Connect with us

Blog

Bukan Karena Rusak, Banyak Orang Jual Mobil Demi Naik Kelas

Published

on

Pernah lihat mobil bekas yang kondisinya masih mulus, kilometer rendah, bahkan usia pakainya belum terlalu lama, tapi sudah masuk pasar jual beli?

Banyak orang mungkin langsung berpikir, mobil tersebut dijual karena ada masalah. Padahal, kenyataannya gak gitu.

Banyak pemilik mobil memilih melepas kendaraannya bukan karena sudah rusak atau sering masuk bengkel, melainkan karena ingin naik kelas ke mobil yang lebih baru dengan fitur yang lebih lengkap.

Hal ini juga terlihat dari studi OLX Autos Indonesia Consumer Profile 2021. Dalam riset tersebut, alasan terbesar konsumen membeli mobil bekas adalah untuk upgrade ke mobil yang lebih baru, dengan persentase mencapai 34 persen.

Artinya, mobil bekas yang beredar di pasaran tidak selalu berasal dari kendaraan yang sudah bermasalah. Sebagian justru berasal dari mobil yang masih layak pakai, tetapi pemiliknya ingin mengganti dengan model yang lebih sesuai kebutuhan.

Fitur Baru Jadi Alasan Banyak Orang Ganti Mobil

Perkembangan teknologi otomotif yang semakin cepat membuat banyak orang mulai tertarik mengganti mobil meski kendaraan lamanya masih bisa digunakan.

Dulu, alasan utama mengganti mobil mungkin karena mesin sudah mulai bermasalah atau biaya perawatan semakin tinggi.

Sekarang, faktor kenyamanan dan teknologi juga punya pengaruh besar.

Misalnya, mobil keluaran terbaru menawarkan fitur yang sebelumnya hanya tersedia di kendaraan premium, seperti kamera 360 derajat, sistem bantuan berkendara ADAS, konektivitas smartphone, hingga teknologi elektrifikasi seperti hybrid dan mobil listrik.

Buat sebagian orang, punya mobil dengan fitur lebih modern bisa menjadi alasan kuat untuk melakukan upgrade.

Kebutuhan Hidup Ikut Mengubah Pilihan Mobil

Selain teknologi, perubahan kondisi hidup juga sering membuat seseorang mengganti kendaraan.

Contohnya, saat masih lajang seseorang mungkin merasa cukup dengan mobil kecil yang irit bahan bakar. Tapi saat sudah berkeluarga, kebutuhan berubah dan mobil dengan kabin lebih luas seperti MPV atau SUV mulai dilirik.

Begitu juga dengan orang yang sebelumnya sering bepergian jauh. Mereka mungkin mencari mobil dengan kenyamanan lebih baik, fitur keselamatan lebih lengkap, atau konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Jadi, bukan berarti mobil lama sudah gak bagus. Tapi, kebutuhan pemiliknya sudah berubah.

Fenomena Ini Bikin Pasar Mobil Bekas Semakin Menarik

Banyaknya orang yang melakukan upgrade juga membuat pilihan mobil bekas semakin beragam.

Gak sedikit kendaraan dengan usia muda dan kondisi masih prima yang masuk ke pasar karena pemiliknya ingin mengganti model terbaru.

Tapi, calon pembeli tetap perlu melakukan pengecekan sebelum membeli. Riwayat servis, kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, hingga kelengkapan dokumen tetap harus diperhatikan.

Pada akhirnya, keputusan mengganti mobil bukan cuma soal kendaraan masih bagus atau gak. Bagi sebagian orang, mobil adalah bagian dari kebutuhan yang terus berubah.

Jadi, kalau menemukan mobil bekas yang masih terlihat segar di pasaran, belum tentu pemilik sebelumnya menjual karena ada masalah. Bisa jadi, mereka hanya ingin upgrade ke mobil yang lebih baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Kenapa Pedal Gas di Kanan dan Rem di Tengah?

Published

on

By

Buat yang sering nyetir mobil, posisi pedal gas di kanan dan rem di sebelah kirinya mungkin sudah terasa biasa. Tinggal injak gas buat jalan, lalu pindahkan kaki ke rem saat perlu mengurangi kecepatan.

Namun, pernah kepikiran gak kenapa susunan pedal mobil dibuat seperti itu? Kenapa pedal gas gak ditaruh di kiri, sementara rem di kanan?

Ternyata, posisi pedal bukan asal pasang. Susunannya mempertimbangkan kemudahan pengoperasian, kebiasaan pengemudi, dan keselamatan saat berkendara.

Pedal Gas di Kanan, Rem di Sebelahnya

Pada mobil yang umum digunakan saat ini, pedal gas berada di sisi paling kanan. Sementara itu, pedal rem ditempatkan di sebelah kirinya.

Keduanya dibuat berdekatan supaya pengemudi bisa memindahkan kaki kanan dari pedal gas ke rem dengan cepat saat dibutuhkan.

Ketika mobil melaju, kaki kanan digunakan untuk mengatur kecepatan lewat pedal gas. Saat harus mengurangi kecepatan atau berhenti, kaki tersebut dipindahkan ke pedal rem.

Penempatan seperti ini membuat pengemudi gak perlu memindahkan kaki terlalu jauh untuk beralih dari akselerasi ke pengereman.

Kenapa Gak Pakai Kaki Kiri untuk Rem?

Pada mobil manual, kaki kiri punya tugas tersendiri, yaitu mengoperasikan pedal kopling. Karena itu, kaki kanan digunakan untuk pedal gas dan rem.

Sementara pada mobil matik, gak ada pedal kopling yang perlu diinjak. Meski begitu, pengemudi umumnya tetap menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan gas dan rem, sedangkan kaki kiri beristirahat di area pijakan kaki.

Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko kedua pedal diinjak bersamaan secara tidak sengaja. Menggunakan kaki kiri untuk mengerem saat kaki kanan masih menginjak gas juga bisa membuat pengoperasian pedal kurang konsisten, terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa.

Karena itu, pengemudi mobil matik tetap dianjurkan menggunakan kaki kanan untuk gas dan rem, bukan membagi tugas kedua pedal ke kaki yang berbeda.

Terus, Kenapa Pedal Rem Mobil Manual Ada di Tengah?

Kalau diperhatikan, mobil manual punya tiga pedal. Dari kiri ke kanan, urutannya adalah kopling, rem, lalu gas.

Pedal rem berada di tengah karena posisinya harus bisa dijangkau kaki kanan, sementara kaki kiri digunakan untuk mengoperasikan kopling.

Pada mobil matik, pedal kopling gak ada. Susunannya jadi lebih sederhana, yakni pedal rem di sebelah kiri dan pedal gas di sebelah kanan.

Jadi, meskipun jumlah pedalnya berbeda, prinsip pengoperasian gas dan rem pada kedua jenis mobil tersebut tetap sama: menggunakan kaki kanan.

Bukan Sekadar Soal Kebiasaan

Susunan pedal yang umum digunakan sekarang juga berkaitan dengan standardisasi desain kendaraan dan kebiasaan pengemudi yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.

Dengan posisi yang konsisten, pengemudi bisa lebih mudah beradaptasi saat berpindah dari satu mobil ke mobil lain, meskipun tetap perlu mengenali karakter pedal masing-masing kendaraan.

Hal yang gak kalah penting, pengemudi perlu menjaga posisi kaki agar gak menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan. Saat berkendara, fokus juga harus tetap tertuju pada kondisi jalan, bukan hanya pada pedal.

Jadi, posisi pedal gas di kanan dan rem di sebelah kirinya bukan sekadar desain yang sudah telanjur populer. Susunan tersebut membantu pengemudi mengatur kecepatan dan melakukan pengereman dengan gerakan kaki yang lebih praktis.

Continue Reading

Blog

Tulisan Ambulans Kok Terbalik? Ternyata Ini Alasannya!

Published

on

By

Pernah lagi di jalan, terus melihat mobil ambulans lewat dan menyadari kalau tulisan di bagian depannya malah terbalik? Bukannya Ambulance, huruf-hurufnya justru terlihat seperti ditulis dari arah yang salah.

Tenang, bukan karena petugasnya keliru memasang stiker. Ada alasan praktis di balik desain yang satu ini.

Tulisan Ambulance di bagian depan mobil sengaja dibuat terbalik secara horizontal supaya bisa dibaca dengan normal lewat kaca spion.

Jadi, saat ambulans mendekat dari belakang, pengendara di depannya bisa melihat tulisan tersebut melalui kaca spion tengah atau samping. Karena pantulan cermin membalik arah tulisan, tulisan yang awalnya terbalik justru terlihat normal.

Dengan begitu, pengendara bisa lebih cepat mengenali ambulans yang sedang mendekat dan memperhatikan kondisi di sekitarnya.

Kenapa Harus Dibuat Terbalik?

Coba bayangkan kalau tulisan Ambulance di bagian depan ditulis seperti biasa. Saat pengendara melihatnya lewat kaca spion, tulisan itu justru akan terlihat terbalik sehingga lebih sulit dibaca secara spontan.

Nah, dengan membalik tulisan sejak awal, masalah tersebut bisa diatasi. Pengendara gak perlu menerka-nerka tulisan yang terlihat di spion.

Cara ini memanfaatkan prinsip pantulan cermin. Tulisan yang dibalik secara horizontal akan terlihat normal ketika dipantulkan oleh kaca spion.

Kenapa Tulisan di Belakang Gak Ikut Terbalik?

Kalau diperhatikan, tulisan Ambulans di bagian depan biasanya terbalik, sedangkan tulisan di bagian samping atau belakang umumnya ditulis normal.

Alasannya sederhana, arah pandang orang yang melihatnya berbeda.

Tulisan di depan ditujukan agar lebih mudah dibaca pengendara yang berada di depan ambulans melalui kaca spion. Sementara itu, tulisan di samping dan belakang bisa dibaca langsung oleh pengguna jalan dari arah tersebut.

Jadi, gak semua tulisan pada bodi ambulans perlu dibuat terbalik.

Biar Pengendara Lebih Sigap Memberi Jalan

Tulisan terbalik ini bukan sekadar ciri khas ambulans. Desain tersebut membantu pengendara mengenali kendaraan darurat dari pantulan kaca spion.

Meski begitu, tulisan saja tentu gak cukup. Lampu isyarat dan sirene juga membantu memberi tahu pengguna jalan bahwa ambulans sedang bertugas.

Kalau bertemu ambulans yang menggunakan isyarat darurat, pengendara perlu memperhatikan situasi lalu lintas dan memberi jalan jika aman dilakukan. Jangan sampai niat memberi jalan malah bikin pengendara lain mengerem mendadak atau memicu kecelakaan.

Jadi, sekarang kalau melihat tulisan Ambulance yang terbalik di bagian depan, gak perlu bingung lagi. Bukan salah cetak, melainkan supaya lebih mudah dibaca lewat kaca spion.

Continue Reading

Blog

Ada Lubang Kecil di Bawah Pintu, Jangan Ditutup

Published

on

By

Pernah lihat ada beberapa lubang kecil di bagian bawah pintu mobil?

Ukurannya memang kecil dan letaknya juga gak terlalu kelihatan. Karena itu, gak sedikit yang mungkin mengira lubang tersebut cuma bagian dari desain atau bahkan lubang yang gak sengaja dibuat.

Padahal, lubang kecil itu punya fungsi penting.

Namanya drain hole atau lubang pembuangan. Tugasnya adalah membantu mengeluarkan air yang masuk dan mengendap di dalam pintu mobil.

Air ternyata bisa masuk ke dalam pintu

Pintu mobil memang dirancang supaya bagian dalamnya terlindungi dari air. Tapi bukan berarti air sama sekali gak bisa masuk.

Saat hujan atau ketika mobil dicuci, sebagian air bisa melewati celah di sekitar kaca dan masuk ke bagian dalam pintu.

Tenang, kondisi tersebut memang sudah diperhitungkan oleh pabrikan.

Air yang masuk kemudian diarahkan ke bagian bawah pintu dan dikeluarkan melalui lubang kecil tersebut.

Makanya, lubang itu memang sengaja dibuat.

Kalau lubangnya tersumbat, apa yang terjadi?

Masalah bisa muncul kalau lubang tersebut tertutup kotoran.

Debu, lumpur, daun kecil, atau kotoran lainnya bisa menumpuk di bagian bawah pintu dan menghambat aliran air.

Kalau air gak bisa keluar dengan baik, air bisa menggenang di dalam pintu.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan bagian logam di dalam pintu lebih mudah mengalami korosi atau karat.

Selain itu, air yang mengendap juga bisa menimbulkan bau lembap dan mengganggu komponen tertentu yang berada di dalam pintu.

Jangan ditutup atau disumbat

Karena ukurannya kecil, ada saja yang menganggap lubang tersebut perlu ditutup supaya air atau kotoran gak masuk.

Padahal justru sebaliknya.

Jangan menyumbat lubang pembuangan tersebut.

Lubang itu memang dibuat sebagai jalur keluarnya air.

Kalau terlihat kotor, cukup bersihkan secara perlahan supaya jalurnya kembali terbuka. Gak perlu menusuknya menggunakan benda tajam atau benda keras karena bisa merusak bagian di sekitar lubang.

Bisa dicek saat cuci mobil

Lubang pembuangan di bawah pintu termasuk bagian yang gampang diperiksa sendiri.

Saat mencuci mobil atau melakukan pemeriksaan sederhana, coba lihat bagian bawah setiap pintu.

Pastikan lubangnya gak tertutup lumpur atau kotoran.

Kalau setelah hujan atau mencuci mobil terdengar suara air seperti “kocak-kocak” dari dalam pintu ketika mobil bergerak, ada baiknya bagian tersebut diperiksa.

Bisa jadi ada air yang tertahan karena jalur pembuangannya gak bekerja dengan baik.

Kecil, tapi fungsinya penting

Jadi, kalau menemukan lubang kecil di bagian bawah pintu mobil, jangan buru-buru menganggapnya sebagai cacat atau bagian yang harus ditutup.

Lubang tersebut justru membantu menjaga supaya air gak menetap di dalam pintu.

Kelihatannya sepele, tapi kalau sampai tersumbat, bisa jadi masalah di kemudian hari.

Makanya, saat bersih-bersih mobil, bagian kecil seperti ini juga jangan sampai dilewatkan.

Continue Reading

Trending