Connect with us

Blog

China Larang Pintu Retractable Mulai 2027, Apa Alasannya?

Published

on

Pintu retractable alias gagang pintu tersembunyi memang kelihatan futuristik. Desain gagang pintu rata bodi, bikin kita yang melihat ngebatin “Keren ya desainnya”.

Banyak mobil listrik asal China mengandalkan model ini, salah satunya BYD Seal yang juga sudah wara-wiri di Indonesia.

Tapi ternyata desain retractable alias tersembunyi yang selama ini jadi simbol mobil futuristik, terutama di banyak EV China, itu gak safety. Dan penggunaannya akan mulai tahun 2027.

Kenapa dilarang? Banyak kasus di China di mana pintu gagal terbuka di situasi darurat karena mekanismenya terlalu bergantung pada listrik. Jadi pas mobil kecelakaan atau sistem listrik mati, gagang pintu yang harusnya muncul malah gak bisa dibuka.

Kasus ini bahkan sudah menyebabkan korban jiwa serta menyulitkan proses evakuasi atau pertolongan.

Aturan ini juga sebenarnya dipicu oleh draft regulasi baru yang dirilis oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT). Regulasi itu disebut Safety Technical Requirements for Automobile Door Handles (atau standar keselamatan teknis untuk pegangan pintu mobil) yang mulai dibahas sejak pertengahan 2025 dan kemudian direncanakan untuk diberlakukan paling lambat pada 1 Januari 2027.

Dalam aturan itu sudah jelas kalau semua mobil yang dipasarkan di China wajib punya gagang pintu yang bisa dibuka secara mekanis, baik dari dalam maupun luar, tanpa tergantung aliran listrik.

Jadi kuncinya bukan sekadar melarang bentuknya yang tersembunyi, tetapi memaksa desain yang tetap bisa dioperasikan secara manual saat situasi darurat.

Tapi, regulator China sendiri gak serta-merta anti desain futuristik. Yang dilarang justru yang sepenuhnya bergantung pada motor listrik dan sensor tanpa backup mekanis.

Kalau sebuah handle masih punya mekanisme manual cadangan yang bisa diakses mudah saat listrik mati, itu masih boleh, karena tujuannya memang keselamatan.

Menariknya, aturan ini bukan cuma berdampak di pasar domestik China. Karena China adalah negara produsen dan eksportir mobil terbesar, standar keselamatan yang baru bisa jadi ikut mempengaruhi desain mobil yang nanti dijual di negara lain, termasuk unit yang kita lihat masuk ke Indonesia.

Untuk pasar Indonesia, belum ada aturan serupa. Tapi keputusan China ini bisa jadi alarm awal bagi negara lain, termasuk Indonesia.

Apalagi banyak mobil listrik China masuk ke Tanah Air. Bukan gak mungkin, ke depan desain pintu juga ikut disesuaikan demi standar keselamatan global.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

AC Mobil Nyala Saat Parkir, Bikin Aki Tekor? Cek Faktanya!

Published

on

By

ac mobil

Pernah gak lagi nunggu seseorang di dalam mobil, tapi mesin tetap dinyalakan supaya AC tetap dingin?

Kebiasaan ini cukup sering dilakukan, apalagi saat cuaca lagi panas-panasnya.

Daripada kepanasan sambil menunggu, gak sedikit dari kita yang memilih duduk santai di kabin dengan AC menyala.

Tapi, kadang muncul pertanyaan yang bikin penasaran.

Kalau AC terus nyala saat mobil berhenti, apakah bisa bikin aki tekor?

Jawabannya, tergantung kondisinya.

AC Mobil Sebenarnya Menggunakan Tenaga dari Mana?

Banyak yang mengira AC langsung menguras aki karena sistemnya berhubungan dengan listrik.

Padahal, saat mesin mobil menyala, sebagian besar tenaga untuk menjalankan komponen mobil berasal dari mesin melalui alternator.

Alternator inilah yang bertugas mengisi ulang aki sekaligus menyuplai kebutuhan listrik kendaraan.

Jadi, selama mesin tetap hidup, AC yang menyala gak langsung membuat aki kehabisan daya.

Kapan AC Nyala Bisa Bikin Aki Bermasalah?

Masalah biasanya muncul kalau AC dinyalakan saat mesin mati.

Misalnya, mobil dalam posisi parkir, mesin dimatikan, tapi pemilik tetap menyalakan AC menggunakan listrik dari aki.

Dalam kondisi seperti ini, aki akan bekerja sendirian menyuplai daya ke sistem kelistrikan.

Karena aki mobil sebenarnya dirancang untuk kebutuhan seperti menyalakan mesin dan menyuplai listrik sementara, bukan untuk menjalankan AC dalam waktu lama.

Kalau dipaksakan, aki bisa cepat drop dan mobil berisiko sulit dinyalakan.

parkir di tanjakan

Kalau Mesin Nyala Lama Saat Parkir, Ada Efek Samping Gak?

Membiarkan mesin hidup saat parkir memang gak langsung bikin aki tekor.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Mobil tetap membakar bahan bakar meskipun hanya diam di tempat.

Selain itu, kalau dilakukan terlalu lama di area tertutup seperti garasi, gas buang dari kendaraan juga bisa berbahaya karena mengandung karbon monoksida.

Jadi, kalau memang harus menunggu lama, pastikan lokasi parkir punya sirkulasi udara yang baik.

Mobil Matic Lebih Aman Nyala Lama Saat Parkir?

Banyak mobil sekarang menggunakan transmisi otomatis.

Saat berhenti lama dengan mesin menyala, posisi transmisi sebaiknya diperhatikan.

Untuk berhenti sebentar, posisi “P” atau “N” biasanya digunakan sesuai kondisi.

Tapi untuk parkir lama, tetap lebih aman mengikuti aturan penggunaan dari pabrikan.

Jangan lupa juga pastikan rem parkir aktif agar mobil tetap aman.

Jadi, Boleh Gak AC Nyala Saat Mobil Parkir?

Boleh, selama mesin tetap menyala dan dilakukan di kondisi yang aman.

AC mobil yang menyala saat parkir gak otomatis membuat aki tekor.

Yang perlu dihindari adalah menyalakan AC ketika mesin mati dalam waktu lama karena aki harus bekerja sendirian.

Jadi, bukan AC-nya yang bikin aki cepat habis, tapi cara penggunaannya yang kurang tepat.

Continue Reading

Blog

Kenapa Harga Mobil Bekas Bisa Turun Drastis Setelah 3 Tahun?

Published

on

By

Mobil baru atau bekas_Freepik

Buat yang lagi cari mobil bekas, pasti sering menemukan hal yang bikin heran.

Ada mobil yang usianya baru 2-3 tahun, tapi harganya sudah turun puluhan sampai ratusan juta dibanding harga barunya.

Padahal kalau dilihat dari kondisi, mobil tersebut masih tergolong muda dan fitur-fiturnya juga belum ketinggalan jauh.

Terus, kenapa harga mobil bekas bisa turun cukup drastis?

Ternyata ada beberapa faktor yang memengaruhi.

Mobil Baru Keluar, Harga Lama Langsung Terkoreksi

Salah satu penyebab paling besar adalah munculnya model baru.

Ketika pabrikan meluncurkan generasi terbaru, harga mobil generasi sebelumnya biasanya ikut turun.

Apalagi kalau model baru membawa banyak perubahan, mulai dari desain, fitur, sampai teknologi.

Calon pembeli mobil bekas tentu akan berpikir ulang.

“Kalau tambah sedikit bisa dapat model terbaru, kenapa pilih yang lama?”

Hal ini akhirnya membuat harga mobil bekas ikut menyesuaikan.

Depresiasi Paling Besar Terjadi di Tahun Awal

Banyak orang belum tahu kalau penurunan harga mobil paling terasa justru terjadi saat mobil masih tergolong baru.

Begitu mobil keluar dari dealer dan sudah memiliki pemilik pertama, statusnya langsung berubah dari mobil baru menjadi mobil bekas.

Perubahan status ini saja sudah bisa membuat harga turun.

Makanya, mobil usia 1-3 tahun sering mengalami depresiasi cukup besar dibanding mobil yang usianya lebih tua.

Pajak dan Biaya Kepemilikan Ikut Pengaruh

Harga mobil bekas gak cuma dipengaruhi kondisi kendaraan.

Biaya kepemilikan juga jadi pertimbangan pembeli.

Mulai dari pajak tahunan, biaya servis, harga suku cadang, sampai konsumsi bahan bakar.

Mobil yang biaya perawatannya mahal biasanya mengalami penurunan harga lebih cepat karena calon pembeli akan menghitung pengeluaran setelah membeli.

Daftar harga mobil baru giias 2024

Tren Pasar Bisa Bikin Harga Mobil Turun

Dunia otomotif juga mengikuti tren.

Misalnya, saat mobil listrik mulai ramai, beberapa mobil bensin tertentu bisa mengalami perubahan harga karena konsumen mulai punya pilihan baru.

Begitu juga ketika model tertentu mulai kurang diminati.

Meski kondisinya masih bagus, harga jual kembali bisa ikut turun karena permintaan pasar melemah.

Kilometer dan Riwayat Pemakaian Jadi Penentu

Usia mobil bukan satu-satunya faktor.

Mobil yang baru berumur tiga tahun tapi sudah dipakai jarak jauh setiap hari tentu punya nilai berbeda dengan mobil yang jarang digunakan.

Calon pembeli biasanya akan melihat, jumlah kilometer, riwayat servis, kondisi mesin, kondisi interior, pernah tabrakan atau gak.

Mobil dengan rekam jejak yang jelas biasanya punya harga lebih stabil.

Jadi, Apakah Mobil Bekas Turun Harga Itu Rugi?

Belum tentu.

Justru kondisi ini bisa jadi keuntungan buat pembeli mobil bekas.

Mobil usia 2-3 tahun biasanya masih tergolong muda, fitur masih modern, tapi harganya sudah jauh lebih murah dibanding beli baru.

Sementara buat pemilik pertama, penurunan harga memang jadi hal yang harus diterima karena hampir semua mobil mengalami depresiasi.

Jadi, kalau mau beli mobil dengan harga lebih masuk akal, mobil bekas usia beberapa tahun bisa jadi pilihan menarik.

Tinggal pastikan kondisinya benar-benar sehat dan punya riwayat perawatan yang jelas.

Continue Reading

Blog

5 Suara Aneh di Mobil yang Gak Boleh Diabaikan

Published

on

By

Obrolan di mobil

Pernah lagi nyetir terus tiba-tiba dengar suara aneh dari mobil?

Kadang bunyinya kecil dan cuma muncul sesekali, jadi banyak pengendara memilih membiarkannya.

Padahal, suara yang muncul dari mobil bisa jadi “kode” kalau ada komponen yang mulai minta diperiksa.

Memang gak semua suara aneh berarti kerusakan besar. Tapi kalau dibiarkan terlalu lama, masalah kecil bisa berubah jadi perbaikan yang lebih mahal.

Nah, berikut beberapa suara dari mobil yang sebaiknya jangan diabaikan.

Bunyi “Cit-cit” Saat Rem Diinjak

Kalau mobil mengeluarkan suara cit-cit saat pedal rem diinjak, biasanya langsung bikin pengemudi merasa khawatir.

Suara ini bisa muncul karena beberapa hal, salah satunya kampas rem yang mulai menipis.

Saat kampas rem sudah aus, bagian indikator keausan bisa bergesekan dengan cakram dan menghasilkan bunyi peringatan.

Selain itu, rem yang kotor atau ada kerikil kecil yang masuk juga bisa menyebabkan suara serupa.

Kalau bunyi makin sering muncul, jangan tunggu sampai rem terasa kurang pakem.

Bunyi “Kletek-kletek” Saat Lewat Jalan Rusak

Pernah dengar suara kletek-kletek dari bagian bawah mobil saat melewati jalan berlubang?

Bunyi ini sering dikaitkan dengan masalah kaki-kaki.

Penyebabnya bisa berasal dari beberapa komponen, seperti bushing, link stabilizer, tie rod, atau ball joint yang mulai mengalami keausan.

Memang mobil masih bisa jalan seperti biasa, tapi kalau komponen kaki-kaki sudah longgar, kenyamanan dan keamanan berkendara bisa ikut terganggu.

Bunyi “Ngiiiiing” dari Ruang Mesin

Kalau terdengar suara mendengung atau melengking dari area mesin, coba jangan langsung naikkan volume musik.

Suara seperti ini bisa berasal dari komponen yang berputar, seperti fan belt atau tensioner.

Pada beberapa kasus, fan belt yang mulai getas atau kendur bisa mengeluarkan suara melengking saat mesin dinyalakan atau ketika AC aktif.

Kalau dibiarkan, komponen tersebut bisa putus dan membuat beberapa sistem mobil ikut terganggu.

Bunyi “Tok-tok” Saat Belok

Suara tok-tok atau tek-tek saat mobil berbelok, terutama ketika setir diputar penuh, patut diperhatikan.

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah masalah pada CV joint.

Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, terutama saat roda harus bergerak mengikuti arah belokan.

Kalau sudah mulai berbunyi, biasanya menandakan komponen tersebut mulai mengalami keausan.

Bunyi “Gemuruh” dari Ban Saat Jalan

Kalau muncul suara seperti dengungan atau gemuruh yang makin keras saat kecepatan bertambah, jangan langsung mengira suara ban.

Bisa jadi penyebabnya berasal dari bearing roda.

Bearing yang mulai aus biasanya menghasilkan suara mendengung yang mengikuti kecepatan mobil.

Semakin cepat mobil berjalan, biasanya suara juga semakin jelas.

Jangan Tunggu Sampai Mobil Mogok

Mobil sebenarnya sering memberikan tanda sebelum mengalami kerusakan besar.

Salah satunya lewat suara-suara kecil yang muncul saat digunakan.

Kalau menemukan bunyi yang sebelumnya gak pernah ada, lebih baik segera dicek daripada menunggu sampai komponen benar-benar rusak.

Karena di mobil, suara kecil hari ini bisa jadi biaya besar di kemudian hari.

Continue Reading

Trending