Connect with us

Blog

Mobil Paling Irit BBM, Harga di bawah Rp 300 jutaan!

Bacaan 3 menit

Mobil udah jadi kendaraan pribadi yang kita pake sehari-hari. Entah buat perjalanan dalam kota atau luar kota, rata-rata kita bakal nempuh perjalanan 40-200 km per minggu. Masalahnya, gak semua mobil hemat bahan bakar. Makanya, kalo gak mau boncos, kita perlu cari mobil paling irit di kelasnya.

Pertanyaanya, emang ada mobil paling irit yang harganya under Rp 300 juta? Mending cek daftar mobil ini, deh!

Mobil paling irit BBM

Nyari mobil irit bahan bakar gak sulit kok. Berikut ini daftar mobil yang bisa kamu pilih!

Honda Brio

Siapa yang gak ngerasa nyaman sama Honda Brio? Mobil kecil tapi irit ini selain punya bodi menarik, mobil ini tergolong dalam mobil low cost green car (LCGC). Makanya menjadi mobil paling irit dan harga terjangkau. 

Menurut uji coba, konsumsi BBM Brio cuma 30,1 km per liter buat perjalanan di jalan tol. Punya mesin 1.200 cc yang cocok kita gunain di area perkotaan, jadi buat yang cari mobil untuk daily bisa pake ini. 

Harga Honda Brio cukup terjangkau, antara Rp 167,9 juta sampe Rp 253,1 juta. Kalo mau yang paling irit, kamu bisa pilih Honda Brio Satya M/T, harganya sekitar Rp 167,9 juta.

Suzuki Ertiga Hybrid

Cari yang seven seater tapi irit? Silahkan cobain Suzuki Ertiga Hybrid. Soalnya Ertiga Hybrid punya mesin 1.500 cc yang ngehaslilin tenaga 104 hp dan torsi 138 Nm. FYI, Menurut hasil uji coba, konsumsi manual mobil ini sekitar 22,11 km/liter. Lebih irit dari transmisi otomatisnya, 19,66 km/liter. Gak heran kalo mobil satu ini irit bahan bakar.

Lebih lengkap lagi karena fitur Idle Stop System. Fitur ini bisa matiin mesin saat mobil berhenti. Kalo kamu tertarik, harga Ertiga Hybrid ini kisaran Rp 275,6 juta sampe Rp 299 juta, ya!

Daihatsu Sigra

mobil daihatsu sigra

Daihatsu Sigra juga termasuk mobil SUV paling irit di kelasnya. Mobil ini punya dua kapasitas mesin, 1.000 cc dan 1.200 cc. Mesin 1.000 cc bahan bakarnya sekitar 18,6 km per 1 liter, buat yang kapasitas 1.200 cc bisa hemat bakar bakar sampe 17 km per liter saat berkendara di jalan normal. Gak heran deh kalo Daihatsu Sigra hemat kita bawa kemana-mana.

Berdasarkan uji coba, konsumsi BBM Daihatsu Sigra cukup irit. Buat jalan 14 km cuma butuh BBM 1 liter aja. Kalo ke luar kota cuma 17,6 km/liter. Hemat banget kan buat mobil seharga Rp 136 juta sampe Rp 182,6 jutaan?

Toyota Agya

toyota agra

Mau mobil paling irit lagi? Kamu bisa pilih Toyota Agya yang pake mesin 1.0L dan 1.2L. Ada juga teknologi Dual VVT-i yang bikin mobil lebih hemat BBM dan kerja mesin makin optimal. 

Salah satu varian Agya yang sudah teruji coba yaitu Toyota Agya 2021. Tingkat konsumsi mobil ini cuma 22 km/liter. Kalo tertarik, mobil hemat BBM ini harganya cuma Rp 170,9 juta sampe Rp 259,3 jutaan. 

Dari 4 jenis mobil paling hemat tadi, kamu mau pilih yang mana? Langsung tentuin aja, yuk!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

China Larang Pintu Retractable Mulai 2027, Apa Alasannya?

Bacaan 2 menit

Pintu retractable alias gagang pintu tersembunyi memang kelihatan futuristik. Desain gagang pintu rata bodi, bikin kita yang melihat ngebatin “Keren ya desainnya”.

Banyak mobil listrik asal China mengandalkan model ini, salah satunya BYD Seal yang juga sudah wara-wiri di Indonesia.

Tapi ternyata desain retractable alias tersembunyi yang selama ini jadi simbol mobil futuristik, terutama di banyak EV China, itu gak safety. Dan penggunaannya akan mulai tahun 2027.

Kenapa dilarang? Banyak kasus di China di mana pintu gagal terbuka di situasi darurat karena mekanismenya terlalu bergantung pada listrik. Jadi pas mobil kecelakaan atau sistem listrik mati, gagang pintu yang harusnya muncul malah gak bisa dibuka.

Kasus ini bahkan sudah menyebabkan korban jiwa serta menyulitkan proses evakuasi atau pertolongan.

Aturan ini juga sebenarnya dipicu oleh draft regulasi baru yang dirilis oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT). Regulasi itu disebut Safety Technical Requirements for Automobile Door Handles (atau standar keselamatan teknis untuk pegangan pintu mobil) yang mulai dibahas sejak pertengahan 2025 dan kemudian direncanakan untuk diberlakukan paling lambat pada 1 Januari 2027.

Dalam aturan itu sudah jelas kalau semua mobil yang dipasarkan di China wajib punya gagang pintu yang bisa dibuka secara mekanis, baik dari dalam maupun luar, tanpa tergantung aliran listrik.

Jadi kuncinya bukan sekadar melarang bentuknya yang tersembunyi, tetapi memaksa desain yang tetap bisa dioperasikan secara manual saat situasi darurat.

Tapi, regulator China sendiri gak serta-merta anti desain futuristik. Yang dilarang justru yang sepenuhnya bergantung pada motor listrik dan sensor tanpa backup mekanis.

Kalau sebuah handle masih punya mekanisme manual cadangan yang bisa diakses mudah saat listrik mati, itu masih boleh, karena tujuannya memang keselamatan.

Menariknya, aturan ini bukan cuma berdampak di pasar domestik China. Karena China adalah negara produsen dan eksportir mobil terbesar, standar keselamatan yang baru bisa jadi ikut mempengaruhi desain mobil yang nanti dijual di negara lain, termasuk unit yang kita lihat masuk ke Indonesia.

Untuk pasar Indonesia, belum ada aturan serupa. Tapi keputusan China ini bisa jadi alarm awal bagi negara lain, termasuk Indonesia.

Apalagi banyak mobil listrik China masuk ke Tanah Air. Bukan gak mungkin, ke depan desain pintu juga ikut disesuaikan demi standar keselamatan global.

Continue Reading

Blog

Bensin Tinggal E, Mobil Masih Bisa Dipakai Berapa KM?

Bacaan 2 menit

Ada satu momen yang hampir pasti pernah dialami semua pemilik mobil, indikator bensin sudah di huruf E. Buat sebagaian orang, itu cuma peringatan kecil,

Tapi buat orang lain.. itu kayak alarm tanda bahaya. Pikirannya bisa langsung ke mana-mana, “Ini mobil masih kuat berapa kilometer lagi, ya?”. Pertanyaan ini wajar banget, apalagi buat yang gak biasa bawa mobil.

Sebenarnya ketika indikator bensin di huruf E itu masih ada sisa bahan bakar, jadi gak benar-benar habis sepenuhnya.

Pabrikan mobil sengaja bikin indikator bensin gak jujur-jujur amat. Saat jarum sudah di E atau lampu bensin menyala, di dalam tangki biasanya masih tersisa sekitar 5–10 persen dari kapasitas total.

Contohnya, tangki mobil kamu kapasitasnya 40 liter, berarti masih ada sisa sekitar 2-4 liter. Atau tangki mobil kamu 50 liter? berarti mobil masih punya cadangan BBM sekitar 3-5 liter.

Sisa bahan bakar ini memang disiapkan sebagai cadangan darurat, buat kamu segera cari SPBU terdekat.

ron bensin setiap kendaraan berbeda ya

Kalau ditanya dengan kapasitas BBM kurang dari lima liter bisa tempuh jarak berapa KM, ini tergantung dari beberapa hal. Mulai dari kondisi jalan dan gaya nyetir, konsumsi BBM mobil, sampai kapasitas tangki itu sendiri. Tapi secara kasar, mobil bisa jalan sekitar 15-30 KM.

Selain itu, alasan mobil masih bisa berjalan meski indikator sudah E juga berkaitan dengan komponen di dalam tangki. Pompa bensin itu butuh bahan bakar sebagai pelumas sekaligus pendingin.

Kalau bensin benar-benar habis, pompa berisiko cepat panas dan rusak. Makanya, indikator dibuat lebih konservatif supaya pengemudi gak nekat menghabiskan bensin sampai tetes terakhir.

Tapi hal ini bukan berarti kamu jadi sering ngebiarin bensin sampai E. Karena sisa bahan bakar yang sedikit bisa bikin kotoran di dasar tangki ikut tersedot. Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak ke sistem bahan bakar dan membuat komponen bekerja lebih berat.

Continue Reading

Blog

Kenapa Tombol Fisik di Mobil Baru Makin Sedikit?

Bacaan < 1 menit

Volvo EX30 di China

Coba perhatiin interior mobil-mobil baru sekarang. Dashboard rapi, layar besar nempel di tengah, tapi tombol fisiknya minim. Mau atur AC, buka menu dulu. Mau kecilin kipas, harus sentuh layar. Sekilas modern, tapi buat sebagian pengemudi, ini justru bikin ribet.

Perpindahan tombol ke layar sebenarnya bukan sekadar ikut tren. Buat pabrikan, layar sentuh itu lebih fleksibel. Satu layar bisa ganti banyak fungsi tanpa perlu nambah komponen fisik. Desain dashboard jadi lebih simpel, biaya produksi bisa ditekan, dan tampilan terlihat modern.

Selain itu, konsumen sekarang juga makin akrab sama layar. Smartphone jadi benda wajib, jadi pabrikan merasa pengemudi sudah terbiasa geser dan sentuh layar.

Masalahnya, mobil beda dengan ponsel. Saat nyetir, mata harus fokus ke jalan. Tombol fisik bisa dihafal posisinya, diputar tanpa perlu melirik. Layar sentuh menuntut perhatian lebih, apalagi kalau menu terlalu dalam.

head unit hyptec ht

Bahkan, lembaga seperti Euro NCAP (program penilaian keselamatan mobil di Eropa) mulai menerapkan standar yang mendorong penggunaan tombol fisik untuk fungsi penting supaya pengemudi gak terlalu melihat layar saat berkendara, ini menyebabkan beberapa pabrikan memikirkan ulang desain mereka

Makanya, belakangan mulai muncul tren balik arah. Beberapa pabrikan kembali menghadirkan tombol fisik untuk fungsi penting seperti AC dan volume. Ternyata, yang kelihatan futuristik belum tentu paling nyaman dipakai harian.

Teknologi memang bikin mobil makin modern. Tapi di balik layar besar dan dashboard minimalis, ada satu hal yang gak boleh dilupain, mobil itu dipakai sambil bergerak. Dan buat urusan nyetir, kadang tombol lama justru lebih safety.

Continue Reading

Trending