Connect with us

News

Sambut Sirkuit Balap F1 Baru dari Saudi Arabia

Published

on

Kerajaan Arab Saudi bakal nyiptain sebuah sirkuit balap baru di kota Qiddiya nanti. Sedikit flashback di tahun 2020, Arab Saudi taken kontrak untuk jadi tuan rumah balapan F1 selama 10 tahun. Event-nya start di tahun 2021 kemarin yang dilaksanain di Jeddah. Dari situ ada rencana untuk pindah ke tempat khusus di Qiddiya bernama Speed Park Track, under Saudi Vision 2023 project.

Hasil deal kontraknya udah $55 juta sendiri and ada deal 10 tahun sponsor juga dari Aramco perusahaan minyak Arab Saudi. Sponsor angkanya gak bisa berword-word lebih dari $450 juta, gak usah dihitung nanti kalkulatornya langsung nge-heng.

Image from Qiddiya Media about Qiddiya


Proyek sirkuit F1 Qiddiya ini berjarak kurang lebih 48 km dari ibukota Riyadh. Dalam sirkuitnya bakalan ada 21 tikungan dan berlawanan arah jarum jam. Bagian terpenting dari sirkuit ini adalah ‘Blade’. Dalam rancangan terbarunya, Blade adalah tikungan pembuka yang dihiasi lampu LED, dan memiliki ketinggian 70 meter. Wait. Hah? Tikungan setinggi 70 meter?

Desain sirkuitnya ini dirancang sama mantan pembalap F1 Alex Wurz dan Herman Tilke. Herman Tilken ini perancang sirkuit handal (Jadi coba DM instagram mereka deh tanya benran gak tuh ketinggiannya 70 meter). Gak cuma itu, di desainnya juga bakalan ada taman hiburan yang sejajar sama sirkuitnya. Kepikiran ya buat sirkuit terus bisa mampir ke taman hiburan. Belom lagi di taman hiburannya ada rollercoaster tertinggi, terpanjang, tercepat di dunia. Diliat-liat banyak “ter” nya nih, masih ada lagi buat yang pengen foto estetik di kolam renang juga bisa. Bakalan ada kolam renang yang posisinya ngadep ke lintasan sirkuit, sambil renang nonton gratis. Dapet juga tuh foto estetik di pinggir kolam terus background nya mobil F1 lewat.

Bengong sendiri ngebayanginya, kaya gimana ya hasil jadinya. Tapi karena ini baru di announce rancangan desainnya, jadi proyeknya sendiri sampe tahun 2027 belum tentu udah selesai.

Direktur pelaksana Qiddiya Investment Company bilang, “Speed Park Track bakal jadi perwujudan nyata dari filosofi kekuatan permainan Qiddiya dan memposisikan kota Qiddiya sebagai rumah motorsport Saudi dan salah satu motorsport terkemuka di dunia”. Mantap Pak Abdullah Aldawood, semoga dilancarkan semua sampai hari yang ditunggu ya pak!

Kira-kira di Indonesia bakalan ada gak ya sirkuit macam gini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Mobil Legendaris BMW M3 E30 Punya Versi Lego!

Published

on

By

Empat dekade setelah BMW M3 E30 pertama lahir dan jadi salah satu mobil legendaris di dunia otomotif, sekarang mobil ini malah “hidup lagi” dalam bentuk yang lebih kecil dan lucu. Yes, BMW M3 E30 resmi dibuat versi Lego dan bakal masuk lini Speed Champions tahun ini.

Menariknya, proyek ini bukan sekadar Lego bikin mobil-mobilan biasa. Tim desainer Lego sampai datang langsung ke markas BMW di Jerman buat ngulik detail M3 E30 bareng tim desain BMW supaya hasilnya semirip mungkin dengan mobil aslinya.

Buat yang belum tahu, BMW M3 E30 memang punya status spesial di dunia otomotif. Mobil ini lahir sebagai mobil homologasi balap touring car di era 1980-an, tapi sekarang justru jadi salah satu BMW paling ikonik dan diburu kolektor.

Nah, versi Legonya nanti bakal gabung dengan lini Speed Champions lain seperti BMW M4 GT3 dan BMW M Hybrid V8.

Yang bikin keren, Lego ternyata serius banget soal detail. Menurut Will Thorogood dari Lego Group, mereka sampai pakai dua komponen garpu kecil buat meniru bentuk kidney grille khas BMW.

Walau baru teaser, tampangnya sudah kelihatan menjanjikan. BMW dan Lego juga bikin livery khusus buat model ini. Warna khas BMW Motorsport seperti hitam, merah, biru, dan putih dipadukan dengan grafis besar angka “40” di pintu sebagai penanda ulang tahun M3.

Versi aslinya bahkan sempat dipajang dalam bentuk BMW M3 E30 ukuran penuh dengan livery tersebut. Tambah keren lagi karena mobil ini pakai pelek emas yang kemungkinan juga bakal ikut hadir di versi Lego-nya.

Head of Design BMW M, Michael Scully, bilang desain livery ini memang sengaja dibuat terinspirasi bentuk balok Lego, tapi tetap membawa nuansa mobil balap BMW M Motorsport dari masa lalu sampai sekarang.

Buat yang pengin koleksi, Lego Speed Champions BMW M3 E30 ini mulai dijual pada 1 Agustus 2026. Harganya dibanderol 29,99 dollar AS.

Continue Reading

News

Honda Prelude Mulai Dikirim ke Garasi Konsumen

Published

on

By

Honda Prelude akhirnya resmi diserahkan ke 20 konsumen pertama di Indonesia, Sabtu (23/5/2026). Momen spesial ini digelar di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan, sekaligus jadi penanda comeback salah satu nama legendaris Honda ke pasar Tanah Air.

Buat Honda, hadirnya Prelude bukan cuma sekadar nostalgia atau menghidupkan lagi nama lawas. Mobil sport hybrid ini juga jadi simbol kalau sensasi berkendara khas Honda alias Joy of Driving tetap dibawa masuk ke era elektrifikasi.

Menariknya, respons konsumen buat Prelude ternyata cukup besar. Sejak pemesanan dibuka, Honda mencatat lebih dari 280 SPK masuk dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa sampai Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, hingga Makassar.

Jumlah itu bahkan disebut sudah melampaui total alokasi unit Honda Prelude untuk tahun ini.

Yang unik, pemesannya juga datang dari berbagai generasi. Artinya, nama Prelude ternyata masih punya daya tarik kuat buat pecinta otomotif lintas usia.

Sebagai salah satu model ikonik Honda, Prelude memang punya sejarah panjang. Mobil ini dikenal bukan cuma soal performa, tapi juga sensasi berkendara yang emosional dan menyenangkan.

Nah, di generasi terbaru ini Honda coba mempertahankan karakter tersebut, meski kini Prelude sudah masuk ke era hybrid.

President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka bilang, “Honda Prelude merepresentasikan bagaimana Honda membawa driving spirit ke era baru elektrifikasi, tanpa meninggalkan karakter yang membuat orang jatuh cinta pada Honda sejak awal. Prelude bukan sekadar kembalinya sebuah nama ikonik, tetapi pengingat bahwa teknologi seharusnya tidak menghilangkan rasa di balik kemudi.”

Salah satu fitur unggulan di Prelude terbaru adalah S+ Shift. Teknologi ini dirancang supaya sensasi berkendara mobil hybrid tetap terasa sporty dan engaging.

Sistem tersebut diklaim bisa memberikan respons akselerasi yang lebih presisi sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih emosional.

Bukan cuma soal performa, Honda juga menyiapkan berbagai layanan purna jual buat konsumennya. Prelude dibekali garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km, lalu garansi baterai tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 km.

Selain itu ada juga paket perawatan Prima+ selama 4 tahun atau 50.000 km. Semua layanan itu sudah didukung jaringan dealer resmi Honda yang siap menangani kendaraan elektrifikasi.

Acara serah terima ini juga dibarengi pembukaan Honda Culture at Vault Automotive Museum. Pameran tersebut menampilkan perjalanan Honda lewat berbagai mobil ikonik, budaya balap, filosofi engineering, sampai evolusi karakter berkendara Honda dari masa ke masa.

Beragam model heritage Honda lintas generasi juga ikut dipajang di museum tersebut.

“Bagi Honda, heritage bukan sekadar nostalgia. Heritage adalah bukti dari apa yang mampu diciptakan sebuah brand secara konsisten di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bukti bahwa nilai, filosofi engineering, dan hubungan emosional dengan konsumen dapat terus bertahan lintas generasi,” kata Kataoka.

Continue Reading

News

Irit Banget! Biaya Pakai Mobil Jaecoo Cuma Seharga Kopi

Published

on

By

Di tengah makin banyaknya pilihan mobil listrik dan hybrid di Indonesia, Jaecoo kelihatannya gak mau cuma ikut numpang meramaikan. Brand asal China ini mulai serius ikut terjun lewat lini SUV elektrifikasi mereka, mulai dari J5 EV sampai J8 SHS-P ARDIS.

Yang menarik, mereka bukan cuma ngomongin tenaga atau fitur canggih, tapi juga mulai jualan soal biaya pakai harian yang diklaim super irit. Bahkan ada model yang katanya cuma butuh ongkos jalan setara jajan kopi sehari.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan,” kata Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

Nah, dari semua line up yang ada, J5 EV jadi salah satu yang paling disorot. Mobil ini diklaim jadi EV terlaris selama Januari-April 2026 dengan penjualan retail lebih dari 10.000 unit.

Bukan cuma karena bentuknya SUV dan fiturnya lumayan lengkap, tapi juga karena biaya pakainya yang murah banget. Menurut hitungan Jaecoo, biaya operasional J5 EV cuma sekitar Rp 9.600 per hari. Iya, bahkan lebih murah dibanding kopi susu ukuran grande.

Jarak tempuhnya juga lumayan buat dipakai wara-wiri. Sekali cas penuh bisa tembus 461 km. Ground clearance 200 mm juga bikin mobil ini masih pede kalau ketemu jalan jelek, polisi tidur brutal, atau tanjakan curam komplek.

Buat yang belum siap pindah full EV, Jaecoo juga punya J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang pakai teknologi Super Hybrid System (SHS). Jadi masih ada mesin bensin, tapi tetap bisa ngerasain sensasi mobil listrik.

J7 SHS-P misalnya, diklaim bisa jalan sampai 1.377 km kalau baterai dan bensin full. Konsumsi BBM-nya juga disebut bisa tembus 35 km per liter. Kalau dipakai kombinasi mode EV buat harian dan bensin buat luar kota, biaya operasionalnya katanya sekitar Rp 16.000 per hari.

Fiturnya juga lumayan niat. Ada kamera 540 derajat, transparent chassis, sampai transmisi hybrid khusus yang bikin perpindahan tenaga lebih halus.

Sementara buat yang pengin SUV hybrid rasa flagship, ada J8 SHS-P ARDIS. Mobil ini bahkan sempat bikin rekor MURI karena berhasil jalan 1.660 km cuma sekali isi penuh baterai dan bensin.

Mode EV-nya sendiri bisa dipakai sampai 180 km. Jadi buat dipakai harian sebenarnya udah cukup banget tanpa harus sering isi bensin.

Yang menarik, Jaecoo sekarang juga lagi agresif nambah dealer. Saat ini mereka sudah punya 35 dealer aktif dan targetnya bakal tembus 80 dealer sampai akhir 2026.

Jadi kelihatannya mereka memang lagi gaspol buat serius main di pasar SUV elektrifikasi Indonesia.

Continue Reading

Trending