Connect with us

Blog

Cara Mengetahui Posisi Tangki Bensin Mobil dari Indikator di Dashboard

Published

on

Speedometer Mobil

Pernah gak sih kamu lagi nyetir mobil sewaan atau mobil teman, terus bingung saat mau isi bensin?

Bukan soal jenis BBM-nya ya, tapi soal posisi tangki bensinnya ada di kiri atau kanan. Ujung-ujungnya jadi kikuk sendiri waktu sampai di SPBU, bahkan bisa salah antre di jalur pengisian.

Nah, kamu nggak perlu repot keluar mobil dulu buat ngecek. Ada cara simple yang bisa langsung kelihatan dari dalam kabin di mana letak posisi tangki bahan bakar, tepatnya di panel instrumen alias odometer.

Lihat Tanda Panah di Indikator Bensin

Kamu tinggal perhatikan bagian indikator bensin di dashboard mobil kamu. Biasanya, di dekat ikon pompa bensin ada tanda panah kecil. Panah itu nunjukin ke arah mana posisi tutup tangki bensin mobilmu.

Kalau panahnya ke kiri ⬅️ berarti tangki ada di sisi kiri mobil.

Kalau panahnya ke kanan ➡️ berarti tangki ada di sisi kanan mobil.

Speedometer mobil

Simple banget kan?

Mungkin kelihatannya sepele, tapi tahu posisi tangki BBM bisa mempermudah kamu saat isi bensin. Nggak perlu lagi panik atau ribet geser-geser mobil karena salah antre di jalur yang berlawanan.

Memang nggak semua mobil ada tanda panah ini, terutama untuk model lama. Kalau mobilmu termasuk yang begitu, satu-satunya cara paling aman ya tetap cek secara langsung dengan membuka pintu dan melihat sisi mobil. Atau kalau sudah hafal, ya tinggal diingat saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

Published

on

By

Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.

Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.

Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.

Jadi berapa pajaknya sekarang?

Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.

Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.

Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

Wuling Air ev

Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.

Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.

Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.

Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.

Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.

Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.

Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.

Continue Reading

Blog

Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

Published

on

By

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.

Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?

Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.

Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.

Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.

Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.

Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.

Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?

Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.

Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.

Continue Reading

Blog

Apa yang Terjadi Kalau Mobil Listrik Kehabisan Baterai di Jalan?

Published

on

By

Buat yang masih ragu pakai mobil listrik, satu ketakutan paling umum biasanya sama, gimana kalau baterainya habis di tengah jalan?

Bayangannya sering ekstrem, mobil langsung mati mendadak tanpa peringatan. Padahal, kenyataannya gak gitu.

Mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau Tesla Model 3 sudah dibekali sistem yang terus memantau kondisi baterai. Saat daya mulai menipis, mobil akan memberi peringatan bertahap, mulai dari sisa jarak tempuh yang terus berkurang sampai notifikasi di panel instrumen. Bahkan, biasanya ada mode hemat energi supaya mobil masih bisa melaju lebih jauh untuk mencari tempat pengisian.

Jadi, mobil gak langsung mati mendadak. Pengemudi masih punya waktu untuk ambil keputusan.

Namun, kalau baterai benar-benar habis, barulah mobil akan berhenti total. Gak seperti mobil bensin yang kadang masih bisa bergerak sedikit saat sekarat, mobil listrik benar-benar bergantung pada baterai untuk menggerakkan roda. Begitu energinya nol, mobil gak bisa jalan lagi.

MID

Meski begitu, dalam banyak kasus masih ada sedikit daya tersisa untuk fungsi dasar seperti lampu hazard atau sistem keamanan. Ini penting supaya mobil tetap terlihat dan aman saat berhenti di jalan.

Terus kalau sudah mogok, bisa didorong? Mobil listrik umumnya gak dirancang untuk didorong jauh atau ditarik sembarangan karena berkaitan dengan sistem motor dan drivetrain.

Kalau sudah kehabisan baterai, solusi paling aman biasanya diderek ke titik pengisian terdekat atau menggunakan bantuan charger darurat jika tersedia.

Kabar baiknya, kejadian seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Mobil listrik punya indikator baterai yang jauh lebih presisi dibanding mobil konvensional, ditambah fitur navigasi yang bisa menunjukkan lokasi charger terdekat.

Selama kamu memperhatikan sisa daya dan merencanakan perjalanan, risiko kehabisan baterai di jalan bisa ditekan sangat kecil.

Continue Reading

Trending