Connect with us

News

Jetour T2 Akhirnya Mendarat di GJAW 2025

Published

on

Buat yang sudah nunggu dan sering mantau lewat teaser, Jetour T2 akhirnya resmi meluncur di Indonesia lewat pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Mobil ini langsung diposisikan sebagai “Rugged Adventure SUV” buat para petualang modern.

Model ini dibawa masuk ke pasar nasional dengan harga Rp 568.000.000, lengkap dengan desain yang berkarakter, teknologi global, dan performa yang dirancang untuk segala kondisi.

“Pengumuman harga Jetour T2 di GJAW 2025 menandai babak baru perjalanan kami di Indonesia. Jetour T2 kami hadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia mulai dari ketangguhan off-road, desain modern hingga kenyamanan kabin yang berkelas. Jetour T2 juga merepresentasikan esensi Travel+ dalam setiap perjalanan yang menawarkan kebebasan, petualangan, dan pengalaman berkendara yang lebih bermakna,” kata Peter Zhang, President Director PT Jetour Sales Indonesia.

Jetour sebenarnya menjual T2 di harga Rp 588.000.000 (on the road Jabodetabek). Tapi sebagai bentuk apresiasi, mereka memberikan early adventure benefits untuk 500 konsumen pertama yang bisa membawa pulang mobil ini dengan harga eksklusif Rp 568.000.000.

Buat yang pesan lewat Blibli, ada bonus tambahan nih! 150 konsumen pertama akan menerima aksesori gratis berupa Car Side Ladder dan Side Hanging Storage Box senilai Rp 15 juta.

Perlindungan pascajual juga cukup menggoda, mulai dari garansi enam tahun tanpa batas kilometer untuk kendaraan dan mesin, plus free maintenance tiga tahun atau 45.000 km yang mencakup suku cadang dan jasa servis.

Sisi eksterior Jetour T2 tampil gagah dengan siluet boxy yang ikonik, dipadukan desain modern yang tetap fungsional. Dimensi panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan wheelbase 2.800 mm memberikan kesan proporsional dan siap menjelajah.

Craftsmanship-nya terlihat dari grille depan yang khas, desain velg yang unik, hingga garis tegas yang memperkuat karakter mobilnya. Sistem pencahayaan futuristik pun melengkapi tampilan yang percaya diri, baik di jalur kota maupun medan bebatuan.

Konstruksi Hardtop Cage Body dengan 80 persen high-strength steel dan torsional stiffness 31.000 Nm membuat strukturnya lebih kokoh. Atapnya juga dirancang kuat, mampu menahan beban dinamis 150 kg dan beban statis 300 kg, terbaik di kelasnya, sehingga sangat ideal untuk penggunaan rooftop tent atau perlengkapan overlanding.

Jetour T2 semakin menarik dengan pilihan lima warna. Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Grey, dan Electroplated Green. Dua warna terakhir membawa sentuhan lebih premium dan dikenai tambahan Rp 10 juta sebagai bagian dari early adventure benefits. Secara global, reputasi T2 sudah terbukti dengan total penjualan lebih dari 400.000 unit di seluruh dunia.

Berbicara performa, Jetour T2 dibekali mesin Kunpeng Power 2.0 TGDI yang menghasilkan tenaga 245 PS dan torsi 375 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi Magna 7DCT generasi terbaru, didukung teknologi BorgWarner 6th Generation 4WD, Intelligent Torque Management, dan Intelligent Limited-Slip Differential.

Enam mode berkendara, Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, dan Sport, memungkinkan pengemudi menyesuaikan gaya berkendara sesuai kondisi jalan.

Untuk medan yang lebih menantang, T2 punya All-Terrain Offroad Assist Mode yang menggabungkan Crawl Mode dan Hill Descent Control, membuat SUV ini tetap stabil di kecepatan rendah dan aman saat menuruni lereng.

Tak hanya disukai off-road enthusiast, fitur ini juga membantu pemula dan pengemudi wanita agar lebih percaya diri menaklukkan trek berbatu atau tanah.

Masuk ke kabin, suasana langsung terasa modern dan premium lewat kursi suede first-class dan pendingin udara dual-zone lengkap dengan auto-defogging.

Kedap kabinnya bahkan disebut setara NVH library-level silence. Ruang untuk duduk pun sangat lega, dengan headroom depan 948 mm, headroom belakang 941 mm, dan legroom belakang 914 mm.

Total ada lebih dari 50 ruang penyimpanan, serta dukungan 50W wireless charging yang memudahkan penggunaan perangkat.

Fitur digitalnya meliputi rugged D-shaped steering wheel, panel instrumen 10.25 inci, dan layar sentuh besar 15.6 inci dengan chipset Snapdragon 8155 yang mendukung Apple CarPlay serta Android Auto secara nirkabel.

Pengalaman hiburan semakin lengkap dengan kehadiran 12 speaker premium dari Sony, sementara panoramic skyroof berukuran 65 inci yang bisa dibuka lewat tombol atau voice command.

Untuk keselamatan, Jetour T2 mengandalkan sistem Bosch 5 + 3 ADAS generasi terbaru, yang menghadirkan deteksi lebih jauh serta pengenalan objek yang lebih akurat.

Fitur penting seperti Adaptive Cruise Control, Autonomous Emergency Braking, Lane Keeping Assist, Traffic Jam Assist, Blind Spot Detection, hingga enam airbag memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman di berbagai kondisi.

Jetour T2 dirancang untuk fleksibel digunakan dalam berbagai skenario. Bagi pengguna urban, SUV ini menawarkan kenyamanan dan kepraktisan untuk mobilitas sehari-hari hingga perjalanan keluarga.

Sementara untuk mereka yang gemar menjelajah, T2 siap diajak masuk jalur tanah, kerikil, atau medan ringan yang kerap ditemui saat aktivitas outdoor.

Dengan kemampuannya, T2 bukan sekadar moda transportasi, tapi partner petualangan yang membuat perjalanan terasa lebih bermakna.

Jadi gimana, sudah siap SPK Jetour T2 di GJAW 2025?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Karpet Mobil Bisa Senyaman Ini? Trapo Classic V Resmi Meluncur

Published

on

By

Pasar aksesori mobil makin ramai dengan hadirnya produk-produk yang bukan cuma fokus ke tampilan, tapi juga kenyamanan dan fungsi harian. Salah satunya datang dari Trapo Indonesia yang baru saja meluncurkan karpet mobil premium terbaru mereka, Trapo Classic V.

Peluncuran produk ini digelar di showroom Trapo PIK 2, Tangerang, sekaligus memperkenalkan wajah baru mereka, Roro.

Secara konsep, Trapo Classic V memang dibuat buat pengguna mobil yang pengin kabinnya tetap nyaman, rapi, tapi juga praktis dipakai harian. Karpet ini pakai material EVA foam premium grade yang diklaim lebih empuk, ringan, tapi tetap tahan lama.

Menariknya lagi, Trapo juga menyematkan teknologi Anti-Slip RealGrip™ 2.0 supaya karpet tidak gampang geser saat dipakai. Jadi lebih aman, terutama buat area kaki pengemudi.

Belum cukup sampai situ, ada juga lapisan tambahan bernama CloudFlex™ Comfort Layer yang bikin pijakan kaki terasa lebih nyaman. Buat yang sering nyetir jauh atau terjebak macet, detail kecil seperti ini biasanya cukup terasa bedanya.

Bukan cuma jual fitur, Trapo juga cukup pede soal kualitas produknya. Sebab, Trapo Classic V dibekali garansi sampai 4 tahun.

Artinya, konsumen mendapat perlindungan lebih panjang untuk kerusakan akibat masalah produksi.

Selain itu, Trapo juga menyediakan layanan instalasi gratis, baik langsung di showroom maupun lewat home service untuk area Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. Jadi konsumen tinggal duduk manis tanpa perlu repot pasang sendiri.

Layanan after sales juga jadi salah satu yang mereka tonjolkan. Konsumen bisa datang ke jaringan showroom atau menggunakan layanan home service untuk perawatan maupun kebutuhan lain terkait produk.

“Dengan Trapo® Classic V dan komitmen kami terhadap kualitas dan layanan, kami ingin memastikan bahwa setiap konsumen mendapatkan produk terbaik serta pelayanan yang dapat diandalkan. Ke depannya, kami akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dan kenyamanan pelanggan,” ujar Meita Feriana.

Buat yang penasaran, Trapo Classic V sudah bisa didapatkan lewat showroom resmi maupun marketplace online mereka.

Continue Reading

News

Honda Lebih Pilih Hybrid daripada EV, Ini Alasannya

Published

on

By

Honda lagi mengubah strategi besarnya buat pasar global. Kalau sebelumnya gencar ngomongin mobil listrik alias EV, sekarang pabrikan Jepang itu justru mulai fokus serius ke teknologi hybrid.

Perubahan arah ini kabarnya dipicu karena beberapa proyek mobil listrik Honda sebelumnya batal dan bikin perusahaan rugi besar. Nah, sebagai gantinya Honda sekarang siap meluncurkan banyak mobil hybrid baru dalam beberapa tahun ke depan.

Bahkan, Honda sudah memperlihatkan dua mobil konsep terbaru yang diduga kuat jadi calon generasi anyar Honda Accord dan Acura RDX.

Salah satunya adalah Honda Hybrid Sedan Prototype. Bentuknya sedan fastback lima pintu dengan desain lebih modern, lampu LED tipis, dan tampang depan yang mirip konsep Civic generasi baru.

Sementara satu lagi adalah Acura Hybrid SUV Prototype yang diyakini bakal jadi penerus Acura RDX. SUV ini tampil lebih sporty dengan bodi berotot, bumper agresif, dan lampu belakang berbentuk V.

Honda bilang kedua mobil tersebut bakal masuk jalur produksi dalam dua tahun ke depan.

Hybrid Jadi Senjata Utama Honda

Mulai 2027 nanti, Honda bakal memakai platform hybrid generasi terbaru untuk banyak model globalnya.

Targetnya cukup ambisius, biaya produksi mau dipangkas sampai 30 persen dan konsumsi BBM dibuat lebih irit lebih dari 10 persen dibanding model tahun 2023.

Honda juga lagi menyiapkan sistem penggerak AWD elektrik baru plus teknologi ADAS generasi terbaru yang dijadwalkan hadir mulai 2028.

Menariknya, Honda sekarang justru mengalokasikan investasi paling besar untuk mesin bensin dan hybrid, bukan EV murni.

Dari total investasi 6,2 triliun yen sampai 2029, sekitar 4,4 triliun yen bakal dipakai untuk pengembangan mobil bensin dan hybrid. Sementara buat mobil listrik murni, Honda cuma menyiapkan sekitar 0,8 triliun yen.

Gara-gara Rugi Besar?

Arah baru Honda ini bukan tanpa alasan.

Pabrikan tersebut baru saja mencatat kerugian tahunan pertama sejak 1957. Nilainya mencapai 423,9 miliar yen. Kerugian itu sebagian besar datang dari restrukturisasi dan pembatalan proyek mobil listrik yang nilainya tembus 1,57 triliun yen.

Meski begitu, Honda tetap optimistis bisa bangkit lagi dalam beberapa tahun ke depan.

Pasar Amerika Jadi Fokus

Honda juga menegaskan kalau Amerika Utara bakal jadi salah satu pasar utama untuk mobil hybrid mereka.

Pabrik Honda di Ohio nantinya bakal dialihkan untuk memproduksi mobil bensin dan hybrid. Bahkan seluruh pabrik Honda di Amerika Serikat juga bakal disiapkan supaya bisa memproduksi kendaraan hybrid.

Bukan cuma itu, kerja sama Honda dengan LG Energy Solution juga bakal diubah. Sebagian produksi baterai EV nantinya dialihkan buat baterai hybrid demi mengatasi masalah pasokan dan tarif.

Jepang, India, dan China Punya Strategi Berbeda

Di Jepang, Honda bakal fokus ke kei car listrik termasuk calon N-Box EV yang dijadwalkan meluncur tahun 2028. Kalau di India, Honda tetap fokus ke mobil kompak dan motor karena pasar roda dua di sana masih besar banget.

Sementara untuk China, Honda bakal kerja sama lebih dekat dengan partner lokal buat mengembangkan mobil elektrifikasi yang sesuai pasar setempat.

Yang paling menarik, Honda juga memberi sinyal kalau mereka tidak mau jalan sendiri buat bikin platform EV generasi berikutnya. Jadi kemungkinan besar bakal menggandeng partner lain setelah 2030 nanti.

Continue Reading

News

Wuling Eksion Siap Masuk ke Garasi Konsumen

Published

on

By

Wuling Eksion siap masuk garasi konsumen! Akhirnya Wuling mulai ngirim Eksion ke konsumen Indonesia. Seremoni handover SUV 7-seater terbaru ini digelar di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Sabtu (9/5/2026).

Di acara ini, ada 25 konsumen yang jadi penerima pertama Wuling Eksion. Momen ini juga jadi tanda kalau SUV terbaru Wuling tersebut resmi mulai wara-wiri di jalanan Indonesia setelah debut pada 22 April lalu.

“Sejak diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, Wuling Eksion mendapatkan respon yang sangat positif dan pada hari ini Wuling secara resmi melaksanakan handover Wuling Eksion kepada pelanggan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Eksion. Kami berharap Wuling Eksion dapat menjadi bagian dari perjalanan baru bersama keluarga Indonesia,” kata Kharismawan Awangga, Sales Director Wuling Motors.

Respons pasar buat Wuling Eksion ternyata lumayan kencang. Wuling bilang, mobil ini sudah kantongi lebih dari 1.000 SPK sejak pertama kali dikenalkan ke publik.

Menariknya lagi, salah satu pemesan Eksion datang dari pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri. Pesepak bola tersebut memilih varian Plug-in Hybrid atau PHEV.

Setelah peluncuran nasional, Wuling juga langsung roadshow ke beberapa kota buat ngenalin Eksion lebih dekat ke masyarakat. Sejauh ini regional launch sudah digelar di Bali, Batam, Bandung, dan Tangerang. Selanjutnya mobil ini bakal mampir ke Bekasi, Medan, Makassar, Semarang, sampai Surabaya.

Eksion sendiri hadir dalam pilihan EV dan Plug-in Hybrid. SUV keluarga ini dibangun pakai platform terbaru Wonder Flexible Modular System (WFMS) yang memang dirancang khusus buat kendaraan elektrifikasi.

Buat versi Plug-in Hybrid, Wuling nyematkan LING Power Hybrid System yang diklaim bisa kasih performa halus tapi tetap irit bahan bakar. Ada juga fitur LING OS buat konektivitas pintar dan MAGIC Battery Pro untuk keamanan baterai.

Soal tampilan, desain Eksion dibuat cukup modern dengan gaya SUV yang terlihat tegas dan bongsor. Kabinnya juga lega buat isi tujuh orang penumpang.

Fitur kenyamanannya lumayan lengkap. Ada panoramic sunroof sampai bagasi besar yang kapasitasnya bisa tembus 1.788 liter.

Untuk daya jelajah, varian EV diklaim bisa jalan sampai 530 km dalam sekali cas berdasarkan standar CLTC. Sementara versi Plug-in Hybrid total jarak tempuhnya bisa lebih dari 1.000 km.

Wuling juga sudah nyematkan fitur ADAS Level 2 buat nambah keamanan selama perjalanan.

Buat yang tertarik, Wuling masih kasih program Early Bird untuk 2.000 konsumen pertama. Benefitnya berupa gratis biaya perawatan berkala untuk varian EV dan PHEV sesuai syarat dan ketentuan berlaku.

Selain itu ada juga Lifetime Warranty untuk komponen inti kendaraan elektrifikasi, baik buat model EV maupun Plug-in Hybrid.

Continue Reading

Trending