News
Lexus LBX Muncul di GIIAS 2024, Versi Murahnya Lexus.

All New Lexus LBX bisa lo liat di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024, 18-28 Juli, ada tiga varian LBX Sport, LBX Luxury, dan LBX Bespoke. Mobil ini menjadi The First and The Only Luxury Compact Car dengan teknologi Self-charging Hybrid.
Spesifikasi Lexus LBX
LBX atau “Lexus Breakthrough X(Cross)-over” ini adalah hybrid electric vehicle. So, mobil ini punya mesin bensin 1.500cc di combine dengan motor listrik yang gerakin roda depannya. Teknologi Hybrid Lexus merupakan generasi terbaru, LBX menggabungkan baterai nickel-metal hydride (NiMH) dan mesin 3-silinder yang membuat bobot ringan dengan tenaga yang powerful. Maximum speed 170 km/h, dengan tenaga 134 horsepower.
Lexus ngeclaim untuk akselerasi dari 0-100 km/h dalam waktu 9.2 detik. Untuk dimensi panjang 4,190 mm lebar 1,825 mm tinggi 1,550 mm dengan pelek 18-inch. Bagasinya bisa muat 402L, jadi bisa muat 3 koper ukuran cabin
Tenang aja walaupun ini murah di bawah 1 miliar, tapi fiturnya gak murahan. Yang bener?
Beneran, udah ada head up display jadi gak perlu tengok-tengok MID (walaupun udah digital MIDnya), ada wireless charger, entertainment screen, udah support apple carplay dan android auto, terus seatnya bisa di setting panas dan dingin. Weee!!
Dari ketiga tipe Lexus LBX, secara performa mesin gak ada yang beda cuma beda di eksterior dan interior aja. LBX Luxury punya body kit standard, interior semi aniline leather, dan warna eksteriornya cuma single tone. Sedangkan tipe sport interiornya environmental friendly ultra suede dan warna eksteriornya two tone.
Harganya mulai dari Rp 895 juta untuk tipe Luxury dan Rp 899 juta untuk tipe Sport. Sementara, untuk harga tipe Bespoke nyesuaiin dengan request dari lo. Lexus LBX di GIIAS 2024 udah bisa pesan mobil ini, tapi karena statusnya impor dari Jepang jadi ya kudu sabar nunggu mobil baru lo di anter ke rumah.
Kira-kira udah dikasih versi murahnya Lexus tapi dengan harga yang ditawarin menurut lo worth it gak?
Baca ini juga:
Daftar Harga Mobil Terbaru di GIIAS 2024!
News
Baru Tau, Kalau Ada Aki Khusus Mobil Listrik!

Buat yang udah punya mobil listrik coba cek deh, kira-kira mobil kamu udah pakai aki khusus mobil listrik gak?
Makin kesini makin banyak kan lihat mobil listrik di jalan. Selain emang katanya lebih ‘hemat’, mobil listrik sekarang nawarin segudang teknologi. Menariknya, disamping teknologi yang ada, mobil listrik justru punya satu komponen yang harus diperhatiin sama peminat BEV, bukan cuma baterainya tapi aki yang punya fungsi buat suplai utama untuk fitur elektrikal di dalamnya.
Dari komponen penting itu, akhirnya memotivasi salah satu brand aki di Indonesia, PT. Wacana Prima Sentosa meluncurkan produk terbaru mereka yaitu Massiv Thunder EV. Pelopor dan pertama di Indonesia nih kata mereka.
“Kami memperkenalkan Massiv Thunder EV sebagai aki yang didedikasikan untuk digunakan khusus pada mobil listrik murni. Massiv menjadi pelopor dan pertama di Indonesia” kata Direktur PT. Wacana Prima Sentosa, Austin Wanandi.
Inovasi baru ini gak lepas dari tujuan mereka untuk kemajuan industri otomotif, tepatnya untuk pengguna mobil listrik yang sampai saat ini masih diharuskan pakai aki konvensional. Padahal kebutuhan mobil listrik itu lain dengan mobil ICE.
Keunggulan aki khusus mobil listrik
Perbedaan fungsi aki 12 volt untuk ICE dan BEV itu kayak gini : ICE fungsinya untuk starting (starter), lighting (lampu/peralatan elektronik), ignition (pengapian). Sedangkan untuk BEV hanya untuk lighting (nyalain lampu, head unit, dan peralatan elektronik lainnya).
“Pengguna mobil listrik di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu dan kehadiran Massiv Thunder EV dapat menjadi solusi pilihan bagi pengguna BEV untuk mendapatkan aki didedikasikan untuk mobil listrik” kata Chief Public Relation Officer PT. Wisma Prima Sentosa, Tumenggung Prabowo.
Sebagai solusi baru kendaraan listrik, Massiv Thunder EV bawa teknologi khusus buat jaga kestabilan fitur elektrikal di kendaraan listrik, tujannya biar sistem manajemen kendaraan jadi jauh lebih efisien buat pengguna.
Gede Oka Yunihartawan, Direktur Operasional PT. Trimitra Baterai Prakasa yang berperan juga sebagai manufaktur Aki Massiv, menyampaikan kalau Massiv Thunder EV dirancang dengan formula khusus yang membuat aki lebih mudah saat charging dibanding aki biasa.
“Material sel baterainya disempurnakan dengan formulasi konduktor berdaya hantar tinggi dan juga memiliki kapasitas besar sehingga lebih tahan lama dan aman untuk jangka panjang”. kata Gede Oka Yunihartawan.
Nah, dari test yang sudah mereka lakukan, Massiv Thunder EV nunjukkin performa yang konsisten, bahkan dalam hal Depht of Discharge produk ini nampilin performa yang jauh 2x lebih baik dibanding aki biasa dengan nunjukin performa 20% lebih optimal, ditambah punya kestabilan yang lebih terjaga dari kondisi ekstrem, baik itu kondisi suhu tinggi maupun suhu rendah.
Satu hal lagi keunggulan dari Massiv Thunder EV yang ditawarin buat pemilik mobil listrik, gak perlu repot-repot untuk perawatannya. Silahkan dipakai secara brutal, kalau misalkan ada masalah nanti akan ada tim maintenance yang nyamperin. So, gak usah worry.
Ada 4 pilihan yang ditawarkan
Dalam peluncurannya, Massiv Thunder EV hadir dalam empat pilihan spesifikasi:
| Tipe | Aplikasi |
|---|---|
| B20AEV-38 | Wuling Air EV Wuling BinguoEV BYD Atto3 |
| B24AEV-46 | Wuling Cloud EV VinFast VF6 VinFast VF7 Jaecoo J5 |
| D44AEV-50 | BYD M6 Toyota B4ZX |
| CMF60AEV-65 | Hyundai Ioniq Hyundai Kona Electric Nissan Kicks KIA EV6 KIA EV9 Chery Tiggo Cross Omoda |
Harganya berapa? Kalau dibandingin sama aki biasa harganya 5% lebih tinggi, tapi Massiv Thunder EV juga kasih kualitas yang gak abal-abal.
News
Jetour T2 Akhirnya Resmi Masuk Garasi Konsumen!

Jetour T2 Resmi diserahkan konsumen di Indonesia. Artinya, SUV boxy bergaya off-road ini bukan cuma pajangan pameran atau bahan omongan, tapi sudah benar-benar masuk garasi pembeli dan akan banyak berkeliaran di jalan.
Serah terima perdana ini sekaligus jadi bukti kalau respons pasar terhadap Jetour T2 cukup positif. Kepercayaan konsumen mulai terbentuk, dan Jetour pun pelan-pelan mengukuhkan eksistensinya di Indonesia.
President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menyebut momen ini sebagai pencapaian penting bagi Jetour. Menurutnya, pengiriman T2 ke konsumen bukan cuma soal janji yang ditepati, tapi juga awal dari pengalaman berkendara bersama SUV tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh konsumen Indonesia atas sambutan yang positif terhadap Jetour T2,” kata Peter Zhang.
Bagi Jetour, pengiriman perdana ini jadi indikator awal penerimaan T2 sekaligus validasi roadmap Jetour hingga 2026, yang fokus di pertumbuhan berkelanjutan di segmen SUV.
Saat ini, distribusi T2 sudah berjalan ke berbagai wilayah di Indonesia. Ke depannya, Jetour bakal terus melanjutkan produksi dan pengiriman unit secara bertahap. Langkah ini sekaligus menunjukkan kesiapan operasional Jetour, baik dari sisi produk maupun layanan, supaya unit yang diterima konsumen tetap sesuai standar kualitas.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menambahkan bahwa fase pengiriman ini punya arti penting buat Jetour. Menurutnya, distribusi unit T2 jadi pembuktian kesiapan brand, bukan cuma soal mobilnya, tapi juga jaringan dealer dan layanan purnajual.
“Bagi kami, konsumen bukan sekadar pembeli, melainkan bagian dari perjalanan dan pertumbuhan brand Jetour di Indonesia,” kata Ranggy.

Karena itu, seiring dimulainya fase kepemilikan, Jetour juga terus memperkuat ekosistem pendukung. Targetnya, hingga 2026 bakal ada 40 showroom di kota-kota strategis, lengkap dengan layanan purnajual dan program kepemilikan jangka panjang.
Soal produk, Jetour T2 ditawarkan dengan warna Carbon Crystal Black, Khaki White, dan Aviation Silver untuk 1.000 konsumen pertama di area Jabodetabek dengan harga Rp 568 juta. Ada juga warna eksklusif Electroplated Green dan Highway Gray, tapi dengan tambahan harga Rp 10 juta.
Sebagai nilai tambah, setiap pembelian Jetour T2 dibekali garansi enam tahun atau tanpa batas kilometer untuk kendaraan dan mesin. Selain itu, ada juga free maintenance selama tiga tahun atau 45.000 km, sudah termasuk suku cadang dan jasa.
Prosesi serah terima perdana ini digelar serentak dalam rangkaian Jetour Mall Exhibition yang berlangsung dari 26 Januari sampai 1 Februari 2026 di Jakarta, Batam, dan Pontianak. Lewat pameran ini, pengunjung bisa melihat langsung jajaran model Jetour yang dipasarkan di Indonesia.
Selain T2 yang tampil sebagai SUV boxy dengan karakter tangguh, Jetour juga memamerkan Dashing dengan desain modern progresif, serta X70 PLUS yang mengusung kesan premium. Tiga model ini diharapkan bisa jadi opsi lengkap buat konsumen di segmen SUV keluarga.
News
Lepas L8 Tunjukin Arti Kontrol dan Kenyamanan ala Leopard

Lepas punya cara sendiri buat mendefinisikan performa mobil listrik premium lewat konsep “Awaken The Leopard”. Di sini, performa gak cuma soal ngebut, tapi soal bagaimana mobil bereaksi dengan presisi, tetap stabil, dan bikin pengemudi selalu merasa pegang kendali di segala kondisi.
Filosofi Leopard ini jadi DNA utama Lepas L8. Karakternya tenang, sigap, tapi gak liar. Mobil ini dirancang buat ngasih pengalaman berkendara yang elegan, nyaman, dan bikin percaya diri. Lepas menyebutnya sebagai Elegant Driving Control, perpaduan pas antara teknologi, kenyamanan, dan kontrol.
“Dalam setiap produk, Lepas menempatkan pengalaman pengguna sebagai prioritas utama. Lepas L8 dikembangkan untuk menghadirkan teknologi yang bekerja secara intuitif, kenyamanan yang konsisten, serta karakter berkendara yang terasa berkelas, sehingga pengemudi dapat menikmati perjalanan dengan lebih rileks, percaya diri, dan terkendali,” kata Zeng Shuo, President Director of Chery Group Indonesia.

Sebagai SUV New Energy Vehicle (NEV), Lepas L8 gak cuma jual teknologi, tapi juga lifestyle. Fokusnya nyaman dipakai harian, stabil di berbagai kondisi, dan tetap enak dikendalikan tanpa ribet.
Konsep driver and vehicle in harmony jadi pondasi pengembangannya. Artinya, setiap input dari pengemudi langsung diterjemahkan mobil dengan akurat. Hasilnya, L8 terasa canggih tapi nggak bikin canggung, pas buat kebutuhan mobilitas modern.
Karakter Leopard di Lepas L8 paling kerasa dari responsnya. Tenaganya tembus 205 kW dengan torsi 365 Nm, tapi disalurkan secara halus dan linear. Akselerasinya sigap tanpa hentakan kasar.
Lepas mau tunjukkin kalau performa gak harus galak buat bikin pede. Di L8, mobil dan pengemudi terasa nyatu, bergerak selaras, dan tetap nyaman buat dipakai santai.

Soal kestabilan, Lepas L8 dibangun di atas LEX Platform yang dirancang dengan distribusi bobot optimal dan struktur bodi yang mendukung keseimbangan. Ditambah setting suspensi yang disesuaikan buat berbagai kondisi jalan, mobil ini tetap anteng, baik buat harian sampai rute yang lebih menantang.
LEX Platform sendiri merupakan platform energi baru cerdas dengan riset global. Dikembangkan lewat jaringan R&D internasional dengan ribuan peneliti dan pusat uji di berbagai negara, platform ini sudah dites di banyak kondisi jalan, iklim, dan regulasi dunia.
Rasa kendali di Lepas L8 diperkuat lewat Vehicle Body Control yang aktif menjaga stabilitas saat mobil bermanuver. Pengemudi tetap dapat kontrol presisi tanpa harus kerja ekstra.
Buat urusan parkir, ada APA (Automatic Parking Assist) dan RPA (Remote Parking Assist). Manuver jadi lebih gampang, rapi, dan efisien, cocok buat karakter SUV listrik premium yang pintar dan praktis.

Lewat konsep Awaken The Leopard, Lepas menegaskan komitmennya menghadirkan NEV premium dengan filosofi “Drive Your Elegance”. Teknologi modern, desain berkelas, dan pengalaman berkendara yang nyaman tetap jadi prioritas tanpa mengorbankan kontrol.
Lepas L8 pun hadir sebagai bukti nyata bagaimana filosofi ini diwujudkan, sekaligus jadi standar baru soal Elegant Driving Control di segmen SUV NEV. Mobil yang tenang, cerdas, dan tetap punya aura berkelas.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News1 year ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News12 months agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years agoiCar – Mobil Listrik Apple Batal Diproduksi
Blog2 years agoMobil Paling Irit BBM, Harga di bawah Rp 300 jutaan!
























