News
XPENG Bawa Mobil Terbang dan Robot AI ke GIIAS 2026

XPENG Indonesia kembali meramaikan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli-9 Agustus 2026. Bertempat di Hall 3A, XPENG datang dengan tema “Physical AI for All”, yang menampilkan ekosistem mobilitas berbasis kecerdasan buatan (AI).
Lewat tema ini, XPENG gak cuma memamerkan mobil listrik pintar, tapi juga memperlihatkan visi mereka soal masa depan mobilitas yang lebih cerdas, saling terhubung, dan terintegrasi.
Partisipasi di GIIAS 2026 juga jadi momen satu tahun perjalanan XPENG di pasar Indonesia. Selama setahun terakhir, Erajaya Active Lifestyle sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) XPENG terus memperluas portofolio produk, memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual di Jabodetabek, sampai menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota besar lainnya.
“Melalui tema Physical AI for All, kami ingin memperlihatkan bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses. Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan, memperkuat layanan, serta menghadirkan berbagai inovasi global XPENG bagi konsumen di Indonesia,” ujar Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle.
Gak Cuma Mobil Listrik, Ada Robot dan Mobil Terbang
Salah satu yang paling mencuri perhatian di booth XPENG adalah kehadiran XPENG GX, konsep mobil masa depan yang menggabungkan desain futuristis dengan teknologi AI.
XPENG Indonesia bahkan menginisiasi debut Asia Tenggara L03 setelah resmi diperkenalkan secara global di Munich, Jerman pada pertengahan Juli lalu. Karya mantan Chief Exterior Designer Ferrari itu tampil memukau di GIIAS 2026.
XPENG juga membawa The Next P7, smart sports car yang dibekali kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPS. Mobil ini diklaim menjadi model pertama di dunia yang mengadopsi Visual Language Action (VLA) dan Visual Language Model (VLM) dengan pemrosesan langsung di dalam kendaraan.
Teknologi tersebut bikin mobil bisa memahami kondisi jalan, lalu lintas, sampai perintah pengemudi dengan lebih baik. Performanya juga gak main-main karena sudah memakai sistem kelistrikan 800V, baterai 5C, suspensi udara dual-chamber, DCC Intelligent Variable Damping Shock Absorbers, kaliper rem Brembo, serta akselerasi 0-100 km/jam sekitar 3 detik.
Menariknya lagi, XPENG juga membawa Next-Gen IRON, robot humanoid berbasis AI yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia secara lebih natural.
Selain itu, ada juga XPENG X2, kendaraan terbang yang menjadi gambaran arah pengembangan mobilitas tiga dimensi di masa depan.
Kehadiran GX, The Next P7, Next-Gen IRON, dan X2 menjadi bagian dari Physical AI Ecosystem, yaitu ekosistem yang menghubungkan kendaraan pintar, robotika, mobilitas otonom, hingga kendaraan terbang dalam satu platform teknologi.

XPENG New X9 Makin Pintar dan Nyaman
Selain konsep masa depan, XPENG juga menampilkan New X9 sebagai MPV premium andalannya di Indonesia.
Model ini hadir dengan desain Starship 2.0 yang punya koefisien hambat udara hanya 0,236 Cd. XPENG juga membekalinya dengan Active Rear-Wheel Steering sehingga radius putarnya hanya 5,4 meter, membuat MPV bongsor ini tetap lincah saat bermanuver.
Masuk ke kabin, New X9 menawarkan ruang seluas 7,7 meter persegi, salah satu yang terbesar di kelasnya.
Fitur kenyamanannya juga lengkap, mulai dari jok Nappa Leather dengan Zero Gravity Seat, sistem audio XPENG XOPERA 23 speaker, layar hiburan penumpang 21,4 inci, sampai kulkas pintar dengan fungsi ganda.
Teknologinya didukung sistem operasi terbaru XOS Tianji, prosesor Qualcomm Snapdragon 8295, sistem XPILOT Assist dengan 27 sensor, serta XP5 Turing AI Chip yang dikembangkan sendiri oleh XPENG. Chip ini memungkinkan mobil mengenali kondisi jalan, kendaraan sekitar, marka jalan, hingga area parkir dengan lebih cepat dan akurat.
Soal performa, New X9 dibangun di atas platform 800V Silicon Carbide dengan baterai 5C yang memungkinkan pengisian daya dari 10-80 persen hanya sekitar 12 menit. Untuk varian Long Range, jarak tempuhnya diklaim mencapai 715 kilometer (NEDC).

XPENG G6 Pro AWD Resmi Diperkenalkan
XPENG Indonesia juga resmi memperkenalkan G6 Pro All-Wheel Drive (AWD) sebagai pilihan baru di segmen SUV listrik premium.
SUV ini dibangun di atas platform 800V Silicon Carbide dan menggunakan motor listrik ganda dengan tenaga maksimum 358 kW serta torsi 660 Nm.
Berkat spesifikasi tersebut, akselerasi 0-100 km/jam bisa dituntaskan hanya dalam 4,13 detik.
G6 Pro AWD juga sudah mendukung teknologi 5C Ultra-Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya DC dari 10-80 persen sekitar 12 menit. Dalam kondisi baterai penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 575 kilometer (NEDC).
Masuk ke kabin, tersedia jok Nappa Leather dengan fitur pemanas, ventilasi, pijat, dan pengaturan elektrik. Sistem hiburannya memakai XPENG XOPERA 2.0 Surround Sound dengan 18 speaker, ambient light 256 warna, wireless charging berventilasi ganda, hingga streaming media rear-view mirror.
Dari sisi keselamatan, G6 Pro AWD sudah dibekali XPILOT Assist lengkap dengan kamera dan sensor berpresisi tinggi yang mampu mengenali hingga 49 jenis objek statis maupun dinamis, sehingga pengalaman berkendara jadi lebih aman dan intuitif.
Ada Promo Selama GIIAS 2026
Selama GIIAS 2026, XPENG Indonesia juga menyiapkan sejumlah program penjualan.
Konsumen yang membeli XPENG G6 Pro secara tunai bakal mendapat gratis asuransi komprehensif selama dua tahun. Sementara pembelian XPENG New X9 secara tunai mendapatkan gratis asuransi komprehensif selama satu tahun.
Buat yang memilih pembelian lewat leasing rekanan, XPENG menawarkan bunga 0 persen hingga dua tahun untuk G6 Pro dan low rate mulai 1 persen hingga dua tahun untuk New X9.
Program ini berlaku untuk SPK dan retail sales selama 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
News
Automechanika Jakarta 2026 Digelar, Ada 339 Exhibitor

Pameran komponen dan industri otomotif Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 siap digelar untuk pertama kalinya di Indonesia.
Acara ini bakal berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 pada 24-27 September 2026.
Indonesia menjadi negara ke-15 yang menjadi tuan rumah Automechanika. Di Asia, pameran ini sebelumnya sudah hadir di sejumlah kota seperti Shanghai, Kuala Lumpur, dan Ho Chi Minh City.
AMJKT 2026 menempati area pameran seluas 20.800 meter persegi yang terdiri dari empat hall indoor dan area outdoor.
Total ada 339 exhibitor dari Indonesia dan mancanegara yang akan ikut meramaikan pameran perdana ini.
Pameran tersebut gak cuma menjadi tempat melihat produk komponen otomotif, tetapi juga mempertemukan pelaku industri lokal dengan pemain dari luar negeri.
Fiona Chiew General Manager Messe Frankfurt HK bilang, Automechanika punya jaringan global yang cukup luas dengan menghadirkan berbagai perusahaan yang memiliki spesialisasi di beragam kategori produk otomotif.
“Kami menghadirkan peserta pameran dari luar negeri yang memiliki spesialisasi dalam berbagai kategori produk.
Messe Frankfurt memiliki jaringan yang kuat dengan pasar lokal maupun internasional, serta menjalin kemitraan dengan pihak lokal tepercaya, seperti mitra penyelenggara bersama GIAMM. Jaringan kami yang luas memadukan keahlian lokal dan wawasan internasional, sehingga turut memastikan kesuksesan dan relevansi pameran
Dukungan resmi: kami mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia serta 16 asosiasi lokal dan internasional (meliputi Jepang, Malaysia, dan Uni Eropa).”

Ada Workshop untuk Teknisi dan Bengkel
Buat bengkel dan teknisi, AMJKT 2026 juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung.
Salah satunya Tech & Skills Workshop yang memberikan pelatihan teori dan praktik. Materinya mencakup efisiensi, keberlanjutan, kualitas layanan, sampai aspek keselamatan ketika menangani kendaraan listrik.
Hal ini menjadi semakin relevan karena industri otomotif Indonesia sekarang gak cuma bergerak di kendaraan bermesin bensin dan diesel.
Kendaraan listrik mulai berkembang, sehingga teknisi juga perlu menyesuaikan kemampuan dengan teknologi baru.
“Kami telah menyambut partisipasi pelaku industri Indonesia dalam berbagai pameran Automechanika lainnya, namun kini saatnya menghadirkan sumber daya tersebut secara langsung ke Indonesia.”
“Mendorong peluang perdagangan, pertukaran pengetahuan, inovasi, kemitraan strategis, dan kolaborasi lintas negara.”
“Pameran, sesi business matching, dan berbagai acara pendukung lainnya menghadirkan sarana edukasi, peluang pelatihan, serta pengalaman baru.” kata Fiona.
Menariknya, AMJKT 2026 juga menghadirkan pembicara dari Tiongkok untuk membagikan wawasan mengenai arsitektur baterai lithium-ion 16V Tesla.
Selain workshop, ada juga business matching yang mempertemukan pembeli dari luar negeri dengan pelaku bisnis lokal.
Ada pula kunjungan industri untuk memberikan gambaran langsung mengenai kemampuan manufaktur Indonesia kepada peserta internasional.
Komponen Lokal Masih Punya Tantangan
Di tengah perkembangan teknologi kendaraan listrik, industri komponen otomotif Indonesia juga masih menghadapi tantangan.
Yusak Kristian, President Director PT Astra Otoparts sekaligus Ketua GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) mengatakan, perubahan teknologi, kebutuhan pasar, serta persaingan dengan produk impor membuat industri komponen harus terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, perkembangan kendaraan elektrifikasi justru bisa menjadi peluang bagi industri lokal untuk mengembangkan produk dan teknologi baru.
“Kami melihat Automechanika Jakarta sebagai platform yang sejalan dengan perjalanan dan kapabilitas Astra Otoparts sebagai salah satu pemain di industri komponen otomotif Indonesia,” kata Yusak Kristian, President Director PT Astra Otoparts sekaligus Ketua GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) pada acara Media Briefing AMJKT 2026 di Hotel Mövenpick Jakarta, 18 September 2026.

Astra Otoparts Bawa 25 Perusahaan
Salah satu pemain besar industri komponen otomotif Indonesia yang ikut ambil bagian adalah Astra Otoparts Group.
Astra Otoparts juga menjadi strategic partner AMJKT 2026 dan bakal membawa 25 perusahaan dalam satu area booth.
Ekosistem yang ditampilkan cukup lengkap, mulai dari komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, velg, kondensor, sampai berbagai produk OEM dan aftermarket.
Untuk lini aftermarket, beberapa brand yang akan hadir di antaranya Aspira, GS Astra, KYB, Pirelli, Federal, FIM Piston, Akebono, Incoe, Aspira Premio, Aspira Exposio, dan Ulti X.
“Kami berharap keikutsertaan Astra Otoparts di Automechanika Jakarta dapat menjadi kesempatan untuk memperluas koneksi dan berinteraksi dengan lebih banyak pelaku industri, baik dari Indonesia maupun internasional. Membuka pengembangan bisnis dengan OEM, distributor, supplier, dan pemain aftermarket dari Indonesia maupun global.”

ICE dan EV Sama-sama Dibawa
Meski kendaraan listrik terus berkembang, Automechanika Jakarta 2026 gak cuma berfokus pada kendaraan elektrifikasi.
Produk dan teknologi untuk kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE tetap mendapat tempat karena jenis kendaraan ini masih memegang peranan penting di pasar Indonesia.
Di sisi lain, produk, layanan, dan teknologi yang berkaitan dengan kendaraan listrik juga mulai diperkenalkan untuk mengikuti perkembangan pasar.
AMJKT 2026 juga membawa misi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus mengenalkan industri otomotif kepada generasi muda.
Dengan mempertemukan pelaku industri lokal dan internasional, pameran ini diharapkan bisa membuka peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan bisnis di sektor otomotif.
Buat industri komponen Indonesia, perkembangan kendaraan listrik bukan cuma berarti harus beradaptasi. Perubahan ini juga membuka peluang baru untuk mengembangkan produk dan masuk lebih jauh ke rantai pasok otomotif global.
News
Wuling Raih Penghargaan Berkat Perakitan Baterai Mobil Listrik Lokal

Wuling Motors kembali mendapat apresiasi atas langkahnya mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Kali ini, Wuling meraih penghargaan Inisiatif Produksi EV Nasional dalam ajang Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 ‘The Green Changer’ yang digelar di Sudirman Hall, Sequis Tower SCBD, Jakarta, 17 September 2026.
Wuling mendapat penghargaan di sektor Transportasi dan Logistik, salah satunya karena sudah melakukan lokalisasi perakitan baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Wuling meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus ikut mendorong perkembangan produksi kendaraan listrik di Tanah Air.
“Kami berterima kasih atas penghargaan Inisiatif Produksi EV Nasional yang diberikan kepada Wuling melalui KESGI Award 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kontribusi terhadap perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Melalui lokalisasi perakitan baterai, Wuling berkomitmen untuk terus meningkatkan TKDN dan mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” kata Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors.

Baterai Mobil Wuling Dirakit di Indonesia
Untuk mendukung langkah tersebut, Wuling memanfaatkan fasilitas manufakturnya di Cikarang, Jawa Barat.
Fasilitas ini sebelumnya sudah digunakan untuk kegiatan produksi Wuling di Indonesia. Kini, fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan perakitan baterai EV dan PHEV secara lokal.
Dengan adanya perakitan baterai di dalam negeri, Wuling berupaya meningkatkan tingkat lokalisasi sekaligus TKDN produk-produknya.
Saat ini, seluruh lini kendaraan Wuling disebut sudah memiliki TKDN di atas 40 persen.
Baterai hasil perakitan lokal tersebut kemudian digunakan pada sejumlah kendaraan elektrifikasi Wuling yang dipasarkan di Indonesia.

Enam Model Pakai Baterai Rakitan Lokal
Wuling punya beberapa pilihan kendaraan elektrifikasi yang sudah menggunakan baterai hasil perakitan lokal.
Ada BinguoEV ‘Be The Icon’ yang menawarkan desain ikonik untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Kemudian Cloud EV ‘Driving The Future of Comfort’ yang mengutamakan kenyamanan dengan kabin lapang dan berbagai fitur pendukung perjalanan.
Untuk kebutuhan keluarga, ada Darion EV & PHEV ‘Evolving Family Moments’ yang hadir sebagai MPV dengan pilihan teknologi elektrifikasi.
Sementara itu, Eksion EV & PHEV ‘Exploring Family Journeys’ menawarkan konfigurasi SUV 7-seater dengan teknologi elektrifikasi untuk berbagai kebutuhan perjalanan keluarga.
Wuling juga punya Aira ev ‘Fun Everyday For Everyone’ yang menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan lewat format electric city car.
Terakhir, ada Mitra EV ‘Satu Rekan Banyak Solusi’ yang merupakan kendaraan listrik komersial untuk mendukung kebutuhan usaha dan aktivitas produktif.
Keenam model tersebut sudah menggunakan baterai hasil perakitan lokal di Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Wuling untuk meningkatkan nilai tambah produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Tentang KESGI Award 2026
KESGI Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian Katadata SAFE 2026. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan institusi berdasarkan kinerja serta kepemimpinan ESG yang dinilai menggunakan KESGI Framework.
Sementara Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 merupakan platform yang membahas berbagai isu seputar sustainability, ESG, dan inovasi.
Memasuki tahun ketujuh, Katadata SAFE 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan seperti konferensi, penghargaan, pameran, workshop, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Tahun ini, Katadata SAFE 2026 mengusung tema ‘The Green Changer’ yang menyoroti transformasi hijau dan penerapan ESG untuk mendorong daya saing, ketahanan, serta arah perkembangan ekonomi masa depan.
Bagi Wuling, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan lokalisasi produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Melalui Good Product, Good Quality, dan Good Service, Wuling menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan bagi masyarakat Indonesia.
News
Yamaha Dirt Bike Experience, Off-road Bareng WR155 R dan YZ125X

Main motor trail gak cukup cuma berani buka gas. Begitu masuk lintasan off-road, cara pegang setang, posisi badan, sampai teknik pengereman juga punya peran penting.
Hal tersebut coba dirasakan langsung oleh sejumlah awak media lewat Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up yang digelar pada 9/11.
Dalam kegiatan ini, peserta gak cuma diajak merasakan langsung Yamaha WR155 R dan YZ125X di lintasan off-road. Mereka juga mendapat pembekalan teknik berkendara dari tim Yamaha Riding Academy (YRA).
Yamaha Dirt Bike Experience sendiri menjadi salah satu cara Yamaha untuk mempertahankan DNA racing sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih seru kepada konsumennya.
“Bagi kami di Yamaha, DNA balap merupakan bagian penting dari jati diri yang terus kami pertahankan dan kembangkan. Melalui event Yamaha Dirt Bike Experience, kami tidak hanya sekadar menegaskan inovasi produk yang mampu menjawab excitement para pengguna setia. Namun melalui event ini, kami pun ingin terus menjaga milestone dan DNA racing Yamaha dengan menyediakan payung aktivitas yang lebih luas serta pengalaman yang lebih enjoyful dan fun di setiap waktunya. Hal itu pun kami wujudkan melalui inovasi produk dirt bike Yamaha, seperti WR155 R dan YZ125X, dengan memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan langsung karakter dan kemampuan motor di lintasan. Atas kami pun berharap bahwa para pengguna setia dapat terus terhubung dengan kemampuan motor dan merasakan langsung real excitement feeling yang menjadi ciri khas Yamaha,” kata Rifki Maulana, Manager PR, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Belajar Teknik Dasar Sebelum Gaspol
Berlokasi di Cibereum National Motocross Circuit, kegiatan dimulai dengan pembekalan dari tim YRA.
Materinya gak cuma soal keselamatan berkendara, tapi juga teknik dasar sampai cara menghadapi berbagai obstacle di lintasan.
Pada sesi pertama, peserta diajak mengenal sejumlah teknik dasar berkendara menggunakan motor dirt bike, mulai dari posisi badan sampai cara mengontrol motor.
Beberapa teknik yang diberikan antara lain:
- Memegang setang dengan posisi siku terbuka dan sedikit menekuk saat bermanuver.
- Mengatur posisi duduk dan arah menekuk badan atau lean out ketika melakukan slalom dan chidori atau zig-zag.
- Mengatur posisi duduk yang tepat saat melakukan akselerasi dan braking.
- Menempatkan kaki dengan benar untuk mendapatkan grip dengan menjepit lutut dan paha pada sisi motor.
- Melakukan pengereman secara halus menggunakan rem depan dan belakang.
Setelah memahami teknik dasarnya, peserta baru diajak turun langsung ke lintasan kecil di Cibereum.
Di sesi kedua ini, peserta mulai berhadapan dengan berbagai obstacle. Teknik yang sebelumnya dipelajari langsung dicoba saat motor diajak melewati lintasan.
Untuk melewati obstacle kayu dan ban, misalnya, peserta diminta berdiri di atas footpeg dengan posisi badan sedikit membungkuk.
Ada juga teknik brake dan corner slide ketika memasuki tikungan dengan akselerasi cepat.
Saat melewati medan kerikil atau pasir dan s-curve, posisi kaki juga harus diperhatikan. Kaki perlu diluruskan sejajar dengan sisi motor supaya motor tetap bisa dikontrol.
Selain itu, pandangan juga harus diarahkan jauh ke depan. Fokusnya bukan cuma ke obstacle yang sedang dilewati, tapi juga jalur dan target berikutnya.

WR155 R dan YZ125X Digeber di Lintasan
Dua motor Yamaha jadi andalan dalam kegiatan ini, yakni WR155 R dan YZ125X.
Yamaha WR155 R menggunakan mesin 155cc, liquid cooled, 4 langkah dengan VVA. Mesin tersebut dirancang untuk memberikan tenaga sekaligus torsi saat motor diajak melibas lintasan.
Untuk menunjang kemampuan off-road, WR155 R dibekali suspensi depan telescopic berdiameter 41mm dengan panjang 899.1mm.
Suspensi belakangnya menggunakan moncross dengan tingkat kekerasan yang bisa disesuaikan dengan kondisi rintangan.
Sistem pengeremannya sudah menggunakan rem cakram ganda. Sementara rangka semi double cradle frame ikut menunjang kepercayaan diri pengendara ketika melewati berbagai medan.
YZ125X Punya Karakter Lebih Racy
Kalau WR155 R menawarkan karakter yang lebih mudah diajak bermain di lintasan, YZ125X punya sensasi yang berbeda.
Motor ini menggunakan konstruksi rangka yang presisi dan ringan, sehingga menawarkan feel berkendara yang stabil.
Mesinnya berkapasitas 125cc, 2 langkah dengan transmisi 6 percepatan. Karakter mesin tersebut memberikan tarikan instan yang lebih agresif, sesuai dengan karakter motor off-road.
Ergonominya juga dibuat lebih racy dengan tampilan yang rigid. Posisi tersebut membantu rider mencari posisi berkendara yang sesuai sekaligus mengoptimalkan agresivitas saat melibas lintasan.
YZ125X juga sudah menggunakan suspensi depan KYB yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Bukan Cuma Main Motor, Tapi Belajar Ngontrol
Buat peserta, pengalaman ini ternyata gak cuma soal mencoba motor trail dan melewati obstacle.
“Buat saya, Yamaha Dirt Bike Experience Skill Up ini seru karena kami bisa langsung merasakan karakter WR155 R dan YZ125X di lintasan off-road. WR155 R terasa bertenaga dan cukup mudah dikontrol ketika melewati obstacle, sedangkan YZ125X punya feel yang lebih agresif dan racy. Ditambah pembekalan teknik dari YRA, kami jadi tidak hanya sekadar riding dan mencoba obstacle, tapi juga belajar bagaimana mengontrol motor dengan teknik yang lebih tepat. Pengalaman ini tentunya membuat saya semakin percaya diri untuk mengeksplorasi riding off-road,” kata Ajgum salah seorang peserta.
Lewat Yamaha Dirt Bike Experience Skill Up, Yamaha mencoba membawa pengalaman berkendara off-road ke level yang lebih dari sekadar gaspol.
Peserta diajak memahami dulu cara mengontrol motor, baru kemudian menguji kemampuan WR155 R dan YZ125X di lintasan. Dengan begitu, keseruan main dirt bike tetap jalan, tapi teknik berkendara juga ikut berkembang.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
News2 years agoBus Termewah di Dunia, Fasilitasnya Kaya Hotel Bintang Lima!























