News
Wuling New Air ev dan New Cloud EV Launching di IIMS 2025

Siapa yang udah ke Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025? Udah ketemu sama New Cloud EV dan New Air ev? Kalau dilihat sepintas emang gak ada perubahan yang mencolok kecuali warna baru ya kan, padahal ada beberapa perubahan yang perlu lo tau.
Apa sih adjustmentnya di kedua tipe ini?
New Air ev
Mobil listrik mungil yang punya semangat ”Your Everyday Vehicle” ini bakal lebih kece di jalan soalnya ada perubahan di eksterior dan interiornya. Mulai dari luar, sekarang ada warna Starry Black (penggemar hitam bakal sorak sorai nih hehe).
Terus velg-nya pakai desain Aerodynamic 3-Spoke Wheel Cap. Masuk interior ada yang bikin seger yaitu Tamarind Sunset (eh kok lucu!). Mobil listrik ini juga punya 2 tipe yaitu Pro dan Lite.
Perbedaan Pro dan Lite, untuk varian Pro ada penambahan dari beberapa fitur di versi Lite.
| Category | Lite 200 KM | Lite 300 KM | Pro |
| Battery | LFP IP67 Rating | LFP IP67 Rating | LFP IP67 Rating |
| Capacity | 17.3 kWH | 26.7 kWH | 26.7 kWH |
| Eksterior | Single tone body color, LED Turn signal on mirror | Dual tone body color, illuminous Wuling Logo, Extended Horizon Lamp, Frameless wiper, LED Headlamp | |
| Interior | Tamarind Sunset, 7” TFT Full Color Meter Cluster, Distinctive Rotary Gear Selector | Tamarind Sunset. 10.25” TFT Full Color Meter Cluster, Synthetic Leather Seats, Leather covered steering wheel | |
| Safety Protection | Airbag (Driver Side), ABS, EBD, ISOFIX, Sound module for pedestrian warning, TPMS, Auto door unlock upon impact, immobilizer and anti-theft alarm. | Airbags (Driver+ Passenger),ESC, EPB with AVH, HHC, rear parking sensor camera. | |
| Convenience and Multimedia | Auto up/down + anti pitch on all windows, Multifunction steering wheel, 12 power outlet and 18 W USB charging port, 1 speaker, AM/FM, USB, Bluetooth, WIND, real time vehicle monitoring via My Wuling+ App. | Electric mirror, Smart start system and keyless entry, 4 speakers, Internet of vehicle. | |
Harga New Air ev area Jakarta:
– Lite 200 km Rp 184 jutaan
– Lite 300 km Rp 193 jutaan
– Pro Rp 250,5 jutaan
New Cloud EV
Adjustment dari medium hatchback EV Wuling ini yang ketara banget sekarang punya dua warna yaitu Tungsten Steel Grey dan Aurora Silver. Terus yang paling penting sekarang New Cloud EV punya dua opsi charging port, dan ada versi Lite.
Perbedaan Lite dan Pro di New Cloud EV, untuk varian Pro ada penambahan dari beberapa fitur di versi Lite.
| Category | Lite | Pro |
| Exterior | Automatic headlamp, Infinity Luminous Position Light, Horizon Skyline Tail Light, Auto rain sensing wiper, 18” Ferris Shaped alloy wheels, electric side view mirror | Automatic LED Headlamp with corner light |
| Interior | Sofa mode with 135° backseat recline, Leather-wrapped, Tilt telescopic steering wheel, flat foling rear seats, 8.8” digital TFT MID, 10.1” Intelligent control panel | Italian-style Bubble Seat, Electric Driver and Passenger Seat Adjustment, Atmospheric Multicolour Ambient Light, Rear Center Armrest with Cup Holders |
| Safety Protection | High Strength Steel Body Structure, Dual SRS Airbags, ABS, EBD, BA, ESC, EPB with AVH, HHC, ISOFIX, Pedestrian Sound Warning, TPMS, Rear Parking Sensor, Immobilizer | Side Airbags, Advanced Driver Assistance System (ADAS) |
| Convenience and multimedia | Digital AC with PM 2.5 Filter, Auto Up/Down + Anti pitch on All Windows, Rear Camera, Multifunction Steering Wheel, Keyless Entry and Smart Start System, 20W with Fast-charging USB Port, Wireless Charger, 6 Speakers, AM/FM Radio & Bluetooth, WIND, Realtime Vehicle Monitoring via MyWuling+ App, Smartphone Interconnection | 360° Camera, Smart Electric Tailgate |
Harga New Cloud EV mulai dari Rp 365 jutaan hingga Rp 404 jutaan untuk area Jakarta.
Masih bingung gak sama perubahan kedua mobil ini? Kalau pengen tau lebih detail bisa langsung aja ke booth Wuling di IIMS 2025, hall D booth D2 JIEXPO Kemayoran dari tanggal 13-23 Februari 2025.
News
Hyundai Ioniq Venus dan Earth, Calon Mobil Masa Depan di China

Hyundai mulai serius garap pasar China, tapi langkahnya agak beda. Kalau di negara lain biasanya tinggal bawa model global, di sini mereka justru ngenalin sesuatu yang benar-benar baru lewat sub-brand listriknya, Ioniq.
Menjelang ajang Auto China Beijing, Hyundai langsung tancap gas dengan dua mobil konsep sekaligus, yakni Ioniq Venus dan Ioniq Earth. Menariknya, sesuai strategi baru, semua lini Ioniq di China nantinya bakal pakai nama planet.
Biar gampang dibayangin, Venus ini tampil sebagai sedan futuristis, sementara Earth lebih ke arah SUV dengan aura tangguh. Dua-duanya bukan sekadar pajangan, tapi jadi bocoran buat model produksi ke depan.

Hyundai sendiri bilang, Ioniq ke depannya bukan cuma soal mobil listrik, tapi bakal berkembang jadi ekosistem mobilitas yang lebih luas, dan pastinya disesuaikan sama selera konsumen lokal China.
Presiden Beijing Hyundai Motor Company, Li Fenggang, bilang kalau dua mobil ini jadi langkah awal buat mendekatkan diri ke konsumen China.
“Dimulai dari dua mobil konsep ini, kami akan terus menghadirkan produk yang mencerminkan pemahaman terhadap konsumen China serta komitmen kami di pasar ini,” kata Li.
Kalau dilihat dari tampilannya, Venus langsung mencuri perhatian. Warna Radiant Gold bikin mobil ini kelihatan beda sendiri. Desainnya juga gak plek-ketiplek sama lini Ioniq yang sudah ada, tapi masih ada ciri khas bodi agak jangkung ala Hyundai Ioniq 5. Bagian depan dibuat agresif, dengan lampu LED tipis dan grille besar.
Masuk ke kabin, nuansa futuristis makin terasa. Aksen emas dipadu layar panoramic lebar yang membentang, ngasih kesan mewah sekaligus canggih. Sekilas, desainnya mirip sama Hyundai Elexio yang memang khusus dijual di China.
Nah, kalau Earth beda lagi ceritanya. SUV konsep ini tampil lebih berani, dengan desain yang kekar dan fascia depan tegas. Warna Aurora Shield bikin kesannya makin “galak”.
Interiornya juga nggak kalah unik. Pintu belakang pakai model suicide door, layar tengah bergaya tablet, sampai jok yang sudah dilengkapi modul udara buat nambah kenyamanan penumpang.
Ke depannya, model produksi dari lini ini tetap bakal mengedepankan standar keselamatan dan kualitas khas Ioniq, tapi dipadu teknologi berkendara pintar dan kabin pintar yang lebih relevan.
Soal kapan versi produksinya meluncur, Hyundai memang masih belum buka suara. Tapi kalau melihat langkahnya sekarang, sepertinya nggak bakal lama lagi sebelum versi jalanannya benar-benar muncul di pasar.
News
Jaecoo Bikin Event Seru di Jakarta, Jaecoo Land 2026!

Jaecoo Indonesia bikin event seru bertajuk Jaecoo Land 2026. Acara ini sekaligus buat merayakan performa penjualan mereka yang lagi naik.
Event yang digelar 11-12 April 2026 di One Satrio ini sekaligus jadi selebrasi atas suksesnya Jaecoo J5 EV yang berhasil jadi mobil listrik (EV) terlaris nomor satu di Indonesia pada Maret 2026. Gak heran sih, soalnya minat pasar ke mobil listrik mereka lagi tinggi-tingginya.
Kalau lihat data retail GAIKINDO, penjualan J5 EV memang konsisten naik. Januari tembus 1.942 unit, Februari naik ke 2.926 unit, dan Maret ada di angka 2.775 unit.
Dengan permintaan yang terus meningkat, Jaecoo juga ngebut di distribusi, dengan target total 13.000 unit J5 EV sudah sampai ke tangan konsumen sampai akhir April 2026.
“Antusiasme terhadap J5 EV terus menunjukkan tren yang sangat positif dan menjadi pendorong utama pertumbuhan kami di Indonesia. Hal ini memperkuat optimisme kami untuk mencapai target penyerahan 13.000 unit kepada pelanggan hingga akhir April, seiring dengan komitmen kami dalam memastikan proses distribusi berjalan optimal,” kata Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma.

Gak cuma di Indonesia, performa Jaecoo secara global juga lagi kencang. Sampai sekarang, brand ini sudah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara, alias makin dekat ke angka 1 juta unit.
Di Maret 2026 saja, penjualan global mereka tembus 61.254 unit, naik 210 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini juga jadi rekor penjualan bulanan tertinggi Jaecoo sejauh ini.
Menariknya, kontribusi terbesar datang dari segmen New Energy Vehicle (NEV), yang mencatatkan penjualan 39.716 unit atau melonjak 471 persen secara global. Ini jadi bukti kalau elektrifikasi memang jadi arah utama mereka.
Pasar Inggris juga gak kalah kuat. Di sana, Jaecoo berhasil jual lebih dari 12.000 unit di Maret 2026, dengan pangsa pasar di atas 3 persen. Model J7 jadi yang paling laris, dengan penjualan lebih dari 10.000 unit.
Di Indonesia sendiri, total penjualan retail Jaecoo untuk lini NEV selama Januari–Maret 2026 sudah mencapai 7.927 unit.
Lewat Jaecoo Land, mereka juga mau lebih dekat ke konsumen, gak cuma jualan mobil tapi juga kasih pengalaman yang relate sama gaya hidup.
“Kami sangat antusias menghadirkan Jaecoo Land untuk pertama kalinya bagi warga Jakarta dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya kami untuk semakin dekat dengan komunitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan pengalaman yang berbeda bersama Jaecoo,” kata Jim Ma.
Bukan Sekadar Pameran Mobil
Jaecoo Land dikemas beda, nggak cuma soal mobil tapi juga lifestyle. Mereka pakai konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, dan Discovery) yang ngegabungin teknologi mobilitas dengan aktivitas sehari-hari.
Selama dua hari, pengunjung bisa nikmatin banyak kegiatan. Mulai dari bazaar kreatif dengan lebih dari 20 tenant, live music, sampai sesi wellness seperti yoga, pilates, dan zumba bareng Sana Studio.
Ada juga talkshow bareng penjelajah Indonesia, Julian Johan (Jejelogy), area bermain anak, sampai pet experience buat yang bawa hewan peliharaan.
Buat yang penasaran sama mobilnya, bisa langsung cobain lewat sesi test drive. Unit yang disiapin antara lain J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Sekalian juga bisa kenalan lebih jauh sama teknologi yang mereka bawa, termasuk sistem hybrid SHS.
Di sisi lain, Jaecoo juga terus memperluas jaringan. Saat ini sudah ada 32 dealer yang beroperasi di Indonesia, termasuk yang terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ke depan, bakal ada tambahan 25 dealer lagi, dengan target total 80 outlet sampai akhir tahun.
Dengan konsep festival seperti ini, Jaecoo gak cuma jual mobil, tapi juga mencoba jadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang makin dekat dengan teknologi dan mobilitas modern.
News
Changan Bawa Deepal S05 REEV ke Indonesia

Changan pamer Deepal S05 REEV untuk pertama kalinya di Tanah Air.
Seperti yang kita tahu pasar mobil listrik di Indonesia makin ramai, dan Changan gak mau ketinggalan ambil bagian.
Mobil ini jadi salah satu dari tiga model baru yang bakal dibawa Changan sepanjang tahun ini. Menariknya, Deepal S05 REEV juga jadi model Range Extender Electric Vehicle (REEV) pertama yang diperkenalkan di Indonesia.
Kehadiran Deepal S05 REEV sekaligus jadi langkah baru Changan buat memperluas pilihan mobil elektrifikasi di Indonesia. Segmen ini memang lagi berkembang, tapi masih banyak konsumen yang mikir dua kali soal jarak tempuh dan infrastruktur charging.
Di sinilah konsep REEV coba jadi solusi. Mobil ini tetap digerakkan motor listrik, jadi rasa berkendaranya halus dan senyap. Tapi, ada mesin tambahan yang berfungsi sebagai generator buat ngejaga daya baterai, jadi gak sepenuhnya bergantung ke charging station.

Peluncuran ini juga jadi bagian dari strategi ekspansi Changan di 2026. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07. Ke depan, total ada tiga model baru yang bakal dirilis sampai akhir tahun.
“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” kata Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Secara desain, Deepal S05 REEV juga nggak kalah menarik. Mobil ini mengusung konsep “Symbiotic Aesthetics” dan bahkan sudah dapet penghargaan iF Design Award 2025 dari Jerman.
Tampilannya modern dengan sentuhan futuristik. Bagian depan terinspirasi dari sayap pesawat luar angkasa, sementara sisi samping dilengkapi frameless door dan electric door handles yang bikin kesan premium makin kuat.

Dimensinya juga cukup proporsional, dengan panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm, dan wheelbase 2.880 mm. Dipadu velg 18 inci, tampilannya jadi kelihatan sporty tapi tetap elegan.
Di bagian belakang, lampu LED dibuat ramping buat nunjukin kesan modern. Ada juga diffuser yang nggak cuma buat gaya, tapi juga bantu aerodinamika. Bahkan, mobil ini punya koefisien hambatan udara 0,25 Cd, yang berpengaruh ke efisiensi dan stabilitas saat melaju.
“Penampilan perdana Deepal S05 sebagai model Range Extender Electric Vehicle (REEV) pertama yang diperkenalkan di Indonesia menjadi langkah awal yang penting bagi kami. Kami berharap kehadiran ini tidak hanya memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi, tetapi juga semakin mendorong kepercayaan dan antusiasme masyarakat terhadap Changan sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih fleksibel, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Ridjal Mulyadi, Head of Marketing Changan Indonesia.

Secara keseluruhan, kemunculan Deepal S05 REEV ini jadi bagian dari visi global Changan “Sharing The Future” yang mulai mereka bawa ke Indonesia. Dengan kombinasi teknologi, desain, dan efisiensi, Changan coba nawarin solusi mobil listrik yang lebih fleksibel dan realistis buat dipakai sehari-hari.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!






































