News
8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget

Great Wall Motors (GWM), produsen mobil asal Tiongkok ini ngeluarin mobil yang menggemparkan dunia otomotif, GWM Tank 500. Sebuah SUV mewah yang jadi saingan Land Cruiser. SUV ini punya mesin 2.000cc turbo plus hybrid engine. Jadi total tenaganya 342 HP / 648 Nm, akselerasi dari 0-100 dalam waktu 7.9 seconds (cukup kencang padahal berat mobil ini 2.535 kg). Fitur dari GWM Tank 500 juga beragam. Kalau lo liat reviewnya, mobil ini sangat cocok buat di pake offroad. Tapi kemarin tim Halotomotif nyobain bawa GWM Tank 500 ke pantai ~~
Fiturnya kan banyak banget, tapi yang pasti bakal dipakai cuma ini
Mode berkendara
Ada 11 mode berkendara di GWM Tank 500
- Driving modes: standard / sport / economy / automatic
- Off-road driving modes: mud / sand / rock / 4H / snow / 4L / expert
Tapi akan lebih nyaman kalau pake yang “automatic” pas nyetir, jadi biarin sistem yang ngebaca sesuai dengan kebutuhan jalanannya.
Kamera 360 bisa sampai liat bawah mobil
Di mobil lain pasti camera 360nya mentok cuma samping, belakang, depan, terus top view. Tapi kalau di GWM Tank 500 bisa sampai lihat bagian kolongnya. Wooow kayak invisible car gitu tampilan di head unitnya! Fungsi ini berguna banget apalagi kalau mobil ini dibawa ke medan off-road. Lo gak perlu lagi turun untuk melihat rintangan yang ada di depan
Reverse tracking
Mobil ini gede, panjang, gagah dan berani. Dimensi mobil ini P 5,078 mm L 1,934 mm T 1,905 mm. Kalau misal lagi jalan terus nemu jalan buntu, tenang aja! Ada fitur reverse tracking, yang bisa mundur ngikutin rute sebelumnya sepanjang 50 m. Setirnya juga muter otomatis, gas remnya nyesuaiin dengan memory rute sebelumnya.
Sungguh memudahkaaan!
Kursi pijat
Walaupun yang jadi supir dan penumpang gak bakal capek naik mobil ini, tapi yakin banget makin relax kalau nyobain kursi pijetnya. Ada 8 tipe pijatan wave, serpentine, catwalk, butterfly, waist, back, pulse, dan single row. Dan level pijetnya juga bisa low, medium, hard. The best banget yang hard, kerasa banget bukan cuma geli-geli doang.
Power outlet (AC)
Ini nih yang penting banget GWM Tank 500 nyediaiin power outlet 220V dengan model universal. Pas di pantai lagi butuh listrik, bisa banget nyolok disini. Tapi jangan buat nyolokin genset ntar meleduk haha.
Automatic electric side step
Mobil seharga 1 Miliar mana yang kasih fitur ini selain GWM Tank 500? Kayaknya belum ada deh. Cukup buka handle pintu, langsung disambut sama side stepnya. Pas nutup pintu juga langsung ilang side stepnya.
Sistem keamanan
Kalau di tol langsung aktifin aja Adaptive Cruise controlnya, karena alus bangeeet. Bisa ngebaca dengan tepat kecepatan mobil didepan. Selain itu ada juga lane keeping assist yang bantu kasih warning kalau lo lagi keluar jalur yang seharusnya.
Ispace
Cocok banget fitur ini buat lo pake pas nikmati senja di pantai. Karena feels like home, ada sound effect mulai dari suara hujan, hutan, luar angkasa, dan bahkan yang romantic. Bisa jadi pengantar tidur dan bikin relax.
Cerita dikit ya, kemarin halotomotif pakai GWM Tank 500 dari Jakarta Selatan ke Anyer (pp kurang lebih 260 km) menghabiskan bensin kurang lebih 50 liter pertamax atau seharga Rp750.000 . Rasio bensinnya di 1:8, cukup boros walaupun udah di support sama hybrid engine-nya. Tapi, setelah experience nyetir dan jadi penumpang di mobil ini cuma 1 kata yang keluar “wooow nyaman banget”. Gak berasa kalau mobil ini buatan China.
Worth to buy kalau emang lagi cari mobil gede yang tahan banting di segala medan.
Baca juga : Baru Rilis di Indonesia, GWM Tank 500 Terjual 50 Unit Sebulan?
News
Hongqi Buka Rumah Pertama di Indonesia

Hongqi mulai serius membangun pijakannya di Indonesia. Setelah diperkenalkan ke masyarakat Indonesia pada Agustus 2026, merek mobil premium asal China ini melanjutkan langkahnya bersama Indomobil Group.
Salah satu langkah tersebut terlihat dari kunjungan jajaran FAW Group, perusahaan induk Hongqi, ke Hongqi House Mampang, Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Hongqi Global dan Indomobil Group melakukan penandatanganan plakat secara simbolis. Momen ini sekaligus menandai Hongqi House Mampang sebagai Hongqi House pertama di Indonesia.
Bukan sekadar showroom, Hongqi ingin menjadikan tempat ini sebagai bagian dari pengalaman konsumen mengenal brand.
Hongqi House Mampang mengusung konsep hospitality yang terinspirasi dari budaya kemewahan Tiongkok. Konsumen nantinya bisa mendapatkan pelayanan yang lebih personal, mengenal produk, berinteraksi dengan tim, sekaligus merasakan pengalaman bersama Hongqi dengan suasana yang lebih eksklusif.
Hongqi bawa konsep Neo-Chinese Luxury
Hongqi bukan pemain baru di industri otomotif China. Merek ini sudah punya perjalanan panjang sejak 1958 dan selama beberapa generasi dikenal dekat dengan berbagai kegiatan kenegaraan di Tiongkok.
Mobil Hongqi pernah digunakan dalam penyambutan kepala negara, seremoni kenegaraan, sampai agenda diplomatik.
Namun, Hongqi gak cuma mengandalkan sejarah tersebut.
Seiring perkembangan zaman, merek ini mulai menerjemahkan identitas Tiongkok ke dalam konsep kemewahan yang lebih modern. Dari sinilah muncul istilah Neo-Chinese Luxury.

Konsep tersebut mencoba membawa nilai, filosofi, dan estetika Timur ke dalam mobil modern.
“Perjalanan Hongqi sejak awal memang lekat dengan berbagai momen penting kepemimpinan di Tiongkok. Namun bagi kami, yang penting bukan hanya sejarah tersebut, melainkan bagaimana nilai yang lahir darinya tetap relevan hari ini. Melalui Neo-Chinese Luxury, Hongqi membawa ketenangan, perhatian terhadap detail, dan keyakinan pada identitasnya sendiri ke dalam pengalaman kemewahan yang lebih personal bagi konsumen Indonesia,” kata Andrew Nasuri, Director of Indomobil Group.
Gak sekadar tempel ornamen China
Hongqi mencoba membawa budaya Tiongkok ke dalam desain dengan cara yang lebih dalam.
Jadi, bukan sekadar menambahkan ornamen khas China ke bodi mobil.
Sejak memasuki fase transformasi pada 2018, Hongqi mulai mengembangkan bahasa desain baru. Salah satu langkahnya dilakukan melalui Hongqi–Palace Museum Joint Innovation Laboratory.
Lewat kolaborasi tersebut, desainer Hongqi bekerja bersama para ahli Palace Museum untuk mencari cara menerjemahkan budaya dan estetika Tiongkok ke dalam desain modern.
Salah satu prinsip yang digunakan adalah Taihe (太和), yang membawa nilai harmoni dan keseimbangan ke dalam desain.

Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari proporsi, ruang, hubungan manusia dengan kabin, simbolisme, sampai detail-detail kecil.
Jadi, kemewahan yang ingin ditampilkan Hongqi bukan cuma soal tampilan yang besar dan mencolok.
Mereka ingin menghadirkan kabin yang terasa tenang, material yang dipilih dengan cermat, detail yang punya makna, serta teknologi yang membantu tanpa terlalu mengambil perhatian.

E-HS9 jadi salah satu contohnya
Konsep Neo-Chinese Luxury ini sudah bisa dilihat lewat Hongqi E-HS9 yang telah diperkenalkan di Indonesia.
E-HS9 merupakan flagship full-size electric SUV dengan konfigurasi enam kursi 2+2+2.
Dari luar, desainnya terlihat tegas. Namun masuk ke dalam kabin, pendekatan yang dibawa Hongqi lebih mengarah pada kenyamanan dan suasana yang personal.
Teknologi juga dibuat untuk membantu perjalanan menjadi lebih mudah dan intuitif, bukan malah membuat pengemudi sibuk dengan berbagai fitur.
Buat Hongqi, kemewahan bukan cuma soal apa yang terlihat.
Rasa nyaman, suasana kabin, ruang yang lega, sampai ketenangan selama perjalanan juga menjadi bagian dari kemewahan.
Kehadiran Hongqi House Mampang sekaligus menjadi langkah awal Hongqi dan Indomobil Group untuk membangun bisnisnya di Indonesia dalam jangka panjang.
Jadi, perjalanan Hongqi di Indonesia gak berhenti di mobil listrik E-HS9 saja.
News
GWM Wey G9 Hi4 Punya Kursi Zero Gravity

Kalau biasanya MPV identik dengan mobil keluarga, GWM punya cara berbeda lewat Wey G9 Hi4.
Mobil yang dipamerkan di BCA Expo 2026 ini membawa konsep luxury MPV dengan kabin yang dibuat senyaman mungkin untuk semua penumpang. Gak cuma yang duduk di depan, penumpang baris kedua dan ketiga juga dapat perlakuan layaknya naik mobil kelas premium.
Menariknya, GWM Wey G9 Hi4 tersedia dalam dua pilihan powertrain, yakni HEV dan PHEV. Keduanya sama-sama menggunakan teknologi Hi4 atau Hybrid Intelligent 4WD.
Teknologi tersebut menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk mengatur distribusi tenaga ke roda sesuai kebutuhan.
Khusus versi PHEV, GWM mengklaim Wey G9 Hi4 menjadi luxury MPV pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Hi4.
“GWM Wey G9 Hi4 adalah bukti bahwa kemewahan tidak harus menuntut kompromi. Kami menghadirkannya dalam dua pilihan teknologi hybrid, HEV dan PHEV, agar konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan perjalanan mereka. Keduanya menawarkan standar kemewahan dan kenyamanan yang sama, dengan karakter powertrain yang berbeda. Kehadiran dua pilihan ini sejalan dengan filosofi kami: All Scenarios, All Powertrains, All Users,” kata Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia.

Kabinnya dibuat senyaman ruang eksekutif
Masuk ke kabin, bagian yang paling menarik tentu ada di baris kedua.
GWM membekali kursinya dengan model floating zero-gravity berbahan NAPPA leather. Gak cuma terlihat mewah, kursi ini juga punya fungsi pijat dan ventilasi.
Jadi, buat yang duduk di belakang, perjalanan jauh harusnya gak terasa terlalu melelahkan.
Menariknya lagi, ketiga baris kursi dibuat dengan konsep layaknya kursi kelas bisnis. Kabinnya juga punya lantai rata sehingga ruang kaki terasa lebih lega.
Untuk menemani perjalanan, tersedia sistem audio dengan 21 speaker dan layar tengah berukuran 14,6 inci.
Ada juga meja lipat di belakang kursi yang bisa dipakai untuk bekerja atau makan. Khusus versi PHEV, GWM menambahkan box yang bisa digunakan untuk mendinginkan maupun menghangatkan makanan dan minuman.
Pilih HEV atau PHEV?
Kalau lebih suka mobil hybrid yang gak perlu repot colok charger, GWM Wey G9 Hi4 HEV bisa jadi pilihannya.
Versi ini dibekali baterai 1,67 kWh dan punya tenaga sistem maksimum 263 kW dengan torsi 782 Nm.
Untuk konsumsi bahan bakar, GWM mengklaim HEV bisa mencapai sekitar 15 km per liter.
Sementara itu, versi PHEV punya tenaga lebih besar, yakni 325 kW dan torsi 642 Nm.
Keunggulan utamanya tentu kemampuan berjalan menggunakan tenaga listrik. Dalam kondisi baterai terisi, Wey G9 Hi4 PHEV bisa melaju hingga 170 km hanya dengan tenaga listrik.
Jadi, untuk aktivitas harian di dalam kota, pengguna bisa saja lebih sering menggunakan mode listrik tanpa perlu menyalakan mesin bensin.
Kalau baterai dan bensin sama-sama penuh, total jarak tempuhnya diklaim bisa lebih dari 1.000 km. Efisiensinya juga disebut bisa mencapai 83,33 km per liter.

Bisa fast charging dan punya V2L
Untuk urusan isi daya, Wey G9 Hi4 PHEV mendukung pengisian cepat DC sampai 60 kW.
Dari kondisi 30 persen ke 80 persen, pengisian membutuhkan waktu sekitar 26 menit.
Kalau di rumah, tersedia pengisian AC 6,6 kW.
Gak berhenti di situ, mobil ini juga punya fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW. Jadi, baterai mobil bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk berbagai kebutuhan, termasuk saat aktivitas di luar ruangan.
Baik versi HEV maupun PHEV sama-sama menggunakan sistem Hi4 yang dirancang untuk membantu mengatur traksi dan distribusi tenaga sesuai kondisi berkendara.
Fitur keselamatannya juga lengkap
Untuk keselamatan, baterai GWM Wey G9 Hi4 sudah meraih sertifikasi keselamatan lima bintang C-EVFI 2024.
Mobil ini juga menggunakan struktur bodi berkekuatan tinggi dan dibekali lebih dari 20 fitur bantuan berkendara cerdas L2 Intelligent Driving Assistance.
Harga GWM Wey G9 Hi4
GWM Wey G9 Hi4 tersedia dalam dua pilihan. Harganya sebagai berikut:
- Wey G9 Hi4 HEV: Rp1.158.000.000 OTR Jakarta
- Wey G9 Hi4 PHEV: Rp1.368.000.000 OTR Jakarta
Mobil ini sudah bisa dipesan melalui 19 dealer resmi GWM di Indonesia.
Pilihan warnanya ada Aurora White dan Nebula Black.
Untuk purnajual, GWM memberikan bebas biaya servis dan suku cadang selama 6 tahun atau 60.000 km.
Garansi kendaraan berlaku selama 6 tahun atau 200.000 km, sedangkan baterainya mendapatkan garansi 8 tahun atau 200.000 km.
Pemilik juga mendapatkan layanan Customer Contact Center 24 jam di nomor 150-496 (GWM), Emergency Roadside Assistance (ERA), pick-up & delivery service, serta reservasi servis melalui Customer Contact Center.
Syarat dan ketentuan berlaku.
News
Range Rover Kini Punya Versi Listrik, Tetap Gahar Buat Off-Road

Land Rover akhirnya resmi memperkenalkan Range Rover Electric, SUV listrik paling mewah mereka yang sudah lama dinantikan.
Kehadiran model ini jadi babak baru buat Range Rover, karena untuk pertama kalinya lini SUV flagship tersebut mendapatkan jantung penggerak listrik penuh.
Meski sudah meninggalkan mesin konvensional, Land Rover gak mau menghilangkan karakter utama Range Rover. Mobil ini tetap mengusung tiga hal yang selama ini melekat pada namanya, yaitu kemewahan, performa, dan kemampuan melibas berbagai medan.
Range Rover Electric mengandalkan sistem dual motor all-wheel drive (AWD) yang diklaim punya performa setara mesin V8. Bedanya, tenaga dari motor listrik hadir lebih halus dan senyap.
Tampilan Tetap Kalem, Gak Terlihat Seperti Mobil Listrik
Salah satu hal menarik dari Range Rover Electric adalah desainnya yang masih sangat mirip dengan versi bermesin bensin.
Land Rover seolah gak ingin membuat mobil ini terlihat terlalu berbeda. Bagi yang melihat dari jauh, mungkin bakal sulit membedakan mana Range Rover listrik dan versi konvensional.
Basis desainnya masih menggunakan generasi kelima Range Rover yang diperkenalkan pada 2021.
Namun, ada beberapa ubahan kecil untuk menyesuaikan karakter mobil listrik, seperti desain gril depan yang lebih aerodinamis, pelek baru, serta revisi bagian bawah bodi.
Perubahan tersebut membuat hambatan udara turun 0,01 cd. Hasilnya, efisiensi meningkat dan jarak tempuh di jalan tol bisa bertambah hingga 16 km.
Range Rover Electric nantinya tersedia dalam beberapa pilihan varian, mulai dari SE, HSE, Autobiography, SV, SV Ultra, SV Black, serta edisi khusus First Edition.
Kabin Tetap Mewah, Teknologi Makin Canggih
Masuk ke dalam kabin, aura mewah khas Range Rover masih sangat terasa.
Material premium, desain minimalis, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi fokus utama.
Namun, Land Rover memberikan sejumlah sentuhan khusus untuk versi listrik ini.
Layar digital di dalam kabin kini memiliki tampilan khusus kendaraan listrik, termasuk fitur prediksi jarak tempuh berbasis teknologi AI.
Selain itu, sistem kendaraan juga sudah mendukung pembaruan software secara online melalui fitur over-the-air (OTA).
Hal lain yang menjadi perhatian Land Rover adalah kenyamanan suara.
Saat mobil dipacu dengan tenaga penuh, Range Rover Electric diklaim memiliki tingkat kebisingan kabin 7 dBA lebih rendah dibandingkan versi V8.
Artinya, penumpang tetap bisa menikmati suasana kabin yang tenang meski mobil sedang mengeluarkan performa maksimal.
Tenaga Lebih Besar dari Mesin V8
Di balik bodinya, Range Rover Electric menggunakan platform Modular Longitudinal Architecture (MLA) yang sudah disiapkan untuk kendaraan elektrifikasi.
Mobil ini dibekali dua motor listrik yang dikembangkan sendiri oleh Land Rover.
Masing-masing motor menghasilkan tenaga 349 hp. Jika digabungkan, total outputnya mencapai 542 hp dengan torsi maksimal 850 Nm.
Angka tersebut bahkan melampaui mesin mild-hybrid twin-turbo V8 4.4 liter yang menjadi salah satu pilihan mesin Range Rover.
Karakter motor listrik yang mampu memberikan tenaga secara instan membuat akselerasi SUV ini juga lebih agresif.
Dari posisi diam sampai 96 km/jam, Range Rover Electric hanya membutuhkan waktu 4,3 detik.
Sebagai perbandingan, Range Rover V8 membutuhkan waktu 4,5 detik untuk mencapai kecepatan yang sama.

Sekali Charge Bisa Jalan Sampai 600 Km
Untuk menyimpan energi, Range Rover Electric memakai baterai lithium-ion berkapasitas 118,5 kWh.
Baterai tersebut ditempatkan di bawah lantai kabin dengan perlindungan aluminium khusus.
Berdasarkan pengujian WLTP, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian daya.
Sementara berdasarkan standar EPA, jarak tempuhnya mencapai sekitar 535 km.
Untuk pengisian ulang, Range Rover Electric sudah mendukung teknologi fast charging DC 350 kW dengan arsitektur 800V.
Baterai bisa terisi dari 10 persen sampai 80 persen hanya dalam waktu 22 menit. Bahkan, pengisian selama 10 menit disebut mampu menambah jarak tempuh hingga 220 km.
Tetap Siap Diajak Off-Road
Meski kini memakai tenaga listrik, Range Rover Electric tetap membawa kemampuan yang menjadi ciri khas keluarga Range Rover.
Land Rover mengembangkan mobil ini bukan hanya untuk jalan perkotaan, tapi juga tetap siap menghadapi medan berat.
Salah satu tantangan terbesar mobil listrik untuk penggunaan off-road adalah pengaturan suhu dan efisiensi energi.
Karena itu, Land Rover membekali Range Rover Electric dengan teknologi ThermAssist.
Sistem ini diklaim mampu menghemat energi pemanas hingga 40 persen dan membantu menambah jarak tempuh sampai 40 km saat digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Dengan hadirnya Range Rover Electric, Land Rover ingin membuktikan kalau SUV listrik gak harus kehilangan karakter.
Mobil ini tetap menawarkan kemewahan khas Range Rover, tapi sekarang dengan performa instan dan pengalaman berkendara yang lebih senyap.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
News1 year agoSUV Plug-in Hybrid 7 Penumpang Murah Dibawah 500 Juta.

































