Connect with us

News

Mobil Kia EV3 Rilis di Seoul, Sekali Cas Bisa Road Trip 600 km

Published

on

Kia EV3

Perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Kia Corporation baru aja ngumumin mobil terbarunya Kia EV3, 23 Mei 2024 kemarin. Kabarnya mobil listrik satu ini sekali ngecas bisa nempuh jarak sampe 600 km, lho! Udah kaya Jakarta-Sragen aja kan?

Kia Production menghadirkan mobil SUV dengan teknologi canggih, fasilitas lengkap, dan fitur yang udah manfaatin AI assistant. Daripada penasaran, cari tau spesifikasi mobil SUV seharga Rp 500-600 jutaan ini!

Mobil Kia EV3
Mobil Kia EV3

Kia EV3 mobil ramah lingkungan

Sebagai mobil listrik, Kia EV3 mengusung mobil ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini terbukti dari daya baterai EV3 yang terdiri dua varian, yakni model standar dengan baterai 58,3 kWh dan model Long Range dengan baterai 81,4 kWh. 

Kia EV3 tipe premium atau Long Range diklaim lebih ramah lingkungan. Soalnya, sekali ngecas cuma butuh waktu 31 menit dari baterai 10-80%. Setelah ngecas, mobil bisa berjalan sampe 600 km. Gak perlu isi bensin tiap hari lagi kan?

Untuk tipe murahnya, EV3 Standard memanfaatkan bahan recycle PET di bagian kursi, headline, kabin, sofa, dan bagasi. Meski begitu, interior mobil tetep keliatan mewah gak kalah sama mobil SUV lain.

Akselerasi cepat

Soal kecepatan mobil Kia EV3 gimana? Kedua tipe Kia EV3 udah pake motor listrik 150kW/283Nm. Mesin satu ini menghasilkan akselerasi terbaik atau sekitar 0-100 km/jam hanya dalam 7,5 detik. Kabarnya juga top speed Kia terbaru ini dibatasi sampe 170km/jam. 

Desain lebih dinamis

Kia EV3 mengusung filosofi “Opposites United” buat gambarin nuansa mobil yang dinamis, estetik, dan berfungsi. Gak heran kalo bodi mobil ini kelihatan ramping, halus, dan terkesan sporty. Apalagi warna bodi yang lebih futuristik, Aventurine Green dan Terracotta. 

Soal interior gak perlu kita ragukan. Untuk sekelas mobil SUV, Kia menghadirkan kursi nyaman dan ruang kabin luas untuk 5 orang. Di baris depan juga ada konsol tengah yang bisa kita pake untuk naruh makanan, minuman, atau tablet. Jadi, gak bakal takut kalo barang keselip di mobil.

Fasilitas lengkap

Kalo kata Spencer Cho, wakil presiden dan kepala perencanaan bisnis global Kia Production, mobil ini emang dirancang untuk memudahkan kebutuhan sehari-hari  pelanggan. Di dalem mobil kita bakal nemuin banyak fitur modern. Contohnya seperti panel touch screen ganda yang nyediain akses maps, musik, telepon, sampe mode berkendara. 

KIA sendiri ngomong kalo mobil satu ini bakal debut perdana bulan Juli 2024 nanti di Korea dan bakal menyusul Eropa tahun ini. Kita tunggu aja, ya kabar baiknya dari Kia Corporation!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

GWM Wey G9 Hi4 Punya Kursi Zero Gravity

Published

on

By

Kalau biasanya MPV identik dengan mobil keluarga, GWM punya cara berbeda lewat Wey G9 Hi4.

Mobil yang dipamerkan di BCA Expo 2026 ini membawa konsep luxury MPV dengan kabin yang dibuat senyaman mungkin untuk semua penumpang. Gak cuma yang duduk di depan, penumpang baris kedua dan ketiga juga dapat perlakuan layaknya naik mobil kelas premium.

Menariknya, GWM Wey G9 Hi4 tersedia dalam dua pilihan powertrain, yakni HEV dan PHEV. Keduanya sama-sama menggunakan teknologi Hi4 atau Hybrid Intelligent 4WD.

Teknologi tersebut menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk mengatur distribusi tenaga ke roda sesuai kebutuhan.

Khusus versi PHEV, GWM mengklaim Wey G9 Hi4 menjadi luxury MPV pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Hi4.

“GWM Wey G9 Hi4 adalah bukti bahwa kemewahan tidak harus menuntut kompromi. Kami menghadirkannya dalam dua pilihan teknologi hybrid, HEV dan PHEV, agar konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan perjalanan mereka. Keduanya menawarkan standar kemewahan dan kenyamanan yang sama, dengan karakter powertrain yang berbeda. Kehadiran dua pilihan ini sejalan dengan filosofi kami: All Scenarios, All Powertrains, All Users,” kata Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia.

Kabinnya dibuat senyaman ruang eksekutif

Masuk ke kabin, bagian yang paling menarik tentu ada di baris kedua.

GWM membekali kursinya dengan model floating zero-gravity berbahan NAPPA leather. Gak cuma terlihat mewah, kursi ini juga punya fungsi pijat dan ventilasi.

Jadi, buat yang duduk di belakang, perjalanan jauh harusnya gak terasa terlalu melelahkan.

Menariknya lagi, ketiga baris kursi dibuat dengan konsep layaknya kursi kelas bisnis. Kabinnya juga punya lantai rata sehingga ruang kaki terasa lebih lega.

Untuk menemani perjalanan, tersedia sistem audio dengan 21 speaker dan layar tengah berukuran 14,6 inci.

Ada juga meja lipat di belakang kursi yang bisa dipakai untuk bekerja atau makan. Khusus versi PHEV, GWM menambahkan box yang bisa digunakan untuk mendinginkan maupun menghangatkan makanan dan minuman.

Pilih HEV atau PHEV?

Kalau lebih suka mobil hybrid yang gak perlu repot colok charger, GWM Wey G9 Hi4 HEV bisa jadi pilihannya.

Versi ini dibekali baterai 1,67 kWh dan punya tenaga sistem maksimum 263 kW dengan torsi 782 Nm.

Untuk konsumsi bahan bakar, GWM mengklaim HEV bisa mencapai sekitar 15 km per liter.

Sementara itu, versi PHEV punya tenaga lebih besar, yakni 325 kW dan torsi 642 Nm.

Keunggulan utamanya tentu kemampuan berjalan menggunakan tenaga listrik. Dalam kondisi baterai terisi, Wey G9 Hi4 PHEV bisa melaju hingga 170 km hanya dengan tenaga listrik.

Jadi, untuk aktivitas harian di dalam kota, pengguna bisa saja lebih sering menggunakan mode listrik tanpa perlu menyalakan mesin bensin.

Kalau baterai dan bensin sama-sama penuh, total jarak tempuhnya diklaim bisa lebih dari 1.000 km. Efisiensinya juga disebut bisa mencapai 83,33 km per liter.

Bisa fast charging dan punya V2L

Untuk urusan isi daya, Wey G9 Hi4 PHEV mendukung pengisian cepat DC sampai 60 kW.

Dari kondisi 30 persen ke 80 persen, pengisian membutuhkan waktu sekitar 26 menit.

Kalau di rumah, tersedia pengisian AC 6,6 kW.

Gak berhenti di situ, mobil ini juga punya fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW. Jadi, baterai mobil bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk berbagai kebutuhan, termasuk saat aktivitas di luar ruangan.

Baik versi HEV maupun PHEV sama-sama menggunakan sistem Hi4 yang dirancang untuk membantu mengatur traksi dan distribusi tenaga sesuai kondisi berkendara.

Fitur keselamatannya juga lengkap

Untuk keselamatan, baterai GWM Wey G9 Hi4 sudah meraih sertifikasi keselamatan lima bintang C-EVFI 2024.

Mobil ini juga menggunakan struktur bodi berkekuatan tinggi dan dibekali lebih dari 20 fitur bantuan berkendara cerdas L2 Intelligent Driving Assistance.

Harga GWM Wey G9 Hi4

GWM Wey G9 Hi4 tersedia dalam dua pilihan. Harganya sebagai berikut:

  • Wey G9 Hi4 HEV: Rp1.158.000.000 OTR Jakarta
  • Wey G9 Hi4 PHEV: Rp1.368.000.000 OTR Jakarta

Mobil ini sudah bisa dipesan melalui 19 dealer resmi GWM di Indonesia.

Pilihan warnanya ada Aurora White dan Nebula Black.

Untuk purnajual, GWM memberikan bebas biaya servis dan suku cadang selama 6 tahun atau 60.000 km.

Garansi kendaraan berlaku selama 6 tahun atau 200.000 km, sedangkan baterainya mendapatkan garansi 8 tahun atau 200.000 km.

Pemilik juga mendapatkan layanan Customer Contact Center 24 jam di nomor 150-496 (GWM), Emergency Roadside Assistance (ERA), pick-up & delivery service, serta reservasi servis melalui Customer Contact Center.

Syarat dan ketentuan berlaku.

Continue Reading

News

Range Rover Kini Punya Versi Listrik, Tetap Gahar Buat Off-Road

Published

on

By

Land Rover akhirnya resmi memperkenalkan Range Rover Electric, SUV listrik paling mewah mereka yang sudah lama dinantikan.

Kehadiran model ini jadi babak baru buat Range Rover, karena untuk pertama kalinya lini SUV flagship tersebut mendapatkan jantung penggerak listrik penuh.

Meski sudah meninggalkan mesin konvensional, Land Rover gak mau menghilangkan karakter utama Range Rover. Mobil ini tetap mengusung tiga hal yang selama ini melekat pada namanya, yaitu kemewahan, performa, dan kemampuan melibas berbagai medan.

Range Rover Electric mengandalkan sistem dual motor all-wheel drive (AWD) yang diklaim punya performa setara mesin V8. Bedanya, tenaga dari motor listrik hadir lebih halus dan senyap.

Tampilan Tetap Kalem, Gak Terlihat Seperti Mobil Listrik

Salah satu hal menarik dari Range Rover Electric adalah desainnya yang masih sangat mirip dengan versi bermesin bensin.

Land Rover seolah gak ingin membuat mobil ini terlihat terlalu berbeda. Bagi yang melihat dari jauh, mungkin bakal sulit membedakan mana Range Rover listrik dan versi konvensional.

Basis desainnya masih menggunakan generasi kelima Range Rover yang diperkenalkan pada 2021.

Namun, ada beberapa ubahan kecil untuk menyesuaikan karakter mobil listrik, seperti desain gril depan yang lebih aerodinamis, pelek baru, serta revisi bagian bawah bodi.

Perubahan tersebut membuat hambatan udara turun 0,01 cd. Hasilnya, efisiensi meningkat dan jarak tempuh di jalan tol bisa bertambah hingga 16 km.

Range Rover Electric nantinya tersedia dalam beberapa pilihan varian, mulai dari SE, HSE, Autobiography, SV, SV Ultra, SV Black, serta edisi khusus First Edition.

Kabin Tetap Mewah, Teknologi Makin Canggih

Masuk ke dalam kabin, aura mewah khas Range Rover masih sangat terasa.

Material premium, desain minimalis, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi fokus utama.

Namun, Land Rover memberikan sejumlah sentuhan khusus untuk versi listrik ini.

Layar digital di dalam kabin kini memiliki tampilan khusus kendaraan listrik, termasuk fitur prediksi jarak tempuh berbasis teknologi AI.

Selain itu, sistem kendaraan juga sudah mendukung pembaruan software secara online melalui fitur over-the-air (OTA).

Hal lain yang menjadi perhatian Land Rover adalah kenyamanan suara.

Saat mobil dipacu dengan tenaga penuh, Range Rover Electric diklaim memiliki tingkat kebisingan kabin 7 dBA lebih rendah dibandingkan versi V8.

Artinya, penumpang tetap bisa menikmati suasana kabin yang tenang meski mobil sedang mengeluarkan performa maksimal.

Tenaga Lebih Besar dari Mesin V8

Di balik bodinya, Range Rover Electric menggunakan platform Modular Longitudinal Architecture (MLA) yang sudah disiapkan untuk kendaraan elektrifikasi.
Mobil ini dibekali dua motor listrik yang dikembangkan sendiri oleh Land Rover.

Masing-masing motor menghasilkan tenaga 349 hp. Jika digabungkan, total outputnya mencapai 542 hp dengan torsi maksimal 850 Nm.

Angka tersebut bahkan melampaui mesin mild-hybrid twin-turbo V8 4.4 liter yang menjadi salah satu pilihan mesin Range Rover.

Karakter motor listrik yang mampu memberikan tenaga secara instan membuat akselerasi SUV ini juga lebih agresif.

Dari posisi diam sampai 96 km/jam, Range Rover Electric hanya membutuhkan waktu 4,3 detik.

Sebagai perbandingan, Range Rover V8 membutuhkan waktu 4,5 detik untuk mencapai kecepatan yang sama.

Sekali Charge Bisa Jalan Sampai 600 Km

Untuk menyimpan energi, Range Rover Electric memakai baterai lithium-ion berkapasitas 118,5 kWh.

Baterai tersebut ditempatkan di bawah lantai kabin dengan perlindungan aluminium khusus.

Berdasarkan pengujian WLTP, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian daya.

Sementara berdasarkan standar EPA, jarak tempuhnya mencapai sekitar 535 km.

Untuk pengisian ulang, Range Rover Electric sudah mendukung teknologi fast charging DC 350 kW dengan arsitektur 800V.

Baterai bisa terisi dari 10 persen sampai 80 persen hanya dalam waktu 22 menit. Bahkan, pengisian selama 10 menit disebut mampu menambah jarak tempuh hingga 220 km.

Tetap Siap Diajak Off-Road

Meski kini memakai tenaga listrik, Range Rover Electric tetap membawa kemampuan yang menjadi ciri khas keluarga Range Rover.

Land Rover mengembangkan mobil ini bukan hanya untuk jalan perkotaan, tapi juga tetap siap menghadapi medan berat.

Salah satu tantangan terbesar mobil listrik untuk penggunaan off-road adalah pengaturan suhu dan efisiensi energi.

Karena itu, Land Rover membekali Range Rover Electric dengan teknologi ThermAssist.

Sistem ini diklaim mampu menghemat energi pemanas hingga 40 persen dan membantu menambah jarak tempuh sampai 40 km saat digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Dengan hadirnya Range Rover Electric, Land Rover ingin membuktikan kalau SUV listrik gak harus kehilangan karakter.

Mobil ini tetap menawarkan kemewahan khas Range Rover, tapi sekarang dengan performa instan dan pengalaman berkendara yang lebih senyap.

Continue Reading

News

CUSTOMAXI 2026, Ratusan Yamaha MAXI Adu Gaya di Semarang

Published

on

By

Ajang modifikasi skutik premium Yamaha, CUSTOMAXI 2026, resmi dimulai. Kota Semarang, Jawa Tengah, dipilih sebagai lokasi pembuka gelaran yang mempertemukan para pengguna dan pecinta modifikasi Yamaha MAXI.

Bukan tanpa alasan, Semarang kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah gelaran tahun sebelumnya mendapat respons positif dari komunitas modifikasi di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sekitarnya.

Seri perdana CUSTOMAXI 2026 berlangsung di Uptown Mall, BSB City, Semarang, pada 5-6 September 2026. Antusiasme peserta juga cukup tinggi. Dari lebih dari 170 peserta yang melakukan pendaftaran online, sebanyak 85 motor akhirnya terpilih untuk tampil dan bersaing di empat kelas utama.

Mulai dari Meet Up MAXI, Street MAXI, Super MAXI, hingga kelas baru Master MAXI yang menjadi kasta tertinggi di ajang tahun ini.

“Sebagai skutik premium, jajaran MAXI Yamaha saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari. Lebih dari itu, setelah hadir lebih dari satu dekade di Indonesia, MAXI Yamaha telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung berbagai hobi bermotor konsumennya. Salah satunya adalah modifikasi yang memang sangat diminati oleh pengguna MAXI Yamaha, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari jumlah peserta tahun ini, baik secara online maupun yang tampil di event, yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kami berharap CUSTOMAXI dapat terus menjadi wadah bagi konsumen MAXI Yamaha untuk berkumpul dan menyalurkan hobi, sekaligus memberikan inspirasi serta melahirkan trend setter baru gaya modifikasi premium di Indonesia,” kata Bill Gunawan, Chief Yamaha Area Jawa Tengah.

Bukan Cuma Kontes, Ada Night Ride sampai Hiburan

CUSTOMAXI 2026 gak cuma soal motor-motor modifikasi yang tampil di panggung.

Para peserta juga diajak mengikuti kegiatan Night Ride, di mana mereka bisa langsung mengendarai motor modifikasi masing-masing di jalan raya.

Lewat aktivitas ini, Yamaha ingin menunjukkan kalau motor modifikasi yang tampil bukan cuma menarik secara visual, tapi juga tetap bisa dipakai untuk aktivitas harian.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kegiatan lain seperti photo contest dan hiburan live DJ yang membuat suasana acara semakin ramai.

Kelas Master MAXI Jadi Panggung Motor Modifikasi Sultan

Sejak seri pertama digelar, CUSTOMAXI 2026 langsung menunjukkan kelasnya sebagai kontes modifikasi premium.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah banyaknya Yamaha XMAX dengan konsep modifikasi berkelas. Gaya Indo-Proper menjadi salah satu aliran yang cukup dominan.

Motor-motor peserta tampil dengan berbagai inspirasi, mulai dari desain livery helm premium, karakter anime, sampai budaya Jepang.

Gak cuma bermain di tampilan, beberapa peserta juga membangun motor dengan part aftermarket premium yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Atmosfer “sultan” makin terasa dengan hadirnya kelas baru Master MAXI. Kelas ini menjadi kategori paling bergengsi di CUSTOMAXI 2026.

Di kelas tersebut, beberapa peserta bahkan membawa Yamaha TMAX CBU, termasuk generasi terbaru tahun 2026. Motor-motor tersebut tampil dengan konsep personal yang kuat dan menggunakan berbagai komponen aftermarket dari merek ternama.

Kelas Master MAXI pun menjadi panggung buat karya modifikasi dengan tingkat pengerjaan dan kreativitas yang lebih tinggi.


Gak Harus Modal Ratusan Juta Buat Ikut CUSTOMAXI

Meski identik dengan motor modifikasi mahal, Yamaha tetap membuka ruang buat semua kalangan di CUSTOMAXI 2026.

Jadi, bukan cuma motor dengan ubahan ekstrem atau budget besar yang bisa tampil.

Pengguna MAXI Yamaha dengan modifikasi ringan juga tetap punya kesempatan menunjukkan kreativitasnya lewat kelas yang tersedia.

Salah satunya lewat kelas Street MAXI, yang mengakomodasi gaya modifikasi yang masih dekat dengan penggunaan sehari-hari, tapi tetap punya karakter berbeda.

Sementara itu, kelas Meet Up MAXI hadir untuk pengguna dan komunitas yang ingin membawa motor kebanggaannya tanpa harus melakukan ubahan besar.

Menurut Agia Rafiki, salah satu peserta CUSTOMAXI 2026 yang turun di kelas Meet Up MAXI sekaligus pemenang kategori Best Fun & Proper Sunmori Style, konsep tahun ini terasa lebih menarik karena bisa merangkul lebih banyak peserta.

“Menurut saya CUSTOMAXI tahun ini benar-benar lebih seru dibandingkan tahun lalu. Kelas yang dibuka semakin banyak sehingga bisa merangkul semua kalangan. Mulai dari mereka yang ingin tampil pol-polan dengan budget sultan, sampai konsumen dan komunitas yang suka modifikasi dengan budget lebih ekonomis tetap punya tempat untuk ikut berkompetisi. Saya sangat mengapresiasi Yamaha karena memberikan kesempatan bagi semua konsumennya untuk tampil dan menyalurkan kreativitas modifikasi mereka,” ujar Agia.

Lewat berbagai kelas yang tersedia, CUSTOMAXI 2026 ingin menjadi wadah bagi pengguna MAXI Yamaha untuk menunjukkan kreativitas, mulai dari modifikasi ringan sampai konsep ekstrem.

Setelah membuka rangkaian di Semarang, CUSTOMAXI 2026 selanjutnya bakal menyambangi Bandung, Jawa Barat, untuk mencari karya modifikasi MAXI Yamaha terbaik berikutnya.

Continue Reading

Trending