Connect with us

Blog

Harga Mobil Paling Murah di Negara Mana Sih?

Published

on

Daftar harga mobil baru giias 2024

Harga mobil di setiap negara beda-beda, ada yang murah, sampai mahal banget.

Punya mobil itu kelihatannya simpel. Tinggal beli, isi bensin, lalu dipakai harian. Tapi kalau dibandingkan antar negara, ceritanya bisa jauh berbeda. Di beberapa tempat, punya mobil terasa ringan. Di tempat lain, justru jadi barang mewah.

Hal ini bukan cuma soal harga mobilnya saja. Banyak faktor lain yang ikut main, mulai dari pajak, harga bahan bakar, sampai biaya parkir dan asuransi. Makanya, total biaya punya mobil di tiap negara bisa beda jauh.

Kalau melihat data dari lembaga seperti World Bank dan OECD, negara seperti Amerika Serikat termasuk yang paling “ramah” untuk punya mobil. Harga mobil di sana relatif terjangkau dibanding pendapatan, ditambah harga bensin yang masih lebih murah dibanding banyak negara lain. Infrastruktur jalan juga mendukung, jadi mobil memang jadi kebutuhan utama.

Selain itu, China juga mulai masuk kategori negara dengan biaya kepemilikan mobil yang kompetitif. Banyaknya pilihan mobil lokal dengan harga terjangkau, ditambah dukungan besar untuk mobil listrik, bikin masyarakat punya lebih banyak opsi. Meski begitu, di kota besar seperti Beijing atau Shanghai, biaya pelat nomor bisa sangat mahal karena sistem kuota.

Di sisi lain, ada negara yang justru terkenal mahal untuk punya mobil. Contoh paling ekstrem adalah Singapura. Di sini, beli mobil tidak cukup hanya punya uang untuk unitnya saja. Ada biaya tambahan seperti Certificate of Entitlement (COE) yang harganya bisa lebih mahal dari mobil itu sendiri. Alhasil, harga mobil di sana bisa melonjak berkali-kali lipat.

Mobil Ratu Elizabeth II Daimler

Hal serupa juga terlihat di Norwegia, meski dengan pendekatan berbeda. Pajak untuk mobil bensin dan diesel cukup tinggi karena faktor emisi. Tapi uniknya, mobil listrik justru dimanjakan dengan berbagai insentif, sehingga bisa jadi jauh lebih murah untuk dimiliki.

Kalau melihat Indonesia, posisinya ada di tengah. Ada pilihan mobil yang relatif terjangkau, terutama di segmen entry-level. Tapi di sisi lain, pajak seperti PPnBM, harga BBM, dan biaya lain tetap bikin kepemilikan mobil tidak bisa dibilang murah.

Dari sini kelihatan, murah atau mahalnya punya mobil itu sangat dipengaruhi kebijakan masing-masing negara. Di tempat yang ingin mendorong penggunaan mobil, biayanya dibuat ringan. Sebaliknya, di negara yang ingin membatasi jumlah kendaraan, biaya kepemilikan justru dibuat tinggi.

Jadi, kalau ditanya negara mana yang paling murah punya mobil, jawabannya bukan cuma soal harga kendaraan. Tapi gabungan dari banyak faktor yang akhirnya menentukan apakah mobil itu jadi kebutuhan… atau kemewahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Seberapa Penting Dashcam di Mobil Kamu?

Published

on

By

Daschcam sekarang jadi alat yang penting ada di kendaraan kamu loh!

Pernah lihat video kecelakaan viral di media sosial yang ternyata jadi bukti penting buat cari tahu siapa yang salah? Hampir semua rekaman itu sekarang datang dari dashcam.

Dulu perangkat ini mungkin cuma dipakai pecinta otomotif atau pemilik mobil premium. Tapi sekarang, dashcam mulai dianggap kebutuhan penting buat pengguna mobil harian.

Apalagi kondisi jalan di Indonesia makin ramai dan penuh kejadian gak terduga. Mulai dari senggolan kecil di parkiran, motor tiba-tiba nyelonong, sampai kecelakaan yang berujung saling tuduh di tempat kejadian.

Di situ, dashcam sering jadi “saksi netral” yang bisa menyelamatkan pemilik kendaraan dari ribetnya adu argumen.

Banyak pengendara baru sadar pentingnya dashcam setelah mengalami kejadian langsung. Misalnya saat mobil disenggol kendaraan lain, tapi lawan malah merasa paling benar. Kalau gak ada bukti rekaman, biasanya ujung-ujungnya susah menentukan siapa yang bertanggung jawab.

Belum lagi kasus tabrak lari yang sekarang makin sering terjadi di jalanan kota besar. Rekaman dashcam bisa membantu melihat pelat nomor kendaraan, kronologi kejadian, sampai kondisi lalu lintas sebelum kecelakaan terjadi.

Makanya gak heran kalau penggunaan dashcam sekarang makin umum, bahkan di mobil harian biasa.

Selain buat bukti kecelakaan, dashcam juga sering dipakai untuk alasan keamanan. Ada fitur parking mode yang tetap merekam saat mobil parkir. Jadi kalau mobil kena serempet di parkiran atau ada orang iseng, pemilik masih punya rekamannya.

Buat sebagian orang, dashcam juga bikin berkendara terasa lebih tenang. Karena saat terjadi sesuatu di jalan, setidaknya ada bukti visual yang bisa dipakai kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk urusan asuransi atau kepolisian.

Menariknya lagi, harga dashcam sekarang juga makin terjangkau. Dulu perangkat ini identik mahal, tapi sekarang sudah banyak pilihan mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah dengan fitur berbeda-beda.

Ada yang cukup merekam depan saja, ada juga model dual camera yang bisa merekam depan dan belakang sekaligus. Bahkan beberapa dashcam modern sudah punya fitur night vision, GPS tracker, sampai koneksi langsung ke smartphone.

Tapi tetap, dashcam bukan berarti bikin pengemudi jadi bebas berkendara sembarangan. Fungsinya lebih ke alat dokumentasi dan perlindungan tambahan kalau terjadi sesuatu di jalan.

Karena di kondisi lalu lintas sekarang, kejadian kecil bisa cepat berubah jadi debat panjang. Dan kadang, satu rekaman video bisa jadi pembeda antara salah paham dan bukti yang jelas

Continue Reading

Blog

Fenomena “Goreng Harga” Mobil Bekas, Kok Bisa Semahal Itu?!

Published

on

By

Fenomena “Goreng Harga” mobil bekas saat ini banyak terjadi di dunia otomotif.

Kamu ernah nemu mobil lawas yang harganya bikin geleng-geleng kepala? Misalnya sedan tahun 90-an yang sekarang dijual ratusan juta, padahal dulu harga bekasnya masih masuk akal. Atau SUV tua yang beberapa tahun lalu masih murah, sekarang malah susah disentuh kantong?

Fenomena ini yang disebut “goreng harga”. Istilahnya simpel, harga mobil tiba-tiba melonjak jauh dari harga normal karena ada hype, tren, atau permainan pasar.

Tapi sebenarnya, fenomena ini gak selalu soal spekulan nakal. Ada banyak faktor yang bikin harga mobil bekas tertentu bisa melambung tinggi.

Salah satu yang paling kuat tentu faktor nostalgia. Banyak orang yang sekarang sudah punya penghasilan stabil mulai berburu mobil impiannya waktu muda dulu. Mobil yang dulu cuma bisa dilihat di poster kamar atau nongkrong di rental PS, sekarang pengin dimiliki beneran.

Makanya jangan heran kalau mobil seperti Honda Civic Estilo, Toyota Great Corolla, atau Suzuki Katana harganya makin gak masuk akal. Yang dibeli kadang bukan cuma mobilnya, tapi juga rasa nostalgia dan kenangan masa muda.

Media sosial juga punya pengaruh besar. Sekarang cukup satu influencer otomotif bikin proyek restorasi atau konten mobil lawas, harga pasaran bisa langsung berubah.

Begitu sebuah model mulai viral di TikTok, Instagram, atau YouTube, orang-orang langsung ikut cari. Stok di pasaran makin sedikit, permintaan naik, akhirnya harga ikut terdorong.

Belum lagi kalau unitnya masih kondisi original. Di dunia mobil bekas, mobil tua dengan cat bawaan pabrik, interior ori, dan kilometer rendah punya nilai tinggi banget.

Istilah kerennya “time capsule”. Mobil kayak gini memang langka, karena kebanyakan unit seusianya sudah dimodifikasi, pernah tabrakan, atau kondisinya gak utuh lagi.

Nah, kondisi langka inilah yang sering bikin harga makin “digoreng”.

Tapi memang gak bisa dipungkiri, ada juga permainan spekulan. Beberapa orang sengaja borong model tertentu saat harga masih murah, lalu disimpan. Ketika stok mulai susah dicari, unit dilepas pelan-pelan dengan harga lebih tinggi.

Biasanya fenomena ini makin terasa kalau sebuah mobil lagi jadi tren gaya hidup tertentu. Contohnya SUV lawas buat camping dan overlanding.

Suzuki Jimny, Toyota Land Cruiser lawas, sampai Mitsubishi Pajero generasi lama sekarang jadi incaran karena dianggap punya karakter yang lebih “raw” dibanding mobil modern.

Akhirnya harga ikut naik karena permintaan terus bertambah.

Makanya kalau lagi cari mobil bekas sekarang memang harus lebih teliti. Jangan sampai kebawa hype dan akhirnya beli mobil mahal cuma karena lagi viral.

Kalau memang buat koleksi dan suka sama modelnya mungkin gak masalah. Tapi kalau cuma cari mobil harian, penting banget buat hitung apakah harga yang ditawarkan masih masuk akal atau sebenarnya cuma “harga gorengan”.

Continue Reading

Blog

Kenapa MPV Masih Jadi Mobil Favorit Orang Indonesia?

Published

on

By

MPV jadi salah satu mobil yang paling populer di Indonesia. Mau lihat di parkiran mal, komplek rumah, sampai jalur mudik, mobil keluarga model begini masih mendominasi jalanan.

Padahal sekarang tren SUV lagi naik banget. Banyak model baru bermunculan dengan tampilan gagah dan fitur modern. Tapi anehnya, MPV tetap jadi pilihan utama banyak orang Indonesia.

Ternyata alasannya bukan cuma karena harga. Ada banyak faktor yang bikin mobil jenis Multi-Purpose Vehicle ini masih jadi “raja jalanan” sampai sekarang.

  1. Orang Indonesia Suka Pergi Ramai-ramai

Buat masyarakat Indonesia, mobil bukan cuma alat transportasi pribadi. Mobil sering jadi kendaraan keluarga besar.

Makanya kapasitas tujuh penumpang jadi penting. Apalagi pas momen mudik, liburan, atau acara keluarga. Semua pengin muat dalam satu mobil biar lebih praktis dan hemat.

Di sinilah MPV unggul. Kabinnya lega, baris ketiga masih usable, dan nyaman buat dipakai perjalanan jauh.

  1. Mobil Serbaguna Buat Semua Kebutuhan

Sesuai namanya, MPV memang dibuat buat banyak kebutuhan. Hari kerja bisa dipakai ngantor, akhir pekan buat jalan bareng keluarga, bahkan kadang dipakai angkut barang.

Jok belakang yang bisa dilipat bikin ruang bagasi jadi lebih fleksibel. Mau bawa sepeda, belanja bulanan, stroller, sampai barang dagangan juga masih masuk.

Buat banyak orang Indonesia, beli mobil itu harus yang “serba bisa”. Nah, MPV cocok banget buat kebutuhan kayak gini.

  1. Cocok Sama Kondisi Jalan Indonesia

Jalanan di Indonesia kadang memang penuh tantangan. Ada polisi tidur tinggi, lubang, jalan bergelombang, sampai genangan air pas hujan deras.

Makanya banyak MPV di Indonesia dibuat punya ground clearance tinggi. Jadi lebih aman dan nyaman saat dipakai harian.

Belum lagi beberapa MPV masih pakai penggerak roda belakang alias RWD. Buat sebagian orang, sistem ini dianggap lebih kuat buat nanjak atau bawa beban penuh.

  1. Harga Bekasnya Masih Aman

Salah satu alasan paling realistis tentu soal nilai jual kembali. MPV punya pasar yang besar, jadi harga bekasnya relatif stabil.

Istilahnya, beli MPV itu kayak investasi jangka panjang. Kalau suatu saat mau ganti mobil, proses jualnya juga biasanya lebih gampang dibanding model lain.

Bahkan buat sebagian konsumen, faktor “gampang dijual lagi” lebih penting dibanding fitur canggih.

  1. Perawatan Gak Bikin Kantong Jebol

Karena populasinya banyak, spare part MPV gampang dicari di mana-mana. Mau bengkel resmi atau bengkel umum, biasanya sudah hafal sama mobil-mobil jenis ini.

Biaya servisnya juga relatif lebih ramah kantong. Jadi cocok buat konsumen yang cari mobil nyaman tapi tetap irit biaya perawatan.

Pada akhirnya, MPV di Indonesia bukan sekadar kendaraan keluarga. Mobil ini sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Selama budaya kumpul keluarga, mudik, dan pergi rame-rame masih kuat, posisi MPV sebagai mobil favorit orang Indonesia sepertinya masih belum tergoyahkan.

Continue Reading

Trending