Connect with us

Tips

Persiapkan Ini Dulu Sebelum Mudik Bareng Bocil

Bacaan 2 menit

Bocah kecil atau biasa disingkat bocil tingkahnya menggemaskan ya, ada aja kelakuaan lucu mereka di setiap harinya. Sebagai orangtua harus tetap sabar dan tekun mendidik si bocil, karena namanya juga anak kecil mereka butuh dibimbing dan banyak hal yang mereka masih belum paham dengan dunia ini. Tidak hanya memberikan edukasi seputar ilmu pengetahuan, tapi pengertian kecil seperti do’s and dont’s atau hal yang baik buruk perlu ditanamkan pelan-pelan kepadanya. Hal tentang kasih sayang, saling berbagi juga baik ditanamkan sejak dini. Dalam hal tentang kasih sayang, kita bisa mengajarkan betapa pentingnya sebuah kebersamaan keluarga. Kumpul bersama keluarga inti sampai keluarga besar, momen ini bisa dimanfaatkan saat mudik ke kampung halaman. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk mudik bareng bocil, jangan lupa dinotes ya!

Menanamkan rasa bahwa mudik menyenangkan

Step pertama yang dilakukan adalah pemahaman tentang mudik itu sendiri, menumbuhkan rasa perjalanan mudik untuk berkumpul bersama keluarga besar adalah hal yang menyenangkan. Dalam melakukan step awal ini membutuhkan kesabaran dan ketenangan dalam mengajarkan kepada bocil, dengan begitu bocil jadi tenang selama perjalanan.

Sehat saat keberangkatan

Menjaga kesehatan menjelang keberangkatan penting, pastikan kesehatan si bocil tercukupi nutrisinya. Jangan lupa tetap jaga cairan si bocil biar gak terhidrasi selama perjalanan ya dan suhu dalam mobil juga diatur agar gak terlalu dingin atau panas.

Kebutuhan bocil sudah lengkap

Persiapan berikutnya adalah kebutuhan si bocil sudah terpenuhi. Kebutuhan di sini seperti pakaian, popok, mainan favorit, buku, cemilan sehat, dan yang pasti susu nya jangan lupa ya. Perintilan lain yang penting juga adalah selimut, bantal dan car seat. Membawa kebutuhan si bocil ini juga harus diperhatikan, jangan sampai ada yang tertinggal. Terutama untuk mainan favoritnya, karena selama perjalanan si bocil bisa saja merasa bosan dan rindu dengan mainannya tersebut.

Obat-obatan

Mengingat perjalanan mudik itu membutuhkan waktu yang cukup panjang ditambah dengan cuaca yang tidak bisa diprediksi, ada baiknya selalu menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan untuk si bocil. Seperti parasetamol, termometer digital, aneka minyak baik telon, tawon dan minyak kayu putih, serta krim untuk mengobati gigitan serangga. Biar tersusun dengan rapi, tempatkan dalam 1 tempat P3K ya.

Perjalanan di malam hari

Ini adalah persiapan yang terakhir, rencanakan perjalanan mudik di malam hari. Kenapa? Malam hari menjadi jam yang tepat untuk berangkat, selain menghindari traffic jalanan, malam hari adalah jam tidur bagi si bocil. Tapi catatan penting bagi yang menyetir, pastikan dalam kondisi yang prima agar tetap aman berkendara dan perjalanan jadi lebih tenang.

Ada hal lain juga yang perlu diantisipasi kalau si bocil mabuk perjalanan. Gimana ya? Cukup memainkan musik favorit agar si bocil terdistract, selain itu perhatikan juga cara berkendaranya ya, agar diperjalanan lancar, nyaman dan sampai tujuan dengan selamat. Selamat mudik!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Pakai Lampu Hazard Pas Hujan Deras, Memang Perlu?

Bacaan < 1 menit

Buat sebagian pengemudi, hujan deras itu identik dengan satu refleks nyalain lampu hazard. Alasannya simpel, biar mobil lebih kelihatan dan kendaraan lain tahu kondisi lagi gak ideal.

Tapi, kebiasaan ini ternyata gak selalu benar, bahkan bisa berbahaya kalau dilakukan sambil tetap melaju di jalan.

Perlu diingat, lampu hazard itu sejatinya tanda darurat. Biasanya dipakai saat mobil mogok, berhenti mendadak, atau ada kondisi yang bikin kendaraan lain harus ekstra waspada.

Masalahnya, kalau hazard dinyalakan saat mobil masih jalan di tengah hujan deras, justru bisa bikin pengendara lain salah baca situasi.

Lampu sein otomatis gak berfungsi, jadi orang di belakang gak tahu mobil mau pindah jalur atau belok ke mana.

Di jalan tol atau lalu lintas padat, kondisi ini bisa bikin bingung dan berisiko memicu kecelakaan beruntun. Niatnya mau aman, eh malah jadi bahaya.

Kalau hujan deras, yang seharusnya dilakukan itu cukup nyalakan lampu utama (lampu dekat), kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman. Jangan lupa, fokus dan tetap tenang.

Nah, kalau hujan sudah terlalu lebat sampai jarak pandang minim dan kamu merasa gak aman buat lanjut jalan, lebih baik menepi di tempat yang aman. Di kondisi inilah lampu hazard memang wajib dinyalakan, biar kendaraan lain tahu kamu sedang berhenti darurat.

Jadi intinya, lampu hazard bukan lampu hujan. Dipakai boleh, asal di momen yang tepat. Jangan sampai salah fungsi yang justru bisa berujung celaka.

Continue Reading

Tips

Sebelum Liburan Tahun Baru Pakai Mobil, Cek Dulu 5 Hal Ini!

Bacaan 2 menit

suara aneh mobil

Liburan Tahun Baru memang paling enak kalau jalan pakai mobil sendiri. Mau berangkat pagi atau malam, mau mampir ke mana saja, semuanya bebas diatur.

Tapi di balik enaknya road trip, ada satu hal yang sering kelewat, cek kondisi mobil sebelum bepergian. Padahal, mobil yang dipakai jalan jauh butuh perhatian ekstra biar gak bikin liburan berubah jadi drama di pinggir jalan.

Gak perlu jadi mekanik atau langsung masuk bengkel besar. Cukup luangkan waktu sebentar buat ngecek beberapa bagian penting yang sering dianggap sepele.

Mulai dari ban sampai cairan mesin, lima hal ini bisa jadi penentu perjalanan liburan kamu aman, nyaman, dan aman.

  1. Ban

Ban jadi satu-satunya bagian mobil yang langsung kontak sama jalan. Jadi sebelum liburan, jangan cuma dicek masih kelihatan tebal. Perhatikan juga tekanan anginnya, apakah sesuai rekomendasi pabrikan atau belum.

Ban yang kurang angin bikin mobil terasa berat dan boros BBM, sementara ban terlalu keras bisa bikin bantingan nggak nyaman.

Jangan lupa cek juga ban cadangan. Banyak kasus mobil siap jalan jauh, tapi pas ban bocor baru sadar ban serepnya kempes atau bahkan gak pernah dicek sejak beli mobil.

  1. Oli Mesin

Kalau jarak tempuh liburan cukup jauh, kondisi oli mesin wajib dicek. Pastikan volumenya masih di batas aman dan warnanya gak terlalu hitam pekat.

Oli yang sudah waktunya ganti tapi dipaksakan bisa bikin mesin cepat panas, apalagi kalau terjebak macet panjang khas liburan Tahun Baru. Kalau kilometernya sudah mepet jadwal servis, gak ada salahnya ganti oli dulu sebelum berangkat.

  1. Cek Bagian Rem

Rem sering baru diperhatikan kalau sudah bunyi atau terasa gak pakem. Padahal, pas liburan justru rem dipakai lebih sering, entah buat hadapi tanjakan, turunan, atau stop and go di kemacetan.

Coba rasakan pedal rem saat mobil jalan pelan. Kalau terasa terlalu dalam atau kurang responsif, sebaiknya dicek lebih lanjut. Jangan lupa cek minyak rem juga, karena cairan ini sering luput dari perhatian.

  1. Air Radiator

Macet panjang, AC nyala terus, mesin kerja ekstra, semua itu bikin sistem pendinginan bekerja lebih keras. Pastikan air radiator berada di level yang cukup dan gak keruh. Kalau masih pakai air biasa, sebaiknya mulai beralih ke coolant biar pendinginan lebih optimal.

Selain radiator, cek juga air wiper dan air washer. Kelihatannya sepele, tapi pas hujan atau kaca kotor di jalan tol, cairan ini bakal terasa penting.

  1. Lampu dan Wiper

Liburan gak selalu jalan siang hari. Banyak orang justru berangkat malam atau subuh buat ngejar jalanan lengang. Karena itu, pastikan semua lampu berfungsi normal, mulai dari lampu utama, sein, sampai lampu rem.

Wiper juga jangan dilupakan. Kalau sudah getas atau menyisakan garis di kaca, sebaiknya diganti. Pandangan yang jelas itu penting, apalagi saat hujan atau berkendara jarak jauh.

Liburan yang nyaman itu bukan cuma soal tujuan, tapi juga soal persiapan. Ngecek mobil sebelum berangkat gak bakal makan waktu lama, tapi efeknya bisa bikin perjalanan jauh lebih tenang.

Kalau mobil sudah beres, tinggal atur waktu berangkat, isi playlist favorit, dan nikmati perjalanan. So, selamat berlibur dan tahun baru. 🚗✨

Continue Reading

Tips

Isi Bensin Beda RON, Aman atau Malah Bikin Mesin Rusak?

Bacaan 2 menit

ron bensin setiap kendaraan berbeda ya

Buat sebagian pengendara, urusan isi bensin kadang sesimpel yang penting jalan. Tapi pas sampai SPBU, pilihan RON bikin mikir. Mau isi RON 90, 92, atau sekalian yang lebih tinggi? Apalagi kalau biasanya pakai RON tertentu, lalu terpaksa ganti karena stok habis.

Terus mulai muncul pertanyaan, sebenarnya aman gak sih kalau mesin diisi bensin beda RON dari rekomendasi?

Apa itu RON?

RON (Research Octane Number) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bensin menahan detonasi atau knocking. Semakin tinggi RON, makin tahan bensin itu terhadap pembakaran dini.

Mesin dengan rasio kompresi tinggi butuh bensin dengan RON lebih tinggi supaya pembakaran tetap ideal dan mesin bekerja halus.

Terus gimana kalau harus pakai RON lebih rendah dari rekomendasi pabrikan? Ini yang paling sering kejadian, biasanya karena alasan harga atau ketersediaan.

Dampaknya sih memang gak langsung, tapi akan terasa pelan-pelan. Mulai dari mesin kurang halus, akselerasi jadi berat, muncul gejala knocking (ngelitik), sampai konsumsi BBM bisa lebih boros

Kalau cuma sesekali dan gak digeber, biasanya masih aman. Tapi kalau jadi kebiasaan, komponen mesin bisa lebih cepat aus, terutama piston dan ruang bakar.

Obrolan di mobil

Terus gimana kalau pakai RON lebih tinggi?

Banyak yang mikir, “Pakai RON lebih tinggi pasti bikin motor atau mobil lebih kencang.” Faktanya, belum tentu.

Kalau mesin dirancang untuk RON 90 lalu diisi RON 95, mesin tetap aman dan memang gak ngerusak. Peningkatan performa pun biasanya minim.

RON tinggi bukan bikin mesin lebih kuat, tapi lebih stabil terhadap tekanan. Jadi manfaat maksimalnya baru terasa kalau mesinnya memang butuh.

Sebaiknya pemilik kendaraan tetap ikuti rekomendasi pabrikan. Angka RON yang tertera di buku manual itu bukan cuma sekadar teori saja. Itu hasil perhitungan rasio kompresi, karakter mesin, dan efisiensi.

Isi bensin beda RON memang gak langsung bikin mesin jebol, tapi efeknya bisa terasa kalau dilakukan terus-menerus. Biar kendaraan tetap enak dipakai harian dan usia mesin lebih panjang, paling aman tetap isi BBM sesuai rekomendasi pabrikan.

Continue Reading

Trending