Connect with us

Blog

Mobil Paling Irit BBM, Harga di bawah Rp 300 jutaan!

Published

on

Mobil udah jadi kendaraan pribadi yang kita pake sehari-hari. Entah buat perjalanan dalam kota atau luar kota, rata-rata kita bakal nempuh perjalanan 40-200 km per minggu. Masalahnya, gak semua mobil hemat bahan bakar. Makanya, kalo gak mau boncos, kita perlu cari mobil paling irit di kelasnya.

Pertanyaanya, emang ada mobil paling irit yang harganya under Rp 300 juta? Mending cek daftar mobil ini, deh!

Mobil paling irit BBM

Nyari mobil irit bahan bakar gak sulit kok. Berikut ini daftar mobil yang bisa kamu pilih!

Honda Brio

Siapa yang gak ngerasa nyaman sama Honda Brio? Mobil kecil tapi irit ini selain punya bodi menarik, mobil ini tergolong dalam mobil low cost green car (LCGC). Makanya menjadi mobil paling irit dan harga terjangkau. 

Menurut uji coba, konsumsi BBM Brio cuma 30,1 km per liter buat perjalanan di jalan tol. Punya mesin 1.200 cc yang cocok kita gunain di area perkotaan, jadi buat yang cari mobil untuk daily bisa pake ini. 

Harga Honda Brio cukup terjangkau, antara Rp 167,9 juta sampe Rp 253,1 juta. Kalo mau yang paling irit, kamu bisa pilih Honda Brio Satya M/T, harganya sekitar Rp 167,9 juta.

Suzuki Ertiga Hybrid

Cari yang seven seater tapi irit? Silahkan cobain Suzuki Ertiga Hybrid. Soalnya Ertiga Hybrid punya mesin 1.500 cc yang ngehaslilin tenaga 104 hp dan torsi 138 Nm. FYI, Menurut hasil uji coba, konsumsi manual mobil ini sekitar 22,11 km/liter. Lebih irit dari transmisi otomatisnya, 19,66 km/liter. Gak heran kalo mobil satu ini irit bahan bakar.

Lebih lengkap lagi karena fitur Idle Stop System. Fitur ini bisa matiin mesin saat mobil berhenti. Kalo kamu tertarik, harga Ertiga Hybrid ini kisaran Rp 275,6 juta sampe Rp 299 juta, ya!

Daihatsu Sigra

mobil daihatsu sigra

Daihatsu Sigra juga termasuk mobil SUV paling irit di kelasnya. Mobil ini punya dua kapasitas mesin, 1.000 cc dan 1.200 cc. Mesin 1.000 cc bahan bakarnya sekitar 18,6 km per 1 liter, buat yang kapasitas 1.200 cc bisa hemat bakar bakar sampe 17 km per liter saat berkendara di jalan normal. Gak heran deh kalo Daihatsu Sigra hemat kita bawa kemana-mana.

Berdasarkan uji coba, konsumsi BBM Daihatsu Sigra cukup irit. Buat jalan 14 km cuma butuh BBM 1 liter aja. Kalo ke luar kota cuma 17,6 km/liter. Hemat banget kan buat mobil seharga Rp 136 juta sampe Rp 182,6 jutaan?

Toyota Agya

toyota agra

Mau mobil paling irit lagi? Kamu bisa pilih Toyota Agya yang pake mesin 1.0L dan 1.2L. Ada juga teknologi Dual VVT-i yang bikin mobil lebih hemat BBM dan kerja mesin makin optimal. 

Salah satu varian Agya yang sudah teruji coba yaitu Toyota Agya 2021. Tingkat konsumsi mobil ini cuma 22 km/liter. Kalo tertarik, mobil hemat BBM ini harganya cuma Rp 170,9 juta sampe Rp 259,3 jutaan. 

Dari 4 jenis mobil paling hemat tadi, kamu mau pilih yang mana? Langsung tentuin aja, yuk!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

Published

on

By

Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.

Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.

Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.

Jadi berapa pajaknya sekarang?

Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.

Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.

Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

Wuling Air ev

Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.

Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.

Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.

Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.

Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.

Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.

Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.

Continue Reading

Blog

Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

Published

on

By

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.

Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?

Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.

Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.

Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.

Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.

Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.

Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?

Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.

Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.

Continue Reading

Blog

Apa yang Terjadi Kalau Mobil Listrik Kehabisan Baterai di Jalan?

Published

on

By

Buat yang masih ragu pakai mobil listrik, satu ketakutan paling umum biasanya sama, gimana kalau baterainya habis di tengah jalan?

Bayangannya sering ekstrem, mobil langsung mati mendadak tanpa peringatan. Padahal, kenyataannya gak gitu.

Mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau Tesla Model 3 sudah dibekali sistem yang terus memantau kondisi baterai. Saat daya mulai menipis, mobil akan memberi peringatan bertahap, mulai dari sisa jarak tempuh yang terus berkurang sampai notifikasi di panel instrumen. Bahkan, biasanya ada mode hemat energi supaya mobil masih bisa melaju lebih jauh untuk mencari tempat pengisian.

Jadi, mobil gak langsung mati mendadak. Pengemudi masih punya waktu untuk ambil keputusan.

Namun, kalau baterai benar-benar habis, barulah mobil akan berhenti total. Gak seperti mobil bensin yang kadang masih bisa bergerak sedikit saat sekarat, mobil listrik benar-benar bergantung pada baterai untuk menggerakkan roda. Begitu energinya nol, mobil gak bisa jalan lagi.

MID

Meski begitu, dalam banyak kasus masih ada sedikit daya tersisa untuk fungsi dasar seperti lampu hazard atau sistem keamanan. Ini penting supaya mobil tetap terlihat dan aman saat berhenti di jalan.

Terus kalau sudah mogok, bisa didorong? Mobil listrik umumnya gak dirancang untuk didorong jauh atau ditarik sembarangan karena berkaitan dengan sistem motor dan drivetrain.

Kalau sudah kehabisan baterai, solusi paling aman biasanya diderek ke titik pengisian terdekat atau menggunakan bantuan charger darurat jika tersedia.

Kabar baiknya, kejadian seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Mobil listrik punya indikator baterai yang jauh lebih presisi dibanding mobil konvensional, ditambah fitur navigasi yang bisa menunjukkan lokasi charger terdekat.

Selama kamu memperhatikan sisa daya dan merencanakan perjalanan, risiko kehabisan baterai di jalan bisa ditekan sangat kecil.

Continue Reading

Trending