Connect with us

Blog

Mengenal V2L, Powerbank Raksasa di Mobil Listrik

Published

on

Vehicle to load (V2L) electric car

Mobil listrik bukan cuma bisa dipakai buat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Seiring perkembangan teknologi, sekarang banyak mobil listrik yang punya fitur tambahan yang cukup menarik, yaitu Vehicle-to-Load (V2L).

Kalau disederhanakan, V2L memungkinkan baterai mobil listrik dipakai untuk menyuplai listrik ke perangkat elektronik di luar mobil. Jadi, mobil gak cuma mengisi daya untuk dirinya sendiri, tapi juga bisa “membagi” listrik ke perangkat lain.

Makanya, gak sedikit yang menyebut fitur ini sebagai powerbank raksasa berjalan.

Cara Kerjanya Gimana?

Sebenarnya konsepnya cukup sederhana. Energi listrik yang tersimpan di baterai mobil dialirkan keluar melalui soket khusus atau adaptor V2L.

Dari situ, pengguna bisa mencolokkan berbagai perangkat elektronik layaknya menggunakan stop kontak rumah.

Mulai dari charger laptop, rice cooker, mesin kopi, kipas angin, televisi, lampu penerangan, sampai peralatan camping bisa mendapatkan suplai daya langsung dari mobil.

Pada beberapa model, daya yang bisa dikeluarkan bahkan mencapai 2.000 hingga 3.600 watt. Angka tersebut sudah cukup untuk menjalankan beberapa perangkat sekaligus.

Cocok Buat Camping dan Aktivitas Outdoor

Salah satu alasan fitur V2L mulai populer adalah karena gaya hidup outdoor yang makin digemari.

Bayangkan saat camping di area yang jauh dari sumber listrik. Pengguna bisa tetap menyalakan lampu, memasak menggunakan kompor listrik, mengisi daya gadget, bahkan menonton film menggunakan proyektor hanya dengan memanfaatkan baterai mobil.

Praktisnya, pengguna gak perlu lagi membawa genset yang berisik atau power station tambahan yang ukurannya cukup besar.

Tinggal parkir, colok perangkat, lalu listrik siap digunakan.

vehicle to load

Bisa Jadi Penyelamat Saat Listrik Padam

Selain buat rekreasi, fitur V2L juga bisa berguna dalam kondisi darurat.

Saat terjadi pemadaman listrik, mobil bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi sementara untuk menyalakan lampu, modem internet, kulkas kecil, atau perangkat penting lainnya.

Memang kapasitasnya tetap terbatas karena bergantung pada sisa baterai mobil. Tapi untuk kebutuhan darurat beberapa jam, fitur ini cukup membantu.

Apalagi kapasitas baterai mobil listrik saat ini rata-rata sudah berada di kisaran 40 kWh sampai lebih dari 70 kWh. Jauh lebih besar dibandingkan powerbank konvensional yang biasa dipakai sehari-hari.

Apakah Bikin Baterai Cepat Habis?

Jawabannya tentu iya, karena energi yang tersimpan di baterai digunakan untuk menyuplai perangkat lain.

Namun selama pengguna memahami kebutuhan daya yang dipakai, pengaruhnya biasanya gak terlalu signifikan.

Sebagai contoh, jika sebuah mobil memiliki baterai 50 kWh dan hanya digunakan untuk menyalakan lampu, laptop, serta perangkat elektronik ringan selama beberapa jam, konsumsi dayanya relatif kecil dibandingkan total kapasitas baterai yang tersedia.

Karena itu, banyak pabrikan sudah menyiapkan sistem pengaman agar baterai gak terkuras habis saat fitur V2L digunakan.

Mulai Banyak Ditemui di Mobil Listrik

Dulu fitur ini hanya tersedia di beberapa model tertentu. Tapi sekarang V2L mulai menjadi fitur yang cukup umum di berbagai mobil listrik modern.

Alasannya sederhana, konsumen kini gak hanya mencari kendaraan yang efisien, tapi juga kendaraan yang bisa mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya V2L, mobil listrik jadi punya fungsi lebih luas. Bukan cuma alat transportasi, tapi juga bisa berubah menjadi sumber listrik portabel saat dibutuhkan.

Jadi kalau ada yang bilang mobil listrik cuma bisa dipakai buat jalan, mungkin sekarang saatnya melihat sisi lain yang jarang dibahas. Sebab dalam kondisi tertentu, mobil listrik juga bisa berperan sebagai powerbank raksasa yang siap menyuplai listrik ke mana saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Aksi Gila Porsche, Cayenne Electric Kejar Pesawat Terbesar di Dunia

Published

on

By

Porsche punya cara yang gak biasa buat memperkenalkan Cayenne Electric terbaru. Bukan lewat tes akselerasi atau adu cepat dengan mobil sport lain, SUV listrik ini justru diajak “main” bareng pesawat terbesar di dunia.

Aksi ekstrem tersebut dilakukan di Mojave Air and Space Port, Amerika Serikat, dengan melibatkan Roc, pesawat milik Stratolaunch yang dikenal punya bentang sayap paling lebar di dunia.

Buat yang belum tahu, Roc bukan pesawat biasa. Ukurannya benar-benar raksasa. Pesawat ini punya dua badan pesawat (fuselage) dan mampu lepas landas dengan bobot maksimum hingga 589.670 kilogram.

Bukan Balapan, Tapi Harus Tetap Nempel

Kalau biasanya mobil sport diuji dengan balapan melawan jet tempur, Porsche memilih tantangan yang berbeda.

Targetnya bukan mengalahkan Roc di lintasan, melainkan tetap berada di posisi yang sangat presisi saat pesawat tersebut melaju hingga akhirnya lepas landas.

Terdengar gampang?

Justru sebaliknya.

Mobil harus berada tepat di tengah dua badan pesawat selama Roc melaju di landasan.

Kalau terlalu jauh di belakang, Cayenne Electric bisa terkena semburan udara dari enam mesin jet Roc yang menghasilkan daya dorong hingga 154.448 kilogram. Embusan angin sebesar itu bahkan berpotensi mengangkat mobil dari permukaan.

Sebaliknya, kalau terlalu maju, risikonya malah menabrak roda pendaratan pesawat.

Tembus 269 Km/Jam Demi Ikuti Pesawat

Di balik kemudi Cayenne Electric ada pembalap profesional Patrick Long.

Saat Roc mulai berakselerasi, Long harus menjaga posisi mobil tetap presisi sambil terus menambah kecepatan.

Hasilnya, Cayenne Electric melesat hingga 269 km/jam, hanya beberapa meter dari pesawat raksasa yang akhirnya lepas landas.

“Itu mungkin menjadi salah satu momen paling menegangkan dan membutuhkan konsentrasi penuh dalam hidup saya,” kata Long.

“Kami percaya pada semua data yang sudah dipelajari sebelumnya. Saya juga yakin dengan kemampuan Cayenne dan para pilot Roc. Kami bekerja sebagai satu tim. Dengan baterai terisi penuh, kami memulai perlahan. Saya hanya menggunakan tenaga secukupnya sambil menjaga mobil tetap berada di posisi yang tepat, dan saya tahu mobil ini punya performa yang cukup untuk mempertahankan posisinya apa pun yang terjadi,” ujarnya.

Tenaga Lebih dari 1.100 HP

Porsche memang memilih Cayenne Electric untuk aksi ini bukan tanpa alasan.

Varian tertingginya, Cayenne Turbo Electric, dibekali dua motor listrik yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 1.138 dk dan torsi 1.500 Nm.

Menariknya lagi, bobot mobil yang mencapai 2.645 kilogram justru menjadi keuntungan.

Kalau mobilnya lebih ringan, semburan udara dari mesin pesawat kemungkinan besar bakal membuatnya sulit dikendalikan.

Tapi dengan bobot tersebut, Cayenne Electric tetap stabil meski melaju berdampingan dengan pesawat terbesar di dunia yang sedang bersiap mengudara.

Continue Reading

Blog

Mobil Listrik Kok Masih Pakai Aki 12 Volt?

Published

on

By

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul soal mobil listrik adalah, “Kan sudah ada baterai besar, ngapain masih pakai aki 12 volt?”

Sekilas memang terdengar aneh.

Mobil listrik punya baterai berkapasitas puluhan bahkan ratusan kWh, tapi tetap saja masih dibekali aki seperti mobil bensin.

Padahal, aki 12 volt ini ternyata punya peran yang gak kalah penting. Bahkan kalau sampai bermasalah, mobil listrik juga bisa susah dinyalakan.

Lho, kok bisa?

Baterai Besar Bukan Buat Nyalain Semua Sistem

Banyak yang mengira baterai utama di mobil listrik langsung menyuplai semua kebutuhan listrik. Faktanya, gak begitu.

Baterai bertegangan tinggi lebih fokus buat menggerakkan motor listrik yang bikin mobil bisa melaju.

Sementara berbagai perangkat elektronik sehari-hari justru mengandalkan aki 12 volt.

Misalnya lampu, layar head unit, panel instrumen, central lock, wiper, klakson, sistem audio, sampai komputer yang mengatur kerja mobil.

Jadi meski baterai utama masih penuh, semua sistem itu tetap butuh aki 12 volt buat mulai bekerja.

Aki Jadi “Pembuka Pintu”

Kalau diibaratkan, baterai utama adalah pembangkit listrik besar.

Nah, aki 12 volt ini ibarat saklar utamanya.

Saat tombol Start ditekan, aki akan mengaktifkan berbagai modul elektronik terlebih dulu. Setelah semuanya siap, barulah sistem menghubungkan baterai tegangan tinggi ke motor listrik.

Makanya kalau aki soak, mobil listrik juga bisa gagal menyala.

Bahkan pintu, layar, sampai sistem kelistrikannya bisa ikut mati.

Bedanya Sama Mobil Bensin

Kalau di mobil bensin, aki bertugas memutar dinamo starter supaya mesin hidup.

Sementara di mobil listrik, gak ada proses starter mesin seperti itu.

Tapi aki tetap dibutuhkan buat “membangunkan” semua sistem elektronik sebelum mobil siap digunakan.

Jadi fungsinya memang beda, tapi sama-sama penting.

Akinya Gak Diisi Alternator

Kalau mobil bensin punya alternator buat mengisi ulang aki saat mesin hidup.

Di mobil listrik, gak ada alternator.

Sebagai gantinya, ada perangkat yang disebut DC-DC converter.

Komponen ini bertugas mengubah listrik dari baterai utama menjadi 12 volt untuk mengisi ulang aki sekaligus menyuplai kebutuhan perangkat elektronik.

Jadi selama baterai utama masih punya daya, aki 12 volt juga akan tetap terisi.

Umurnya Tetap Ada Batas

Meski mobil listrik minim perawatan dibanding mobil bermesin bensin, aki 12 volt tetap punya usia pakai.

Seiring waktu, kapasitasnya akan menurun dan pada akhirnya perlu diganti.

Makanya, pemilik mobil listrik juga tetap perlu memperhatikan kondisi aki saat servis berkala.

Jangan Anggap Sepele

Karena bentuknya kecil, banyak orang mengira aki di mobil listrik cuma pelengkap.

Padahal justru sebaliknya.

Kalau aki 12 volt bermasalah, mobil bisa gagal menyala meski baterai utamanya masih terisi hampir penuh.

Jadi, jangan heran kalau mobil listrik masih pakai aki.

Soalnya, tanpa komponen kecil ini, mobil listrik modern juga gak bakal bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Continue Reading

Blog

Jangan Asal Tinggal! Barang Ini Sebaiknya Gak Disimpan di Mobil

Published

on

By

Banyak orang nganggep kabin mobil itu kayak lemari berjalan. Apa aja masuk. Mulai dari laptop, parfum, power bank, sampai botol minum, semuanya ditinggal di dalam mobil.

Padahal, gak semua barang aman kalau kelamaan berada di dalam kabin.

Apalagi kalau mobil diparkir di bawah terik matahari. Suhu di dalam kabin bisa naik jauh lebih tinggi dibanding suhu di luar. Kondisi ini bisa bikin beberapa barang cepat rusak, bahkan ada yang berpotensi membahayakan.

Nah, sebelum asal ninggalin barang di mobil, coba cek dulu daftar berikut.

1. Power Bank

Power bank jadi salah satu barang yang paling sering ditinggal di mobil.

Alasannya simpel, biar gampang kalau sewaktu-waktu butuh ngecas HP.

Padahal, power bank memakai baterai lithium yang sensitif terhadap suhu tinggi.

Kalau terlalu lama terpapar panas, performanya bisa menurun, baterai mengembang, bahkan dalam kondisi tertentu bisa memicu risiko kebakaran.

Makanya, lebih aman dibawa turun daripada ditinggal berjam-jam di dalam mobil.

2. Laptop

Banyak pekerja kantoran atau freelancer yang sering ninggalin laptop di jok belakang atau bagasi.

Selain rawan mengundang pencurian, suhu panas di dalam mobil juga bisa memengaruhi komponen elektronik dan baterainya.

Kalau memang terpaksa ditinggal sebentar, usahakan simpan di tempat yang gak terlihat dari luar.

3. Parfum

Parfum juga sering jadi penghuni tetap kabin mobil.

Padahal, botol parfum biasanya diberi tekanan tertentu. Saat terkena panas terus-menerus, cairan di dalamnya bisa memuai.

Selain aroma parfum bisa berubah, botolnya juga berisiko bocor atau pecah.

4. Minuman Kemasan

Masih banyak yang suka ninggalin air mineral atau minuman bersoda di cup holder.

Kalau cuma sebentar mungkin gak masalah.

Tapi kalau berjam-jam terkena panas, kualitas minuman bisa menurun. Khusus minuman bersoda, tekanan di dalam kaleng atau botol juga bisa meningkat.

5. Korek Api

Ini yang sering dianggap sepele.

Korek api gas yang terus-menerus terkena suhu tinggi bisa mengalami peningkatan tekanan di dalam tabungnya.

Risikonya memang jarang terjadi, tapi tetap lebih aman kalau dibawa keluar dari mobil.

Mobil Bukan Gudang

Kadang kita memang cuma bilang, “Ah, bentar doang.”

Masalahnya, “bentar” itu bisa berubah jadi berjam-jam. Apalagi kalau mobil diparkir di area terbuka saat cuaca lagi terik.

Selain bikin barang cepat rusak, beberapa barang juga bisa menarik perhatian pencuri kalau terlihat jelas dari luar kaca mobil.

Jadi, sebelum mengunci pintu dan pergi, ada baiknya luangkan waktu beberapa detik buat mengecek isi kabin.

Kalau ada barang elektronik, dokumen penting, atau benda yang sensitif terhadap panas, mending dibawa turun.

Soalnya, mobil memang tempat yang nyaman buat berkendara, tapi belum tentu jadi tempat penyimpanan yang aman buat semua barang.

Continue Reading

Trending