Connect with us

Blog

Posisi Ban Serep Mobil, Pengemudi Pemula Wajib Tahu!

Published

on

Cek ban sebelum mudik penting

Ban serep sering kali jadi “pahlawan” saat kondisi darurat, misalnya ketika ban utama bocor di tengah jalan. Tapi percaya atau gak masih banyak pengemudi pemula, terutama wanita yang belum tahu di mana posisi ban serep mobil mereka sendiri.

Padahal, mengetahui letak ban serep itu penting banget. Saat kondisi darurat, kamu jadi gak panik dan bisa cepat minta bantuan atau bahkan mengganti ban sendiri.

Nah, berikut ini penjelasan singkat tentang posisi umum ban serep pada mobil 👇

  1. Bagasi Belakang (Bawah Lantai)

Ini posisi paling umum dan mudah ditemukan. Kalau kamu buka pintu bagasi lalu angkat karpet atau pelapis lantai, biasanya di bawahnya ada satu ruang khusus tempat ban serep diletakkan.

Model ini banyak dipakai oleh mobil sedan, hatchback, dan city car.

Tips:
Pastikan area ini gak tertutup barang bawaan saat kamu bepergian jauh, supaya mudah dijangkau saat darurat.

  1. Kolong Belakang Mobil

Banyak mobil SUV dan MPV menaruh ban serep di kolong belakang. Biasanya ban ini tergantung menggunakan sistem pengunci besi atau tuas pengait.

Posisi ini membuat ruang bagasi tetap lega, tapi perlu alat khusus (biasanya sudah tersedia di mobil) untuk menurunkannya.

Tips:
Kalau sering lewat jalan becek atau berlumpur, rajin-rajin periksa kondisi ban serep supaya tidak kotor dan berkarat.

  1. Pintu Belakang

Beberapa mobil SUV model lama atau bergaya adventure punya ban serep yang dipasang di pintu belakang luar. Posisi ini paling mudah terlihat ya, ban serepnya nongol begitu saja.

Model ini praktis karena mudah diakses, tapi pastikan penguncinya selalu dalam kondisi bagus agar ban tidak mudah dicuri atau lepas.

Kenapa Penting Tahu Posisi Ban Serep?

Supaya kamu gak panik saat ban bocor, terutama saat sendirian dan bisa dengan cepat menjelaskan posisi ban serep ke tukang tambal ban atau layanan darurat.

Selain itu, kamu juga bisa belajar ganti ban sendiri sebagai skill dasar pengemudi 🚙✨

Jadi, mulai sekarang yuk luangkan waktu beberapa menit untuk mengenal mobil kamu sendiri, termasuk letak posisi ban serep. Gak perlu ahli mekanik kok yang penting tahu lokasi dan cara mengaksesnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Ini Alasan Mobil Listrik Punya Desain yang Unik-unik

Published

on

By

Coba perhatiin deh, banyak mobil listrik sekarang bentuknya beda sendiri. Ada yang fascia-nya polos tanpa grille, velgnya kayak tutup kipas, sampai bodinya dibuat super licin dan membulat. Buat sebagian orang kelihatan untuk dan futuristis, tapi ada juga yang bilang aneh.

Padahal desain seperti itu ternyata ada alasannya.

Salah satu alasannya karena mobil listrik memang gak butuh grille besar seperti mobil bensin. Mesin konvensional perlu banyak udara buat pendinginan, sementara motor listrik jauh lebih simpel. Makanya bagian depan EV biasanya dibuat tertutup dan clean.

Selain itu, desain mobil listrik juga sangat fokus ke aerodinamika. Semakin licin bentuk bodinya, semakin kecil hambatan angin, dan itu bikin jarak tempuh mobil jadi lebih jauh. Karena itu banyak EV punya handle pintu rata, velg tertutup, sampai bentuk belakang yang dibuat melandai.

Makanya jangan heran kalau desainnya kadang terasa “gak biasa”.

Masuk ke interior juga sama. Banyak mobil listrik sekarang minim tombol fisik dan lebih mengandalkan layar besar. Tujuannya buat memberi kesan modern sekaligus futuristis, mirip gadget berjalan.

Menariknya, sekarang desain mobil listrik mulai berubah. Kalau dulu tampilannya sengaja dibuat nyeleneh biar langsung ketahuan itu EV, sekarang banyak pabrikan justru bikin desain yang lebih normal dan elegan supaya lebih gampang diterima konsumen.

Tapi satu yang kayaknya masih bakal bertahan, desain velg aneh demi aerodinamika. Karena makin unik bentuknya, biasanya makin irit juga.

Continue Reading

Blog

Mobil yang Masih Dicari Meski Sudah Stop Produksi, Apa Aja?

Published

on

By

Mobil baru makin hari memang makin keren. Fiturnya banyak, desainnya futuristis, teknologinya juga makin canggih. Tapi lucunya, ada aja mobil-mobil yang sebenarnya sudah stop produksi malah masih dicari sampai sekarang.

Bahkan kadang unit bekasnya lebih susah dicari dibanding mobil baru. Begitu ada yang kondisinya bagus, biasanya langsung cepet laku.

Contoh paling gampang ya Honda Jazz. Walau sekarang sudah gak dijual lagi dan diganti City Hatchback, tetap aja banyak orang masih pengin punya Jazz, terutama GK5. Mobil ini tuh kayak paket lengkap. Bentuknya sporty, enak dipakai harian, irit, terus masih seru juga buat diajak ngebut dikit.

Belum lagi modifikasinya gampang banget. Mau dibikin racing look, clean look, sampai stance juga masuk.

Terus ada Yaris Bakpao. Dulu sempat dibilang bentuknya aneh, sekarang malah banyak yang nyari. Justru karena desainnya beda sendiri dibanding hatchback lain. Kabinnya juga terkenal nyaman dan mobilnya bandel buat dipakai harian.

Kalau ngomongin mobil yang gak ada matinya, Karimun Kotak wajib masuk. Mobil kecil satu ini sampai sekarang masih punya fans loyal. Alasannya simpel, irit parah, gampang parkir, mesin simple, dan auranya tuh dapet banget. Sekarang malah banyak yang sengaja cari buat dijadiin city car lucu atau project retro.

Yang menarik, sekarang orang beli mobil ternyata gak melulu soal fitur terbaru. Kadang justru yang dicari itu karakter mobilnya. Ada mobil yang memang punya rasa khas dan gak bisa diganti model baru.

Faktor nostalgia juga ngaruh besar. Banyak orang pengin beli mobil yang dulu jadi mobil impian waktu sekolah, atau yang pernah dipakai keluarga zaman dulu.

Makanya jangan heran kalau ada mobil yang sebenarnya sudah pensiun bertahun-tahun, tapi harga bekasnya masih kuat. Bahkan ada yang makin mahal karena unit bagusnya makin jarang.

Continue Reading

Blog

Kenapa Mobil Listrik Belum Bisa Gantikan Mobil Bensin?

Published

on

By

Beberapa tahun terakhir, mobil listrik memang lagi naik daun banget. Mau ke mal, SPKLU mulai gampang ditemui. Di jalan juga makin sering lihat mobil yang jalannya senyap tanpa suara mesin. Bahkan banyak orang mulai bilang, “mobil bensin bentar lagi punah.”

Tapi kenyataannya, sampai sekarang mobil listrik belum benar-benar bisa menggantikan mobil konvensional sepenuhnya. Dan alasannya ternyata bukan cuma soal harga.

Kalau dipikir-pikir, mobil bensin itu memang masih terlalu nyaman buat banyak orang.

Isi bensin cuma lima menit, SPBU ada di mana-mana, bengkel banyak, dan orang sudah terbiasa pakainya puluhan tahun.

Sementara mobil listrik masih punya beberapa PR besar yang bikin sebagian orang belum sepenuhnya yakin buat pindah.

Salah satu yang paling terasa tentu soal charging.

Walau stasiun pengisian mulai bertambah, pengalaman pakainya masih beda jauh dibanding isi bensin biasa.

Bayangin lagi buru-buru atau road trip luar kota, terus harus mikirin charger tersedia atau gak. Belum lagi waktu ngecas yang bisa makan puluhan menit sampai berjam-jam kalau pakai charger rumahan.

Buat orang kota yang tinggal di rumah dan punya charger pribadi mungkin aman. Tapi buat yang tinggal di apartemen atau sering perjalanan jauh, ceritanya beda lagi.

Terus ada juga soal jarak tempuh.

Di brosur memang kadang tertulis bisa tembus 400 sampai 500 km. Tapi di dunia nyata, angka itu bisa berubah tergantung gaya nyetir, macet, AC, sampai kondisi jalan.

Makanya banyak pengguna mobil listrik masih punya “range anxiety” alias takut baterai habis di tengah jalan.

Hal lain yang jarang dibahas adalah kebiasaan orang.

MID

Mobil bensin sudah jadi bagian hidup selama puluhan tahun. Orang tahu cara pakainya, bengkel paham, montir ngerti, bahkan obrolan tongkrongan otomotif juga sudah terbiasa dengan mesin bensin.

Mobil listrik mengubah semuanya.

Sensasi nyetir beda, suara mesin hilang, bahkan beberapa orang merasa mobil listrik kurang punya “rasa”.

Buat car enthusiast, suara mesin, getaran, dan perpindahan gigi itu bagian dari pengalaman berkendara. Dan itu sulit diganti mobil listrik.

Makanya sampai sekarang mobil sport bensin masih punya penggemar loyal.

Selain itu, harga juga masih jadi faktor besar.

Memang ada mobil listrik yang mulai terjangkau, terutama dari brand China. Tapi secara umum, harga EV masih lebih mahal dibanding mobil bensin sekelas.

Belum lagi soal baterai. Walau sekarang garansi baterai sudah panjang, banyak orang tetap khawatir soal biaya penggantian di masa depan.

Apalagi di Indonesia, budaya beli mobil masih sering mikirin harga jual kembali. Dan pasar mobil listrik bekas sampai sekarang belum sekuat mobil bensin.

SPKLU

Tapi bukan berarti mobil listrik gagal.

Justru sekarang arahnya lebih realistis. Banyak orang mulai sadar kalau EV dan mobil bensin kemungkinan bakal hidup berdampingan cukup lama.

Mobil listrik cocok buat penggunaan kota, harian, dan yang mau biaya operasional murah.

Sementara mobil bensin dan hybrid masih terasa lebih fleksibel buat perjalanan jauh atau orang yang belum siap pindah total ke EV.

Menariknya, sekarang beberapa produsen juga mulai tidak terlalu “memaksa” full EV. Banyak yang malah fokus ke hybrid karena dianggap jadi jalan tengah paling masuk akal.

Jadi, apakah mobil listrik bakal menggantikan mobil bensin sepenuhnya? Mungkin iya… tapi gak secepat yang dulu dibayangkan banyak orang.

Continue Reading

Trending