News
Premium SUV Elektrik: Jeep Wagoneer S

Sejak taun 1963 Jeep udah produksi mobil offroad yang terkenal tangguh di segala medan. Beda dari sebelumnya, taun ini Jepp ngenalin mobil listrik terbarunya, Jeep Wagoneer S 2024. Saking garangnya, jarak tempuh mobil satu ini sampe 483,803 km, lo!
FYI, Jeep Wagoneer S bakal meluncur di pasar Amerika dan Kanada pada pertengahan sampe akhir taun ini. Di 2026 mobil listrik ini bakal dijual secara global dengan kisaran harga Rp 1,1 miliar. Jauh lebih murah dari saingannya SUV listrik BMW iX.
Biar gak ketinggalan info, simak kelebihan mobil Wagoneer S di sini, gih!
Desain Jeep Wagoneer S
Biar pun jadi mobil listrik pertama, Wagoneer S punya desain modern tapi gak ninggalin kesan klasik. Keliatan dari bentuknya yang ramping, handle pintu rata, dan lampu depan LED bagian depan.
Dari eksterior kita pindah ke interiornya. Wagoneer S punya 5 seat yang udah dilengkapi bahan vinyl anti mikroba. Lengkap lagi adanya fitur touch screen infotainment 12,3 inci, instrumen digital 12,3 inci, dan touch screen penumpang 10,25 inci yang bikin penumpang makin nyaman.
Performa mesin
Jeep tetap setiap sama kemampuan off-road mereka. Dari segi mesin, Jeep Wagoneer S bisa ngehasilin tenaga 600 dk dan torsi 800 Nm yang akselerasinya 0-96 km/jam di waktu 3,4 detik. Gak heran deh kalo mobil ini super ngebut.
Oiya, lewat sistem manajemen traksi Selec-Terrain, kamu bisa nyesuaiin mode berkendara, contohnya auto, sport, eco, snow, atau sand.
Sistem keamanan
Soal keamanan gak perlu kamu raguin lagi, deh! Jeep Wargoneer S udah nyediain fitur intersection collision assist, deteksi kalo pengemudi ngantuk, pengereman darurat, pantauan blind spot, pengenalan rambu lalu lintas, kamera sekeliling mobil, airbag depan dan samping, sampe lampu depan LED otomatis.
Fitur tambahannya masih ada lagi kok. Mobil ini punya fitur penglihatan malam, bantuan parkir, dan mengatur kecepatan mobil otomatis. So, gak akan rugi kan beli mobil Jeep dengan harga segitu?
Kalo Jeep Wagoneer S nanti ada di Indonesia, kamu bakal beli gak nih?
News
Setelah 14 Tahun Absen, Indonesia Balik Lagi ke Rally Dakar

Setelah 14 tahun absen, Indonesia akhirnya kembali punya wakil di Rally Dakar. Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje siap membawa Merah Putih ke ajang rally paling ganas di dunia, yang digelar 3–17 Januari 2026 di Arab Saudi.
Sebelum Jeje, ada dua nama pereli Indonesia yang pernah merasakan ganasnya Dakar, yakni Tinton Soeprapto pada 1988 serta Kasih Anggoro pada 2010 dan 2011. Bagi Jeje, kiprah para senior itulah yang jadi pemantik semangat untuk mewujudkan mimpinya tampil di Dakar.
“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar. Tapi satu hal yang menarik memang, Dakar tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi juga membutuhkan keberanian besar dan kenekatan,” kata Jeje yang berpasangan dengan Mathieu Monplaisi dari Prancis sebagai co-driver.
Menurut Jeje, keberanian dan kenekatan bukan sekadar istilah. Medan Dakar yang panjang dan ekstrem menuntut mental baja, bukan cuma modal finansial.

“Karena dengan medan yang sangat ekstrem dan panjang, ternyata kita yang punya finansial yang kuat saja tidak cukup untuk ikut, tapi kita harus nekat dan memberanikan diri walaupun kita belum tahu akan seperti apa hasilnya,” kata Jeje.
Meski baru debut, Rally Dakar bukan hal asing bagi Jeje. Selama ini ia rutin mengikuti perkembangannya, meski baru kali ini terjun langsung sebagai peserta. Tantangan pun datang dari banyak sisi, mulai dari cuaca, iklim, hingga teknik mengemudi di pasir.
“Memang Rally Dakar ini semuanya serba baru bagi saya. Mulai dari mobil yang digunakan, kemudian cuaca serta iklim yang harus dilalui. Tetapi bicara persiapannya lebih ke arah bagaimana caranya atau teknik untuk bisa mengemudikan mobil di permukaan pasir,” kata Jeje.
Jeje akan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100, mobil yang sebenarnya cukup familiar baginya. Ditambah sesi latihan di Maroko, Afrika Utara, dia akui sudah mendapat gambaran soal karakter medan Dakar.

“Saya sudah dapat beberapa hal saat melakukan sesi latihan di Afrika. Karena secara medan, boleh dikatakan sangat mirip, sementara iklim juga mirip dan boleh dibilang latihan saat itu sangat membantu sekali utk saya bisa mendapatkan gambaran besar dan menjadi kisi-kisi yang bermanfaat untuk di dakar,” kata Jeje.
Soal target, Jeje memilih realistis. Ia tak ingin muluk-muluk di ajang debutnya.
“Debut ini rasanya terlalu berlebihan atau terkesan sombong jika saya menargetkan juara, jadi kembali lagi yang saya targetkan adalah setiap harinya bisa berjalan dengan lancar, saya bisa mencapai finish setiap hari dengan keadaan kendaraan utuh, minim kerusakan, serta semua tim dalam keadaan baik,” kata Jeje.
Menariknya, mobil yang digunakan Jeje punya sejarah panjang. Land Cruiser tersebut pernah mengantarkan tim Toyota Jepang menjadi juara Rally Dakar pada awal 2000-an. Kini, mobil legendaris itu kembali turun ke lintasan dengan balutan livery Merah Putih.
“Warnanya merah putih mewakili Indonesia, dan sedikit warna hitam berkaitan dengan para sponsor yg ada. Memang mirip dengan livery pada saat pertama AXCR 2023, memang dengan sengaja saya ingin melanjutkan nafas merah putih, atau nafas Indonesia di livery pertana ini sekaligus menjadi statement indo kembali lagi di ajang Rally Dakar ini,” kata Jeje.
News
MPV Mewah Geely Galaxy V900, Pesaing Alphard dan Denza

Geely punya MPV baru yang hadir dengan paket lengkap, Galaxy V900. Mobil ini hadir dengan bodi besar, teknologi canggih, kabin super lega, plus jarak tempuh yang bikin perjalanan jauh terasa lebih santai.
Mengandalkan teknologi Range-Extender Geely, MPV ini diklaim punya jarak tempuh total hingga 1.200 kilometer. Meski begitu, Geely masih menyimpan rapat informasi soal harga resmi dan jadwal peluncuran V900.
Dalam dua tahun terakhir, Geely memang cukup agresif merapikan strategi mereknya. Salah satunya dengan melebur Geometry dan LEVC ke dalam payung besar Geely Galaxy.

Dari sisi desain, Geely Galaxy V900 tampil mewah dan berkelas. Bagian depan mengusung fascia dua lapis dengan lampu memanjang sepanjang 1.750 mm, dipadukan grille krom multi-bilah. Yang bikin auto lirikan, logo Pegasus berlapis emas 24K hadir dengan gagah di bagian tengah.
Di belakang, lampunya dibuat lebar dengan bentuk menyerupai sayap, lengkap dengan garis lampu yang memanjang hingga ke sisi bodi. Sekilas, tampilannya benar-benar menegaskan kalau ini MPV kelas atas.
Soal dapur pacu, seluruh varian V900 mengandalkan mesin 1.5T yang dikombinasikan dengan dua motor listrik. Tenaganya disuplai baterai lithium ternary berkapasitas 43,3 kWh atau 50 kWh.
Dalam mode listrik murni, mobil ini bisa melaju sejauh 200 km hingga 240 km (CLTC). Kalau digabung dengan mesin bensinnya, jarak tempuh totalnya tembus 1.200 km.

Motor listrik depan punya daya 90 kW, sedangkan motor belakangnya 250 kW. Total tenaga gabungannya mencapai 340 kW atau setara 456 dk. Geely juga mengklaim efisiensi termal mesinnya mencapai 47,26 persen, di mana 1 liter bensin bisa menghasilkan 3,77 kWh listrik.
Urusan keselamatan dan bantuan berkendara, V900 dibekali ADAS G-Pilot H5. Sistem ini didukung lidar, tiga radar gelombang milimeter, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera HD. Intinya, mobil ini sudah siap diajak jalan jauh dengan rasa aman ekstra.
Masuk ke kabin, nuansanya dibuat modern dengan pilihan tema oranye dan putih. Dashboard tampil berlapis tiga, dilengkapi layar tengah besar model floating, panel instrumen digital, serta setir flat-bottom.
Sistem infotainment Flyme Auto 2.0 ditenagai chip Snapdragon 8295P. Fitur hiburannya juga lengkap, mulai dari layar plafon 17,3 inci, AR-HUD 19,8 inci, meja lipat, kulkas 9,1 liter, wireless charging 50 W ganda, hingga audio Flyme Sound 27 speaker.

Sebagai pelengkap, V900 juga dibekali panoramic sunroof seluas 2,18 meter persegi dan total area kabin 8,41 meter persegi, yang diklaim sebagai terluas di kelasnya.
Kalau masuk Indonesia, Geely Galaxy V900 jelas bisa jadi opsi menarik buat keluarga yang suka jalan jauh, tapi tetap pengin rasa mewah dan teknologi kekinian. 🚗✨
News
Stargazer Cartenz, Partner Nyetir Santai Saat Macet

Hyundai Stargazer Cartenz bisa jadi partner yang pas buat kamu yang mau liburan jarak jauh.
Perjalanan jauh saat libur panjang memang sering jadi cerita klasik para pengemudi. Jalan padat, macet berjam-jam, ditambah kondisi lalu lintas yang kadang susah ditebak, bikin badan dan pikiran cepat capek.
Situasi kayak gini hampir selalu keulang setiap musim liburan di Indonesia, entah itu saat akhir pekan panjang atau momen pergantian tahun.
Bukan cuma soal fokus yang terkuras, rasa capek juga pelan-pelan muncul selama di balik kemudi.
Hyundai bahkan mencatat, 89,1 persen responden pernah merasakan perjalanan jarak jauh atau terjebak lalu lintas padat. Efeknya beragam, mulai dari ngantuk (38,2 persen), kaki pegal karena sering main pedal (30,9 persen), sampai stres harus terus jaga jarak aman dengan kendaraan di depan (18,2 persen).
Fakta ini jadi pengingat kalau kenyamanan dan dukungan untuk pengemudi itu penting banget, apalagi buat mobil keluarga.
Menjawab kebutuhan itu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menghadirkan Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X sebagai pilihan mobil keluarga yang relevan, khususnya di momen akhir tahun yang identik dengan aktivitas perjalanan jarak jauh.
Kedua model ini dirancang buat menemani mobilitas keluarga Indonesia, baik buat rutinitas harian sampai road trip bareng orang tersayang.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, bilang kalau Stargazer Cartenz dan Cartenz X dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter konsumen serta kondisi jalan di Tanah Air.
“Perpaduan desain modern, fitur fungsional, dan kenyamanan berkendara membuat kedua model ini mampu menjawab kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia secara menyeluruh,” kata Frans.
Lalu, apa saja yang bikin Stargazer Cartenz dan Cartenz X cocok buat menghadapi tantangan perjalanan jauh?
Salah satu andalannya ada di Hyundai SmartSense, rangkaian fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk membantu pengemudi tetap nyaman dan percaya diri di berbagai kondisi jalan.
Fitur unggulannya adalah Smart Cruise Control with Stop & Go, yang sangat terasa manfaatnya saat macet panjang.
Fitur ini bisa mengatur kecepatan sekaligus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan secara otomatis, tanpa harus terus-terusan injak pedal gas. Hasilnya, kaki gak cepat pegal, pengemudi lebih rileks, dan rasa kantuk bisa ditekan saat perjalanan jauh.
Selain itu, ada juga Lane Keeping Assist (LKA) dan Lane Following Assist (LFA) yang membantu mobil tetap berada di jalurnya lewat koreksi setir. Ditambah lagi Driver Attention Warning, fitur yang bisa mendeteksi penurunan kewaspadaan pengemudi.

Kalau sistem membaca tanda-tanda kelelahan, peringatan visual dan suara akan muncul sebagai pengingat untuk beristirahat.
Masih soal keselamatan, Stargazer Cartenz dan Cartenz X juga dibekali fitur lain kayak Surround View Monitor, tampilan 360 derajat untuk memudahkan manuver. Blind-Spot View Monitor, memantau titik buta lewat layar digital. Sampai Front and Rear Parking Distance Warning, memberi peringatan saat parkir di area sempit.
Buat pemiliknya, ini jadi waktu yang pas buat mulai memaksimalkan semua fitur tersebut. Sementara bagi yang masih cari mobil keluarga baru, Stargazer Cartenz dan Cartenz X layak masuk daftar pertimbangan buat 2026.
Soal kenyamanan modern, Hyundai juga menyematkan Bluelink. Lewat fitur Remote Start & Stop Climate Control, Remote Engine Start/Stop, dan Find My Car, pengguna bisa menyalakan AC dari jarak jauh, mengunci atau membuka pintu lewat ponsel, sampai mencari posisi mobil di area parkir. Bahkan ada fitur keamanan Stolen Vehicle Notification, Tracking, and Immobilization untuk melacak dan melumpuhkan kendaraan jika terjadi pencurian.
Dari sisi kepraktisan, Stargazer Cartenz X dilengkapi roof rail yang siap dipasangi roof box. Kapasitas angkutnya sampai 100 kg, cocok buat mudik atau liburan keluarga. Built-in Navigation juga bikin perjalanan makin praktis karena bisa digunakan tanpa koneksi internet.
Urusan bantingan jalan pun gak luput dari perhatian. Suspensinya dirancang supaya tetap nyaman saat melewati jalan berlubang atau permukaan yang gak rata, khas rute perjalanan di Indonesia.

Masuk ke kabin, ruang interior terasa lega. Opsi captain seat, leg room luas di baris kedua dan ketiga, bikin duduk lama saat macet tetap nyaman. Bagasinya juga fleksibel, mulai dari 185 liter hingga 585 liter saat kursi baris ketiga dilipat. Mau belanja bulanan atau bawa koper liburan, semua masih masuk akal.
Terakhir, Hyundai juga memberikan dukungan aftersales lewat myHyundai Care. Mulai dari garansi, jaringan dealer luas, ketersediaan suku cadang, hingga jaminan nilai jual kembali. Jadi, urusan punya mobil Hyundai bisa lebih tenang dari awal sampai nanti ganti mobil baru.
BlogBacaan 2 menitIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
NewsBacaan 2 menitMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
NewsBacaan 2 menitVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
NewsBacaan 3 menitIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
NewsBacaan < 1 menitiCar – Mobil Listrik Apple Batal Diproduksi
NewsBacaan 3 menit8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
YouTubeReview Modifikasi Semi-alto Hyundai Creta Prime
BlogBacaan 3 menitMobil Paling Irit BBM, Harga di bawah Rp 300 jutaan!



















