Connect with us

Tips

Starter Pack Mudik Lebaran

Published

on

arus mudik lebaran

Lebaran sebentar lagiiii, udah waktunya mudik lebaran nih. Apalagi yang bekerja di kota-kota besar harus melewati jarak ratusan kilometer untuk pulang ke kampung halaman demi merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Banyak yang sudah membeli tiket transportasi umum jauh-jauh hari untuk mudik lebaran, ada pula yang lebih nyaman menggunakan mobil pribadi, karena bisa santai dalam perjalanan tidak diburu waktu.

Walaupun identik dengan macet pas perjalanan mudik lebaran, tapi gak mengurangi semangat untuk tetap mudik lebaran pakai mobil. Biar mudik kali ini aman dan nyaman, kamu perlu siapin dengan matang segala kebutuhannya. Ini listnya barangkali lupa.

Jelas harus siapin dana

Yang dimaksud dana ya uang untuk mudik lebaran, kalau pakai mobil harus dihitung berapa pengeluarannya mulai dari bensin, tol, ataupun saldo buat jaga-jaga kalau ada keadaan darurat. Misal aja nih mudik dari Jakarta ke jawa timur harus mempersiapkan saldo e-toll sebesar minimal 1 juta, belum lagi bensinnya. Takutnya bisa berangkat gak bisa balik lagi hehe.

Walaupun sekarang jamannya cashless tapi gak dipungkiri uang tunai harus tetap dibawa ya untuk perjalanan mudik lebaran, jangan cuma bawa uang baru buat dibagi-bagikan, tapi dalam keadaan darurat pasti membutuhkan uang tunai. Misal harus tambal ban, gak lewat tol, akhirnya ditambal ban pinggir jalan, belum tentu bisa Qris atau transfer pasti maunya uang tunai. Buat parkir juga, kadang tiba-tiba muncul dibelakang mobil kang parkir yang udah siap buat minta uang.

Surat-surat kendaraan

Kalau mudik lebaran pakai mobil jangan sampai lupa untuk membawa SIM dan STNK. Cek kembali perlengkapan surat-surat sebelum pulang kampung. Dengan membawa surat-surat kendaraan, kamu tak akan khawatir jika ada pemeriksaan dari aparat ketika dalam perjalanan. Karena pasti akan banyak pos ketupat yang beredar saat mudik lebaran.

Toolkit

Walaupun di dalam mobil terkadang sudah dilengkapi dengan toolkit, tapi harus di cek kembali, takutnya udah gak lengkap dan ada yang rusak. Umumnya toolkit berisi perkakas yang akan berguna saat kendaraanmu mengalami masalah. Perkakas tersebut di antaranya, gunting, pisau lipat, tang, kunci L, kunci inggris, obeng, selotip, kabel, cable ties, lakban, sampai senter.

Makanan dan minuman

Dalam perjalanan mudik lebaran gak bisa diprediksi akan memakan waktu berapa lama, apalagi kalau baru berangkat saat siang hari dan kena macet jadi harus buka puasa di jalan. Bawa yang simple aja, jangan bawa ketupat sayur nanti malah tumpah di mobil. Bawa yang ringan seperti roti, snack atau rice bowl yang gampang dibuka dan dimakan. Persediaan air minum juga diperhatikan, karena males juga kan kalau harus dikit-dikit berhenti untuk beli minum. Ini juga mengantisipasi kalau misalkan rest area penuh, atau resto di sepanjang perjalanan mudik gak ada yang buka jadi gak khawatir kelaperan atau kehausan di jalan.

Kotak P3K

Tidak kalah penting adalah obat-obatan untuk menemani perjalanan mudik lebaran, terutama obat yang sering dikonsumsi seperti obat flu, obat sakit perut, atau obat alergi. Bisa juga obat mabuk barangkali ada penumpang yang mabuk darat hehe. Selain itu, bawa juga perlengkapan kesehatan dasar seperti plester, obat penahan rasa mual, kasa, betadine, dan minyak kayu putih.

Dengan membawa obat-obatan dan perlengkapan kesehatan yang benar, kamu dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan yang mungkin timbul selama perjalanan dengan cepat.

Ban Mobil Cadangan dan Dongkrak

Sebelum melakukan perjalanan jauh untuk mudik lebaran, pasti sudah servis mobil dulu kan, berarti kondisi ban juga harusnya udah aman. Tapi jangan lupa untuk cek ban mobil cadangan dan dongkraknya, harus ikut mudik juga nih. Soalnya mungkin kamu akan melewati jalanan yang asing sehingga sulit untuk mengetahui kondisinya. Bisa aja jalan yang kamu lewati itu berlubang, ada paku, atau terlalu licin. Dengan adanya ban serep dan dongkrak, kamu bisa melakukan tindakan darurat dengan mengganti ban sendiri.

Udah deh selesai starter pack untuk mudiknya, selamat mudik untuk kamu. Tetap hati-hati dijalan dan tetap cari info lalu lintas sebelum berangkat mudik ya biar lancar jaya sampai kampung halaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Mobil Listrik Diajak Terjang Banjir, Aman Gak Sih?

Published

on

By

Banjir Mobil Terendam

Musim hujan yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat jalan di Jakarta dan sekitarnya penuh dengan genangan alias banjir. Buat pengguna mobil listrik, situasi ini sering bikin mikir dua kali, lanjut terobos atau putar balik? Soalnya, beda mesin, beda juga risikonya.

Sebenernya, mobil listrik aman gak sih kalau dipakai nerobos banjir?

Secara teori, aman.

Mobil listrik modern sebenarnya sudah dirancang cukup tahan air. Komponen penting kayak baterai, inverter, sampai motor listrik posisinya rapat dan dilindungi casing kedap air. Bahkan sebagian pabrikan sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu (IP rating).

Makanya, kalau cuma genangan ringan atau air setinggi setengah ban, umumnya masih aman buat dilewati.

Tapi… bukan berarti kebal banjir. Nah, ini yang sering disalahpahami. Aman bukan berarti bebas risiko.

Kalau air sudah tinggi, arus deras, atau sampai nyentuh bagian bawah pintu, risikonya tetap ada. Air bisa masuk ke komponen kelistrikan lain, konektor, sensor, atau sistem pendingin baterai.

Belum lagi kalau mobil berhenti di tengah genangan. Tekanan air bisa makin besar, dan potensi kerusakan ikut naik.

Mobil bensin biasanya mogok karena air masuk ke mesin lewat intake atau knalpot. Mobil listrik gak punya masalah itu, tapi punya risiko lain, yaitu sistem kelistrikan dan baterai tegangan tinggi.

Kalau sampai terjadi korsleting, efeknya bisa lebih mahal urusannya.

Jadi, boleh nerobos atau gak? Jawaban realistisnya, boleh, tapi jangan nekat.

Selama genangan airnya tipis, di bawah setengah ban masih aman. Tapi kalau sudah lebih dari satu ban, sebaiknya putar balik dan cari jalan lain.

Continue Reading

Tips

Pakai Lampu Hazard Pas Hujan Deras, Memang Perlu?

Published

on

By

Buat sebagian pengemudi, hujan deras itu identik dengan satu refleks nyalain lampu hazard. Alasannya simpel, biar mobil lebih kelihatan dan kendaraan lain tahu kondisi lagi gak ideal.

Tapi, kebiasaan ini ternyata gak selalu benar, bahkan bisa berbahaya kalau dilakukan sambil tetap melaju di jalan.

Perlu diingat, lampu hazard itu sejatinya tanda darurat. Biasanya dipakai saat mobil mogok, berhenti mendadak, atau ada kondisi yang bikin kendaraan lain harus ekstra waspada.

Masalahnya, kalau hazard dinyalakan saat mobil masih jalan di tengah hujan deras, justru bisa bikin pengendara lain salah baca situasi.

Lampu sein otomatis gak berfungsi, jadi orang di belakang gak tahu mobil mau pindah jalur atau belok ke mana.

Di jalan tol atau lalu lintas padat, kondisi ini bisa bikin bingung dan berisiko memicu kecelakaan beruntun. Niatnya mau aman, eh malah jadi bahaya.

Kalau hujan deras, yang seharusnya dilakukan itu cukup nyalakan lampu utama (lampu dekat), kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman. Jangan lupa, fokus dan tetap tenang.

Nah, kalau hujan sudah terlalu lebat sampai jarak pandang minim dan kamu merasa gak aman buat lanjut jalan, lebih baik menepi di tempat yang aman. Di kondisi inilah lampu hazard memang wajib dinyalakan, biar kendaraan lain tahu kamu sedang berhenti darurat.

Jadi intinya, lampu hazard bukan lampu hujan. Dipakai boleh, asal di momen yang tepat. Jangan sampai salah fungsi yang justru bisa berujung celaka.

Continue Reading

Tips

Sebelum Liburan Tahun Baru Pakai Mobil, Cek Dulu 5 Hal Ini!

Published

on

By

suara aneh mobil

Liburan Tahun Baru memang paling enak kalau jalan pakai mobil sendiri. Mau berangkat pagi atau malam, mau mampir ke mana saja, semuanya bebas diatur.

Tapi di balik enaknya road trip, ada satu hal yang sering kelewat, cek kondisi mobil sebelum bepergian. Padahal, mobil yang dipakai jalan jauh butuh perhatian ekstra biar gak bikin liburan berubah jadi drama di pinggir jalan.

Gak perlu jadi mekanik atau langsung masuk bengkel besar. Cukup luangkan waktu sebentar buat ngecek beberapa bagian penting yang sering dianggap sepele.

Mulai dari ban sampai cairan mesin, lima hal ini bisa jadi penentu perjalanan liburan kamu aman, nyaman, dan aman.

  1. Ban

Ban jadi satu-satunya bagian mobil yang langsung kontak sama jalan. Jadi sebelum liburan, jangan cuma dicek masih kelihatan tebal. Perhatikan juga tekanan anginnya, apakah sesuai rekomendasi pabrikan atau belum.

Ban yang kurang angin bikin mobil terasa berat dan boros BBM, sementara ban terlalu keras bisa bikin bantingan nggak nyaman.

Jangan lupa cek juga ban cadangan. Banyak kasus mobil siap jalan jauh, tapi pas ban bocor baru sadar ban serepnya kempes atau bahkan gak pernah dicek sejak beli mobil.

  1. Oli Mesin

Kalau jarak tempuh liburan cukup jauh, kondisi oli mesin wajib dicek. Pastikan volumenya masih di batas aman dan warnanya gak terlalu hitam pekat.

Oli yang sudah waktunya ganti tapi dipaksakan bisa bikin mesin cepat panas, apalagi kalau terjebak macet panjang khas liburan Tahun Baru. Kalau kilometernya sudah mepet jadwal servis, gak ada salahnya ganti oli dulu sebelum berangkat.

  1. Cek Bagian Rem

Rem sering baru diperhatikan kalau sudah bunyi atau terasa gak pakem. Padahal, pas liburan justru rem dipakai lebih sering, entah buat hadapi tanjakan, turunan, atau stop and go di kemacetan.

Coba rasakan pedal rem saat mobil jalan pelan. Kalau terasa terlalu dalam atau kurang responsif, sebaiknya dicek lebih lanjut. Jangan lupa cek minyak rem juga, karena cairan ini sering luput dari perhatian.

  1. Air Radiator

Macet panjang, AC nyala terus, mesin kerja ekstra, semua itu bikin sistem pendinginan bekerja lebih keras. Pastikan air radiator berada di level yang cukup dan gak keruh. Kalau masih pakai air biasa, sebaiknya mulai beralih ke coolant biar pendinginan lebih optimal.

Selain radiator, cek juga air wiper dan air washer. Kelihatannya sepele, tapi pas hujan atau kaca kotor di jalan tol, cairan ini bakal terasa penting.

  1. Lampu dan Wiper

Liburan gak selalu jalan siang hari. Banyak orang justru berangkat malam atau subuh buat ngejar jalanan lengang. Karena itu, pastikan semua lampu berfungsi normal, mulai dari lampu utama, sein, sampai lampu rem.

Wiper juga jangan dilupakan. Kalau sudah getas atau menyisakan garis di kaca, sebaiknya diganti. Pandangan yang jelas itu penting, apalagi saat hujan atau berkendara jarak jauh.

Liburan yang nyaman itu bukan cuma soal tujuan, tapi juga soal persiapan. Ngecek mobil sebelum berangkat gak bakal makan waktu lama, tapi efeknya bisa bikin perjalanan jauh lebih tenang.

Kalau mobil sudah beres, tinggal atur waktu berangkat, isi playlist favorit, dan nikmati perjalanan. So, selamat berlibur dan tahun baru. 🚗✨

Continue Reading

Trending