Connect with us

News

Toyota Land Cruiser FJ, Si Retro Modern Cocok Buat Off Road

Published

on

Kalau bahas Land Cruiser, rasanya kayak lagi ngobrolin kendaraan legenda di dunia off road. Mobil ini pertama kali lahir tahun 1951 pakai nama Toyota BJ, dan langsung bikin sejarah karena jadi kendaraan pertama yang sukses menyentuh pos ke-6 Gunung Fuji.

Nah, dari situ nama Land Cruiser langsung melekat sama kata tangguh, bisa diandalkan di segala medan.

Bayangin saja, sudah lebih dari 70 tahun eksis, dan selama itu juga Land Cruiser terjual lebih dari 12,15 juta unit lebih dari 190 negara. Gak heran kalau mobil ini jadi simbol kepercayaan dan keamanan di medan ekstrem, mulai dari padang pasir sampai jalur berbatuan.

Sekarang, keluarga Land Cruiser punya tiga lini utama, yaitu Station Wagon (seri 300), Heavy-Duty (seri 70) dan Core Model (seri 250).

Dan baru-baru ini, Toyota resmi nambah anggota keluarga baru, Land Cruiser FJ. Mobil ini datang bawa semangat “Freedom & Joy”, alias kebebasan dan kesenangan buat menikmati dunia Land Cruiser sesuai gaya hidup masing-masing.

Land Cruiser FJ sendiri di perkenalkan di Japan Mobility Show 2025, yang digelar mulai 30 Oktober sampai 9 November 2025. Nah, menurut situs global Toyota, ada tiga hal utama yang bikin FJ ini spesial, yaitu desain, performa, dan potensi modifikasi.

Desain Klasik tapi Modern

Secara tampilan, Land Cruiser FJ punya gaya khas Land Cruiser, klasik tapi gak ketinggalan zaman. Bentuk bodinya kotak tegas biar ruang kabin dan bagasi tetap lega, sama kayak generasi-generasi awalnya. Tapi detailnya sekarang lebih halus, dan modern.

Desain persegi dengan sudut tajam kasih kesan kuat. Di bagian depan dan belakang, bumper-nya dibuat besar dan terpisah dari bodi, jadi kalau mau dibongkar-pasang atau diganti buat modifikasi, ya tinggal di copot saja.

Masuk ke kabin, Toyota usung konsep kokpit fungsional. Artinya, semua tombol, layar, dan tuas ditata supaya gampang dijangkau dan bikin pengemudi fokus ke jalan. Panel instrumennya horizontal, ergonominya pas, dan visibilitas depan juga lebih luas berkat posisi dasbor yang rendah.

Soal fitur keselamatan Toyota sudah sematkan Toyota Safety Sense, lengkap dengan Pre-Collision Safety System buat bantu jaga keamanan pengemudi dan penumpang.

Performa Off-Road

Land Cruiser FJ ini mungkin ukurannya lebih kompak, tapi DNA Land Cruiser-nya tetap kental. Mobil ini dibangun di atas platform hasil pengembangan dari seri IMV, jadi soal ketangguhan sudah gak perlu diragukan lagi.

Ground clearance-nya tinggi, sudut pendekatan dan keberangkatan optimal, plus artikulasi roda setara seri 70 biar traksi tetap maksimal di medan berat.

Yang bikin makin enak dikendarain, wheelbase-nya lebih pendek 270 mm dibanding seri 250, jadi radius putarnya cuma 5,5 meter. Artinya, mobil ini lebih lincah buat manuver di jalur sempit atau berbatu.

Struktur bodinya juga dibuat makin kaku dengan tambahan brace di bagian bawah, jadi stabilitas dan kontrolnya meningkat.

Toyota juga gak main-main soal uji cobanya. Land Cruiser FJ sudah lewat tes off-road intensif buat pastiin mobil ini tetap punya karakter sejati Land Cruiser, kuat, tahan banting, dan siap diajak ke mana aja.

Di balik kapnya, ada mesin bensin 2TR berkapasitas 2.700 cc, sama kayak yang dipakai di Toyota Fortuner. Mesin ini sebagian diproduksi di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Jadi, bisa dibilang Land Cruiser FJ ini juga punya sentuhan lokal nih.

Cocok Buat Pencinta Modifikasi

Nah, hal yang paling menarik, Land Cruiser FJ punya opsi kustomisasi yang luas banget.

Toyota nyiapin beragam aksesori tambahan yang bakal dirilis bertahap, dan tiap negara bisa punya versi yang beda. Dari lampu depan model bulat yang jadi penghormatan buat Land Cruiser generasi lama, sampai panel MOLLE buat pasang perlengkapan outdoor semuanya didesain biar makin fungsional dan siap diajak petualangan jauh.

Elemen eksteriornya juga dibuat tangguh sekaligus praktis, jadi gak cuma gaya, tapi beneran bisa diandalkan di kondisi berat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

XPENG Bawa Mobil Terbang dan Robot AI ke GIIAS 2026

Published

on

By

XPENG Indonesia kembali meramaikan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli-9 Agustus 2026. Bertempat di Hall 3A, XPENG datang dengan tema “Physical AI for All”, yang menampilkan ekosistem mobilitas berbasis kecerdasan buatan (AI).

Lewat tema ini, XPENG gak cuma memamerkan mobil listrik pintar, tapi juga memperlihatkan visi mereka soal masa depan mobilitas yang lebih cerdas, saling terhubung, dan terintegrasi.

Partisipasi di GIIAS 2026 juga jadi momen satu tahun perjalanan XPENG di pasar Indonesia. Selama setahun terakhir, Erajaya Active Lifestyle sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) XPENG terus memperluas portofolio produk, memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual di Jabodetabek, sampai menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota besar lainnya.

“Melalui tema Physical AI for All, kami ingin memperlihatkan bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses. Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan, memperkuat layanan, serta menghadirkan berbagai inovasi global XPENG bagi konsumen di Indonesia,” ujar Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle.

Gak Cuma Mobil Listrik, Ada Robot dan Mobil Terbang

Salah satu yang paling mencuri perhatian di booth XPENG adalah kehadiran XPENG GX, konsep mobil masa depan yang menggabungkan desain futuristis dengan teknologi AI.

XPENG Indonesia bahkan menginisiasi debut Asia Tenggara L03 setelah resmi diperkenalkan secara global di Munich, Jerman pada pertengahan Juli lalu. Karya mantan Chief Exterior Designer Ferrari itu tampil memukau di GIIAS 2026.

XPENG juga membawa The Next P7, smart sports car yang dibekali kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPS. Mobil ini diklaim menjadi model pertama di dunia yang mengadopsi Visual Language Action (VLA) dan Visual Language Model (VLM) dengan pemrosesan langsung di dalam kendaraan.

Teknologi tersebut bikin mobil bisa memahami kondisi jalan, lalu lintas, sampai perintah pengemudi dengan lebih baik. Performanya juga gak main-main karena sudah memakai sistem kelistrikan 800V, baterai 5C, suspensi udara dual-chamber, DCC Intelligent Variable Damping Shock Absorbers, kaliper rem Brembo, serta akselerasi 0-100 km/jam sekitar 3 detik.

Menariknya lagi, XPENG juga membawa Next-Gen IRON, robot humanoid berbasis AI yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia secara lebih natural.

Selain itu, ada juga XPENG X2, kendaraan terbang yang menjadi gambaran arah pengembangan mobilitas tiga dimensi di masa depan.

Kehadiran GX, The Next P7, Next-Gen IRON, dan X2 menjadi bagian dari Physical AI Ecosystem, yaitu ekosistem yang menghubungkan kendaraan pintar, robotika, mobilitas otonom, hingga kendaraan terbang dalam satu platform teknologi.

XPENG New X9 Makin Pintar dan Nyaman

Selain konsep masa depan, XPENG juga menampilkan New X9 sebagai MPV premium andalannya di Indonesia.

Model ini hadir dengan desain Starship 2.0 yang punya koefisien hambat udara hanya 0,236 Cd. XPENG juga membekalinya dengan Active Rear-Wheel Steering sehingga radius putarnya hanya 5,4 meter, membuat MPV bongsor ini tetap lincah saat bermanuver.

Masuk ke kabin, New X9 menawarkan ruang seluas 7,7 meter persegi, salah satu yang terbesar di kelasnya.

Fitur kenyamanannya juga lengkap, mulai dari jok Nappa Leather dengan Zero Gravity Seat, sistem audio XPENG XOPERA 23 speaker, layar hiburan penumpang 21,4 inci, sampai kulkas pintar dengan fungsi ganda.

Teknologinya didukung sistem operasi terbaru XOS Tianji, prosesor Qualcomm Snapdragon 8295, sistem XPILOT Assist dengan 27 sensor, serta XP5 Turing AI Chip yang dikembangkan sendiri oleh XPENG. Chip ini memungkinkan mobil mengenali kondisi jalan, kendaraan sekitar, marka jalan, hingga area parkir dengan lebih cepat dan akurat.

Soal performa, New X9 dibangun di atas platform 800V Silicon Carbide dengan baterai 5C yang memungkinkan pengisian daya dari 10-80 persen hanya sekitar 12 menit. Untuk varian Long Range, jarak tempuhnya diklaim mencapai 715 kilometer (NEDC).

XPENG G6 Pro AWD Resmi Diperkenalkan

XPENG Indonesia juga resmi memperkenalkan G6 Pro All-Wheel Drive (AWD) sebagai pilihan baru di segmen SUV listrik premium.

SUV ini dibangun di atas platform 800V Silicon Carbide dan menggunakan motor listrik ganda dengan tenaga maksimum 358 kW serta torsi 660 Nm.

Berkat spesifikasi tersebut, akselerasi 0-100 km/jam bisa dituntaskan hanya dalam 4,13 detik.

G6 Pro AWD juga sudah mendukung teknologi 5C Ultra-Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya DC dari 10-80 persen sekitar 12 menit. Dalam kondisi baterai penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 575 kilometer (NEDC).

Masuk ke kabin, tersedia jok Nappa Leather dengan fitur pemanas, ventilasi, pijat, dan pengaturan elektrik. Sistem hiburannya memakai XPENG XOPERA 2.0 Surround Sound dengan 18 speaker, ambient light 256 warna, wireless charging berventilasi ganda, hingga streaming media rear-view mirror.

Dari sisi keselamatan, G6 Pro AWD sudah dibekali XPILOT Assist lengkap dengan kamera dan sensor berpresisi tinggi yang mampu mengenali hingga 49 jenis objek statis maupun dinamis, sehingga pengalaman berkendara jadi lebih aman dan intuitif.

Ada Promo Selama GIIAS 2026

Selama GIIAS 2026, XPENG Indonesia juga menyiapkan sejumlah program penjualan.

Konsumen yang membeli XPENG G6 Pro secara tunai bakal mendapat gratis asuransi komprehensif selama dua tahun. Sementara pembelian XPENG New X9 secara tunai mendapatkan gratis asuransi komprehensif selama satu tahun.

Buat yang memilih pembelian lewat leasing rekanan, XPENG menawarkan bunga 0 persen hingga dua tahun untuk G6 Pro dan low rate mulai 1 persen hingga dua tahun untuk New X9.

Program ini berlaku untuk SPK dan retail sales selama 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Continue Reading

News

Wuling Eksion Disulap Jadi SUV Urban Lifestyle

Published

on

By

Wuling gak cuma memajang mobil standar di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pabrikan asal China itu juga membawa satu unit Wuling Eksion yang sudah dimodifikasi hasil kolaborasi bareng National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).

SUV listrik ini tampil dengan konsep Urban Lifestyle, mengusung gaya OEM+ yang bikin tampilannya makin sporty dan premium. Meski begitu, identitas desain asli Wuling Eksion tetap dipertahankan, jadi ubahannya gak terlihat berlebihan.

Sentuhan Modifikasi Bikin Tampilan Makin Sporty

Kalau diperhatikan, ada cukup banyak ubahan yang disematkan pada Wuling Eksion ini. Mulai dari custom front lip, custom side skirt, custom rear lip spoiler, sampai suspensi yang dibuat lebih rendah agar tampilannya makin padat.

Sektor kaki-kaki juga ikut mendapat perhatian. Mobil ini menggunakan velg Volk Rays OG TE37 berukuran 19 inci yang dipadukan ban Accelera Iota EVT 245/45 R19.

Gak cuma itu, ada tambahan LED fog lamp mini projie pro 7 dan roof rack yang semakin menguatkan karakter urban lifestyle pada SUV listrik tersebut.

Seluruh ubahan dibuat dengan pendekatan OEM+, sehingga tampilannya tetap rapi, proporsional, dan masih selaras dengan desain bawaan mobil.

Jadi Inspirasi Buat Modifikasi Mobil Listrik

Menurut Product Communication Manager Wuling Motors Danang Wiratmoko, kolaborasi ini ingin menunjukkan kalau Wuling Eksion punya desain yang cukup fleksibel untuk dikembangkan lewat sentuhan modifikasi.

“Kolaborasi bersama NMAA menjadi salah satu cara kami memperlihatkan bahwa Wuling Eksion memiliki karakter desain yang kuat sekaligus fleksibel untuk dikembangkan sesuai kreativitas para modifikator. Melalui konsep Urban Lifestyle, kami ingin menginspirasi masyarakat bahwa kendaraan listrik bukan hanya menghadirkan teknologi dan inovasi, tetapi juga dapat menjadi medium ekspresi personal yang tetap mengedepankan kualitas, kenyamanan, dan identitas desain Wuling,” kata Danang Wiratmoko selaku Product Communication Manager Wuling Motors.

Hal sama juga disampaikan Founder NMAA Andre Mulyadi. Menurut dia, modifikasi mobil listrik tetap bisa dilakukan tanpa harus menghilangkan karakter asli kendaraan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa modifikasi kendaraan listrik dapat dilakukan secara proporsional dengan tetap menghormati karakter desain asli kendaraan. Pendekatan OEM+ memungkinkan kami menghadirkan perubahan yang elegan, berkualitas, dan relevan dengan tren Urban Lifestyle, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan industri modifikasi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Andre Mulyadi selaku Founder NMAA.

Digarap Bareng NMAA

Wuling menjelaskan proses pengerjaan mobil ini dilakukan bersama NMAA, mulai dari tahap desain, pembuatan komponen, pengecatan, pemasangan aksesori, hingga final assembly.

Seluruh prosesnya dibuat dengan tetap memperhatikan kualitas, presisi, keamanan, dan hasil akhir yang sesuai dengan karakter Wuling Eksion.

Lewat kolaborasi ini, Wuling sekaligus ingin menunjukkan kalau mobil listrik juga bisa menjadi media ekspresi bagi para pecinta modifikasi, tanpa harus mengorbankan desain maupun fungsinya.

Buat pengunjung GIIAS 2026 yang penasaran, Wuling Eksion Urban Lifestyle by NMAA bisa dilihat langsung di booth Wuling yang berada di Hall 9 ICE BSD City.

Continue Reading

News

Wuling Hadirkan Aira ev, City Car Listrik Baru Buatan Indonesia

Published

on

By

Wuling Motors akhirnya resmi memperkenalkan mobil listrik terbaru, Aira ev, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Model ini jadi city car listrik Wuling yang disiapkan buat ikutin perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Peluncuran Aira ev juga bertepatan dengan perjalanan sembilan tahun Wuling di Indonesia. Menariknya, mobil listrik ini sudah diproduksi secara lokal di pabrik Wuling yang berada di Cikarang, Jawa Barat.

“Wuling berhasil mengukuhkan posisinya sebagai Brand No.1 Global Small Electric Vehicle. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Arif Pramadana selaku Vice President Wuling Motors.

Pasar EV Makin Tumbuh, Kebutuhan Konsumen Ikut Berubah

Wuling melihat tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hingga Juni 2026, populasi kendaraan listrik di Tanah Air sudah menembus 236 ribu unit dengan kontribusi sebesar 16 persen terhadap total pasar otomotif nasional.

Di segmen city car, kendaraan listrik bahkan menjadi kontributor terbesar dengan pangsa pasar mencapai 51 persen. Kondisi ini yang kemudian mendorong Wuling menghadirkan Aira ev sebagai pilihan baru di kelas mobil listrik perkotaan.

Menurut Wuling, ekspektasi konsumen terhadap sebuah electric city car juga mulai berubah. Bukan cuma praktis dipakai harian, tetapi juga harus punya kabin yang lebih lega, fitur modern, sudah mendukung fast charging, dan menggunakan desain empat pintu agar akses keluar masuk penumpang lebih mudah.

Karena itu, Aira ev hadir dengan empat karakter utama, yakni Artistik, Inovatif, Ramah, dan Aman.

Diproduksi Lokal di Cikarang

Aira ev diproduksi di fasilitas manufaktur Wuling di Cikarang oleh talenta Indonesia. Mobil listrik ini ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, first jobbers, profesional, hingga keluarga.

Sebagai pelengkap, Wuling juga memberikan program Free Lifetime EV Core Components Warranty yang mencakup tiga komponen utama kendaraan listrik, yaitu Drive Motor, Motor Controller Unit, dan High Voltage Battery. Program ini ditujukan untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih nyaman bagi konsumennya.

“Didorong oleh semangat ‘Wuling Dibangun di Indonesia untuk Anda’, kami dipercaya oleh konsumen sebagai partner mobilitas. Kepercayaan tersebut kami bangun melalui tiga komitmen utama, yaitu Good Product, Good Quality, dan Good Service. Pada kesempatan ini juga kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengunjungi booth Wuling di GIIAS 2026 dan merasakan langsung berbagai inovasi yang kami hadirkan, termasuk Wuling Aira ev,” kata Arif Pramadana.

Continue Reading

Trending