Connect with us

Tips

Tips Merawat Mobil yang Sudah Dicoating

Published

on

Istilah coating emang udah gak asing di telinga tetangga kita haha, maksutnya kita sebagai pemilik mobil baru pasti jadwal pertama yang dilakukan adalah coating. Coating itu sebuah proses menambahkan lapisan khusus pada permukaan cat mobil sehingga lapisan baru ini bisa membuat tampilan warna cat pada mobil selalu terlihat baru, mengkilap, tidak kusam, dan lebih sedap dipandang. Nah, kisaran harga coating sendiri mulai dari 3,5 juta hingga 10 juta tergantung tipe mobil.

Tapi kebanyakan pemilik mobil yang udah merasa mobilnya aman sehabis coating ngerawat eksteriornya jadi asal-asalan. Padahal setelah coating mobil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar coating mobil tahan lama.

Ini adalah 5 (Lima) hal yang perlu dihindari setelah coating mobil:

1. Langsung mencuci mobil

Setelah pengaplikasian coating pada mobil, butuh 1-2 hari sampai coating mulai curing (matang). Jadi jangan buru-buru di cuci, agar lapisan coating tidak rusak. Walaupun pasti pengen dipamerin ke temen kantor kan. Sabar, tunggu setidaknya seminggu baru deh bisa dicuci mobilnya.


Gimana kalau kena hujan saat selesai di coating? Selooow, cukup di lap saja dengan microfiber tapi jangan dulu menggunakan shampo mobil karena bisa merusak proses pengeringannya.

2. Parkir di bawah sinar matahari langsung

Meskipun lapisan coating ini kayak sunscreen yang bisa melindungi cat mobil kamu dari sinar UV, perlu diingat bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan bisa merusak lapisan tersebut.
Jadi, jika memungkinkan, usahakan untuk memarkirkan mobil di tempat teduh atau dalam garasi supaya lapisan coating pada cat mobil tidak mudah rusak dan mengering sempurna.

3. Katakan tidak untuk produk pembersih yang keras

Pakai pembersih mobil yang terbuat dari bahan microfiber untuk menyapu debu atau mengeringkan air. Hindari penggunaan pembersih yang mengandung elemen keras karena bisa merusak lapisan coating dan membuat menjadi kusam, seperti penggunaan spons terlihat tidak keras tapi ternyata bisa menyebabkan goresan pada coating mobil.

Nah setelah selesai coating mobil, jangan lupa sempatkan bikin sesi QnA ke mas-mas yang coating mobil kamu, kira-kira produk perawatan apa saja yang bagus untuk membersihkan permukaan mobil yang udah di coating.

4. Mengabaikan perawatan rutin

Meskipun coating mobil memberikan lapisan perlindungan ekstra, tapi wajib untuk melakukan perawatan rutin seperti mencuci ringan dengan shampo mobil yang memiliki PH rendah dan waxing.

Jika ada noda pada coating mobil segera bersihkan biar tidak menempel. Bersihkan dengan segera menggunakan air atau sampo khusus dan lap bersih berbahan microfiber atau yang lembut. Hindari menggosok permukaan dengan kasar, cukup gunakan gerakan melingkar. Jangan remehkan noda pada coating karena bisa merusak permukaan coating. Waspadalah!

5. Tidak segera memperbaiki jika terdapat goresan

Goresan atau baret yang dibiarkan terlalu lama tentu dapat menimbulkan bekas pada permukaan mobil kamu. Untuk itu disarankan tetap melakukan maintenance pada coating mobil minimal 6 bulan sekali untuk melihat kondisi coating.

Jika dirasa coating kena goresan yang parah maka perlu dipoles dan di coating ulang, tapi kalau coating mobil kena baret ringan hanya diperlukan penambahan polymer coating.

Gimana tipsnya? mudah dilakukan bukan? Sayanglah mobil seperti kamu menyayangi dia yang belum tentu menyayangi kamu.
Selamat mencoba!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Tips Merawat Mobil Biar Jadi Warisan Anak Cucu - Halotomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Ambient Light di Mobil Buat Apa Sih?

Published

on

By

Banyak yang ngira ambient light di kabin mobil itu cuma hiasan. Lampu warna-warni di dashboard, door trim, sampai konsol tengah sering dianggap sekadar fitur tambahan “biar keliatan mahal”. Padahal, fungsinya gak cuma soal estetik, ada peran kenyamanan dan bahkan sedikit unsur keselamatan juga.

Di mobil-mobil modern, ambient light itu bagian dari desain pengalaman berkendara. Bukan tempelan belakangan.

Fungsi paling terasa sebenarnya ada di kenyamanan visual saat berkendara malam. Kabin yang gelap total bikin mata cepat lelah karena kontrasnya tinggi antara layar head unit yang terang dan area sekitar yang gelap.

Ambient light bikin pencahayaan kabin jadi lebih lembut dan merata. Mata gak perlu adaptasi ekstrem tiap kali lirik ke layar atau panel instrumen. Efeknya, berkendara malam terasa lebih santai.

Gak cuma itu, ambient light juga membantu orientasi ruang di dalam kabin. Kedengarannya sepele, tapi berguna. Garis cahaya di pintu, handle, atau konsol bikin penumpang lebih mudah menemukan tombol, tempat simpan, atau batas panel tanpa harus menyalakan lampu kabin utama. Jadi gak silau dan gak mengganggu pengemudi.

Halotomotif interior GR Corolla

Di beberapa mobil, ambient light bahkan terhubung dengan sistem peringatan. Misalnya berubah warna saat pintu belum tertutup rapat, suhu kabin berubah, atau ada peringatan dari sistem bantuan berkendara. Jadi bukan cuma dekorasi, tapi juga media komunikasi visual.

Ada juga sisi psikologisnya. Warna cahaya ternyata bisa memengaruhi mood. Warna biru dan ungu biasanya terasa tenang, merah terasa lebih sporty, kuning terasa hangat. Makanya banyak pabrikan kasih opsi pilihan warna ambient light, bukan cuma buat gaya, tapi buat “set suasana” kabin sesuai karakter pengemudi.

Buat perjalanan jauh, efek ini cukup terasa. Kabin dengan pencahayaan lembut dan konsisten bikin rasa capek datang lebih lambat dibanding kabin gelap dengan notifikasi layar yang kontras tajam.

Jadi kalau lihat ambient light di mobil sekarang makin canggih, jangan langsung dibilang gimmick. Memang terlihat keren, iya.. tapi juga ada fungsi ergonomi dan kenyamanannya. Mobil modern itu bukan cuma soal jalan, tapi juga soal pengalaman di dalam kabin.

Continue Reading

Tips

Stellantis dan Leapmotor Siap Kolaborasi

Published

on

By

Stellantis Brand House menyiapkan strategi baru untuk pasar Indonesia, mulai dari SUV off-road ikonik hingga mobil listrik modern. Tahun 2026 bakal diisi dengan penguatan Jeep dan Citroën, plus kehadiran Leapmotor.

Setelah genap setahun hadir di Indonesia, payung brand otomotif global yang berada di bawah PT Indomobil National Distributor ini tegaskan arah strategi barunya lewat ajang IIMS 2026.

Fokusnya memperkuat Jeep dan Citroën, sekaligus membuka lembaran baru lewat rencana kerja sama strategis dengan Leapmotor, brand kendaraan listrik asal China, untuk pasar Indonesia.

Sejak diperkenalkan pada 2025, Stellantis Brand House pelan-pelan membangun ekosistem otomotif yang lengkap. Bukan cuma soal produk, tapi juga layanan purna jual hingga jaringan dealer.

Targetnya, konsumen Indonesia bisa menikmati mobil global dengan layanan yang tetap lokal dan relevan.

“Memasuki tahun kedua Stellantis Brand House di Indonesia, fokus kami adalah memperkuat fondasi yang sudah dibangun. Kami ingin memastikan setiap brand di bawah Stellantis Brand House semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik dari sisi produk, layanan, maupun pengalaman pelanggan,” kata Tan Kim Piauw, CEO Stellantis Brand House Indonesia.

Leapmotor Siap Masuk Indonesia

Salah satu pengumuman paling menarik datang dari rencana kehadiran Leapmotor pada 2026. Indomobil dan Leapmotor akan menjalin kerja sama strategis untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis teknologi modern di Tanah Air.

“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Indomobil National Distributor dan Leapmotor akan menjalin kerjasama strategis. Tahun 2026 akan menjadi awal perjalanan Leapmotor di Indonesia sebagai brand yang menghadirkan inovasi teknologi kendaraan listrik dan mobilitas masa depan,” kata Tan Kim Piauw.

Leapmotor sendiri bukan pemain baru di dunia EV global. Brand yang berdiri sejak 2015 di Hangzhou, Tiongkok ini dikenal dengan pendekatan bisnis terintegrasi. Mulai dari riset, pengembangan, sampai produksi komponen penting seperti powertrain, sistem elektronik, hingga software kendaraan dikerjakan sendiri.

Strategi ini bikin Leapmotor jadi salah satu pemain EV paling agresif dan progresif dalam beberapa tahun terakhir.

Di Indonesia, pengembangannya bakal dilakukan bertahap lewat jaringan Indomobil. Soal model apa saja yang masuk, kapan meluncur, dan bagaimana strategi pasarnya, semua masih disimpan rapat dan akan diumumkan sepanjang 2026.

Jeep 2026: Rayakan 85 Tahun

Tahun 2026 juga jadi momen spesial buat Jeep, yang secara global merayakan Jeep 85th Anniversary. Di Indonesia, momentum ini dipakai untuk makin menegaskan DNA Jeep sebagai simbol petualangan, kebebasan, dan kemampuan off-road sejati.

Salah satu buktinya, Jeep Indonesia menghadirkan Jeep 85th Anniversary Series yang bisa dipesan secara terbatas selama IIMS 2026. Selain itu, pendekatan lifestyle juga makin diperkuat lewat aktivitas komunitas, edisi spesial, dan pilihan warna eksklusif.

Citroën Fokus Keluarga C3

Berbeda dengan Jeep yang kental nuansa petualangan, Citroën Indonesia masuk 2026 dengan fokus ke segmen keluarga. Lini C3 Series jadi tulang punggung, mulai dari C3, C3 Manual, C3 Aircross, sampai ë-C3 All Electric.

Strateginya meliputi peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan jaringan layanan, serta program kepemilikan yang dibuat makin gampang diakses.

Semua produk Citroën juga didukung layanan purna jual Redefining Customer Care, mulai dari layanan Always-On 24/7, dukungan teknis profesional, hingga jaminan ketersediaan suku cadang. Di IIMS 2026, Citroën juga menawarkan program penjualan eksklusif buat menambah daya tarik ke konsumen.

Dengan kombinasi penguatan Jeep, Citroën, dan rencana masuknya Leapmotor, Stellantis Brand House menegaskan ambisinya untuk terus tumbuh sebagai ekosistem mobilitas global di Indonesia.

Continue Reading

Tips

Mobil Listrik Diajak Terjang Banjir, Aman Gak Sih?

Published

on

By

Banjir Mobil Terendam

Musim hujan yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat jalan di Jakarta dan sekitarnya penuh dengan genangan alias banjir. Buat pengguna mobil listrik, situasi ini sering bikin mikir dua kali, lanjut terobos atau putar balik? Soalnya, beda mesin, beda juga risikonya.

Sebenernya, mobil listrik aman gak sih kalau dipakai nerobos banjir?

Secara teori, aman.

Mobil listrik modern sebenarnya sudah dirancang cukup tahan air. Komponen penting kayak baterai, inverter, sampai motor listrik posisinya rapat dan dilindungi casing kedap air. Bahkan sebagian pabrikan sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu (IP rating).

Makanya, kalau cuma genangan ringan atau air setinggi setengah ban, umumnya masih aman buat dilewati.

Tapi… bukan berarti kebal banjir. Nah, ini yang sering disalahpahami. Aman bukan berarti bebas risiko.

Kalau air sudah tinggi, arus deras, atau sampai nyentuh bagian bawah pintu, risikonya tetap ada. Air bisa masuk ke komponen kelistrikan lain, konektor, sensor, atau sistem pendingin baterai.

Belum lagi kalau mobil berhenti di tengah genangan. Tekanan air bisa makin besar, dan potensi kerusakan ikut naik.

Mobil bensin biasanya mogok karena air masuk ke mesin lewat intake atau knalpot. Mobil listrik gak punya masalah itu, tapi punya risiko lain, yaitu sistem kelistrikan dan baterai tegangan tinggi.

Kalau sampai terjadi korsleting, efeknya bisa lebih mahal urusannya.

Jadi, boleh nerobos atau gak? Jawaban realistisnya, boleh, tapi jangan nekat.

Selama genangan airnya tipis, di bawah setengah ban masih aman. Tapi kalau sudah lebih dari satu ban, sebaiknya putar balik dan cari jalan lain.

Continue Reading

Trending