News
Ferrari Listrik Pertama Ternyata Dirancang Mantan Desainer Apple

Ferrari akhirnya resmi masuk ke era mobil listrik. Setelah bertahun-tahun cuma muncul dalam bentuk rumor, mobil tes berkedok kamuflase, sampai bocoran dari petinggi perusahaan, kini Ferrari EV pertama benar-benar diperkenalkan ke publik. Namanya Ferrari Luce.
Menariknya, Ferrari gak membuat mobil listrik setengah hati. Mereka langsung meluncurkan model yang benar-benar baru, bukan sekadar versi listrik dari mobil yang sudah ada.
Ferrari Luce hadir sebagai mobil listrik empat pintu dengan kapasitas lima penumpang. Yap, ini bukan supercar dua kursi seperti yang biasa kita lihat dari pabrikan asal Maranello tersebut.
Tenaganya juga gak main-main. Luce dibekali empat motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.035 hp. Akselerasi 0-100 kpj diklaim hanya butuh 2,5 detik.
Ferrari menyebut Luce bukan sekadar mobil listrik pertama mereka. Mobil ini dianggap sebagai produk baru yang membuka babak berbeda bagi Ferrari tanpa harus menggantikan model bermesin bensin atau hybrid yang sudah ada.
Nama Luce sendiri berarti “cahaya” dalam bahasa Italia.
Karena menggunakan platform khusus mobil listrik, Luce juga menjadi Ferrari pertama yang bisa membawa lima orang sekaligus dalam satu mobil. Sebuah hal yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah Ferrari.
Soal desain, Ferrari mengambil langkah yang cukup berani. Mereka menggandeng LoveFrom, studio desain milik Jony Ive dan Marc Newson, dua nama besar yang sebelumnya dikenal lewat berbagai produk ikonik Apple.
Hasilnya memang cukup mengejutkan.
Kalau logo Ferrari dicopot, mungkin banyak orang tidak akan langsung sadar kalau ini adalah Ferrari. Bentuknya sangat berbeda dibandingkan model-model Ferrari yang selama ini beredar.
Bagian depannya punya sayap besar yang membentang lebar. Siluet keseluruhannya terlihat futuristis dengan banyak permukaan bersih dan minim lekukan agresif.
Ferrari juga memasang pelek berukuran raksasa, yakni 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Ini menjadi ukuran roda terbesar yang pernah digunakan pada mobil produksi Ferrari.
Di sisi samping terdapat gagang pintu model pop-out seperti Tesla Cybertruck. Sementara penumpang belakang mendapatkan pintu model suicide door yang membuka ke arah berlawanan.
Bagian belakangnya juga unik. Sekilas terlihat seperti sedan, tetapi seluruh panel belakang sebenarnya bisa terbuka seperti hatchback.
Masuk ke dalam kabin, suasananya jauh dari kesan Ferrari konvensional.
Ferrari tetap mempertahankan tombol fisik, kenop, dan sakelar. Jadi gak semua fungsi dipindahkan ke layar sentuh seperti tren mobil modern saat ini.
Setir dibuat dari aluminium daur ulang dan dipadukan dengan panel instrumen yang ikut bergerak mengikuti posisi kemudi. Tujuannya agar informasi penting selalu berada tepat di depan mata pengemudi.
Ada juga beberapa fitur yang terdengar sangat “Ferrari”.
Misalnya kunci mobil yang menggunakan teknologi E Ink dan Gorilla Glass. Saat ditempatkan pada docking station, seluruh tampilan kabin akan menyala dengan animasi warna kuning khas Ferrari.
Belum cukup sampai di situ, Launch Mode juga tidak diaktifkan lewat tombol biasa. Ferrari justru menyediakan tuas khusus di plafon mobil.
Selain itu tersedia kursi pijat, kontrol khusus penumpang belakang, sampai sistem audio 21 speaker dengan tenaga mencapai 3.000 watt.
Meski bertenaga besar, Luce bukan mobil yang ringan. Bobotnya mencapai 2.260 kg atau hampir 2,3 ton.
Namun Ferrari mengklaim karakter pengendaliannya tetap terasa lincah berkat posisi baterai yang rendah, sistem torque vectoring, serta konfigurasi empat motor listrik yang bekerja secara independen.
Ferrari juga berusaha mempertahankan unsur emosional yang selama ini menjadi ciri khas mereknya.
Karena mobil listrik gak punya suara mesin seperti Ferrari bermesin V8 atau V12, mereka mengembangkan sistem khusus yang menangkap getaran asli dari motor listrik dan menerjemahkannya menjadi suara yang lebih hidup.
Jadi bukan sekadar suara buatan dari speaker seperti yang banyak digunakan mobil listrik lain.
Untuk sumber tenaga, Ferrari Luce menggunakan baterai berkapasitas 122 kWh dengan arsitektur 800 volt.
Saat menggunakan pengisian cepat DC hingga 350 kW, baterai bisa menerima energi sekitar 70 kWh hanya dalam waktu 20 menit.
Ferrari berencana membuka pemesanan Luce di Eropa pada akhir tahun ini. Harganya diperkirakan mulai dari 520.000 euro atau setara lebih dari Rp 11 miliar.
Sementara untuk pasar Amerika Utara, mobil listrik pertama Ferrari ini baru akan tersedia mulai kuartal kedua tahun 2027.
News
Wuling Ramaikan Jakarta Fair 2026, Bawa Lini Produk Lengkap

Wuling ikut meramaikan gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang berlangsung mulai 11 Juni sampai 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Menempati Hall A2 Booth A11 dengan luas area 240 meter persegi, Wuling membawa lini produk yang cukup lengkap, mulai dari mobil listrik, hybrid, sampai model bermesin bensin.
Menariknya, pengunjung bukan cuma bisa lihat-lihat mobil. Wuling juga menyiapkan berbagai promo pembelian dan aktivitas interaktif selama pameran berlangsung.
“Partisipasi Wuling kali ini menjadi momentum yang istimewa bagi kami untuk menyapa pengunjung Jakarta Fair 2026 sekaligus menghadirkan berbagai inovasi kendaraan yang telah kami kembangkan di Indonesia. Dalam kesempatan ini, pengunjung dapat melihat langsung berbagai lini produk Wuling, menikmati ragam promo spesial, serta mengikuti aktivitas interaktif yang kami hadirkan dalam rangka menyambut perayaan ulang tahun ke-9 Wuling di Indonesia,” kata Fariz Adinata Ramadhani selaku Regional Sales Senior Manager Wuling Motors.

Bawa Jajaran Produk Lengkap
Di booth Jakarta Fair 2026, Wuling memamerkan sejumlah model andalannya. Dari segmen kendaraan listrik ada Air ev dan Mitra EV. Sementara untuk lini terbaru, Wuling menghadirkan Darion dan Eksion.
Buat yang masih mencari SUV bermesin konvensional, ada juga Alvez yang ikut dipajang selama pameran berlangsung.
Yang bikin booth Wuling lebih menarik, beberapa unit tampil dengan tema khusus. Mitra EV hadir dengan livery School Bus lengkap dengan karakter Disney dan Marvel. Kemudian Darion memakai tema Disney Frozen, sedangkan Eksion tampil dengan nuansa Marvel Spider-Man.
Ketiga mobil tersebut merupakan bagian dari kampanye Disney bertema Back To School yang sengaja dihadirkan menjelang musim liburan sekolah.
Banyak Promo dan Program Undian
Wuling juga menyiapkan berbagai program penjualan selama Jakarta Fair 2026. Konsumen bisa mendapatkan bunga 0 persen hingga satu tahun untuk pembelian Darion dan Eksion.
Selain itu tersedia juga gratis asuransi selama dua tahun untuk Darion EV, hadiah senilai Rp 8 juta, gratis charging device, program extensive free maintenance untuk Darion EV dan PHEV, hingga lifetime warranty untuk komponen utama kendaraan EV, HEV, dan Plug-in Hybrid sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Gak cuma itu, setiap pembelian mobil selama pameran juga berkesempatan mengikuti program lucky dip dengan berbagai hadiah menarik.
Hadiahnya cukup beragam, mulai dari e-wallet hingga Rp 500.000, Xiaomi Smartband 9, headphone nirkabel Sony WH-CH520, Smart TV 32 inci, Huawei MatePad SE 11, sampai iPhone 17 Pro Max.

Ada Tantangan 9 Detik
Buat pengunjung yang datang ke booth, Wuling juga menyiapkan aktivitas bertajuk “9 Second Challenge”. Program ini menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan ulang tahun ke-9 Wuling di Indonesia.
Lewat tantangan tersebut, peserta berkesempatan membawa pulang berbagai merchandise menarik dari Wuling.
Melalui keikutsertaannya di Jakarta Fair 2026, Wuling ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung jajaran produknya sekaligus menikmati berbagai promo dan aktivitas yang sudah disiapkan selama pameran berlangsung.
News
Wuling Eksion PHEV Diajak Road Trip Jogja-Jakarta

Wuling Motors kembali mengajak puluhan jurnalis otomotif untuk menjajal langsung kemampuan Wuling Eksion PHEV, setelah sebelumnya sukses menggelar media drive gelombang pertama, . Kali ini perjalanan mengambil rute yang cukup menarik, menyusuri pesisir selatan Pulau Jawa dari Yogyakarta hingga Jakarta.
Kegiatan bertajuk Media Drive Wuling Eksion ‘Exploring Family Journeys’ gelombang kedua ini berlangsung pada 8-10 Juni 2026. Sebanyak 36 jurnalis otomotif diajak merasakan pengalaman berkendara menggunakan Wuling Eksion Plug-in Hybrid (PHEV) dalam perjalanan lebih dari 580 kilometer.
Rute yang ditempuh dimulai dari Morazen Yogyakarta menuju Pangandaran, dilanjutkan ke Bandung, dan berakhir di Jakarta. Selama perjalanan, para peserta ditemani sembilan unit Wuling Eksion PHEV varian EX.

“Dengan rute yang menghadirkan kombinasi jalur perkotaan, lintas selatan Jawa, hingga jalan tol antarkota, peserta dapat merasakan langsung bagaimana Wuling Eksion mendukung berbagai kebutuhan perjalanan keluarga melalui kenyamanan kabin, ruang penyimpanan yang fleksibel, serta beragam fitur yang menunjang perjalanan jarak jauh,” kata Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.
Perjalanan kali ini mengusung tema Coastal Exploration Journey. Bukan tanpa alasan, sebab peserta akan melintasi berbagai jalur dengan panorama khas pantai selatan Jawa yang terkenal eksotis, lengkap dengan karakter jalan yang beragam di setiap etapenya.
Pada etape pertama menuju Pangandaran, peserta disuguhi pemandangan garis pantai yang memanjang di sepanjang perjalanan. Momen seperti ini tentu makin seru dinikmati berkat hadirnya panoramic sunroof yang menjadi salah satu fitur andalan Wuling Eksion PHEV varian EX.

Bicara soal fitur, varian EX yang digunakan dalam media drive ini memang cukup lengkap. Mulai dari power tailgate, ventilated seat untuk pengemudi dan penumpang depan, pengaturan jok penumpang depan elektrik, wireless charger 50W, Adaptive Cruise Control, hingga fitur keselamatan aktif ADAS.
Seluruh fitur tersebut dirancang untuk membuat perjalanan jauh terasa lebih nyaman, praktis, sekaligus aman bagi seluruh anggota keluarga.
Agar perjalanan bukan cuma sekadar berkendara, Wuling juga menyiapkan sejumlah aktivitas menarik. Salah satunya adalah Ultimate Packing Challenge dan Journey Content Challenge.
Melalui tantangan ini, peserta diajak mengeksplorasi fleksibilitas kabin sekaligus kapasitas bagasi Wuling Eksion yang bisa mencapai 1.788 liter ketika kursi baris kedua dan ketiga dilipat rata.

“Melalui Ultimate Packing Challenge dan Journey Content Challenge, rekan media tidak hanya berkesempatan mengeksplorasi kapasitas kabin dan bagasi Wuling Eksion, tetapi juga merasakan bagaimana berbagai fitur yang tersedia dapat mendukung kebutuhan perjalanan keluarga dalam berbagai situasi. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kenyamanan dan kepraktisan yang ditawarkan Wuling Eksion,” kata Danang Wiratmoko selaku Product Communication Manager Wuling Motors.
Lewat kegiatan ini, para jurnalis gak cuma diajak menikmati perjalanan lintas kota, tetapi juga merasakan langsung bagaimana Wuling Eksion mendukung kebutuhan mobilitas keluarga. Mulai dari kenyamanan kabin, ruang penyimpanan yang fleksibel, hingga berbagai fitur premium yang tersedia pada varian EX.
Semua itu sejalan dengan semangat “Exploring Family Journeys” yang diusung Wuling Eksion, yakni menghadirkan perjalanan keluarga yang lebih nyaman, praktis, dan menyenangkan.
News
Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Ada Versi Hybrid!

Jetour belum lama ini resmi meluncurkan T1 untuk pasar Indonesia. SUV bergaya boxy yang hadir sebagai Urban Adventure SUV yang menawarkan dua pilihan jantung pacu, yakni mesin bensin konvensional (ICE) dan hybrid Intelligent Dual Mode (i-DM).
Kehadiran T1 menjadi langkah baru Jetour dalam menjawab kebutuhan konsumen yang mulai melirik kendaraan elektrifikasi, tetapi tetap menginginkan fleksibilitas untuk digunakan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
“Jetour terus menghadirkan solusi mobilitas cerdas melalui pengembangan strategi Travel+. Didukung teknologi energi baru, inovasi global, serta ekosistem layanan yang kuat, kami bangga menghadirkan Jetour T1 sebagai Urban Adventure SUV yang memadukan desain tangguh, teknologi hybrid cerdas, kenyamanan premium, performa andal, dan kepraktisan untuk mendukung berbagai gaya hidup dan perjalanan konsumen Indonesia,” kata Caroline Ling, President Director PT Jetour Sales Indonesia.
Menurut Jetour, pasar otomotif Indonesia saat ini semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi. Namun, banyak konsumen yang masih membutuhkan kendaraan yang efisien sekaligus praktis digunakan untuk berbagai kondisi perjalanan.
“Kami melihat banyak konsumen yang tertarik pada teknologi elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang praktis, nyaman, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Untuk itu, Jetour T1 hadir dengan sistem yang tidak hanya memilih antara efisiensi atau performa, tapi mampu menghadirkan keduanya dalam satu pengalaman berkendara yang seamless dan efisien,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia.
Andalkan Teknologi Hybrid i-DM
Salah satu daya tarik utama T1 ada pada varian i-DM yang mengusung teknologi Intelligent Dual Mode. Sistem ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik yang dapat bekerja otomatis menyesuaikan kondisi berkendara.
Sistem hybrid tersebut terdiri dari mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 136 PS dengan torsi 220 Nm. Sementara motor listriknya mampu menyumbang tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm.
Jetour mengklaim mesin hybrid ini memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen, salah satu yang tertinggi di kelasnya. Sedangkan baterai LFP sudah mendukung DC fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 27 menit.
Baterainya juga telah mengantongi sertifikasi IP68 sehingga tahan terhadap air dan debu. Dalam kondisi baterai penuh, T1 i-DM diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC.
Menariknya, sistem i-DM dapat bekerja dalam beberapa mode berbeda. Saat berkendara di dalam kota dengan kecepatan rendah, mobil bisa berjalan menggunakan tenaga listrik murni. Ketika dibutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersamaan.
Saat melaju di kecepatan tinggi di atas 100 km per jam, sistem akan lebih mengandalkan mesin bensin demi menjaga efisiensi energi.
Dari sisi dimensi, Jetour T1 memiliki panjang 4.705 mm dengan wheelbase 2.800 mm. Ukuran tersebut membuat ruang kabin terasa cukup lega untuk lima penumpang.
Kapasitas bagasinya juga tergolong besar, mencapai 1.455 liter saat kursi belakang dilipat.
Untuk menunjang kenyamanan, SUV ini dibekali 79 titik peredam suara, kaca akustik ganda di bagian depan dan belakang, serta tingkat kebisingan kabin yang diklaim berada di bawah 40 dB saat kondisi idle.
Fitur-fitur pendukung lainnya juga cukup lengkap, mulai dari Dual Zone AC, Nap Mode, 24 Hour Parking AC, ventilasi kabin otomatis, hingga leg rest untuk penumpang depan.
Bagi yang gemar aktivitas outdoor, T1 i-DM juga sudah dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik.
Dari sisi keselamatan, T1 menggunakan struktur monocoque dengan komposisi 80 persen high-strength steel.
Jetour juga menyematkan 13 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dirancang untuk membantu pengemudi selama perjalanan.
Menariknya lagi, desain boxy khas T1 berhasil meraih penghargaan Red Dot Design Award 2024. SUV ini juga telah mendapatkan rating keselamatan lima bintang dari ASEAN NCAP.
Harga Jetour T1
Jetour T1 tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Electroplated Green, Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White, dan Carbon Crystal Black. Khusus warna Electroplated Green, konsumen perlu menambah biaya Rp 10 juta.
Untuk pasar Indonesia, Jetour T1 dibanderol Rp 408 juta on the road Jakarta. Sementara varian hybrid T1 i-DM dijual Rp 558 juta on the road Jakarta.
Namun khusus 500 konsumen pertama, Jetour memberikan harga perkenalan Rp 388 juta untuk T1 dan Rp 538 juta untuk T1 i-DM.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!










































