Connect with us

Tips

Kenapa Mobil Boros Bensin? Ini Caranya Biar Hemat BBM

Bacaan 3 menit

Punya mobil baru atau mobil lama pasti yang bikin pusing itu pas beli bensinnya. Mau gak mau ngeluarin uang lebih untuk BBM, karena mobil dipakai setiap hari. Belum lagi kalau kebiasaan dari pemilik mobil gak baik seperti gaya mengemudi sembarangan, jadinya BBM akan cepat habis. Tapi ternyata, itu semua bisa dicegas guys. Ini tips hemat BBM walaupun BBM naik terus tapi silahkan dicoba ya biar gak bikin kantong kering.

1. BBM harus berkualitas dan sesuai sama spesifikasi mobil

Tips hemat BBM yang pertama kalian harus pakai BBM yang berkualitas. Jangan sembarangan pilih BBM, misalnya beli di eceran karena keburu-buru atau gak sesuai dengan spesifikasi mobil (mobilnya BMW isinya pertalite, kan salah ya) karena performa mesin kendaraan tergantung dari BBM yang digunakan. Kalau gak sesuai maka mobil akan bekerja lebih berat dan mengalami gejala gelitik atau mesin mobil mengalami knocking.

2. Pastiin tekanan ban secara berkala

Tips hemat BBM yang kedua adalah secara reguler cek tekanan ban. Hindari tekanan angin pada ban yang terlalu rendah. Ban mobil yang kekurangan tekanan angin bisa bikin mobil terasa berat saat dikemudikan. Saat tekanan angin pada ban mobil kurang, maka kendaraan akan memerlukan tenaga lebih untuk melaju. Ini akan membuat mesin bekerja lebih keras dan menghasilkan pemakaian bensin yang lebih banyak.

Tapi, tidak disarankan mengisi tekanan ban terlalu tinggi juga, karena dapat berbahaya ketika berkendara. Tekanan angin ban mobil yang terlalu tinggi akan membuat fungsi ban sebagai peredam benturan akan berkurang, sehingga membuat redaman suspensi kena imbasnya. Ikuti tekanan ban sesuai rekomendasi ya! Taukan ngeliat tekanan ban di mana? Fun fact! Ban yang dipompa dengan tekanan yang tepat akan memiliki kemampuan untuk menempuh jarak yang lebih jauh dengan jumlah BBM yang sama.

3. Hindari membawa barang bawaan terlalu berat

Supaya mobil hemat BBM, singkirkan barang-barang yang gak perlu dari bagasi. Beban yang terlalu berat juga akan mempengaruhi konsumsi BBM kendaraan. Kok bisa? Semua aspek yang ada di mobil akan bekerja dengan keras, seperti ban yang menopang beban berat sehingga laju kendaraan juga melambat, berpengaruh juga pada suspensi yang tidak bekerja maksimal.

Menurut beberapa artikel, penambahan berat sebesar 50 kg dapat meningkatkan konsumsi BBM sebesar 2%. Apalagi jika hal ini dilakukan pada mobil berdesain compact dengan mesin kecil. Jadi, pastikan membawa barang yang diperlukan, gak perlu seluruh isi rumah dibawa semua.

4. Kecepatan mobil jangan naik turun

Suka banget ngegas tiba-tiba atau rem mendadak? Itu bisa menyebabkan boros bensin. Mulai belajar cara berkendara dengan menggunakan feeling hehe, itu bisa menjadi salah satu cara untuk hemat BBM. Biasain nih, ketika akan menambah akselerasi, lakukan secara bertahap sampai mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Karena, akselerasi dan mengerem mendadak berdampak pada konsumsi BBM lebih banyak yang membuat mobil boros BBM.

5. Bijak dalam menggunakan AC

Kalau gak pakai AC ya panas dong? Kata siapa disuruh gak pake AC, maksudnya pakai dengan bijak adalah jangan asal mainin temperatur dan kecepatan kipas suka-suka. Bener sih, Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis. Tapi perlu diketahui jika AC bekerja di suhu yang paling rendah, AC akan bekerja lebih keras maka mesin juga akan bekerja jauh lebih keras. Padahal mesin mendapatkan tenaga untuk bekerja dari bahan bakar. Hal ini akan berpengaruh pada konsumsi BBM dan lama-kelamaan menjadi pemicu BBM boros.

Cara lain untuk bijak dalam memakai AC adalah pilih tempat parkir yang teduh. Kalau parkirnya di bawah sinar matahari dan cuacanya sangat panas, bisa mengakibatkan suhu di dalam mobil begitu tinggi dan terasa tidak nyaman. Hal semacam ini membuat pengguna mobil akhirnya menyalakan AC dengan suhu paling rendah. Tujuannya agar suhu di dalam kabin segera dingin dan memberi kenyamanan saat berkendara. Ini menyebabkan boros BBM juga.

6. Jadwalkan servis secara rutin

Last but not least, servis mobil secara berkala dan rutin. Servis ini wajib dilakukan oleh pemilik kendaraan jika ingin konsumsi BBM yang efisien. Karena dengan melakukan perawatan rutin maka performa kendaraan akan selalu optimal, karena kotoran pada busi dan koil akan hilang, apalagi kalau di bengkel resmi, yang udah ada history record mobil kamu seperti apa.

Itulah tips hemat BBM, walaupun harga BBM naik terus, kita harus naikin standard-nya juga untuk bisa meminimalisir borosnya bensin dengan menerapkan tips hemat BBM diatas. Semoga membantu 🙂

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Bisa Boros Bensin Kalau Nyetir Mobil Gak Konstan - Halotomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Pakai Lampu Hazard Pas Hujan Deras, Memang Perlu?

Bacaan < 1 menit

Buat sebagian pengemudi, hujan deras itu identik dengan satu refleks nyalain lampu hazard. Alasannya simpel, biar mobil lebih kelihatan dan kendaraan lain tahu kondisi lagi gak ideal.

Tapi, kebiasaan ini ternyata gak selalu benar, bahkan bisa berbahaya kalau dilakukan sambil tetap melaju di jalan.

Perlu diingat, lampu hazard itu sejatinya tanda darurat. Biasanya dipakai saat mobil mogok, berhenti mendadak, atau ada kondisi yang bikin kendaraan lain harus ekstra waspada.

Masalahnya, kalau hazard dinyalakan saat mobil masih jalan di tengah hujan deras, justru bisa bikin pengendara lain salah baca situasi.

Lampu sein otomatis gak berfungsi, jadi orang di belakang gak tahu mobil mau pindah jalur atau belok ke mana.

Di jalan tol atau lalu lintas padat, kondisi ini bisa bikin bingung dan berisiko memicu kecelakaan beruntun. Niatnya mau aman, eh malah jadi bahaya.

Kalau hujan deras, yang seharusnya dilakukan itu cukup nyalakan lampu utama (lampu dekat), kurangi kecepatan, dan jaga jarak aman. Jangan lupa, fokus dan tetap tenang.

Nah, kalau hujan sudah terlalu lebat sampai jarak pandang minim dan kamu merasa gak aman buat lanjut jalan, lebih baik menepi di tempat yang aman. Di kondisi inilah lampu hazard memang wajib dinyalakan, biar kendaraan lain tahu kamu sedang berhenti darurat.

Jadi intinya, lampu hazard bukan lampu hujan. Dipakai boleh, asal di momen yang tepat. Jangan sampai salah fungsi yang justru bisa berujung celaka.

Continue Reading

Tips

Sebelum Liburan Tahun Baru Pakai Mobil, Cek Dulu 5 Hal Ini!

Bacaan 2 menit

suara aneh mobil

Liburan Tahun Baru memang paling enak kalau jalan pakai mobil sendiri. Mau berangkat pagi atau malam, mau mampir ke mana saja, semuanya bebas diatur.

Tapi di balik enaknya road trip, ada satu hal yang sering kelewat, cek kondisi mobil sebelum bepergian. Padahal, mobil yang dipakai jalan jauh butuh perhatian ekstra biar gak bikin liburan berubah jadi drama di pinggir jalan.

Gak perlu jadi mekanik atau langsung masuk bengkel besar. Cukup luangkan waktu sebentar buat ngecek beberapa bagian penting yang sering dianggap sepele.

Mulai dari ban sampai cairan mesin, lima hal ini bisa jadi penentu perjalanan liburan kamu aman, nyaman, dan aman.

  1. Ban

Ban jadi satu-satunya bagian mobil yang langsung kontak sama jalan. Jadi sebelum liburan, jangan cuma dicek masih kelihatan tebal. Perhatikan juga tekanan anginnya, apakah sesuai rekomendasi pabrikan atau belum.

Ban yang kurang angin bikin mobil terasa berat dan boros BBM, sementara ban terlalu keras bisa bikin bantingan nggak nyaman.

Jangan lupa cek juga ban cadangan. Banyak kasus mobil siap jalan jauh, tapi pas ban bocor baru sadar ban serepnya kempes atau bahkan gak pernah dicek sejak beli mobil.

  1. Oli Mesin

Kalau jarak tempuh liburan cukup jauh, kondisi oli mesin wajib dicek. Pastikan volumenya masih di batas aman dan warnanya gak terlalu hitam pekat.

Oli yang sudah waktunya ganti tapi dipaksakan bisa bikin mesin cepat panas, apalagi kalau terjebak macet panjang khas liburan Tahun Baru. Kalau kilometernya sudah mepet jadwal servis, gak ada salahnya ganti oli dulu sebelum berangkat.

  1. Cek Bagian Rem

Rem sering baru diperhatikan kalau sudah bunyi atau terasa gak pakem. Padahal, pas liburan justru rem dipakai lebih sering, entah buat hadapi tanjakan, turunan, atau stop and go di kemacetan.

Coba rasakan pedal rem saat mobil jalan pelan. Kalau terasa terlalu dalam atau kurang responsif, sebaiknya dicek lebih lanjut. Jangan lupa cek minyak rem juga, karena cairan ini sering luput dari perhatian.

  1. Air Radiator

Macet panjang, AC nyala terus, mesin kerja ekstra, semua itu bikin sistem pendinginan bekerja lebih keras. Pastikan air radiator berada di level yang cukup dan gak keruh. Kalau masih pakai air biasa, sebaiknya mulai beralih ke coolant biar pendinginan lebih optimal.

Selain radiator, cek juga air wiper dan air washer. Kelihatannya sepele, tapi pas hujan atau kaca kotor di jalan tol, cairan ini bakal terasa penting.

  1. Lampu dan Wiper

Liburan gak selalu jalan siang hari. Banyak orang justru berangkat malam atau subuh buat ngejar jalanan lengang. Karena itu, pastikan semua lampu berfungsi normal, mulai dari lampu utama, sein, sampai lampu rem.

Wiper juga jangan dilupakan. Kalau sudah getas atau menyisakan garis di kaca, sebaiknya diganti. Pandangan yang jelas itu penting, apalagi saat hujan atau berkendara jarak jauh.

Liburan yang nyaman itu bukan cuma soal tujuan, tapi juga soal persiapan. Ngecek mobil sebelum berangkat gak bakal makan waktu lama, tapi efeknya bisa bikin perjalanan jauh lebih tenang.

Kalau mobil sudah beres, tinggal atur waktu berangkat, isi playlist favorit, dan nikmati perjalanan. So, selamat berlibur dan tahun baru. 🚗✨

Continue Reading

Tips

Isi Bensin Beda RON, Aman atau Malah Bikin Mesin Rusak?

Bacaan 2 menit

ron bensin setiap kendaraan berbeda ya

Buat sebagian pengendara, urusan isi bensin kadang sesimpel yang penting jalan. Tapi pas sampai SPBU, pilihan RON bikin mikir. Mau isi RON 90, 92, atau sekalian yang lebih tinggi? Apalagi kalau biasanya pakai RON tertentu, lalu terpaksa ganti karena stok habis.

Terus mulai muncul pertanyaan, sebenarnya aman gak sih kalau mesin diisi bensin beda RON dari rekomendasi?

Apa itu RON?

RON (Research Octane Number) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bensin menahan detonasi atau knocking. Semakin tinggi RON, makin tahan bensin itu terhadap pembakaran dini.

Mesin dengan rasio kompresi tinggi butuh bensin dengan RON lebih tinggi supaya pembakaran tetap ideal dan mesin bekerja halus.

Terus gimana kalau harus pakai RON lebih rendah dari rekomendasi pabrikan? Ini yang paling sering kejadian, biasanya karena alasan harga atau ketersediaan.

Dampaknya sih memang gak langsung, tapi akan terasa pelan-pelan. Mulai dari mesin kurang halus, akselerasi jadi berat, muncul gejala knocking (ngelitik), sampai konsumsi BBM bisa lebih boros

Kalau cuma sesekali dan gak digeber, biasanya masih aman. Tapi kalau jadi kebiasaan, komponen mesin bisa lebih cepat aus, terutama piston dan ruang bakar.

Obrolan di mobil

Terus gimana kalau pakai RON lebih tinggi?

Banyak yang mikir, “Pakai RON lebih tinggi pasti bikin motor atau mobil lebih kencang.” Faktanya, belum tentu.

Kalau mesin dirancang untuk RON 90 lalu diisi RON 95, mesin tetap aman dan memang gak ngerusak. Peningkatan performa pun biasanya minim.

RON tinggi bukan bikin mesin lebih kuat, tapi lebih stabil terhadap tekanan. Jadi manfaat maksimalnya baru terasa kalau mesinnya memang butuh.

Sebaiknya pemilik kendaraan tetap ikuti rekomendasi pabrikan. Angka RON yang tertera di buku manual itu bukan cuma sekadar teori saja. Itu hasil perhitungan rasio kompresi, karakter mesin, dan efisiensi.

Isi bensin beda RON memang gak langsung bikin mesin jebol, tapi efeknya bisa terasa kalau dilakukan terus-menerus. Biar kendaraan tetap enak dipakai harian dan usia mesin lebih panjang, paling aman tetap isi BBM sesuai rekomendasi pabrikan.

Continue Reading

Trending