News
SUV Harga 300 Jutaan, Lengkap Fiturnya dan Nyaman.

Yang lagi cari mobil apalagi tipe SUV harga 300 jutaan, ada 2 mobil dari Jetour yang bisa lo pertimbangin. Tanggal 15 November 2024, PT Jetour Motor Indonesia akhirnya rilis harga dua produk barunya, yakni Dashing dan X70 Plus. Kedua mobil ini udah di unveil pas GIIAS 2024 Juli lalu.
Apa sih beda? Sini Halotomotif ceritain dulu ~
Jetour Dashing
SUV ini muat untuk 5 orang, tampilan luarnya cakep banget. Grill depannya keliatan stylish banget ya kan. Terus yang kekinian, handle pintunya model tersembunyi (Hidden Door Handle). Bagian belakangnya juga ada yang unik, lampu belakang bermotif papan catur (lucuuk!). Tim halotomotif udah cobain test drive, dan kesan pertama adalah “Waaah enteng banget setirnya, dan nyaman”. Mobil ini 1.5TCI Turbocharged Engine, 115hp dengan torsi 230Nm.
Ada dua tipe yang di tawarin Journey dan tipe tertinggi Inspira. Apa bedanya? Yang ketara banget, kalau tipe Inspira dilengkapi sunroof. Dan di tipe Inspira sistem keamanannya udah lengkap mulai dari airbag lengkap dari mulai driver, penumpang depan, penumpang belakang, cruise control, kamera belakang dengan garis bantu parkir, blind spot warning, rear side collision alert, lane departure warning system, automatic emergency brake system, dan kamera 540 derajat. Kalau tipe Journey ADAS-nya cuma ada cruise control dan kamera belakang dengan garis bantu parkir.
Untuk interior dalamnya, ada layar gede yang disebut wide control screen. Di layar ini bisa atur AC, entertainment, liat indikator, dan masih banyak lagi. Fitur lainnya, ada Intelligent Voice Control, dan bisa apple car play dan andorid auto juga tanpa kabel. Yang paling penting ada wireless rapid charging 40W buat hape lo yang suka lowbat.
Harga Jetour Dashing tipe Journey ditawarkan dengan harga Rp 389,8 juta dan Inspira Rp 430,8 juta.
Jetour X70 Plus
Kalau yang ini muat untuk 7 orang. Dari luar keliatan sporty banget, karena ada aksen line warna merah di samping LED fog lampsnya, samping kiri dan belakang. Grill depannya cakep, desainnya kayak bulu burung yang kesusun rapi hehe. Lampu belakang beda desain dengan Jetour Dashing, kalau ini lampu belakangnya garis-garis vertical dan nyambung juga.
Dari segi performa, Dashing dan X70 Plus punya mesin 1.500 cc turbo 6DCT yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 156 PS dan torsi puncak 230 Nm. Sistem keamanannya juga udah lengkap banget, ada airbag segala sisi, TPMS, blind spot detection, hill hold/descent control, lane changing assist, door open warning, rear cross traffic alert, dan masih banyak lagi. Ada 2 tipe juga Journey dan Inspira (tertinggi), yang ngebedain kalau Inspira ada panoramic sunroof-nya.
Dari segi interior, secara looks didalam hampir sama dengan Dashing. Ada wide control screen dengan ukuran 10,25 inch, tapi kalau di Jetour X70 Plus wireless rapid charging-nya sebesar 50 watt, makin cepet tuh buat charge hp dan ada teknologi anti panasnya jadi aman hp lo pas ngecharge. Ruang bagasinya juga gede 1.680 liter.
Harga Jetour X70 Plus Journey Rp 414,8 juta, dan Inspira Rp 444,8 juta.
Kedua mobil ini udah diproduksi di Indonesia ya, tepatnya di fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor. Jadi gak perlu nunggu lama kalau lo pesen! So, yang lagi cari SUV harga 300 jutaan, ini bisa jadi pilihan soalnya fiturnya udah komplit.
News
Ambisi GAC, Dari China ke Dunia, Target 120 Negara!

GAC Group tunjukkan ambisinya buat hadir di lebih dari 120 negara, dengan target penjualan global tembus 1 juta unit pada 2030.
Chairman GAC Group, Feng Xingya, bilang kalau langkah globalisasi ini bukan sekadar jualan mobil ke luar negeri.
“Globalisasi bukan sekadar menjual kendaraan ke berbagai negara. Kami membangun ekosistem mobilitas yang lengkap, menghadirkan solusi mobilitas hijau dan cerdas yang relevan bagi setiap pasar,” kata dia.
GAC juga bawa strategi “In local, for local”, alias main serius di tiap negara dengan pendekatan lokal. Jadi bukan cuma jual produk, tapi juga bangun produksi dan operasional di sana. Strategi ini udah mulai dijalanin di beberapa wilayah, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, GAC mulai masuk lewat pengembangan produksi lokal dan penguatan jaringan sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang.

Di kesempatan berbeda, President GAC Group, Xia Xianqing, bilang arah strategi perusahaan sekaligus ngumumin lima model baru. Lalu dilanjutkan oleh Huang Jian yang ngenalin GAC E8 PHEV dan Yue 7, serta Zhang Xiong yang bawa AION i60, AION N60, dan penguatan brand HYPTEC.
Peluncuran ini nunjukin kalau GAC lagi fokus bikin lini produk yang lengkap, dari hybrid sampai mobil listrik murni.
Dari sisi teknologi, GAC juga nggak main-main. Mereka punya portofolio multi-energi, mulai dari mesin konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), range extender (REEV), sampai full listrik (EV).
Beberapa teknologi andalannya antara lain Magazine Battery, ADiMOTION, ADiGO Intelligent System, sampai X-SOUL Safety Architecture yang jadi fondasi buat pengalaman berkendara yang lebih pintar, aman, dan efisien.
Vice President GAC Group sekaligus Chairman GAC International, Chen Jiacai, bilang kalau target penjualan luar negeri GAC di 2026 ada di kisaran 250.000 sampai 300.000 unit.
“Kami membangun brand global yang berfokus pada pengguna, terbukti kualitasnya, dan unggul dalam layanan,” kata dia.

Buat menjangkau kebutuhan pasar yang beda-beda, GAC juga nyiapin berbagai pilihan mesin. Mulai dari mesin 1.5T dengan transmisi 7DCT buat pasar konvensional, sampai teknologi hybrid ADiMOTION dan baterai terbaru Magazine Battery 2.0 yang punya performa tinggi dan dukungan fast charging.
Sementara itu, President GAC International, Wei Haigang, bilang kalau ambisi global GAC dibangun di atas empat pilar utama, yaitu craftsmanship, trust, technology, dan ecosystem.
Saat ini, GAC sudah melayani hampir 30 juta pengguna di seluruh dunia. Performanya juga terus tumbuh, termasuk di segmen EV taxi di Thailand, serta pasar Hong Kong, Singapura, dan Amerika Latin.
Dari sisi jaringan, GAC terus ekspansi lewat sistem R&D “1+5+X” yang fokus ke pengembangan produk berbasis kebutuhan lokal. Sampai kuartal pertama tahun ini, GAC sudah hadir di 102 negara dengan 696 jaringan penjualan dan layanan, termasuk fasilitas produksi di Eropa dan Asia Tenggara.
Ke depannya, GAC bakal terus memperkuat kerja sama global buat membangun ekosistem mobilitas hijau yang berkelanjutan.
“Kami membawa lebih dari sekadar produk. Kami membawa teknologi, layanan, dan ekosistem untuk masa depan mobilitas yang lebih baik,” kata Wei.
News
GAC Pamer Teknologi Mobil Masa Depan di Beijing Auto Show

GAC tunjukkin teknologi yang mereka bawa di ajang Beijing Auto Show 2026. Lewat sesi khusus di Guangzhou, GAC Indonesia ngajak media buat nyobain langsung beberapa model andalan yang jadi gambaran mobil masa depan mereka.
Ada tiga mobil yang jadi highlight, yaitu Aion N60, Aion i60, dan Hyptec HL. Ketiganya nunjukin arah GAC dalam ngejawab kebutuhan pasar global yang makin dinamis, terutama di era elektrifikasi.
Mulai dari Aion N60, mobil ini bisa dibilang jadi gambaran kendaraan listrik pintar. Soalnya, sudah dibekali teknologi sensor canggih seperti LiDAR dan radar 4D, yang bikin fitur keselamatannya makin maksimal.
Lanjut ke Aion i60, ini SUV dengan teknologi REEV alias range extender. Jadi, selain pakai tenaga listrik, mobil ini juga punya sistem tambahan buat memperpanjang jarak tempuh. Klaimnya, total jarak tempuh bisa sampai 1.240 km. Cocok buat yang butuh mobil irit tapi tetap fleksibel buat perjalanan jauh.
Nah, yang paling premium ada Hyptec HL. SUV gede ini masuk kategori high-end dengan fokus ke performa. Salah satu yang menarik, sudah pakai teknologi fast charging 800V 5C, plus jarak tempuh listrik murni sampai 750 km. Kalau versi REEV-nya, bahkan bisa tembus lebih dari 1.200 km.

Desainnya juga nggak kalah menarik, tampil futuristis dengan spek yang bisa dibilang kelas atas. Jadi wajar kalau mobil ini diposisikan sebagai standar baru di segmen premium.
Menurut Product and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, semua model ini memang dikembangkan buat kebutuhan yang berbeda-beda.
“Melalui sesi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengembangan produk GAC dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan pengguna yang beragam. Mulai dari kendaraan listrik untuk mobilitas harian, SUV keluarga yang praktis, hingga lini premium berperforma tinggi, seluruhnya dikembangkan dengan pendekatan yang sangat relevan untuk karakter pasar seperti Indonesia,” kata Iqbal.
Lewat sesi taxi ride experience yang singkat ini, GAC juga pengin nunjukin kalau mereka punya portofolio yang cukup lengkap. Mulai dari mobil harian, SUV keluarga, sampai kendaraan listrik canggih.
Ke depan, hal ini juga jadi peluang buat GAC Indonesia buat bawa lebih banyak pilihan model ke Tanah Air, sesuai kebutuhan pasar yang makin beragam.
News
Lexus Kolab Bareng Laufey, Sambil Rilis Mobil Listrik Baru

Kolaborasi unik antara dunia musik dan otomotif kembali hadir. Kali ini, Lexus gandeng musisi jazz muda Laufey buat ngerayain 100 tahun legenda jazz Miles Davis lewat sebuah event spesial.
Acara bertajuk “100 Miles” ini bakal disiarkan live di Twitch pada 27 Maret 2026. Bukan sekadar konser biasa, event ini jadi momen debut Laufey di channel Twitch barunya, sekaligus tribute buat perjalanan panjang Miles Davis di dunia musik jazz.
Yang menarik, di acara ini Laufey bakal ngebawain versi baru dari lagu legendaris “Blue In Green”. Lagu yang awalnya instrumental ini bakal dikasih sentuhan lirik plus gaya khas Laufey yang jazzy tapi tetap modern.
Menurut Laufey, Miles Davis adalah sosok yang gak cuma ngerti akar musik jazz, tapi juga berani ngebawa genre ini ke arah baru.
“Miles itu paham banget roots jazz, tapi dia juga berani reinvent. Itu yang bikin tribute ini terasa spesial,” kata Laufey.
Gak cuma soal musik, kolaborasi ini juga merambah ke dunia otomotif. Lexus bakal sekalian ngerilis mobil listrik edisi spesial bernama “Blue In Green Edition RZ”.
Mobil ini dibuat sebagai interpretasi modern dari karya Miles Davis, dipadu dengan sentuhan personal dari Laufey. Jadi bukan cuma sekadar kendaraan, tapi juga bentuk tribute yang nyambungin masa lalu dan masa depan mirip kayak evolusi musik jazz itu sendiri.

Pihak Lexus bilang, kolaborasi ini memang dirancang buat nyatuin kreativitas, seni, dan inovasi dalam satu paket.
“Ini bukan cuma soal musik atau mobil, tapi pengalaman yang bisa dirasain bareng fans,” kata perwakilan Lexus.
Buat yang belum tahu, “Blue In Green” sendiri pertama kali dirilis tahun 1959 dalam album legendaris Kind of Blue, yang sampai sekarang masih jadi salah satu album jazz paling berpengaruh sepanjang masa.
Versi terbaru dari lagu ini bakal tersedia eksklusif di Amazon Music mulai 27 Maret 2026.
Lewat kolaborasi ini, Lexus pengin nunjukin kalau elektrifikasi bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal emosi dan koneksi hal yang juga jadi kekuatan utama dalam musik Miles Davis.
Jadi, buat yang penasaran sama performa Laufey sekaligus mobil listrik edisi spesial dari Lexus, event ini bisa jadi tontonan yang beda dari biasanya.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!





















