Connect with us

Blog

Mercedes-Benz GLE 450, Pesona Mobil Sultan

Published

on

Mercedes-Benz GLE 450

Siapa yang gak kenal Mercedes-Benz? Mobil asal Jerman ini terkenal mewah dan elegan. Contohnya kayak Mercedes-Benz GLE 450 ini nih! Hadir dengan line up SUV, mobil ini punya terbuat dari material premium. Belum lagi, bagian interiornya juga cukup lega buat satu keluarga.

So, gaskeun kita bahas kemewahan dari mobil Mercedes-Benz GLE 450 ini!

interior Cover Mercedes-Benz GLE 450
Cover Mercedes-Benz GLE 450

Body Mercedes-Benz GLE 450

Udah bukan rahasia umum kalo mobil Mercedes pasti mewah dan elegan. Liat aja, dari tampak depannya, ada grille-nya gede yang dikombinasikan dengan bumper. Lebih sultannya lagi dengan kehadiran logo GLE 450 ini narsis abis adalah di mana-mana.

Lampu utamanya multibeam LED, sorot cahayanya bisa otomatis menyesuaikan kondisi biar nggak bikin silau pengendara lain. Velg 21 inci nambah kesan sporty dan modern yang siap nerjang berbagai medan. Pokoknya makin gagah dan waw di jalan.

Overall, bodywork GLE 450 ini bener-bener kombinasi sempurna antara kemewahan, sporty, dan kecanggihan teknologi. Gak heran jadi mobil sultan idaman banyak orang.

Interior dengan Fitur Canggih

Dari luar aja udah mewah, masak dalemnya nggak? Liat aja bagian dashboard-nya yang keliatan mewah dan futuristik, ini karena sentuhan retro dan aksen satin chrome. Pokoknya bikin kabin Mercedes makin kelaz!

Oiya, mobil 7 seater ini bagian jok keduanya bisa diatur sesuai keinginan. Mau senderan lebih rebah atau majuin dikit buat kaki lebih lega, tinggal pencet tombol aja. Gak cuma itu, bahan kursi juga premium, ada bahan sintetis sampe kulit nappa.

Arm rest dan cup holder juga siap buat nyaman selama perjalanan, tinggal selonjorin kaki sambil minum kopi favorit. Dan yang paling penting, headrest yang bisa diatur secara elektrik biar leher kamu gak pegel selama perjalanan jauh.

Fitur Keselamatan 

Soal keselamatan tetap nomor satu! Gimana gak coba, mobil ini udah dilengkapi pengereman darurat otomatis, pemantauan titik buta, dan kendali jelajah adaptif. Pokoknya makin aman dan nyaman selama berkendara.

Harga Mercedes-Benz GLE 450

Itu dia sejumlah spesifikasi eksterior, interior hingga fitur keselamatan dari Mercedes Benz GLE 450. Semua kemewahan ini ada harganya. Harga mobilnya aja mulai dari 1,8 M dan pajak tahunan yang bisa nyampe 20 jutaan. Buat yang penasaran sama fitur-fitur detailnya, mending langsung tonton experience cobain mobil ini di YouTube Halotomotif aja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Kelihatan Sepele, Garis di Kaca Mobil Ini Penting Saat Hujan

Published

on

By

Kalau lagi duduk di dalam mobil, coba deh sesekali lirik kaca belakang. Hampir semua mobil punya garis-garis tipis yang membentang horizontal di sana.

Sekilas kelihatan kayak elemen desain biasa, bahkan ada yang mikir itu cuma hiasan biar gak polos. Padahal, garis-garis ini punya fungsi penting yang sering banget gak disadari.

Garis tersebut adalah bagian dari sistem defogger atau pemanas kaca belakang.

Fungsinya sederhana tapi krusial cukup krusial, menghilangkan embun atau kabut yang menempel di kaca belakang.

Saat kondisi dingin atau hujan, kaca belakang sering tertutup embun yang bikin pandangan ke belakang jadi buram. Nah, garis-garis ini bekerja dengan cara menghantarkan panas tipis ke permukaan kaca, sehingga embun bisa cepat hilang.

Makanya, kalau kamu tekan tombol defogger di dashboard, sebenarnya yang kerja itu ya garis-garis tadi.

Menariknya, sistem ini bukan sekadar tempelan. Garis-garis tersebut terbuat dari material konduktor listrik yang memang dirancang untuk menghasilkan panas saat dialiri arus. Jadi, meskipun bentuknya tipis, fungsinya cukup vital untuk keselamatan berkendara.

Kalau sampai rusak atau terputus, biasanya ada bagian kaca yang tetap berembun meski defogger sudah dinyalakan. Ini sering kejadian, apalagi kalau kaca belakang sering dibersihkan sembarangan atau tergores.

Makanya, garis-garis ini sebenarnya enggak boleh dianggap remeh. Bahkan saat membersihkan kaca, sebaiknya jangan terlalu kasar supaya jalurnya tetap utuh.

Jadi, lain kali kalau lihat garis-garis di kaca belakang, sekarang sudah tahu, itu bukan hiasan, tapi pemanas tersembunyi yang bantu jaga visibilitas tetap jelas.

Continue Reading

Blog

Batas Kecepatan Tol di Berbagai Negara, Indonesia Paling Pelan?

Published

on

By

Kalau lagi masuk jalan tol, biasanya tanpa sadar kita langsung “set” ke kecepatan aman. Di Indonesia, angkanya juga sudah cukup familiar, gak terlalu pelan, tapi juga gak bisa dibilang bebas ngebut.

Tapi pernah kepikiran gak, sebenarnya batas kecepatan tol di Indonesia itu termasuk cepat atau justru pelan dibanding negara lain?

Di Indonesia, batas kecepatan di jalan tol umumnya berkisar antara 60 km/jam sampai 100 km/jam, tergantung jenis ruas dan kondisinya. Di beberapa jalan tol tertentu bahkan bisa sampai 120 km/jam, tapi tetap ada aturan minimum supaya lalu lintas tetap lancar.

Angka ini sebenarnya dirancang bukan cuma soal kecepatan, tapi juga keselamatan. Faktor seperti kondisi jalan, kepadatan kendaraan, sampai perilaku pengemudi ikut jadi pertimbangan.

Kalau dibandingkan dengan luar negeri, baru terasa bedanya.

Di Jerman misalnya, ada ruas jalan tol yang terkenal karena tidak memiliki batas kecepatan tetap, yaitu Autobahn. Tapi bukan berarti bebas ugal-ugalan, karena tetap ada rekomendasi kecepatan dan aturan ketat soal keselamatan.

Sementara itu di Amerika Serikat, batas kecepatan tol bervariasi tergantung negara bagian, umumnya di kisaran 105 sampai 130 km/jam. Jalan yang panjang dan lurus jadi salah satu alasan kenapa batasnya bisa lebih tinggi.

Berbeda lagi dengan Jepang. Meski dikenal dengan teknologinya yang maju, batas kecepatan di tol justru relatif konservatif, sekitar 80 sampai 100 km/jam. Alasannya mirip dengan Indonesia, kepadatan lalu lintas dan faktor keselamatan.

Kalau dilihat dari sini, Indonesia sebenarnya ada di tengah-tengah. Gak seketat Jepang, tapi juga gak se-“longgar” beberapa ruas di Jerman atau Amerika.

Yang menarik, batas kecepatan ini bukan soal siapa paling cepat, tapi siapa paling sesuai dengan kondisi jalan dan kebiasaan penggunanya. Jalan yang mulus belum tentu aman buat ngebut kalau lalu lintasnya padat atau perilaku pengemudinya belum tertib.

Jadi, meski kelihatannya di luar negeri bisa lebih kencang, bukan berarti aturan di Indonesia ketinggalan. Justru disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Continue Reading

Blog

Kenapa Setir Mobil di Indonesia Letaknya di Kanan?

Published

on

By

Interior Chery J6

Pernah kepikiran gak sih, kenapa setir mobil di Indonesia posisinya di kanan?

Padahal kalau nonton film luar atau lihat konten otomotif global, banyak mobil justru setirnya di kiri. Sekilas kelihatan sepele, tapi ternyata ini bukan soal gaya atau selera pabrikan.

Di Indonesia, kendaraan berjalan di sisi kiri jalan. Nah, dari situ logikanya kebalik, setirnya jadi di kanan. Posisi ini bikin pengemudi lebih mudah melihat kondisi di depan, terutama ke arah tengah jalan saat mau nyalip. Jadi bukan asal beda, tapi memang soal visibilitas dan keamanan.

Kalau ditarik ke belakang, sistem ini juga gak lepas dari sejarah. Indonesia mewarisi pola lalu lintas dari masa kolonial Belanda, yang dulu juga menerapkan berkendara di sisi kiri. Kebiasaan itu akhirnya terbawa sampai sekarang.

mobil manual

Menariknya, dunia memang terbagi dua. Ada negara yang sama seperti Indonesia, jalan di kiri, setir di kanan, seperti Jepang atau Inggris. Tapi ada juga yang kebalik, seperti Amerika Serikat dan Jerman yang pakai setir kiri karena mereka berkendara di sisi kanan jalan.

Cerita soal ini bahkan sudah ada sejak zaman sebelum mobil ditemukan. Dulu, saat orang masih pakai kuda, mayoritas pengendara memilih berada di sisi kiri jalan supaya tangan kanan mereka bebas, buat berjaga atau bahkan pegang senjata kalau ada ancaman. Dari kebiasaan itu, sistem lalu lintas kiri mulai terbentuk di beberapa wilayah dunia.

Seiring waktu, sebagian negara beralih ke sistem kanan jalan, terutama karena pengaruh industri otomotif modern yang berkembang pesat di Amerika Serikat. Tapi sebagian lainnya, termasuk Indonesia, tetap mempertahankan sistem lama.

Continue Reading

Trending