Connect with us

Blog

Anak Muda Pilih Mobil, Biasanya Lihat Apa Dulu?

Published

on

Andre Taulany Toyota MR 2 koleksi mobil klasik

Kalau ngomongin pilih mobil, dulu orang biasanya langsung nanya: mesinnya berapa cc, tenaganya berapa, irit bensin atau gak. Tapi buat anak muda sekarang, urutannya sering beda.

Bukan berarti performa gak penting. Tetap penting. Cuma biasanya bukan itu yang pertama dilihat.

Sekarang mobil juga gak cuma dilihat sebagai alat buat pindah dari satu tempat ke tempat lain. Buat banyak orang, mobil juga jadi bagian dari gaya hidup.

Makanya, ada beberapa hal yang biasanya langsung jadi perhatian pertama saat anak muda lagi lihat-lihat mobil.

1. Desain luar

Yang paling pertama dilihat hampir pasti tampilan luarnya dulu.

Anak muda biasanya cukup peduli sama desain. Mobil yang kelihatan sporty, modern, atau sedikit futuristis biasanya lebih cepat dilirik.

Makanya sekarang banyak mobil baru yang tampilannya makin berani. Lampu depan makin tipis, grille makin besar, garis bodi juga dibuat lebih tegas.

Simpelnya, kalau dari luar saja sudah terasa kurang menarik, biasanya orang juga gak terlalu penasaran buat lihat lebih jauh.

2. Interior dan dashboard

Setelah puas lihat luar, biasanya langsung intip bagian dalam.

Interior yang kelihatan modern biasanya lebih gampang disukai. Misalnya dashboard yang simpel, layar infotainment gede, atau kabin yang kelihatan rapi.

Hal-hal seperti ini kadang bikin mobil terasa lebih “niat” dibuatnya, bukan sekadar mobil biasa.

3. Fitur teknologi

Mobil sekarang juga makin mirip gadget. Jadi gak heran kalau fitur teknologi ikut jadi perhatian.

Mulai dari koneksi smartphone, wireless charging, sampai kamera parkir yang bikin manuver lebih gampang.

Buat anak muda yang sehari-hari gak jauh dari gadget, fitur seperti ini biasanya cukup menarik.

4. Harga

Walau desain keren dan fitur banyak, urusan harga tetap jadi pertimbangan.

Apalagi buat yang baru mau beli mobil pertama. Biasanya yang dilihat bukan cuma harga mobilnya, tapi juga cicilannya.

Selama cicilannya masih masuk akal, mobil itu biasanya masih masuk daftar pertimbangan.

5. Image merek

Ada juga yang lihat mereknya dulu.

Beberapa brand punya image tertentu di mata anak muda. Ada yang dikenal sporty, ada yang identik sama teknologi, ada juga yang dianggap stylish.

Hal seperti ini kadang ikut mempengaruhi pilihan, walau mungkin gak selalu disadari.

Pada akhirnya, cara anak muda pilih mobil memang sedikit beda dibanding dulu. Bukan cuma soal mesin atau performa, tapi juga soal desain, teknologi, dan kesan yang ditawarkan mobil itu sendiri.

Makanya sekarang banyak pabrikan yang mulai bikin mobil dengan tampilan lebih modern dan fitur lebih lengkap, supaya bisa lebih menarik buat generasi muda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

Published

on

By

Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.

Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.

Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.

Jadi berapa pajaknya sekarang?

Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.

Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.

Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

Wuling Air ev

Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.

Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.

Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.

Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.

Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.

Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.

Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.

Continue Reading

Blog

Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

Published

on

By

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.

Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?

Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.

Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.

Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.

Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.

Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.

Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?

Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.

Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.

Continue Reading

Blog

Apa yang Terjadi Kalau Mobil Listrik Kehabisan Baterai di Jalan?

Published

on

By

Buat yang masih ragu pakai mobil listrik, satu ketakutan paling umum biasanya sama, gimana kalau baterainya habis di tengah jalan?

Bayangannya sering ekstrem, mobil langsung mati mendadak tanpa peringatan. Padahal, kenyataannya gak gitu.

Mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau Tesla Model 3 sudah dibekali sistem yang terus memantau kondisi baterai. Saat daya mulai menipis, mobil akan memberi peringatan bertahap, mulai dari sisa jarak tempuh yang terus berkurang sampai notifikasi di panel instrumen. Bahkan, biasanya ada mode hemat energi supaya mobil masih bisa melaju lebih jauh untuk mencari tempat pengisian.

Jadi, mobil gak langsung mati mendadak. Pengemudi masih punya waktu untuk ambil keputusan.

Namun, kalau baterai benar-benar habis, barulah mobil akan berhenti total. Gak seperti mobil bensin yang kadang masih bisa bergerak sedikit saat sekarat, mobil listrik benar-benar bergantung pada baterai untuk menggerakkan roda. Begitu energinya nol, mobil gak bisa jalan lagi.

MID

Meski begitu, dalam banyak kasus masih ada sedikit daya tersisa untuk fungsi dasar seperti lampu hazard atau sistem keamanan. Ini penting supaya mobil tetap terlihat dan aman saat berhenti di jalan.

Terus kalau sudah mogok, bisa didorong? Mobil listrik umumnya gak dirancang untuk didorong jauh atau ditarik sembarangan karena berkaitan dengan sistem motor dan drivetrain.

Kalau sudah kehabisan baterai, solusi paling aman biasanya diderek ke titik pengisian terdekat atau menggunakan bantuan charger darurat jika tersedia.

Kabar baiknya, kejadian seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Mobil listrik punya indikator baterai yang jauh lebih presisi dibanding mobil konvensional, ditambah fitur navigasi yang bisa menunjukkan lokasi charger terdekat.

Selama kamu memperhatikan sisa daya dan merencanakan perjalanan, risiko kehabisan baterai di jalan bisa ditekan sangat kecil.

Continue Reading

Trending