Connect with us

Blog

Baterai LFP Lebih Aman dari Kebakaran? Cek Faktanya!

Published

on

Belakangan ini makin banyak mobil listrik yang menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate).

Selain diklaim punya umur pakai yang panjang, baterai LFP juga sering disebut lebih aman dari risiko kebakaran dibandingkan jenis baterai lithium-ion lainnya.

Tapi, benar kayak gitu?

Jawabannya, LFP memang punya karakter yang lebih stabil secara termal, tetapi bukan berarti kebal terhadap kebakaran.

Kenapa LFP dianggap lebih aman?

Perbedaan utamanya ada pada material kimia yang digunakan.

Baterai LFP menggunakan lithium iron phosphate sebagai material katoda. Sementara beberapa baterai EV lain menggunakan kimia seperti NMC (Nickel Manganese Cobalt).

Salah satu keunggulan LFP adalah struktur materialnya lebih stabil ketika terkena panas.

Ketika terjadi kondisi ekstrem, baterai LFP cenderung lebih sulit mengalami pelepasan oksigen dibanding beberapa jenis baterai lithium-ion berbasis nikel.

Hal ini penting karena panas tinggi dan reaksi kimia yang gak terkendali merupakan salah satu faktor yang bisa memicu thermal runaway.

Sederhananya, semakin stabil material baterai ketika suhunya naik, semakin kecil kecenderungannya untuk mengalami reaksi berantai yang menghasilkan panas semakin tinggi.

Tapi LFP tetap bisa terbakar

Nah, bagian ini yang sering salah dipahami.

LFP bukan berarti anti kebakaran.

Kalau battery pack mengalami kerusakan parah, misalnya akibat kecelakaan, korsleting, pengisian daya yang bermasalah, atau kerusakan internal sel, baterai LFP tetap bisa mengalami thermal runaway.

Artinya, risiko kebakaran tetap ada. Cuma, karakteristik reaksinya berbeda.

Pada kondisi tertentu, LFP cenderung menghasilkan panas dan reaksi yang lebih terkendali dibandingkan beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya.

Jadi, lebih tepat menyebut LFP punya stabilitas termal yang lebih baik, bukan baterai yang gak bisa terbakar.

Apa yang terjadi kalau baterai LFP terlalu panas?

Baterai lithium-ion memiliki rentang temperatur kerja tertentu.

Kalau suhunya terlalu tinggi, berbagai reaksi kimia di dalam sel bisa terganggu.

Dalam kondisi ekstrem, kerusakan dapat berkembang menjadi thermal runaway.

Pada tahap ini, panas yang dihasilkan sel bisa semakin tinggi dan kemudian memengaruhi sel-sel di sekitarnya.

Itulah kenapa battery pack mobil listrik dibuat dengan berbagai sistem perlindungan.

Ada sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) yang bertugas memantau berbagai parameter baterai, termasuk tegangan dan temperatur.

Sistem tersebut membantu menjaga baterai tetap bekerja dalam kondisi yang aman.

LFP juga punya kelebihan lain

Selain soal keamanan, LFP punya beberapa karakter yang membuatnya menarik untuk digunakan pada mobil listrik.

Salah satunya adalah umur siklus yang umumnya panjang. Artinya, baterai bisa mengalami banyak siklus pengisian dan pengosongan sebelum kapasitasnya mengalami penurunan signifikan.

LFP juga gak menggunakan nikel dan kobalt sebagai material katodanya.

Namun, ada komprominya.

Dari sisi kepadatan energi, LFP umumnya masih berada di bawah beberapa jenis baterai berbasis nikel. Artinya, untuk kapasitas energi yang sama, battery pack LFP bisa membutuhkan ukuran atau bobot yang lebih besar.

Meski begitu, perkembangan teknologi membuat kepadatan energi LFP terus meningkat.

Jadi, LFP lebih aman atau gak?

Kalau pertanyaannya “apakah LFP lebih stabil terhadap panas?”, jawabannya iya.

Karakter kimia LFP membuatnya memiliki stabilitas termal yang baik dan cenderung lebih tahan terhadap kondisi yang bisa memicu thermal runaway dibanding beberapa kimia baterai lithium-ion lainnya.

Tapi kalau pertanyaannya “apakah mobil listrik dengan baterai LFP gak bisa terbakar?”, jawabannya tentu gak.

LFP tetap menyimpan energi dalam jumlah besar dan tetap bisa mengalami kebakaran kalau terjadi kerusakan atau kondisi ekstrem.

Jadi, jangan menganggap mobil listrik dengan baterai LFP bebas dari risiko kebakaran.

Yang lebih tepat, LFP punya karakter yang membuatnya relatif lebih stabil secara termal, tetapi sistem perlindungan baterai, kualitas produksi, sistem pendinginan, dan cara penggunaan kendaraan tetap punya peran penting dalam keselamatan.

Dengan kata lain, jenis kimia baterai memang penting, tapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa aman sebuah mobil listrik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Ada Lubang Kecil di Bawah Pintu, Jangan Ditutup

Published

on

By

Pernah lihat ada beberapa lubang kecil di bagian bawah pintu mobil?

Ukurannya memang kecil dan letaknya juga gak terlalu kelihatan. Karena itu, gak sedikit yang mungkin mengira lubang tersebut cuma bagian dari desain atau bahkan lubang yang gak sengaja dibuat.

Padahal, lubang kecil itu punya fungsi penting.

Namanya drain hole atau lubang pembuangan. Tugasnya adalah membantu mengeluarkan air yang masuk dan mengendap di dalam pintu mobil.

Air ternyata bisa masuk ke dalam pintu

Pintu mobil memang dirancang supaya bagian dalamnya terlindungi dari air. Tapi bukan berarti air sama sekali gak bisa masuk.

Saat hujan atau ketika mobil dicuci, sebagian air bisa melewati celah di sekitar kaca dan masuk ke bagian dalam pintu.

Tenang, kondisi tersebut memang sudah diperhitungkan oleh pabrikan.

Air yang masuk kemudian diarahkan ke bagian bawah pintu dan dikeluarkan melalui lubang kecil tersebut.

Makanya, lubang itu memang sengaja dibuat.

Kalau lubangnya tersumbat, apa yang terjadi?

Masalah bisa muncul kalau lubang tersebut tertutup kotoran.

Debu, lumpur, daun kecil, atau kotoran lainnya bisa menumpuk di bagian bawah pintu dan menghambat aliran air.

Kalau air gak bisa keluar dengan baik, air bisa menggenang di dalam pintu.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan bagian logam di dalam pintu lebih mudah mengalami korosi atau karat.

Selain itu, air yang mengendap juga bisa menimbulkan bau lembap dan mengganggu komponen tertentu yang berada di dalam pintu.

Jangan ditutup atau disumbat

Karena ukurannya kecil, ada saja yang menganggap lubang tersebut perlu ditutup supaya air atau kotoran gak masuk.

Padahal justru sebaliknya.

Jangan menyumbat lubang pembuangan tersebut.

Lubang itu memang dibuat sebagai jalur keluarnya air.

Kalau terlihat kotor, cukup bersihkan secara perlahan supaya jalurnya kembali terbuka. Gak perlu menusuknya menggunakan benda tajam atau benda keras karena bisa merusak bagian di sekitar lubang.

Bisa dicek saat cuci mobil

Lubang pembuangan di bawah pintu termasuk bagian yang gampang diperiksa sendiri.

Saat mencuci mobil atau melakukan pemeriksaan sederhana, coba lihat bagian bawah setiap pintu.

Pastikan lubangnya gak tertutup lumpur atau kotoran.

Kalau setelah hujan atau mencuci mobil terdengar suara air seperti “kocak-kocak” dari dalam pintu ketika mobil bergerak, ada baiknya bagian tersebut diperiksa.

Bisa jadi ada air yang tertahan karena jalur pembuangannya gak bekerja dengan baik.

Kecil, tapi fungsinya penting

Jadi, kalau menemukan lubang kecil di bagian bawah pintu mobil, jangan buru-buru menganggapnya sebagai cacat atau bagian yang harus ditutup.

Lubang tersebut justru membantu menjaga supaya air gak menetap di dalam pintu.

Kelihatannya sepele, tapi kalau sampai tersumbat, bisa jadi masalah di kemudian hari.

Makanya, saat bersih-bersih mobil, bagian kecil seperti ini juga jangan sampai dilewatkan.

Continue Reading

Blog

Ternyata Ada Makna di Balik Logo Mobil di Setir

Published

on

By

Arcfox Alpha S5 interior mobil

Kalau diperhatikan, hampir semua mobil punya logo merek di bagian tengah setir.

Ada yang logonya besar, ada juga yang dibuat menyatu dengan desain setir. Sekilas, bagian ini memang terlihat seperti tempat yang pas untuk memajang identitas merek.

Tapi ternyata, bagian tengah setir bukan cuma tempat naruh logo.

Di balik area tersebut terdapat salah satu fitur keselamatan penting pada mobil, yaitu airbag pengemudi.

Di balik logo ada airbag

Pada mobil yang sudah dilengkapi airbag pengemudi, modul airbag biasanya ditempatkan di bagian tengah setir.

Ketika sensor mendeteksi kondisi tabrakan tertentu, sistem akan mengaktifkan airbag sehingga kantong udara mengembang dengan sangat cepat.

Airbag ini membantu memberikan perlindungan tambahan untuk pengemudi, terutama pada bagian kepala dan dada, saat terjadi kecelakaan.

Makanya, bagian tengah setir bukan area yang sebaiknya digunakan untuk memasang aksesori tambahan sembarangan.

Logo berada tepat di atas modul airbag

Nah, lalu kenapa logonya ada di situ?

Karena bagian tengah setir memang menjadi lokasi modul airbag. Logo biasanya ditempatkan pada penutup modul tersebut.

Jadi, ketika melihat logo merek di tengah setir, sebenarnya kita sedang melihat bagian luar dari area yang menyimpan perangkat keselamatan.

Itulah sebabnya desain bagian tengah setir dibuat dengan konstruksi tertentu supaya penutupnya bisa terbuka ketika airbag mengembang.

Interior Chery J6

Jangan asal pasang aksesori di setir

Karena ada airbag di baliknya, pengemudi sebaiknya gak sembarangan menambahkan aksesori pada bagian tengah setir.

Misalnya memasang emblem tambahan, hiasan keras, atau benda lain yang bisa mengganggu kerja penutup airbag.

Kalau airbag mengembang saat kecelakaan, benda yang dipasang di area tersebut justru berpotensi ikut terdorong dengan keras.

Selain itu, modifikasi pada setir juga bisa mengganggu sistem keselamatan kendaraan kalau dilakukan tanpa memperhatikan konstruksi aslinya.

Airbag bukan pengganti sabuk pengaman

Meski airbag ada di balik logo setir, bukan berarti fitur ini bisa menggantikan fungsi sabuk pengaman.

Keduanya bekerja sebagai sistem perlindungan yang saling melengkapi.

Sabuk pengaman membantu menahan tubuh agar tetap berada pada posisi yang tepat, sementara airbag memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi benturan.

Makanya, tetap gunakan sabuk pengaman meski mobil sudah punya banyak airbag.

Jadi, logo di tengah setir bukan cuma pajangan

Sekarang kalau melihat logo mobil di tengah setir, jangan cuma menganggapnya sebagai tempat untuk menunjukkan merek.

Di balik bagian tersebut ada perangkat yang dirancang untuk membantu melindungi pengemudi ketika terjadi kecelakaan.

Jadi, area kecil di tengah setir ternyata punya fungsi yang jauh lebih penting daripada sekadar tempat menaruh logo.

Dan satu hal yang perlu diingat: jangan jadikan area tersebut tempat memasang aksesori sembarangan.

Continue Reading

Blog

Dulu Hitam, Sekarang Putih, Ternyata Ini Alasan Pelat Nomor Berubah!

Published

on

By

Buat yang sudah lama berkendara, pasti masih ingat kalau pelat nomor kendaraan di Indonesia identik dengan warna hitam dengan tulisan putih.

Sekarang, jangan kaget kalau melihat mobil baru memakai pelat dengan dasar putih dan tulisan hitam.

Perubahan ini memang sudah diterapkan secara bertahap oleh Kepolisian. Tapi sebenarnya, apa alasan warna pelat nomor diganti dari hitam menjadi putih?

Ternyata, salah satu tujuan utamanya berkaitan dengan sistem tilang elektronik atau ETLE.

Pelat putih lebih mudah dibaca kamera

Pelat nomor kendaraan bukan cuma berfungsi sebagai identitas mobil atau motor.

Di era tilang elektronik, pelat juga harus bisa terbaca dengan jelas oleh kamera.

Nah, dasar putih dengan tulisan hitam dinilai lebih mudah dikenali oleh sistem kamera dibandingkan kombinasi dasar hitam dan tulisan putih.

Kamera ETLE bekerja dengan menangkap gambar kendaraan yang melintas, kemudian sistem membaca nomor registrasi pada pelat.

Dengan kombinasi putih dan hitam, karakter pada pelat bisa lebih mudah dibedakan oleh sistem pengenalan angka dan huruf.

Jadi, perubahan warna ini bukan sekadar supaya mobil terlihat lebih modern.

Bukan berarti semua kendaraan langsung pakai pelat putih

Meski sekarang kita makin sering melihat pelat putih, penerapannya gak berarti semua kendaraan di jalan langsung berganti bersamaan.

Penggunaan pelat putih berkaitan dengan penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) baru.

Artinya, kendaraan yang masih menggunakan pelat hitam gak otomatis harus mengganti pelat hanya karena sekarang sudah ada aturan pelat putih.

Penggantian biasanya mengikuti proses administrasi kendaraan, seperti saat kendaraan mendapatkan TNKB baru.

Makanya sampai sekarang kita masih bisa melihat mobil dengan pelat hitam dan putih bersamaan di jalan.

Tulisan di pelatnya tetap hitam

Kalau dilihat sekilas, perubahan paling gampang memang ada pada warna dasarnya.

Dulu:

Dasar hitam + tulisan putih

Sekarang:

Dasar putih + tulisan hitam

Nomor registrasinya sendiri tetap menjadi identitas kendaraan. Jadi, bukan berarti nomor kendaraan berubah hanya karena warna pelatnya berubah.

tilang etle

Ada hubungannya dengan kamera ETLE

Penggunaan pelat putih juga berkaitan dengan kebutuhan identifikasi kendaraan dalam sistem elektronik.

Dengan kamera yang semakin banyak digunakan untuk memantau lalu lintas, nomor kendaraan harus bisa terbaca dengan cepat dan akurat.

Pelat dengan dasar putih dan tulisan hitam memberikan kontras yang lebih sesuai untuk kebutuhan tersebut.

Sederhananya, kalau kamera harus membaca ribuan kendaraan yang lewat, tentu semakin mudah nomor pelat dikenali, semakin membantu sistem bekerja.

Jadi, pelat hitam sudah gak boleh?

Bukan begitu.

Pelat hitam yang masih terpasang pada kendaraan bukan berarti otomatis ilegal hanya karena sekarang ada pelat putih.

Keduanya masih bisa kita temui karena penerapan pelat putih dilakukan secara bertahap sesuai penerbitan TNKB.

Jadi, kalau mobil di rumah masih menggunakan pelat hitam, gak perlu buru-buru menggantinya sendiri hanya karena melihat mobil baru sudah memakai pelat putih.

Yang penting, pelat yang digunakan merupakan TNKB resmi dan sesuai dengan data kendaraan.

Bukan cuma soal warna

Kalau dipikir-pikir, perubahan dari hitam ke putih memang kelihatannya sepele.

Tapi di baliknya ada perubahan cara sistem lalu lintas bekerja. Dulu pelat nomor terutama kita kenal sebagai identitas kendaraan yang dibaca manusia.

Sekarang, pelat juga harus bisa dibaca kamera dan sistem elektronik.

Jadi, lain kali melihat mobil dengan pelat putih, bukan berarti cuma sedang melihat model pelat yang lebih baru.

Warna putih tersebut merupakan bagian dari upaya menyesuaikan identitas kendaraan dengan sistem lalu lintas yang semakin banyak menggunakan teknologi.

Continue Reading

Trending