tetap ada. Air bisa masuk ke komponen kelistrikan lain, konektor, sensor, atau sistem pendingin baterai.

Belum lagi kalau mobil berhenti di tengah genangan. Tekanan air bisa makin besar, dan potensi kerusakan ikut naik.

Mobil bensin biasanya mogok karena air masuk ke mesin lewat intake atau knalpot. Mobil listrik gak punya masalah itu, tapi punya risiko lain, yaitu sistem kelistrikan dan baterai tegangan tinggi.

Kalau sampai terjadi korsleting, efeknya bisa lebih mahal urusannya.

Jadi, boleh nerobos atau gak? Jawaban realistisnya, boleh, tapi jangan nekat.

Selama genangan airnya tipis, di bawah setengah ban masih aman. Tapi kalau sudah lebih dari satu ban, sebaiknya putar balik dan cari jalan lain.

Continue Reading

Tips

Pakai Lampu Hazard Pas Hujan Deras, Memang Perlu?

Published

on

By

Buat sebagian pengemudi, hujan deras itu identik dengan satu refleks nyalain lampu hazard. Alasannya simpel, biar mobil lebih kelihatan dan kendaraan lain tahu kondisi lagi gak ideal.

Tapi, kebiasaan ini ternyata gak selalu benar, bahkan bisa berbahaya kalau dilakukan sambil tetap melaju di jalan.

Perlu diingat, lampu hazard itu sejatinya tanda darurat. Biasanya dipakai saat mobil mogok, berhenti mendadak, atau ada kondisi yang bikin kendaraan lain harus ekstra waspada.

Masalahnya, kalau hazard dinyalakan saat mobil masih jalan di tengah hujan deras, justru bisa bikin pengendara lain salah baca situasi.

Lampu sein otomatis gak berfungsi, jadi orang di belakang gak tahu mobil mau pindah jalur atau belok ke mana.

Di jalan tol atau lalu lintas padat, kondisi ini bisa bikin bingung dan berisiko memicu kecelakaan beruntun. Niatnya mau aman, eh malah jadi bahaya.

Kalau hujan deras, yang seharusnya dilakukan itu cukup nyalakan lampu utama (lampu dekat), kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman. Jangan lupa, fokus dan tetap tenang.

Nah, kalau hujan sudah terlalu lebat sampai jarak pandang minim dan kamu merasa gak aman buat lanjut jalan, lebih baik menepi di tempat yang aman. Di kondisi inilah lampu hazard memang wajib dinyalakan, biar kendaraan lain tahu kamu sedang berhenti darurat.

Jadi intinya, lampu hazard bukan lampu hujan. Dipakai boleh, asal di momen yang tepat. Jangan sampai salah fungsi yang justru bisa berujung celaka.

Continue Reading

Trending