Connect with us

Blog

Mobil Sering Dipakai Macet, Kapan Wajib Servis?

Published

on

Banyak pemilik mobil masih berpatokan pada angka di odometer untuk menentukan jadwal servis. Selama kilometernya belum sampai batas servis berkala, kendaraan dianggap masih aman dipakai.

Padahal, mobil yang setiap hari dipakai menghadapi kemacetan punya kondisi kerja yang berbeda dibanding mobil yang lebih sering melaju di jalan bebas hambatan. Mesinnya memang tidak menempuh jarak jauh, tapi justru bekerja lebih lama karena sering berhenti dan berjalan secara berulang atau stop and go.

Terus, mobil yang sering dipakai di jalan macet memang harus diservis lebih cepat? Jawabannya, bisa iya.

Saat terjebak macet, mesin mobil tetap menyala walaupun kendaraan nyaris gak bergerak. Artinya, oli mesin tetap bekerja melumasi komponen, kipas pendingin terus berputar menjaga suhu mesin, dan sistem transmisi maupun rem juga lebih sering digunakan.

Kondisi seperti ini membuat beberapa komponen mengalami beban kerja lebih berat dibanding saat mobil melaju dengan kecepatan stabil.

Makanya, jangan hanya melihat angka kilometer. Perhatikan juga lamanya penggunaan mobil setiap hari.

Jangan Cuma Patok Kilometer

Sebagian besar pabrikan menyarankan servis berkala setiap 10.000 kilometer atau enam bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

Artinya, meski odometer baru menunjukkan 6.000 atau 7.000 kilometer, tetapi sudah lebih dari enam bulan sejak servis terakhir, mobil tetap sebaiknya dibawa ke bengkel.

Apalagi kalau setiap hari digunakan di tengah kemacetan dengan durasi perjalanan yang cukup lama.

Oli Bisa Lebih Cepat Menurun

Salah satu komponen yang paling terdampak saat mobil sering menghadapi kemacetan adalah oli mesin.

Ketika mesin terus hidup dalam waktu lama, oli akan terus bersirkulasi untuk melumasi berbagai komponen. Seiring waktu, kualitas pelumas bisa menurun sehingga kemampuannya dalam melindungi mesin juga berkurang.

Kalau dibiarkan terlalu lama, gesekan antar komponen mesin bisa meningkat dan berpotensi mempercepat keausan.

Servis mobil berkala wajib dilakukan

Rem dan Ban Juga Bekerja Lebih Keras

Kondisi stop and go membuat pengemudi lebih sering menginjak pedal rem dan kembali berakselerasi.

Akibatnya, kampas rem bisa lebih cepat aus dibanding mobil yang lebih sering digunakan di jalan tol. Ban juga mengalami beban lebih besar karena proses pengereman dan akselerasi yang berulang.

Karena itu, saat servis berkala sebaiknya minta teknisi memeriksa ketebalan kampas rem, kondisi ban, serta tekanan anginnya.

Jangan Abaikan Cairan dan Filter

Selain oli mesin, beberapa komponen lain juga perlu diperhatikan, seperti cairan pendingin, minyak rem, filter udara, hingga filter kabin.

Mobil yang sering dipakai di lingkungan perkotaan umumnya lebih banyak terpapar debu dan polusi. Akibatnya, filter udara maupun filter kabin bisa lebih cepat kotor sehingga perlu dicek secara berkala.

Sesuaikan dengan Pola Pemakaian

Pada akhirnya, jadwal servis gak bisa disamakan untuk semua mobil. Kendaraan yang setiap hari dipakai menghadapi kemacetan tentu memiliki beban kerja berbeda dibanding mobil yang lebih sering digunakan untuk perjalanan luar kota.

Kalau mobil lebih banyak dipakai di kondisi stop and go, jangan ragu mengikuti jadwal servis berdasarkan waktu, bukan hanya kilometer. Dengan perawatan yang rutin, performa mobil tetap terjaga dan risiko kerusakan yang lebih besar di kemudian hari juga bisa diminimalkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Tulisan Ambulans Kok Terbalik? Ternyata Ini Alasannya!

Published

on

By

Pernah lagi di jalan, terus melihat mobil ambulans lewat dan menyadari kalau tulisan di bagian depannya malah terbalik? Bukannya Ambulance, huruf-hurufnya justru terlihat seperti ditulis dari arah yang salah.

Tenang, bukan karena petugasnya keliru memasang stiker. Ada alasan praktis di balik desain yang satu ini.

Tulisan Ambulance di bagian depan mobil sengaja dibuat terbalik secara horizontal supaya bisa dibaca dengan normal lewat kaca spion.

Jadi, saat ambulans mendekat dari belakang, pengendara di depannya bisa melihat tulisan tersebut melalui kaca spion tengah atau samping. Karena pantulan cermin membalik arah tulisan, tulisan yang awalnya terbalik justru terlihat normal.

Dengan begitu, pengendara bisa lebih cepat mengenali ambulans yang sedang mendekat dan memperhatikan kondisi di sekitarnya.

Kenapa Harus Dibuat Terbalik?

Coba bayangkan kalau tulisan Ambulance di bagian depan ditulis seperti biasa. Saat pengendara melihatnya lewat kaca spion, tulisan itu justru akan terlihat terbalik sehingga lebih sulit dibaca secara spontan.

Nah, dengan membalik tulisan sejak awal, masalah tersebut bisa diatasi. Pengendara gak perlu menerka-nerka tulisan yang terlihat di spion.

Cara ini memanfaatkan prinsip pantulan cermin. Tulisan yang dibalik secara horizontal akan terlihat normal ketika dipantulkan oleh kaca spion.

Kenapa Tulisan di Belakang Gak Ikut Terbalik?

Kalau diperhatikan, tulisan Ambulans di bagian depan biasanya terbalik, sedangkan tulisan di bagian samping atau belakang umumnya ditulis normal.

Alasannya sederhana, arah pandang orang yang melihatnya berbeda.

Tulisan di depan ditujukan agar lebih mudah dibaca pengendara yang berada di depan ambulans melalui kaca spion. Sementara itu, tulisan di samping dan belakang bisa dibaca langsung oleh pengguna jalan dari arah tersebut.

Jadi, gak semua tulisan pada bodi ambulans perlu dibuat terbalik.

Biar Pengendara Lebih Sigap Memberi Jalan

Tulisan terbalik ini bukan sekadar ciri khas ambulans. Desain tersebut membantu pengendara mengenali kendaraan darurat dari pantulan kaca spion.

Meski begitu, tulisan saja tentu gak cukup. Lampu isyarat dan sirene juga membantu memberi tahu pengguna jalan bahwa ambulans sedang bertugas.

Kalau bertemu ambulans yang menggunakan isyarat darurat, pengendara perlu memperhatikan situasi lalu lintas dan memberi jalan jika aman dilakukan. Jangan sampai niat memberi jalan malah bikin pengendara lain mengerem mendadak atau memicu kecelakaan.

Jadi, sekarang kalau melihat tulisan Ambulance yang terbalik di bagian depan, gak perlu bingung lagi. Bukan salah cetak, melainkan supaya lebih mudah dibaca lewat kaca spion.

Continue Reading

Blog

Ada Lubang Kecil di Bawah Pintu, Jangan Ditutup

Published

on

By

Pernah lihat ada beberapa lubang kecil di bagian bawah pintu mobil?

Ukurannya memang kecil dan letaknya juga gak terlalu kelihatan. Karena itu, gak sedikit yang mungkin mengira lubang tersebut cuma bagian dari desain atau bahkan lubang yang gak sengaja dibuat.

Padahal, lubang kecil itu punya fungsi penting.

Namanya drain hole atau lubang pembuangan. Tugasnya adalah membantu mengeluarkan air yang masuk dan mengendap di dalam pintu mobil.

Air ternyata bisa masuk ke dalam pintu

Pintu mobil memang dirancang supaya bagian dalamnya terlindungi dari air. Tapi bukan berarti air sama sekali gak bisa masuk.

Saat hujan atau ketika mobil dicuci, sebagian air bisa melewati celah di sekitar kaca dan masuk ke bagian dalam pintu.

Tenang, kondisi tersebut memang sudah diperhitungkan oleh pabrikan.

Air yang masuk kemudian diarahkan ke bagian bawah pintu dan dikeluarkan melalui lubang kecil tersebut.

Makanya, lubang itu memang sengaja dibuat.

Kalau lubangnya tersumbat, apa yang terjadi?

Masalah bisa muncul kalau lubang tersebut tertutup kotoran.

Debu, lumpur, daun kecil, atau kotoran lainnya bisa menumpuk di bagian bawah pintu dan menghambat aliran air.

Kalau air gak bisa keluar dengan baik, air bisa menggenang di dalam pintu.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan bagian logam di dalam pintu lebih mudah mengalami korosi atau karat.

Selain itu, air yang mengendap juga bisa menimbulkan bau lembap dan mengganggu komponen tertentu yang berada di dalam pintu.

Jangan ditutup atau disumbat

Karena ukurannya kecil, ada saja yang menganggap lubang tersebut perlu ditutup supaya air atau kotoran gak masuk.

Padahal justru sebaliknya.

Jangan menyumbat lubang pembuangan tersebut.

Lubang itu memang dibuat sebagai jalur keluarnya air.

Kalau terlihat kotor, cukup bersihkan secara perlahan supaya jalurnya kembali terbuka. Gak perlu menusuknya menggunakan benda tajam atau benda keras karena bisa merusak bagian di sekitar lubang.

Bisa dicek saat cuci mobil

Lubang pembuangan di bawah pintu termasuk bagian yang gampang diperiksa sendiri.

Saat mencuci mobil atau melakukan pemeriksaan sederhana, coba lihat bagian bawah setiap pintu.

Pastikan lubangnya gak tertutup lumpur atau kotoran.

Kalau setelah hujan atau mencuci mobil terdengar suara air seperti “kocak-kocak” dari dalam pintu ketika mobil bergerak, ada baiknya bagian tersebut diperiksa.

Bisa jadi ada air yang tertahan karena jalur pembuangannya gak bekerja dengan baik.

Kecil, tapi fungsinya penting

Jadi, kalau menemukan lubang kecil di bagian bawah pintu mobil, jangan buru-buru menganggapnya sebagai cacat atau bagian yang harus ditutup.

Lubang tersebut justru membantu menjaga supaya air gak menetap di dalam pintu.

Kelihatannya sepele, tapi kalau sampai tersumbat, bisa jadi masalah di kemudian hari.

Makanya, saat bersih-bersih mobil, bagian kecil seperti ini juga jangan sampai dilewatkan.

Continue Reading

Blog

Ternyata Ada Makna di Balik Logo Mobil di Setir

Published

on

By

Arcfox Alpha S5 interior mobil

Kalau diperhatikan, hampir semua mobil punya logo merek di bagian tengah setir.

Ada yang logonya besar, ada juga yang dibuat menyatu dengan desain setir. Sekilas, bagian ini memang terlihat seperti tempat yang pas untuk memajang identitas merek.

Tapi ternyata, bagian tengah setir bukan cuma tempat naruh logo.

Di balik area tersebut terdapat salah satu fitur keselamatan penting pada mobil, yaitu airbag pengemudi.

Di balik logo ada airbag

Pada mobil yang sudah dilengkapi airbag pengemudi, modul airbag biasanya ditempatkan di bagian tengah setir.

Ketika sensor mendeteksi kondisi tabrakan tertentu, sistem akan mengaktifkan airbag sehingga kantong udara mengembang dengan sangat cepat.

Airbag ini membantu memberikan perlindungan tambahan untuk pengemudi, terutama pada bagian kepala dan dada, saat terjadi kecelakaan.

Makanya, bagian tengah setir bukan area yang sebaiknya digunakan untuk memasang aksesori tambahan sembarangan.

Logo berada tepat di atas modul airbag

Nah, lalu kenapa logonya ada di situ?

Karena bagian tengah setir memang menjadi lokasi modul airbag. Logo biasanya ditempatkan pada penutup modul tersebut.

Jadi, ketika melihat logo merek di tengah setir, sebenarnya kita sedang melihat bagian luar dari area yang menyimpan perangkat keselamatan.

Itulah sebabnya desain bagian tengah setir dibuat dengan konstruksi tertentu supaya penutupnya bisa terbuka ketika airbag mengembang.

Interior Chery J6

Jangan asal pasang aksesori di setir

Karena ada airbag di baliknya, pengemudi sebaiknya gak sembarangan menambahkan aksesori pada bagian tengah setir.

Misalnya memasang emblem tambahan, hiasan keras, atau benda lain yang bisa mengganggu kerja penutup airbag.

Kalau airbag mengembang saat kecelakaan, benda yang dipasang di area tersebut justru berpotensi ikut terdorong dengan keras.

Selain itu, modifikasi pada setir juga bisa mengganggu sistem keselamatan kendaraan kalau dilakukan tanpa memperhatikan konstruksi aslinya.

Airbag bukan pengganti sabuk pengaman

Meski airbag ada di balik logo setir, bukan berarti fitur ini bisa menggantikan fungsi sabuk pengaman.

Keduanya bekerja sebagai sistem perlindungan yang saling melengkapi.

Sabuk pengaman membantu menahan tubuh agar tetap berada pada posisi yang tepat, sementara airbag memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi benturan.

Makanya, tetap gunakan sabuk pengaman meski mobil sudah punya banyak airbag.

Jadi, logo di tengah setir bukan cuma pajangan

Sekarang kalau melihat logo mobil di tengah setir, jangan cuma menganggapnya sebagai tempat untuk menunjukkan merek.

Di balik bagian tersebut ada perangkat yang dirancang untuk membantu melindungi pengemudi ketika terjadi kecelakaan.

Jadi, area kecil di tengah setir ternyata punya fungsi yang jauh lebih penting daripada sekadar tempat menaruh logo.

Dan satu hal yang perlu diingat: jangan jadikan area tersebut tempat memasang aksesori sembarangan.

Continue Reading

Trending