Connect with us

Blog

Perbandingan Biaya Isi Bensin vs Cas Mobil Listrik

Published

on

Kalau ngomongin mobil bensin atau listrik, satu hal yang sering jadi bahan perdebatan yaitu soal biaya, sebenarnya lebih hemat isi bensin atau cas listrik?

Jawabannya memang cenderung ke mobil listrik. Tapi menariknya, selisih biayanya bisa beda jauh tergantung negaranya. Bahkan di beberapa tempat, perbedaannya bisa signifikan banget, sementara di tempat lain justru tipis.

Kalau pakai pendekatan yang lebih adil, perbandingan biasanya dihitung dari biaya per jarak tempuh, misalnya per 100 km. Dari situ baru kelihatan mana yang benar-benar lebih hemat.

Di Amerika Serikat, mobil listrik jelas unggul. Berdasarkan data dari U.S. Energy Information Administration dan berbagai laporan industri, biaya jalan mobil listrik bisa sekitar setengah dari mobil bensin. Ini karena harga listrik relatif stabil, sementara bensin cenderung fluktuatif.

Berbeda cerita di Eropa. Di beberapa negara, harga listrik cukup tinggi, apalagi kalau pakai fast charging. Menurut data dari European Alternative Fuels Observatory, biaya cas cepat di jalan bisa mendekati, bahkan dalam kondisi tertentu menyamai biaya isi bensin. Tapi kalau ngecas di rumah, mobil listrik tetap lebih hemat.

ron bensin setiap kendaraan berbeda ya

Kasus paling menarik ada di Norwegia. Negara ini sering disebut “surga mobil listrik”. Selain karena insentif besar dari pemerintah, harga listrik relatif lebih murah dibanding bensin. Hasilnya, biaya operasional mobil listrik bisa jauh lebih rendah, dan itu jadi salah satu alasan kenapa adopsi EV di sana sangat tinggi.

Sementara di Asia, hasilnya lebih beragam. Di China, biaya cas cenderung murah dan didukung kebijakan pemerintah, jadi mobil listrik cukup menguntungkan. Sama kayak di Indonesia, walaupun harga BBM masih disubsidi, tarif listrik juga relatif terjangkau.

Dari situ kelihatan, perbandingan biaya ini sangat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari harga energi, kebijakan pemerintah, sampai kebiasaan pengguna. Bahkan satu hal kecil seperti lokasi ngecas di rumah atau di fast charging bisa bikin hasil akhirnya berbeda.

Jadi kalau ditanya mana yang lebih hemat, mobil listrik hampir selalu unggul. Tapi seberapa besar hematnya, itu sangat tergantung kamu tinggal di mana dan bagaimana cara pakainya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Sudah Tahu Bedanya Torsi dan Tenaga di Mobil?

Published

on

By

Saat lihat brosur atau spesifikasi mobil, biasanya ada dua angka yang sering jadi perhatian, yaitu tenaga dan torsi. Masalahnya, masih banyak yang mengira dua istilah ini sama saja.

Bahkan gak sedikit yang langsung menganggap mobil dengan tenaga terbesar pasti paling kencang dan paling enak dikendarai. Padahal kenyataannya gak begitu.

Biar gampang dipahami, torsi dan tenaga sebenarnya punya tugas masing-masing.

Torsi, yang Bikin Mobil Terasa Enteng Saat Digas

Pernah naik mobil yang baru diinjak gas sedikit langsung terasa meluncur? Nah, itu biasanya berkat torsi yang besar.

Sederhananya, torsi adalah tenaga putar yang dihasilkan mesin. Semakin besar torsinya, semakin kuat dorongan yang bisa disalurkan ke roda.

Makanya mobil diesel sering terasa santai saat diajak nanjak atau membawa banyak penumpang. Mesinnya gak perlu teriak, tapi mobil tetap terasa kuat.

Kalau diibaratkan, torsi itu seperti tenaga saat kita mau mendorong mobil mogok dari posisi diam. Semakin kuat dorongannya, semakin mudah mobil bergerak.

Karena itu, dalam pemakaian harian, torsi sering jadi hal yang paling terasa oleh pengemudi.

Obrolan di mobil

Tenaga, yang Bikin Mobil Terus Ngacir

Kalau torsi bertugas menggerakkan mobil dari awal, tenaga punya tugas menjaga dorongan itu terus ada saat kecepatan bertambah.

Makanya mobil dengan tenaga besar biasanya lebih enak saat diajak berlari di jalan tol atau mengejar kecepatan tinggi.

Coba bayangkan lagi saat mendorong mobil mogok. Torsi adalah tenaga untuk mulai menggerakkan mobil, sedangkan tenaga adalah kemampuan untuk terus mendorong mobil itu sampai jauh tanpa kehabisan tenaga.

Jadi jangan heran kalau ada mobil yang akselerasi awalnya biasa saja, tapi makin kencang saat putaran mesin naik. Biasanya mobil seperti ini punya tenaga yang besar di putaran atas.

Kenapa Mobil Listrik Terasa Responsif?

Nah, ini yang bikin banyak orang kagum saat pertama kali mencoba mobil listrik.

Pada mobil bensin atau diesel, torsi terbesar biasanya baru keluar di putaran mesin tertentu. Sementara mobil listrik bisa langsung mengeluarkan torsi maksimal sejak pedal akselerator diinjak.

Hasilnya, mobil langsung melesat tanpa perlu menunggu putaran mesin naik.

Makanya banyak mobil listrik yang saat lampu hijau menyala bisa langsung meninggalkan kendaraan lain, meski angka tenaganya belum tentu paling besar.

Jadi Lebih Penting Torsi atau Tenaga?

Jawabannya tergantung kebutuhan.

Kalau mobil sering dipakai untuk perjalanan keluarga, nanjak, atau membawa barang bawaan banyak, torsi besar biasanya lebih terasa manfaatnya.

Tapi kalau suka performa, akselerasi di kecepatan tinggi, atau sensasi mobil yang terus ngisi saat pedal gas diinjak dalam-dalam, tenaga besar bakal lebih menarik.

Karena itu saat lihat spesifikasi mobil, jangan cuma terpaku pada angka horsepower atau PS. Coba cek juga angka torsinya.

Soalnya dalam penggunaan sehari-hari, mobil yang terasa enteng, responsif, dan nyaman diajak jalan sering kali justru karena punya torsi yang melimpah, bukan semata-mata tenaga paling besar di kelasnya.

Continue Reading

Blog

Jangan Tunggu Mogok, Kenali Ciri-ciri Aki Mobil Mulai Soak!

Published

on

By

Pernah gak sih lagi buru-buru mau pergi, tapi mobil malah susah distarter? Diputer kunci atau pencet start, mesinnya kayak “nahan” dulu beberapa detik baru hidup. Nah, kalau udah mulai kayak gini, bisa jadi aki mobil kamu lagi lemah dan siap-siap minta ganti.

Aki memang sering dianggap sepele, padahal dia salah satu komponen paling penting biar mobil bisa nyala normal. Dan sebelum benar-benar mogok di jalan, biasanya aki sudah ngasih banyak tanda-tanda kecil yang sering gak disadari. Kamu perlu tahu nih, biar gak kejadian mogok di jalan!

Starter Mulai Berat

Ini tanda paling umum dan paling gampang kerasa.

Biasanya mobil langsung nyala begitu starter ditekan. Tapi kalau aki mulai lemah, suara starter jadi lebih lambat, kayak “ngeden” dulu beberapa detik baru mesin hidup.

Kalau kondisi ini mulai sering kejadian, jangan dianggap normal. Itu bisa jadi sinyal kalau tenaga aki udah mulai turun.

Lampu Terlihat Lebih Redup

Coba perhatiin lampu mobil, terutama pas malam hari.

Kalau cahaya lampu utama atau lampu kabin terasa lebih redup dari biasanya, bisa jadi aki sudah gak maksimal lagi nyuplai listrik.

Biasanya ini juga barengan sama klakson yang suaranya ikut melemah.

Fitur Elektronik Mulai Aneh

Mobil zaman sekarang kan udah penuh fitur elektronik. Mulai dari head unit, power window, sampai sistem start-stop.

Nah kalau aki mulai lemah, kadang fitur-fitur ini jadi ikut “ngambek”. Contohnya head unit tiba-tiba restart sendiri, layar suka delay, atau kaca jendela naik-turun jadi lebih lambat dari biasanya.

Belum tentu langsung aki sih, tapi ini patut dicurigai.

Mesin Susah Hidup di Pagi Hari

Gejala ini juga sering banget kejadian.

Mobil yang dipakai setiap hari bisa saja normal. Tapi begitu pagi hari atau setelah lama parkir, mesin jadi agak susah hidup.

Ini karena aki semalaman kehilangan sebagian dayanya, apalagi kalau memang kondisinya sudah lemah.

Kalau sudah mulai sering kejadian, jangan tunggu sampai mogok total.

Usia Aki Sudah Lumayan Tua

Aki itu ada umur pakainya juga. Rata-rata sekitar 2 sampai 3 tahun, tergantung pemakaian dan kondisi mobil.

Kalau aki kamu sudah masuk usia segitu, meskipun masih bisa dipakai, sebaiknya mulai waspada.

Apalagi kalau mobil sering dipakai jarak dekat aja atau jarang dipanaskan, umur aki biasanya lebih cepat turun.

Ada Masalah di Terminal Aki

Kalau pakai aki basah, coba sesekali lihat kondisi fisiknya. Kalau ada kerak putih di terminal, kabel mulai kotor atau berkarat, itu tanda ada masalah di aliran listrik.

Bahkan kalau bodi aki sampai terlihat mengembung, itu sudah red flag dan sebaiknya langsung dicek.

Jangan Tunggu Sampai Mogok

Ini yang sering kejadian. Banyak orang baru ganti aki setelah mobil benar-benar mogok di jalan. Padahal sebelumnya sudah ada tanda-tandanya.

Masalahnya, mogok itu gak kenal tempat dan waktu. Bisa pas lagi buru-buru, lagi hujan, atau lagi di jalan sepi. Makanya lebih baik ganti sebelum benar-benar drop.

Aki itu kecil, tapi efeknya besar banget ke mobil. Kalau dia mulai lemah, semua sistem bisa ikut kena dampaknya.

Jadi kalau mobil kamu sudah mulai kasih tanda-tanda di atas, jangan tunggu lama. Lebih baik dicek dulu sebelum akhirnya kamu yang repot di jalan.

Continue Reading

Blog

Mobil Konsep vs Versi Produksi, Kok Banyak yang Berubah?

Published

on

By

Pernah gak sih lihat mobil konsep di pameran terus langsung bilang, “Wah, kalau jadi dijual gue mau beli nih”?

Soalnya mobil konsep memang biasanya tampil luar biasa. Desainnya berani, lampunya futuristis, velgnya gede, bahkan ada yang pakai pintu model gunting atau buka ke atas seperti mobil di film-film.

Tapi begitu beberapa tahun kemudian mobil itu benar-benar masuk showroom, tampilannya malah berubah.

Velgnya mengecil, spion digital hilang, pintunya jadi biasa, dan beberapa detail keren yang bikin orang jatuh cinta justru gak ikut diproduksi.

Akhirnya banyak yang kecewa dan bertanya-tanya, kenapa sih mobil konsep sama versi jualannya sering beda jauh?

Mobil Konsep Memang Dibuat Buat Bikin Orang Melirik

Hal pertama yang harus dipahami, mobil konsep itu sebenarnya bukan mobil yang siap dijual.

Mobil konsep dibuat buat menunjukkan ide dan arah desain pabrikan di masa depan. Jadi para desainer biasanya diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berkreasi.

Mau bikin velg ukuran raksasa? Silakan.

Mau bikin setir bentuk aneh? Boleh.

Mau bikin lampu super tipis yang kelihatan seperti pesawat luar angkasa? Gak masalah.

Yang penting mobilnya bisa menarik perhatian pengunjung pameran.

Makanya jangan heran kalau mobil konsep sering terlihat lebih keren dibanding mobil yang dijual di dealer.

Pas Mau Diproduksi, Mulai Ketemu Realita

Nah, masalahnya setelah mobil itu diputuskan masuk jalur produksi, yang bekerja bukan cuma tim desain.

Mulai muncul tim engineer, tim keselamatan, tim produksi, sampai tim keuangan.

Di sinilah biasanya banyak perubahan terjadi. Soalnya apa yang terlihat keren di atas panggung pameran belum tentu mudah dibuat dalam jumlah banyak.

Kalaupun bisa dibuat, biayanya mungkin terlalu mahal. Ujung-ujungnya harga mobil bisa melambung dan sulit dijangkau pembeli.

Aturan Juga Ikut Menentukan

Banyak fitur yang terlihat keren ternyata belum tentu lolos aturan di berbagai negara.

Contohnya spion kamera yang sering muncul di mobil konsep.

Secara desain memang keren dan modern. Tapi gak semua negara mengizinkan teknologi tersebut digunakan di jalan raya.

Begitu juga dengan lampu, bumper, kaca, sampai bentuk kap mesin. Semuanya harus memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Makanya saat masuk produksi, pabrikan sering melakukan penyesuaian supaya mobil bisa dijual di lebih banyak negara.

Mobil Harian Harus Nyaman Dipakai

Mobil konsep cuma perlu tampil keren beberapa hari di arena pameran. Sementara mobil produksi harus dipakai bertahun-tahun.

Mulai dari antar anak sekolah, pergi kerja, sampai dipakai mudik saat liburan. Karena itu faktor kenyamanan jadi penting.

Misalnya velg ukuran 24 inci memang terlihat keren. Tapi kalau dipakai harian bisa bikin bantingan keras dan biaya penggantian ban jadi mahal.

Atau atap yang terlalu rendah. Secara desain memang sporty, tapi bisa bikin penumpang susah keluar masuk mobil.

Makanya banyak desain yang akhirnya dibuat lebih masuk akal saat masuk jalur produksi.

Keselamatan Gak Bisa Ditawar

Ada satu hal yang biasanya gak terlihat oleh mata, yaitu urusan keselamatan.

Kadang desainer ingin membuat pilar mobil setipis mungkin supaya tampil elegan.

Tapi tim keselamatan bilang gak bisa karena struktur bodinya harus kuat saat terjadi benturan. Akhirnya desain berubah lagi.

Begitu juga dengan bumper, kap mesin, dan berbagai bagian lain yang harus lolos uji tabrak sebelum dijual ke masyarakat.

Jadi kalau ada desain yang terlihat lebih sederhana dibanding versi konsepnya, bisa jadi itu justru demi keselamatan penggunanya.

Teknologinya Kadang Belum Siap

Ada juga fitur yang sebenarnya sudah bisa dibuat, tapi belum siap diproduksi secara massal.

Biasanya karena biaya masih terlalu mahal atau teknologinya belum benar-benar matang.

Makanya gak sedikit teknologi yang pertama kali muncul di mobil konsep baru benar-benar digunakan beberapa tahun kemudian.

Jadi bukan karena pabrikan batal mewujudkannya, melainkan memang masih menunggu waktu yang tepat.

Gak Semua Mobil Konsep Berakhir Mengecewakan

Meski banyak mengalami perubahan, bukan berarti semua mobil produksi jadi membosankan.

Saat ini cukup banyak pabrikan yang berusaha mempertahankan desain mobil konsep agar tetap mirip dengan versi pamerannya.

Apalagi di era mobil listrik, banyak model yang bentuk produksinya masih cukup dekat dengan mobil konsep yang diperlihatkan sebelumnya.

Memang ada beberapa detail yang harus dikorbankan, tapi karakter utamanya biasanya tetap dipertahankan.

Jadi kalau suatu hari melihat mobil konsep yang super keren di pameran, jangan langsung berharap versi produksinya bakal sama persis.

Karena di balik sebuah mobil yang siap dijual, ada banyak pertimbangan mulai dari biaya, aturan, kenyamanan, sampai keselamatan.

Dan sering kali, kompromi itulah yang membuat mobil tersebut akhirnya cocok dipakai di dunia nyata, bukan cuma keren saat dipajang di atas panggung.

Continue Reading

Trending