Connect with us

Blog

Vespa ft Anak Skena: Kenapa Lekat Banget Ya? 

Published

on

vespa anak skena

Apa sih yang bikin Vespa lekat banget sama anak-anak muda apalagi anak skena? apa cuma karena desainnya lucu dan artsy? Nopee! Yuk, cek satu per satu.

Nostalgia 

Bisa dibilang, vespa termasuk salah satu motor sejarah. Di Indonesia, mulai populer di tahun 70-an dan masih bertahan sampe sekarang. Itu kenapa, banyak yang bilang kalo ini motor nostalgia. Sesuatu yang klasik, punya makna & ceritanya sendiri, dan masih relevan. Kamu masih bisa liat anak-anak muda sekarang pun banyaaaak banget yang pake motor vespa. Karena emang bukan cuma kendaraan, tapi punya “sesuatu” yang punya nilai yang berbeda.

Vespa Estetik Dengan Caranya Sendiri 

Salah satu alasan lain kenapa anak-anak muda dan anak skena cinta mati sama vespa, ya karena estetikanya. Design body-nya membulat, timeless, simple tapi eye catching, warna-warnanya lucu gemesin mulai dari pastel sampe yang terang juga ada, semua punya nilai visualnya sendiri. Belum lagi kalo udah dimodif, waaah lebih menarik lagi! Gampang dipersonalisasi, jadi bisa dimodif sesuai keinginan pemiliknya. Ini jadi salah satu alasan kenapa disukain banyak anak muda, karena bukan cuma sebagai kendaraan – tapi bisa jadi “identitas” dari personal pemiliknya.

Simbol Anti-Mainstream 

Anak-anak muda dan anak skena pasti suka sesuatu yang “iconic”. Ini udah jadi hal yang melekat banget kalo mereka cenderung anti-mainstream. Nah, vespa punya “nilai” yang bisa memenuhi kebutuhan itu. Apalagi sekarang udah banyak yang bisa dimodif atau custom, jadi makin memperkuat statement kalo “gue punya gaya sendiri” tiap kali naik motornya. Value ini yang akhirnya juga selaras sama anak-anak skena, karena mereka selalu berani tampil beda. 

Baca juga: Jangan Asal Pakai Mobil, Ini Jenis Mobil Offroad di Indonesia

Solidaritas & Komunitasnya Gak Main-Main 

Udah gak asing ngeliat komunitas-komunitasnya di Jakarta. Yups, bukan cuma motor kesayangan, tapi bisa jadi tiket masuk ke komunitas yang solid. Banyak anak-anak muda yang awalnya cuma suka, akhirnya jadi ketemu circle baru lewat komunitasnya. Mulai dari kopdar, riding bareng, sampe acara besar kayak Vespa World Days yang 2022 kemarin diadain di Bali. Semua kegiatan itu jadi bukti, kalo bukan cuma hobi individu, tapi bisa jadi tempat buat saling support, networking, sampe ngelakuin kegiatan-kegiatan positif bareng. 

Nah, Vespa Apa Sih yang Paling Laris? 

Kalo kamu lagi cari vespa baru atau ada rencana ganti yang lama, ini bisa jadi rekomendasi buat kamu. Vespa Sprint 150 cc, cocok banget buat kamu yang suka tampilan sporty, yah gak heran sih kalo model ini masih jadi favorit banyak orang. Buat yang suka gaya klasik tapi tetep modern, Vespa Primavera bisa jadi opsi di list kamu. Atau, kalo kamu pingin yang bener-bener ‘otentik’ dengan bentuk bulat khasnya, Vespa GTS bisa banget kamu pertimbangin.

Bukan sekadar motor buat jalan-jalan, tapi udah jadi bagian dari identitas. Punya jiwa, cerita, dan makna. Gak cuma tentang tampil keren dan beda, tapi “berani” nunjukkin value dan keunikan diri sendiri. Itu alasan kenapa vespa nih deket banget sama anak-anak muda terutama anak skena. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

Published

on

By

Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.

Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.

Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.

Jadi berapa pajaknya sekarang?

Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.

Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.

Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

Wuling Air ev

Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.

Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.

Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.

Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.

Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.

Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.

Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.

Continue Reading

Blog

Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

Published

on

By

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.

Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?

Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.

Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.

Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.

Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.

Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.

Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?

Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.

Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.

Continue Reading

Blog

Apa yang Terjadi Kalau Mobil Listrik Kehabisan Baterai di Jalan?

Published

on

By

Buat yang masih ragu pakai mobil listrik, satu ketakutan paling umum biasanya sama, gimana kalau baterainya habis di tengah jalan?

Bayangannya sering ekstrem, mobil langsung mati mendadak tanpa peringatan. Padahal, kenyataannya gak gitu.

Mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau Tesla Model 3 sudah dibekali sistem yang terus memantau kondisi baterai. Saat daya mulai menipis, mobil akan memberi peringatan bertahap, mulai dari sisa jarak tempuh yang terus berkurang sampai notifikasi di panel instrumen. Bahkan, biasanya ada mode hemat energi supaya mobil masih bisa melaju lebih jauh untuk mencari tempat pengisian.

Jadi, mobil gak langsung mati mendadak. Pengemudi masih punya waktu untuk ambil keputusan.

Namun, kalau baterai benar-benar habis, barulah mobil akan berhenti total. Gak seperti mobil bensin yang kadang masih bisa bergerak sedikit saat sekarat, mobil listrik benar-benar bergantung pada baterai untuk menggerakkan roda. Begitu energinya nol, mobil gak bisa jalan lagi.

MID

Meski begitu, dalam banyak kasus masih ada sedikit daya tersisa untuk fungsi dasar seperti lampu hazard atau sistem keamanan. Ini penting supaya mobil tetap terlihat dan aman saat berhenti di jalan.

Terus kalau sudah mogok, bisa didorong? Mobil listrik umumnya gak dirancang untuk didorong jauh atau ditarik sembarangan karena berkaitan dengan sistem motor dan drivetrain.

Kalau sudah kehabisan baterai, solusi paling aman biasanya diderek ke titik pengisian terdekat atau menggunakan bantuan charger darurat jika tersedia.

Kabar baiknya, kejadian seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Mobil listrik punya indikator baterai yang jauh lebih presisi dibanding mobil konvensional, ditambah fitur navigasi yang bisa menunjukkan lokasi charger terdekat.

Selama kamu memperhatikan sisa daya dan merencanakan perjalanan, risiko kehabisan baterai di jalan bisa ditekan sangat kecil.

Continue Reading

Trending