Connect with us

Tips

Destinasi Road Trip di Indonesia, Keliling Pake Mobil, yuk!  

Published

on

Destinasi Road Trip

Liburan di daerah Jakarta terus bosen gak sih? Apalagi kalo kamu punya banyak cuti tapi gatau mau otw ke mana. Mungkin ini waktunya kamu nyobain road trip buat datengi tempat wisata paling indah di Indonesia. Tau sendiri kan Indonesia ada banyak destinasi road trip yang cantik-cantik?

Buat yang belum tau, road trip adalah liburan pake mobil pribadi ke tempat wisata. Kamu bisa ajak keluarga atau temen biar makin rame. Jadi tunggu apa lagi?

Destinasi road trip dari Jakarta

Sebelum bahas wisata road trip di Indonesia, pastiin dulu performa mobil kamu dalam kondisi baik. Cek kondisi mesin, oli, aki, air radiator, sampe kondisi ban, ya! Kalo udah bener-bener prepare, langsung aja cek rekomendasi road trip ini!

Lampung 

Destinasi road trip melihat gajah di Taman Way Kambas
Source: Pariwisata Indonesia

Salah satu destinasi road trip yang bisa kamu kunjungi itu Lampung. Keliatannya aja terpisah pulau, sebenernya jarak Jakarta-Lampung cuma 4-6 jam aja kalo untuk road trip. Selain nyobain lempok durian khas Lampung, kamu bisa pergi ke destinasi wisata di sana.

Buat kamu yang mau lihat gajah secara langsung, kunjungi aja Taman Nasional Way Kambas. Kalo mau healing plus foto instagramable, kamu bisa dateng ke Pantai Pasir Putih Teluk Bakau, Air Terjun Lembah Semaka, Tebing Vietnam, atau Desa Wisata Lumbok. Gak bakal kehabisan wisata pokoknya!

Malang

Destinasi road trip di Malang Bromo
Source: Pesona Indonesia 

Siapa sih gak pengen road trip ke Malang? Destinasi road trip satu ini punya wisata internasional yang gak boleh kamu lewatkan, contohnya kaya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di sana kamu bisa pake jeep untuk menikmati pesona Gunung Batok, Bromo, Widodaren, Semeru, sampe Watangan. Saking cantiknya, kamu gak bakal kecewa kalo road trip ke sini. 

Bali 

Destinasi Road Trip di Bali Danau Beratan
Source: Freepik

Destinasi road trip berikutnya ada di Pulau Dewata, Bali. Pulau cantik ini emang gak begitu besar atau sekitar 5.078 km2. Meski begitu, kamu bisa ngunjungin beberapa destinasi wisata yang terkenal di Bali, contohnya kaya Tanah Lot, Ubud, Uluwatu, Danau Baratan, Pantai Jimbaran, atau nonton sendratari kecak di Garuda WIsnu Kencana. Fix, road trip kamu gak bakal gagal kalo ke Bali. 

Sumbawa

Air Terjun Mata Jitu Sumbawa
Source: Indonesia Kaya

Geser dari Bali, kamu juga bisa nyobain ke destinasi road trip satu ini. Sumbawa terkenal dengan alamnya yang masih terjaga. Biar pun luas Sumbawa cuma 6.644 km2, kota ini punya wisata yang indah, seperti Pantai Maluk, dan Air Terjun Mata Jitu. 

Kalo kamu mau yang seger-seger dan eksotis, cobain aja ke Savana Doro Ncanga. Savana ini lokasinya ada di kaki Gunung Tambora, Sumbawa. Seolah-olah kamu kaya lagi di negeri dongeng karena hamparan padang rumputnya yang menghijau. Beh, cantik banget ini mah!

Jadi, kota mana nih yang mau kamu pilih buat road trip? Tentuin sekarang, yuk!

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Cek Bagian Mobil Ini sebelum Road Trip, Tenang di Jalan - Halotomotif

  2. Pingback: Lokasi Offroad di Indonesia, Ada yang di Jawa Timur? - Halotomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips

Mau Mudik Pakai Mobil Listrik? Cek Dulu Hal Ini!

Published

on

By

Mudik pakai mobil listrik sekarang mulai jadi pilihan banyak orang. Selain lebih hemat biaya energi, mobil listrik juga dikenal lebih halus dan nyaman buat perjalanan jauh.

Tapi beda dengan mobil bensin atau diesel, perjalanan jauh pakai mobil listrik butuh sedikit perencanaan ekstra. Terutama soal pengisian daya baterai selama di perjalanan.

Kalau gak direncanakan dengan baik, perjalanan mudik bisa jadi kurang nyaman.

  1. Cek Jarak Tempuh Mobil

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jarak tempuh mobil listrik dalam sekali pengisian baterai.

Setiap mobil listrik punya kemampuan berbeda-beda. Ada yang bisa menempuh sekitar 300 km, ada juga yang lebih dari 400 km.

Dari situ, pengemudi bisa memperkirakan kapan harus berhenti untuk mengisi daya selama perjalanan mudik.

  1. Rencanakan Lokasi Charging

Ini salah satu hal paling penting saat mudik pakai mobil listrik.

Sebaiknya cari tahu dulu lokasi SPKLU atau stasiun pengisian kendaraan listrik di sepanjang rute perjalanan.

Sekarang sudah banyak aplikasi atau peta digital yang bisa membantu menemukan lokasi charging station.

Dengan begitu, perjalanan jadi lebih tenang karena sudah tahu di mana harus berhenti untuk isi daya.

  1. Perhitungkan Waktu Pengisian

Berbeda dengan isi bensin yang hanya butuh beberapa menit, mengisi daya mobil listrik bisa memakan waktu lebih lama.

Kalau pakai fast charging, biasanya butuh sekitar 30 sampai 60 menit untuk mengisi sebagian besar baterai.

Makanya, waktu pengisian ini juga perlu dimasukkan ke dalam rencana perjalanan supaya tidak terburu-buru di jalan.

SPKLU

  1. Pastikan Kondisi Mobil Prima

Sama seperti mobil konvensional, mobil listrik juga tetap perlu dicek sebelum perjalanan jauh.

Beberapa hal yang bisa diperiksa antara lain kondisi ban, sistem pengereman, serta memastikan baterai dalam kondisi optimal.

Kalau perlu, lakukan pengecekan di bengkel resmi sebelum berangkat mudik.

  1. Gunakan Aplikasi Pendukung

Sekarang banyak aplikasi yang bisa membantu pemilik mobil listrik selama perjalanan.

Mulai dari aplikasi untuk mencari lokasi charging station, memantau kondisi baterai, sampai merencanakan rute perjalanan.

Aplikasi ini cukup membantu supaya perjalanan mudik pakai mobil listrik jadi lebih praktis.

Mudik dengan mobil listrik sebenarnya bukan hal yang sulit. Selama perjalanan direncanakan dengan baik, mobil listrik juga bisa dipakai untuk perjalanan jarak jauh dengan nyaman.

Yang penting, pastikan soal jarak tempuh, lokasi charging, dan waktu pengisian daya sudah diperhitungkan sejak awal.

Dengan begitu, perjalanan mudik bisa tetap lancar tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan

Continue Reading

Tips

Mobil Bekas Low Kilometer, Beneran Worth It?

Published

on

By

Mobil bekas dengan kilometer rendah sering banget jadi incaran. Angkanya kecil, tampilannya biasanya masih segar, dan kesannya jarang dipakai. Banyak yang langsung mikir, “Wah pasti bagus nih unitnya”.

Tapi sebenarnya, mobil bekas low kilometer gak selalu otomatis jadi pilihan paling aman.

Angka di odometer memang penting, tapi bukan satu-satunya patokan.

Kilometer rendah itu memang ada plusnya

Gak bisa dipungkiri, mobil yang jarang dipakai biasanya punya keausan komponen lebih minim. Mesin, interior, sampai kaki-kaki berpotensi masih lebih fresh dibanding mobil yang pemakaiannya tinggi.

Biasanya juga, kondisi jok masih bagus, setir masih oke, suspensi masih enak, riwayat servis kadang lebih rapi.

Kalau kondisinya benar, mobil low kilometer memang bisa jadi value bagus. Tapi ada hal yang sering kelewat.

Mobil jarang dipakai juga punya risiko lho! Komponen karet seperti seal, bushing, selang, sampai ban bisa getas karena usia, bukan pemakaian. Oli dan fluida juga bisa menurun kualitasnya walau mobil jarang jalan.

Kasus yang sering kejadian, rem bunyi karena lama diam, aki cepat soak, ban retak halus, AC kurang dingin, fluida kotor karena jarang diganti. Jadi low kilometer bukan berarti bebas PR.

Waspada odometer “dimanipulasi”

Ini yang paling bikin was-was. Pasar mobil bekas masih punya praktik ubah odometer. Angkanya terlihat kecil, tapi kondisi mobil gak sejalan.

Makanya jangan cuma percaya angka. Kamu juga perlu waspada dan cocokkin dengan, kondisi pedal, setir, jok pengemudi, riwayat servis, sampai baut kap mesin dan kaki-kaki.

Kalau kilometer rendah tapi komponen sudah aus, patut curiga.

Selain itu, mobil yang dipakai rutin justru sering lebih sehat karena semua sistem bekerja normal. Mesin panas setiap hari, fluida bersirkulasi, komponen gak lama diam.

Jadi mobil 70-90 ribu km dengan perawatan bagus kadang lebih layak dibanding mobil 20 ribu km tapi jarang dipakai dan servisnya ga jelas. Intinya bukan angka, tapi perawatan.

Jadi worth it gak?

Worth it, kalau kondisinya benar dan riwayatnya jelas. Kilometer rendah itu bonus, bukan jaminan.

Continue Reading

Tips

Jangan Buru-buru Deal, Ini Tips Cari Mobil Bekas yang Aman!

Published

on

By

Mobil baru atau bekas_Freepik

Beli mobil bekas itu ibarat cari jodoh. Kelihatannya cakep, harga cocok, tapi kalau gak dicek detail bisa bikin pusing di belakang. Supaya gak failed, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan sebelum deal.

Jangan cuma lihat tampang

Mobil kinclong belum tentu sehat. Banyak mobil bekas yang dipoles biar kelihatan segar. Coba cek panel bodi, perhatikan celah pintu, kap mesin, atau bagasi. Kalau ada beda warna atau sambungan kurang rapi, bisa jadi bekas tabrakan.

Interior juga penting. Jok sobek, setir aus berlebihan, atau bau apek bisa jadi tanda mobil sering dipakai keras atau kurang dirawat.

Mesin wajib dicek

Ini bagian paling krusial. Hidupkan mesin, dengarkan suara. Kalau ada bunyi kasar, getar berlebihan, atau asap knalpot aneh, mending pikir ulang.

Cek juga ada rembesan oli atau gak. Mesin kering biasanya pertanda perawatan oke. Tapi kalau basah oli di beberapa titik, siap-siap keluar biaya tambahan.

Tips merawat mobil biar awet

Wajib test drive

Jangan beli mobil bekas tanpa nyetir langsung. Pas jalan, rasakan perpindahan gigi, respons gas, sampai kenyamanan suspensi.

Perhatikan setir. Kalau mobil narik ke satu sisi, getar, atau bunyi aneh saat jalan jelek, bisa jadi ada masalah kaki-kaki.

Cek riwayat servis

Mobil dengan buku servis lengkap biasanya lebih terjamin. Kita bisa tahu mobil rutin dirawat atau cuma dipakai sampai rusak.

Kalau beli dari pemilik langsung, jangan ragu tanya, sering servis di mana, pernah tabrakan atau banjir, sampai pemakaian harian seperti apa.

Wajib cek dokumen

Pastikan STNK, BPKB, dan nomor rangka atau mesin sesuai. Ini basic tapi sering disepelekan.

Kalau pajak mati lama atau ada kejanggalan data, hitung juga biaya tambahan sebelum deal supaya gak kaget.

Sisakan budget buat peremajaan

Mobil bekas hampir pasti butuh sentuhan. Minimal ganti oli, filter, kampas rem, atau ban. Jadi jangan habiskan budget di harga beli. Sisakan dana cadangan biar mobil langsung enak dipakai.

Intinya, sabar itu adalah kunci!

Banyak orang kejebak karena buru-buru. Padahal unit bagus itu ada, cuma butuh waktu buat nemu.

Lebih baik nunda sedikit daripada keburu beli tapi malah keluar biaya besar setelahnya.

Beli mobil bekas bisa jadi keputusan cerdas kalau teliti. Anggap aja lagi investigasi kecil, makin detail dicek, makin kecil risiko zonk. Kalau ragu, ajak teman yang ngerti mobil atau bawa ke bengkel buat inspeksi, jadi lebih aman!

Continue Reading

Trending