Tips
Servis Mobil Rutin, Perhatikan Ini

Servis mobil wajib dilakukan nih apalagi kalau mobil kamu baru, walau kadang bingung dan pasrah aja sama montir atau bengkelnya buat di servis, tapi komponen-komponen apa aja yang perlu dicek saat servis harus kamu pahami.
Pertama-tama kamu harus paham apa konsep dari servis mobil berkala, servis berkala ini merupakan servis yang biasa dilakukan berdasarkan jarak tempuh atau jangka waktu. Contohnya, untuk mobil baru saat mencapai 1.000 km wajib servis mobil ke bengkel resmi untuk dicek keseluruhannya, setelah itu rutin per 10.000 km atau per 6 bulan mana dahulu yang lebih tercapai, kalau udah kelipatan 50.000 km atau 100.000 km, mobil kamu harus dicek secara menyeluruh atau servis mobil besar-besaran untuk menjamin kesehatan mobil.
Pada saat servis mobil ini beberapa komponen mobil yang harus kamu cross check dan tanyakan pada bengkel.
Ganti oli dan filter
Saat servis mobil oli dan filter jadi treatment yang wajib diganti, Oli mesin berfungsi untuk melumasi dan melindungi mesin dari keausan akibat gesekan. Seiring waktu, oli akan menurun kualitasnya dan kotor, sehingga harus diganti secara berkala. Kalau gak diganti, pasti kerasa deh mobil kamu jadi gak enak saat dikendarai, dan performa mobil juga turun.
Filter oli juga perlu diganti bersamaan pas ganti oli, karena berfungsi menyaring kotoran dan partikel yang bisa merusak mesin jika tidak disaring dengan baik. Jika komponen ini tidak diganti berkala, maka kotoran bisa masuk ke dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan.
Cek kondisi aki
Walaupun kondisi mobil kamu baru, tapi cek kondisi aki juga wajib dilakukan saat servis mobil. Aki berfungsi sebagai sistem kelistrikan mobil. Mobil gak akan bisa di starter kalo aki rusak atau lemah. Tanda-tanda simple kalo aki sedang bermasalah misalnya saat klakson bunyi klaksonnya tidak nyaring, lampu redup, dan mesin sulit dinyalakan. So, jangan lupa tanyakan ke bengkel servis mobil kira-kira akinya masih aman gak ya?
Filter udara dan AC
Kalau mobil dipakai setiap hari mobil pasti ketemu dengan udara kotor dong. Oleh karena itu, Di dalam mobil sudah dipasang filter udara dan filter ac biar kita nyaman saat berkendara dengan mobil. Filter udara di mobil memiliki fungsi untuk menyaring udara yang masuk ke ruang bakar. Agar hasilnya sempurna, udara yang disalurkan juga harus bersih dari kotoran
Selain itu, filter pada AC juga jangan lupa diganti. Filter AC memiliki fungsi untuk mencegah debu, kuman, bakteri dan partikel kecil agar tidak masuk ke evaporator. Sehingga udara yang dihasilkan dalam kabin mobil lebih bersih dan sehat.
Saat servis mobil, kedua filter ini harus dibersihkan atau bahkan bisa jadi diganti kalau kondisinya parah.
Kampas mobil
Perhatikan saat servis mobil untuk kampas rem dan kampas kopling. Kampas rem ada usianya, jadi semakin lama digunakan dan semakin bertambahnya usia pemakaian mobil, kinerja kampas rem tidak pakem lagi.
Kampas rem yang sudah menipis akan menyebabkan gesekan antar komponen logam dan mengurangi jumlah minyak rem. Selain itu dari sisi pengereman juga kurang pakem sehingga berbahaya.
Kampas kopling memiliki fungsi untuk memutus dan menyambungkan tenaga yang dihasilkan pada mesin ke sistem transmisi. Kampas kopling dilakukan penggantian saat mobil mencapai 30.000 km sampai 40.000 km.
Cara mengetahui kampas kopling pada mobil sudah minta ganti adalah pada akselerasi yang semakin lambat. Tanda-tandanya itu posisi pedal kopling akan tampak lebih tinggi atau saat perpindahan gigi terasa berat.
Spooring dan balancing
Sering lewat jalan rusak dan berlubang bisa mengubah presisi ban, jadinya posisi setir lebih kekanan atau kekiri, tidak seimbang.
Nah saat servis mobil inilah harus di benerin lagi posisinya seperti semula. Spooring merupakan proses meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal sesuai dengan pengaturan pabrikannya. Sementara itu, balancing adalah proses menyeimbangkan kembali.
Erat kaitannya dengan ban, jadi di cek sekalian apakah ban masih tebal atau minta ganti baru.
Cek semua lampu
Fungsi lampu mobil adalah sebagai penerangan mobil saat malam hari. Saat melakukan servis mobil, jangan lupa untuk cek semua lampu mulai dari lampu utama, lampu sen, lampu rem karena terkadang part ini sering disepelekan.
Kaki-kaki mobil
Part penting saat servis mobil adalah pengecekan kaki-kaki mobil, kalau sering melewati jalanan yang tidak halus maka bisa jadi semua komponen pada kaki-kaki mobil geser. Komponen yang di maksut adalah suspensi (Shockbreaker) yang berfungsi untuk peredam guncangan, tie rod berfungsi sebagai penghubung setir dan pengikat roda agar roda dapat berbelok ke kiri dan kanan, bentuknya bundar dan besarnya seperti kelereng, ball joint (bentuknya bola letaknya berada di dudukan roda dan berfungsi sebagai penghubung lengan ayun sehingga suspensi lebih mudah bergerak dan menahan roda agar tidak lepas), bushing (bentuknya karet sebagai peredam getaran agar tidak mengganggu komponen dengan metal lain yang berhubungan), bearing (leher yang fungsinya sebagai bantalan roda agar dan memperkecil gesekan pada sumbu putar sehingga putaran roda terasa lebih halus
Busi
Busi berperan sebagai pemantik pada mesin mobil. Kalau kotor membuat mobil sulit dinyalakan dan membuat bahan bakar menjadi boros. Idealnya, busi harus diganti setiap menempuh jarak 20.000 km.
Jadi, buat kamu yang punya mobil baru atau yang ngerasa nyetirnya gak bener wajib banget servis mobil rutin. Pastikan ngobrol sama montir di bengkelnya biar gak ada yang ke skip.
Tips
Macet Jelang Buka Puasa Bikin Emosi, Gimana Biar Tetap Chill?

Macet jelang buka puasa tuh rasanya beda. Jalan makin padat, perut kosong, kepala mulai berat, sementara kita mau cepat-cepat sampai rumah. Kombinasi ini yang bikin banyak pengendara jadi lebih gampang emosi di jalan.
Yang biasanya santai, tiba-tiba jadi sering klakson, nyelip maksa, atau buru-buru cari celah. Padahal, waktu menjelang magrib justru termasuk momen paling rawan bikin kesalahan kecil saat berkendara.
Secara kondisi tubuh juga lagi drop. Energi menurun, fokus gak setajam biasanya, refleks bisa sedikit melambat. Ditambah pikiran “harus sampai sebelum buka”, tekanan di kepala makin terasa.
Masalahnya, keputusan kecil saat emosi bisa berujung bahaya. Ngerem mendadak, pindah jalur agresif, atau kepancing pengendara lain sering kejadian di jam-jam ini.
Emosi Naik Itu Normal
Kesal pas macet jelang buka itu wajar banget. Hampir semua orang ngerasain. Yang penting bukan menahan emosi, tapi gimana cara ngontrolnya.
Kalau mulai kerasa napas pendek, tangan refleks klakson terus, badan tegang, itu tanda harus nurunin tempo, bukan nambah gas.

Mindset juga ngaruh. Coba terima kemungkinan buka di jalan. Begitu ekspektasi turun, cara berkendara biasanya ikut lebih santai.
Ada beberapa hal simpel yang bisa bantu biar lebih chill di jalan. Mulai dari berangkat lebih awal biar gak dikejar waktu, sedia takjil darurat di motor atau mobi, putar playlist atau podcast yang bikin rileks, dan jangan lupa jaga jarak lebih panjang dari biasanya.
Kalau ada yang bikin emosi di jalan, gak usah di balas. Tarik napas dalam beberapa detik, kelihatan sepele, tapi ampuh buat nurunin tensi.
Kalau udah kerasa capek banget atau emosi susah dikontrol, menepi sebentar justru keputusan paling aman.
Banyak orang fokus ke momen buka, tapi lupa perjalanan menuju ke sana juga penting. Berkendara saat emosi tinggi risikonya mirip kayak nyetir pas ngantuk.
Gak masalah buka telat beberapa menit. Air minum atau kurma di tas bisa jadi penyelamat tanpa harus maksa di jalan.
Ujungnya sederhana, bukan soal sampai paling cepat, tapi sampai dengan selamat. Kadang, cara paling bijak pas macet jelang buka cuma satu, turunin ego, turunin tempo, dan tetap chill.
Tips
Ambient Light di Mobil Buat Apa Sih?

Banyak yang ngira ambient light di kabin mobil itu cuma hiasan. Lampu warna-warni di dashboard, door trim, sampai konsol tengah sering dianggap sekadar fitur tambahan “biar keliatan mahal”. Padahal, fungsinya gak cuma soal estetik, ada peran kenyamanan dan bahkan sedikit unsur keselamatan juga.
Di mobil-mobil modern, ambient light itu bagian dari desain pengalaman berkendara. Bukan tempelan belakangan.
Fungsi paling terasa sebenarnya ada di kenyamanan visual saat berkendara malam. Kabin yang gelap total bikin mata cepat lelah karena kontrasnya tinggi antara layar head unit yang terang dan area sekitar yang gelap.
Ambient light bikin pencahayaan kabin jadi lebih lembut dan merata. Mata gak perlu adaptasi ekstrem tiap kali lirik ke layar atau panel instrumen. Efeknya, berkendara malam terasa lebih santai.
Gak cuma itu, ambient light juga membantu orientasi ruang di dalam kabin. Kedengarannya sepele, tapi berguna. Garis cahaya di pintu, handle, atau konsol bikin penumpang lebih mudah menemukan tombol, tempat simpan, atau batas panel tanpa harus menyalakan lampu kabin utama. Jadi gak silau dan gak mengganggu pengemudi.

Di beberapa mobil, ambient light bahkan terhubung dengan sistem peringatan. Misalnya berubah warna saat pintu belum tertutup rapat, suhu kabin berubah, atau ada peringatan dari sistem bantuan berkendara. Jadi bukan cuma dekorasi, tapi juga media komunikasi visual.
Ada juga sisi psikologisnya. Warna cahaya ternyata bisa memengaruhi mood. Warna biru dan ungu biasanya terasa tenang, merah terasa lebih sporty, kuning terasa hangat. Makanya banyak pabrikan kasih opsi pilihan warna ambient light, bukan cuma buat gaya, tapi buat “set suasana” kabin sesuai karakter pengemudi.
Buat perjalanan jauh, efek ini cukup terasa. Kabin dengan pencahayaan lembut dan konsisten bikin rasa capek datang lebih lambat dibanding kabin gelap dengan notifikasi layar yang kontras tajam.
Jadi kalau lihat ambient light di mobil sekarang makin canggih, jangan langsung dibilang gimmick. Memang terlihat keren, iya.. tapi juga ada fungsi ergonomi dan kenyamanannya. Mobil modern itu bukan cuma soal jalan, tapi juga soal pengalaman di dalam kabin.
Tips
Stellantis dan Leapmotor Siap Kolaborasi

Stellantis Brand House menyiapkan strategi baru untuk pasar Indonesia, mulai dari SUV off-road ikonik hingga mobil listrik modern. Tahun 2026 bakal diisi dengan penguatan Jeep dan Citroën, plus kehadiran Leapmotor.
Setelah genap setahun hadir di Indonesia, payung brand otomotif global yang berada di bawah PT Indomobil National Distributor ini tegaskan arah strategi barunya lewat ajang IIMS 2026.
Fokusnya memperkuat Jeep dan Citroën, sekaligus membuka lembaran baru lewat rencana kerja sama strategis dengan Leapmotor, brand kendaraan listrik asal China, untuk pasar Indonesia.
Sejak diperkenalkan pada 2025, Stellantis Brand House pelan-pelan membangun ekosistem otomotif yang lengkap. Bukan cuma soal produk, tapi juga layanan purna jual hingga jaringan dealer.
Targetnya, konsumen Indonesia bisa menikmati mobil global dengan layanan yang tetap lokal dan relevan.

“Memasuki tahun kedua Stellantis Brand House di Indonesia, fokus kami adalah memperkuat fondasi yang sudah dibangun. Kami ingin memastikan setiap brand di bawah Stellantis Brand House semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik dari sisi produk, layanan, maupun pengalaman pelanggan,” kata Tan Kim Piauw, CEO Stellantis Brand House Indonesia.
Leapmotor Siap Masuk Indonesia
Salah satu pengumuman paling menarik datang dari rencana kehadiran Leapmotor pada 2026. Indomobil dan Leapmotor akan menjalin kerja sama strategis untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis teknologi modern di Tanah Air.
“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Indomobil National Distributor dan Leapmotor akan menjalin kerjasama strategis. Tahun 2026 akan menjadi awal perjalanan Leapmotor di Indonesia sebagai brand yang menghadirkan inovasi teknologi kendaraan listrik dan mobilitas masa depan,” kata Tan Kim Piauw.
Leapmotor sendiri bukan pemain baru di dunia EV global. Brand yang berdiri sejak 2015 di Hangzhou, Tiongkok ini dikenal dengan pendekatan bisnis terintegrasi. Mulai dari riset, pengembangan, sampai produksi komponen penting seperti powertrain, sistem elektronik, hingga software kendaraan dikerjakan sendiri.
Strategi ini bikin Leapmotor jadi salah satu pemain EV paling agresif dan progresif dalam beberapa tahun terakhir.
Di Indonesia, pengembangannya bakal dilakukan bertahap lewat jaringan Indomobil. Soal model apa saja yang masuk, kapan meluncur, dan bagaimana strategi pasarnya, semua masih disimpan rapat dan akan diumumkan sepanjang 2026.

Jeep 2026: Rayakan 85 Tahun
Tahun 2026 juga jadi momen spesial buat Jeep, yang secara global merayakan Jeep 85th Anniversary. Di Indonesia, momentum ini dipakai untuk makin menegaskan DNA Jeep sebagai simbol petualangan, kebebasan, dan kemampuan off-road sejati.
Salah satu buktinya, Jeep Indonesia menghadirkan Jeep 85th Anniversary Series yang bisa dipesan secara terbatas selama IIMS 2026. Selain itu, pendekatan lifestyle juga makin diperkuat lewat aktivitas komunitas, edisi spesial, dan pilihan warna eksklusif.

Citroën Fokus Keluarga C3
Berbeda dengan Jeep yang kental nuansa petualangan, Citroën Indonesia masuk 2026 dengan fokus ke segmen keluarga. Lini C3 Series jadi tulang punggung, mulai dari C3, C3 Manual, C3 Aircross, sampai ë-C3 All Electric.
Strateginya meliputi peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan jaringan layanan, serta program kepemilikan yang dibuat makin gampang diakses.
Semua produk Citroën juga didukung layanan purna jual Redefining Customer Care, mulai dari layanan Always-On 24/7, dukungan teknis profesional, hingga jaminan ketersediaan suku cadang. Di IIMS 2026, Citroën juga menawarkan program penjualan eksklusif buat menambah daya tarik ke konsumen.
Dengan kombinasi penguatan Jeep, Citroën, dan rencana masuknya Leapmotor, Stellantis Brand House menegaskan ambisinya untuk terus tumbuh sebagai ekosistem mobilitas global di Indonesia.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News1 year ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
Blog2 years agoMobil Paling Irit BBM, Harga di bawah Rp 300 jutaan!
News2 years agoiCar – Mobil Listrik Apple Batal Diproduksi





















Pingback: Mobil Overheat, Gak Usah Panik! - Halotomotif