Blog
BYD Seal Performance, Enak Bawa Ngebut!

Mobil mewah mana lagi yang mau kamu lewatin? BYD Seal Performance secara resmi rilis di Indonesia bulan Januari 2024 ini. Peluncuran mobil listrik satu berbarengan sama model lain, BYD Atto 3 dan BYD Dolphine. Kabarnya, mobil mewah asal China ini harganya sampe Rp 719 juta. Wow banget gak tuh?
Kalo harganya mahal kayak gitu, emang seberapa wow sih spesifikasinya? Langsung aja kita cari tau, yuk, Sob!
Interior BYD Seal Performance
Pertama kita bahas dari sisi interior mobil dulu kali yah. Mobil 5 seat ini punya interior mewah dan super nyaman. Kelihatan dari keberadaaan layar head unit 15,6 inch yang bisa kita atur di posisi horizontal atau vertikal. Ada juga panel instrumen ukuran 10,25 inch yang bikin kita makin nyaman di mobil.
Buat remaja jompo, seat mobil ini udah ada pengaturan jok elektrik. 8 arah pengaturan buat pengemudi dan 6 arah buat penumpang depan. Enak banget kan?
Eksterior mobil
Dari interior kita pindah ke eksteriornya dulu ya, Sob! Mobil listrik satu ini ukurannya lumayan ramping, panjang 4,8 m, lebar 1,875 m, tinggi 1,45 meter. Ukuran rodanya sendiri sekitar 225/50 R18 atau 235/45 R19.
Apa yang menarik dari mobil BYD Seal Performance? Bagian kap mobil ada lekukkan-lekukkan yang bikin mobil keliatan berotot. Ada juga desain lampu yang sengaja dibuat sipit tapi tetep keliatan mewah.
Untuk warna mobil sendiri, kamu bisa pilih yang menurutmu paling mewah, misal atlantis grey, arctic blue, aurora white, atau cosmos black.
Fitur mobil canggih
Namanya mobil listrik pasti teknologinya super canggih. Yup, BYD Seal nawarin fitur keselamatan dan keamanan yang manjain penumpang dan pengemudi. Kamu bakal dapet fitur Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), Lade Departure Prevention (LDP), Emergency Lane Keeping Assist (ELKA), Intelligent Cruise Control (ICC), sampe Predictive Collision Control (PCC). Pokoknya tetep tenang deh walau berkendara jauh!
Performa mesin
Buat performa mesin BYD Seal Performance gimana? Mobil ini nawarin mesin dengan performa tinggi, yaitu akselerasi 0-100 km/jam cuma dalam 3,8 detik. Gak cuma itu, BYD Seal udah pakai teknologi Blade Battery yang bikin mobil makin unggul dari pesaingnya.
Buat tipe standar range dynamic, kapasitas baterai mobil 61,44 kWh bisa nempuh jarak 510 km dengan tenaga maksimum 150 kW dan torsi maksimum 310 Nm.
Untuk tipe Extended Range Premium, kapasitas baterainya 82,56 kWh dengan jarak tempuh 650 km. Tenaga maksimum yang dihasilkan sekitar 230 kW dan torsi maksimum 360 Nm. Mantep banget ya buat perjalanan jauh?
Gak usah lama-lama nentuin sih. Kalo tertarik, kamu bisa liat reviewnya di Youtube Halotomotif aja.
Blog
Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.
Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.
Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.
Jadi berapa pajaknya sekarang?
Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.
Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.
Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.
Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.
Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.
Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.
Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.
Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.
Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.
Blog
Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.
Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?
Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.
Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.
Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.
Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.
Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.
Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?
Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.
Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.
Blog
Apa yang Terjadi Kalau Mobil Listrik Kehabisan Baterai di Jalan?

Buat yang masih ragu pakai mobil listrik, satu ketakutan paling umum biasanya sama, gimana kalau baterainya habis di tengah jalan?
Bayangannya sering ekstrem, mobil langsung mati mendadak tanpa peringatan. Padahal, kenyataannya gak gitu.
Mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau Tesla Model 3 sudah dibekali sistem yang terus memantau kondisi baterai. Saat daya mulai menipis, mobil akan memberi peringatan bertahap, mulai dari sisa jarak tempuh yang terus berkurang sampai notifikasi di panel instrumen. Bahkan, biasanya ada mode hemat energi supaya mobil masih bisa melaju lebih jauh untuk mencari tempat pengisian.
Jadi, mobil gak langsung mati mendadak. Pengemudi masih punya waktu untuk ambil keputusan.
Namun, kalau baterai benar-benar habis, barulah mobil akan berhenti total. Gak seperti mobil bensin yang kadang masih bisa bergerak sedikit saat sekarat, mobil listrik benar-benar bergantung pada baterai untuk menggerakkan roda. Begitu energinya nol, mobil gak bisa jalan lagi.

Meski begitu, dalam banyak kasus masih ada sedikit daya tersisa untuk fungsi dasar seperti lampu hazard atau sistem keamanan. Ini penting supaya mobil tetap terlihat dan aman saat berhenti di jalan.
Terus kalau sudah mogok, bisa didorong? Mobil listrik umumnya gak dirancang untuk didorong jauh atau ditarik sembarangan karena berkaitan dengan sistem motor dan drivetrain.
Kalau sudah kehabisan baterai, solusi paling aman biasanya diderek ke titik pengisian terdekat atau menggunakan bantuan charger darurat jika tersedia.
Kabar baiknya, kejadian seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Mobil listrik punya indikator baterai yang jauh lebih presisi dibanding mobil konvensional, ditambah fitur navigasi yang bisa menunjukkan lokasi charger terdekat.
Selama kamu memperhatikan sisa daya dan merencanakan perjalanan, risiko kehabisan baterai di jalan bisa ditekan sangat kecil.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!





















