News
Mudik Lebaran Gak Harus Capek, Subaru Punya Solusinya!

Mudik Lebaran selalu punya cerita yang beda tiap tahunnya.
Bukan cuma soal perjalanan jauh atau macet panjang di tol. Buat banyak orang, mudik itu tentang satu hal sederhana, pulang ke rumah dengan selamat, bareng keluarga.
Tapi realitanya, perjalanan mudik juga penuh tantangan. Mulai dari perjalanan yang bisa makan waktu 6 sampai 12 jam, nyetir malam supaya terhindar dari macet, sampai kondisi cuaca yang kadang gak bisa diprediksi.
Data arus mudik Lebaran 2025 misalnya, mencatat ada sekitar 1.477 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia dengan 223 korban meninggal dunia. Memang angkanya turun dibanding tahun sebelumnya, tapi tetap jadi pengingat kalau perjalanan jauh tetap punya risiko.
Karena itu, kendaraan yang stabil, aman, dan nyaman jadi hal penting buat menemani perjalanan mudik.
Salah satu yang menaruh perhatian besar pada hal ini adalah Subaru. Pabrikan asal Jepang ini punya filosofi yang mereka sebut Peace of Mind, yaitu memastikan pengemudi dan penumpang merasa aman dan nyaman selama di perjalanan.

Filosofi itu diwujudkan lewat beberapa teknologi khas Subaru seperti Symmetrical All-Wheel Drive, Boxer Engine, Subaru Global Platform, EyeSight Driver Assist, sampai desain kursi ergonomis yang sering dijuluki “Jok Anti Pegal.
Perjalanan mudik itu jarang mulus dari awal sampai akhir. Kadang kita harus lewat tol dengan kecepatan tinggi, tapi di lain waktu juga bisa ketemu jalan basah karena hujan atau kondisi lalu lintas yang padat.
Di sinilah teknologi Symmetrical All-Wheel Drive (SAWD) berperan. Sistem ini membagi tenaga mesin ke keempat roda secara seimbang supaya traksi tetap terjaga.
Teknologi ini juga dipadukan dengan Boxer Engine, mesin khas Subaru yang punya pusat gravitasi rendah. Efeknya, mobil jadi lebih seimbang dan body roll saat bermanuver bisa lebih minim.
Hasilnya, mobil terasa lebih stabil dan pengemudi bisa lebih percaya diri, apalagi saat jalanan sedang ramai di musim mudik.
Selain soal penggerak roda, Subaru juga punya fondasi kendaraan yang disebut Subaru Global Platform.
Platform ini punya struktur rangka yang lebih kaku dan kuat, sehingga membantu meningkatkan stabilitas mobil sekaligus perlindungan bagi penumpang.
Rangka ini juga membantu meredam getaran dari permukaan jalan yang kurang rata. Jadi kabin terasa lebih tenang, apalagi kalau dipakai perjalanan jauh.
Di sisi lain, ada juga teknologi EyeSight Driver Assist yang berfungsi sebagai sistem bantuan pengemudi.
Teknologi ini menggunakan kamera stereo untuk memantau kondisi jalan di depan mobil. Beberapa fitur yang tersedia antara lain Pre-Collision Braking, Adaptive Cruise Control, Lane Departure Warning, dan Lane Keep Assist.
Fungsinya, membantu pengemudi menjaga jarak aman, mengurangi potensi tabrakan, dan memastikan mobil tetap berada di jalurnya.
Dengan bantuan ini, perjalanan panjang bisa terasa sedikit lebih ringan.

Selain soal keselamatan, Subaru juga cukup serius memperhatikan faktor kenyamanan. Salah satunya lewat desain kursi ergonomis yang sering disebut “Jok Anti Pegal.”
Kursi ini dirancang supaya bisa menopang postur tubuh dengan lebih baik dan mendistribusikan tekanan tubuh secara merata. Jadi punggung dan pinggang gak cepat lelah meski duduk lama.
Hal ini penting banget, karena perjalanan mudik sering kali bisa berlangsung berjam-jam.
Kalau tubuh gak cepat capek, pengemudi juga bisa tetap fokus di balik kemudi. Jadi sampai tujuan pun badan masih terasa segar, bukan langsung pegal-pegal.
Adrian Quintano, Executive General Manager Subaru Indonesia, bilang perjalanan mudik memang punya arti penting bagi banyak keluarga di Indonesia.
“Melalui kombinasi Symmetrical All-Wheel Drive, Boxer Engine, Subaru Global Platform, Subaru EyeSight, serta desain kursi ergonomis Jok Anti Pegal, kami ingin memastikan setiap perjalanan dilakukan dengan rasa aman, stabil, dan nyaman,” kata Adrian.
Menurutnya, Peace of Mind bukan sekadar slogan, tetapi komitmen Subaru dalam menghadirkan kendaraan yang bisa diandalkan di berbagai kondisi jalan.

Ada Program Ramadan Juga
Menjelang Ramadan 2026, Subaru Indonesia juga menghadirkan program bertajuk “Ramadan Journeys, With Peace of Mind.”
Lewat program ini, konsumen yang membeli SUV Subaru bisa mendapatkan berbagai benefit seperti Free E-Toll, Fuel Voucher, Tyre Inflator, hingga Thule Duffle Bag.
Program ini berlangsung terbatas dari 23 Februari sampai 31 Maret 2026.
Selain itu, seluruh kendaraan Subaru yang dipasarkan melalui jaringan diler resminya, Plaza Subaru, juga dilengkapi garansi 3 tahun atau 100.000 km, servis gratis 3 tahun atau 30.000 km, serta layanan Subaru Roadside Assistance 24/7 selama 5 tahun.
News
Siap Dipakai Mudik, Jetour T2 Punya Struktur Bodi yang Kokoh!

Menjelang Mudik Lebaran, Jetour Indonesia kembali menegaskan komitmennya menghadirkan mobil yang aman dan nyaman untuk perjalanan jauh.
Jetour memperlihatkan langsung ketangguhan SUV andalannya lewat model T2. Dalam demonstrasi tersebut, struktur kendaraan diperlihatkan mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram, sebagai bukti kekuatan rangka yang dimiliki mobil ini.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, bilang keselamatan memang menjadi fokus utama dalam pengembangan kendaraan Jetour.
“Bagi Jetour, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan N80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree. Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan.”
Selain struktur bodi yang kuat, Jetour T2 juga dilengkapi sejumlah teknologi untuk membantu pengemudi saat berkendara.

Salah satunya adalah 540 derajat Jetour Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar mobil. Sistem ini bahkan bisa menampilkan bagian bawah kendaraan alias sasis transparan, sehingga memudahkan pengemudi saat bermanuver di area sempit atau kondisi jalan yang sulit.
Mobil ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready, yang artinya siap hadapi berbagai kondisi jalan.
Fitur Wading Radar memungkinkan mobil mendeteksi kedalaman air secara real time dan mampu melintasi genangan hingga 700 mm.
Sementara ground clearance setinggi 220 mm membantu mobil melewati berbagai kondisi jalan yang tidak selalu mulus.
Untuk mendukung keselamatan berkendara, Jetour T2 juga dibekali ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3.
Teknologi ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System, yang membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, hingga memberikan berbagai fitur keselamatan tambahan saat berkendara.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, bilang kalau perjalanan mudik memang punya tantangan tersendiri.
“Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang. Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, yang tentu meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus. Karena itu, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.”

Setiap tahun, lebih dari seratus juta masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik.
Tahun ini bahkan diperkirakan sekitar 85 persen masyarakat akan menggunakan transportasi darat, sehingga kondisi lalu lintas diprediksi jauh lebih padat dan kompleks.
Karena itu, kendaraan dengan struktur kokoh dan fitur keselamatan yang lengkap menjadi faktor penting untuk mendukung perjalanan jauh.
Pada kesempatan yang sama, Jetour Indonesia juga memperkenalkan identitas visual baru sebagai bagian dari evolusi merek global.
Identitas tersebut menampilkan monogram modern “JT”, yang merupakan inisial dari JETOUR dan terinspirasi dari karakter Tiongkok “行” (xing) yang berarti melangkah maju.
Identitas ini mencerminkan visi Jetour sebagai brand yang lahir dari semangat perjalanan sekaligus komitmen untuk terus berinovasi.
Program Servis Jelang Mudik
Agar konsumen lebih tenang sebelum melakukan perjalanan jauh, Jetour Indonesia juga menghadirkan program Free Check-Up di 12 showroom Jetour di Indonesia.
Beberapa di antaranya berada di Pluit, Kelapa Gading, Bandung Pasteur, Bandung BKR, Bekasi, Surabaya, Medan, Palembang, Lampung, Batam, Pontianak, dan Makassar.
Program ini berlangsung 13–17 Maret 2026 dan berlaku untuk seluruh lini kendaraan Jetour, mulai dari Jetour T2, Jetour Dashing, hingga Jetour X70 Plus.
Selain itu, Jetour juga menyiapkan Bengkel Siaga (Standby Workshop) yang akan membantu pemeriksaan maupun perbaikan ringan kendaraan konsumen.
Program Bengkel Siaga ini berlangsung 18–24 Maret 2026, dengan jam operasional 08.00 hingga 16.00 WIB.
Lewat kombinasi struktur kendaraan yang kokoh, teknologi keselamatan modern, serta layanan purna jual yang siap mendukung perjalanan, Jetour mau pastikan setiap perjalanan konsumen bisa dimulai dengan rasa percaya diri.
News
7.000+ Unit Jaecoo J5 EV Sudah Sampai ke Konsumen

Genap setahun hadir di Indonesia, Jaecoo merayakan perjalanan mereka lewat acara bertajuk “A Milestone of Trust.”
Acara ini digelar sebagai ajang kumpul sekaligus apresiasi untuk para pemilik mobil Jaecoo di Indonesia. Mulai dari pemilik J5 EV, J7 SHS-P, sampai J8 SHS-P ARDIS.
Selain jadi ajang silaturahmi antara brand dan komunitas, momen ini juga dimanfaatkan Jaecoo untuk berbagi perkembangan terbaru soal produk serta ekosistem kepemilikan mobil mereka di Indonesia.
Kalau ditarik ke belakang, perjalanan Jaecoo di Indonesia sebenarnya belum terlalu lama. Brand ini pertama kali debut di Tanah Air lewat ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025.
Sejak saat itu, Jaecoo mulai memperkenalkan lini SUV mereka secara bertahap ke pasar Indonesia. Mulai dari J7 SHS-P hingga J8 SHS-P ARDIS yang mengusung teknologi Super Hybrid System (SHS).
Salah satu pencapaian yang cukup menarik adalah ketika J8 SHS-P ARDIS mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai kendaraan plug-in hybrid dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia.
Mobil ini mampu menempuh 1.660 kilometer dalam sekali pengisian penuh daya dan bahan bakar.
Gak cuma fokus di mobil hybrid, Jaecoo juga mulai masuk ke segmen mobil listrik murni lewat Jaecoo J5 EV.
Menariknya, respons pasar terhadap mobil ini ternyata cukup tinggi.

Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak harga resminya diumumkan pada November lalu, J5 EV sudah mengantongi lebih dari 10.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Melihat antusiasme tersebut, Jaecoo juga menggelar seremoni penyerahan unit J5 EV secara simbolis kepada sejumlah konsumen dalam acara “A Milestone of Trust”.
Seremoni ini menandai bahwa distribusi J5 EV di Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 7.000 unit.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, bilang tingginya minat konsumen membuat perusahaan mempercepat proses distribusi unit ke pelanggan.
“Langkah akselerasi ini merupakan komitmen Jaecoo agar pelanggan dapat segera mengendarai unit mereka untuk menemani aktivitas harian maupun perjalanan jarak antar kota. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan setiap unit sampai ke tangan konsumen secepatnya, dengan target mencapai 10.000 unit terdistribusi sebelum hari raya Idul Fitri 2026,” kata Jim Ma.
Kepercayaan konsumen ini juga tercermin dari performa penjualan J5 EV di pasar nasional.
Berdasarkan data retail GAIKINDO bulan Januari 2026, J5 EV terjual 1.942 unit, lalu meningkat pada Februari menjadi 2.926 unit. Angka ini membuat J5 EV menjadi EV SUV terlaris nomor satu di Indonesia.

Menariknya, Jaecoo juga melibatkan konsumen dalam pengembangan mobil mereka.
Lewat program J5 EV Co-Creation yang diperkenalkan di IIMS 2026, konsumen bisa ikut memberikan masukan soal desain dan fitur mobil melalui survei interaktif.
Beberapa konsumen bahkan menyarankan penambahan bodykit agar tampilan J5 EV terlihat lebih sporty, premium, sekaligus adventurous.
“Lewat program Co-Creation, Jaecoo membuka ruang dialog untuk mendengar langsung preferensi desain konsumen di Indonesia. Masukan tersebut menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan model-model Jaecoo di masa mendatang agar semakin relevan dengan gaya hidup pelanggan di Indonesia,” kata Jim Ma.
Sebagai mobil listrik pertama Jaecoo di Indonesia, J5 EV dibekali motor listrik 155 kW (210 PS) dengan baterai 60,9 kWh. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 km (NEDC) dan sudah mendukung fast charging DC 130 kW.
Soal keselamatan, J5 EV dilengkapi struktur baja berkekuatan tinggi, 17 fitur ADAS, enam airbags, serta kamera 540 derajat.
Sementara untuk kenyamanan, tersedia layar 13,2 inci, konektivitas pintar, serta kapasitas bagasi hingga 1.180 liter.
Selain menghadirkan produk baru, Jaecoo juga terus memperluas jaringan diler di Indonesia.

Saat ini mereka sudah memiliki 25 dealer dan menargetkan 80 dealer hingga akhir 2026, dengan pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Menjelang Lebaran, Jaecoo juga menyiagakan 14 dealer di berbagai kota yang didukung layanan bantuan darurat 24 jam.
Layanan ini mencakup towing, suplai bahan bakar, hingga home service untuk membantu konsumen selama perjalanan.
Selain itu, Jaecoo juga menghadirkan program Free Spooring hingga 31 Maret 2026 di 28 titik dealer yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Jabodetabek.
Program ini dihadirkan supaya kendaraan pelanggan tetap dalam kondisi optimal saat digunakan untuk perjalanan mudik.
News
BAIC Naikkan Target Penjualan, EV Baru Siap Jadi Amunisi

BAIC Indonesia kelihatannya makin serius main di pasar otomotif Tanah Air. Lewat PT JIO Distribusi Indonesia sebagai sole distributor, brand asal China ini bahkan pasang target yang cukup berani.
Penjualannya ditargetkan melonjak hampir 200 persen pada 2026. Angka yang jelas gak kecil.
Buat ngejar target itu, BAIC sudah menyiapkan beberapa strategi. Mulai dari nambah jaringan dealer, bawa model baru, sampai memperkuat layanan purna jual supaya pengalaman konsumen juga makin nyaman.
Menariknya, target optimistis ini muncul justru saat kondisi pasar otomotif nasional lagi sedikit melambat.
Sepanjang 2025, total pasar kendaraan di Indonesia turun dari 865.723 unit pada 2024 menjadi 803.687 unit.
Tapi ternyata gak semua segmen ikut turun. Salah satu yang justru naik adalah kendaraan 4×4. Penjualannya bahkan tumbuh 27 persen, dari 15.209 unit menjadi 19.244 unit.
Nah, tren inilah yang dilihat BAIC sebagai peluang. Apalagi sebagian besar produk mereka memang bermain di segmen SUV dan kendaraan 4×4.

Sepanjang 2025 sendiri, BAIC Indonesia mencatatkan 677 unit penjualan retail.
Dengan strategi yang lebih agresif, perusahaan menargetkan angka itu bisa naik jadi 2.018 unit pada 2026, atau sekitar 198 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya mengatakan target ini memang bagian dari rencana ekspansi besar perusahaan di Indonesia.
“Pertumbuhan yang kami targetkan pada 2026 merupakan bagian dari strategi ekspansi BAIC Indonesia yang lebih agresif untuk meneguhkan posisinya sebagai pemain yang serius di industri otomotif Indonesia dimana untuk mendorong hal ini BAIC terus menerus melakukan peningkatan dan perluasan baik dari sisi produk maupun jaringan penjualan dan service. Kami melihat momentum yang sangat positif bagi BAIC di Indonesia, dan dengan dukungan produk yang kompetitif serta jaringan dealer yang terus berkembang, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan penjualan ke depan,” kata Dhani.
Siapkan Mobil Listrik
Ke depan, BAIC juga bakal makin agresif menambah pilihan produknya.
Sebelumnya mereka sudah menghadirkan X55 II dan BJ40 Plus pada 2024, lalu disusul BJ30 Hybrid pada 2025.
Nah, pada 2026, BAIC berencana merakit BJ30 HEV secara CKD di Indonesia. Tujuannya untuk memperkuat lini SUV hybrid di pasar domestik.
Langkah ini juga jadi bagian dari rencana BAIC menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur di kawasan Asia Tenggara.
Menariknya lagi, pada tahun yang sama BAIC juga akan membawa sub-brand kendaraan listrik premium, yaitu Arcfox.
Brand ini sebenarnya sudah cukup dikenal di China sebagai produsen mobil listrik kelas atas yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi global seperti Magna, Huawei, Baidu, Autoliv, CATL, hingga Bosch.
Sebagai langkah awal, BAIC akan menghadirkan Arcfox T1.

Model ini merupakan entry level EV yang akan bermain di segmen medium hatchback listrik.
Kalau masuk Indonesia, mobil ini bakal berhadapan dengan beberapa model yang sudah lebih dulu ada di pasar, seperti BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, GWM Ora Cat, MG4 EV, hingga AION UT.
“Arcfox T1 telah sukses dipasarkan di negara asalnya dan yakin bahwa kesuksesan ini akan dibawa ke Indonesia dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Arcfox T1 dibandingkan dengan produk kompetitor lain sekelasnya. BAIC Indonesia juga akan menyuguhkan produk ini dengan harga yang kompetitif dan sangat layak disandang oleh produk dengan kualitas seperti Arcfox T1,” kata Dhani.
Selain itu, BAIC juga menyiapkan BAIC X1, mobil listrik berukuran kecil dengan panjang sekitar 3,8 sampai 4,2 meter.
Mobil ini nantinya akan bermain di segmen small hatchback EV, bersaing dengan Wuling Binguo dan BYD Atto 1.
Sudah Siapkan Model untuk 2027
BAIC juga sudah menyiapkan langkah lanjutan untuk beberapa tahun ke depan.
Pada 2027, melalui brand Arcfox, perusahaan berencana masuk ke segmen MPV listrik mewah dengan menghadirkan Arcfox N80 KS yang menggunakan teknologi REEV.
Kalau benar masuk pasar Indonesia, model ini kemungkinan bakal bersaing dengan Denza 9 EV dan Toyota Alphard Hybrid.
Selain itu, ada juga Arcfox T5, SUV listrik premium yang sudah mengantongi berbagai penghargaan internasional seperti G-CAP Five Star Certification dan CA-CAP Five Star Platinum Certification.

Dealer Juga Ditambah
Untuk mendukung target penjualan tadi, BAIC juga akan mempercepat ekspansi jaringan dealernya.
Perusahaan menargetkan memiliki 28 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2026, dengan fokus awal memperkuat jaringan di wilayah Jabodetabek.
Saat ini BAIC sudah punya enam dealer, dan berencana menambah tujuh dealer baru hingga akhir tahun.
Selain itu, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, BAIC juga menyiapkan berbagai program purna jual.
Mulai dari garansi kendaraan hingga 5 tahun, free service maintenance selama 4 tahun atau 80.000 km, sampai Emergency Roadside Assistance gratis selama 5 tahun.
Dengan berbagai strategi ini, BAIC berharap bisa semakin memperkuat posisinya sekaligus membangun kehadiran jangka panjang di pasar otomotif Indonesia.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
Tips2 years agoIni 5 Suara Aneh di Mobil, Hati-hati Kalo Denger Suara Ini!





















