Connect with us

News

Marcello Gandini dan Mobil-Mobil Ikoniknya

Published

on

Familiar dengan mobil yang pintunya dibuka ke atas seperti gunting? Atau ada yang tau siapa dibalik rancangan mobil Lamborghini Miura? Ada yang tau mobil Lancia Stratos? Kalau Renault Magnum? Ya, ini adalah beberapa dari karya Marcello Gandini yang terkenal. Masih banyak lagi karyanya yang telah membuat Gandini menjadi desainer supercar dunia. Ini beberapa hasil karya Marcello Gandini dari tahun ke tahun yang ikonik.

1966-1971


Dimulai dengan Gandini bekerja di sebuah perusahaan bernama Bertone di tahun 1965, Lamborghini Miura adalah debut pertamanya yang membuat nama Gandini mulai bersinar. Saat itu Lamborghini Miura ditampilkan pada Geneva Motor Show 1966. Di tahun berikutnya Gandini mendesain kembali untuk Lamborghini Marzal dan dihadirkan di Geneva Motor Show 1967. Masih di perusahaan yang sama Bertone, kali ini untuk mobil Alfa Romeo Carabo. Terinspirasi dari kumbang Carabidae yang berwarna hijau dan orange, dan di mobil inilah tersematkan pintu gunting yang ikonik. Carabo menjadi inspirasi mobil sport sampai sekarang karena dinilai sebagai mobil yang paling berpengaruh dalam sejarah. Di tahun 1970 Gandini merancang mobil dengan bentuk yang cukup aneh tapi tetap fungsional, yaitu Lancia Stratos Zero.

1972-1977


Berkat Lancia Stratos Zero, Lancia kemudian sepakat dengan Bertone untuk mengembangkan mobil reli di tahun 1972. Tentu aja pengembangan ini juga ada campur tangan Gandini sebagai desainernya. Masih di tahun yang sama Gandini juga merancang mobil asal Jerman, BMW Seri 5 (E12). Dalam produksinya mobil BMW Seri 5 ini gak cuma Gandini yang terlibat, tapi ada Paul Bracq desainer dari BMW sendiri. Masih berlanjut, Gandini membuat penerus dari Lamborghini Miura. Lamborghini Countach yang diproduksi tahun 1974, mobil sport bermesin tengah yang populer. Kepopuleran Lamborghini Countach yang khas adalah baji italia yang mempunyai sudut tajam. Berbeda dengan Maserati Khamsin, ini karya pertama Gandini untuk merek Maserati. Desainnya yang sederhana tapi tetap elegan.

1978-1983


Di tahun 1978, Maserati Quattroporte II menjadi pegangan Gandini dalam merancang bodyworknya. Estafet berikutnya adalah Renault 5 Turbo dirancang Gandini seperti Lancia Stratos. Mobil khusus ini diperuntukan ikut dalam kompetisi reli, Gandini berkolaborasi dengan insinyur lain untuk memodifikasi bodyworknya. Gandini dalam setiap merancang pasti akan terus memperhatikan fungsional dari mobil itu sendiri. Keren ya, gak cuma desain eksteriornya yang ikonik tapi tetap bermanfaat secara fungsi. Lanjut, tahun 1980 Gandini memutuskan untuk keluar dari Bertone dan bekerja sebagai freelancer independen. Citröen BX jadi salah satu karyanya Gandini setelah keluar dari Bertone, mobil keluarga 5 pintu.

1984-1989


Sukses dengan Renault Turbo 5 gak ngebuat Gandini stop sampe di situ, Renault sendiri jatuh hati dengan rancangan Gandini. Akhirnnya di tahun 1984 kembali mengajak Gandini untuk mendesain Renault Superfive/ Supercinq. Di 1986 Gandini lanjut mendesain untuk mobil Lamborghini lainnya, tapi sayangnya untuk desain Lamborghini kali ini kurang berjalan mulus. Lamborghini P132 adalah proyek Gandini yang mendapat penolakan dari Lamborghini sendiri dan akhirnya didesain ulang oleh mereka. Tapi Gandini tetep mengimplementasiin desainnya pada Cizeta Moroder V16T.

1990-1995


Romano Artioli adalah owner dari mobil Bugatti EB110, yang mau menjadikan Bugatti EB110 mobil sport terbaik di dunia. Demi mewujudkan mimpinya itu, tahun 1990 Romano mengajak Paolo Atanzani dan Nicola Materazzi sebagai insinyur dan Gandini. Bugatti EB110 adalah mobil produksi pertama yang menggunakan monocoque serat karbon, di sinilah peran Gandini dalam menyempurnakan penataannya. Di tahun ini juga Gandini mengeluarkan desain yang gak biasa pada Maserati Shamal. Gandini menambahkan spoiler di depan kaca pada mobil ini, fungsinya mengarahkan aliran air dan udara yang terdapat di kaca depan untuk mendorong wiper ke bawah dengan kecepatan tinggi. Lanjut di tahun 1994, Gandini merancang untuk Maserati lagi tapi untuk Quattroporte IV. Maserati Quattroporte IV ini menjadi mobil pertama yang diproduksi Fiat setelah Alejandro De Tomasco menjual kepemilikannya tahun 1993. Mobil ini dipamerkan pada Turin Motor Show April 1994.

1996-2000

Banyak hal yang sudah diciptakan oleh Gandini, terutama di bidang mobil dan arsitektur. Gandini suka mendesain benda bergerak, tapi dalam karirnya Gandini pernah juga mendesain rumah bahkan helikopter. Di tahun 2000, Gandini merancang Stola Stratos 81 sebagai peringatan ulang tahun ke 81 perusahaan Alfred Stola. Mobil ini tampil juga di Turin Motor Show 2000, warna cat orange di bodynya ngerepresent prototipe Stratos HF.

Gandini emang seorang desainer legendaris yang udah banyak menginspirasi desain-desain mobil sport dunia. Walau beberapa juga dapat penolakan untuk desainnya tapi gak ngebuat Gandini stop berkarya. Di Januari 2024 lalu Gandini dapat gelar kehormatan di bidang teknik mesin oleh Universitas Politeknik Turin, keren! Walau kita gak bisa lagi liat desain terbaru dari Gandini tapi legacy nya masih bisa kenang terus. Rest in peace Mr. Gandini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

GIIAS 2026 Selesai! Tarik Hampir 500 Ribu Pengunjung

Published

on

By

Pameran otomotif GIIAS 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 11 hari di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Gak cuma jadi tempat melihat mobil-mobil terbaru, ajang tahunan ini juga berhasil menarik perhatian besar dari para pencinta otomotif Tanah Air.

GIIAS 2026 yang digelar pada 30 Juli-9 Agustus 2026 menjadi penyelenggaraan ke-33 kalinya. Dalam gelaran tahun ini, pameran menghadirkan puluhan merek otomotif dunia sekaligus menjadi tempat peluncuran berbagai kendaraan baru.

Sejak dibuka pada 30 Juli 2026 oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, GIIAS 2026 langsung ramai dikunjungi masyarakat.

Pembukaan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, mulai dari Menteri Perindustrian RI periode 2014-2016 Saleh Husin, Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana, Wakil Bupati Kabupaten Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, serta Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty.

Selain itu, beberapa pejabat negara juga menyempatkan diri datang melihat langsung perkembangan industri otomotif di GIIAS 2026.

Mulai dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, hingga Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie.

GIIAS 2026 Hadirkan 65 Merek Otomotif

Sepanjang pameran berlangsung, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 65 merek otomotif dunia.

Jumlah tersebut terdiri dari 43 merek mobil penumpang, 7 merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor, serta 5 perusahaan karoseri.

Selain itu, lebih dari 150 merek industri pendukung juga ikut meramaikan pameran dengan membawa berbagai produk dan teknologi terbaru.

Untuk kategori mobil penumpang, beberapa merek yang hadir di antaranya Aletra, Audi, BAIC, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroën, Daihatsu, GAC Indonesia, Geely, GWM, Honda, Hyundai, Jaecoo, Jetour, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, MG, Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, XPENG, Zeekr, dan masih banyak lagi.

Sementara di kategori kendaraan niaga, pengunjung bisa melihat produk dari DFSK, Farizon, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, SAG, dan UD Trucks.
Untuk roda dua, GIIAS 2026 juga diramaikan oleh sejumlah merek seperti Alva, Astra Honda Motor, BMW Motorrad, Harley-Davidson, Royal Enfield, Triumph, hingga Polytron.

37 Kendaraan Baru Meluncur di GIIAS 2026

Salah satu daya tarik utama GIIAS 2026 adalah banyaknya kendaraan baru yang diperkenalkan kepada publik.

Total ada 37 kendaraan baru yang meluncur selama pameran berlangsung. Kehadiran model-model terbaru tersebut membuat pengunjung menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat langsung teknologi dan fitur yang ditawarkan.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan peningkatan pilihan kendaraan menjadi salah satu alasan pengunjung betah berada di area pameran.

“Hal yang istimewa pada tahun ini, berdasarkan data yang kami terima, adalah peningkatan durasi lama waktu berkunjung di area pameran. Kehadiran pilihan merek yang semakin banyak dan lengkap, serta 37 kendaraan baru yang diluncurkan pada GIIAS kali ini, mendorong pengunjung menghabiskan waktu lebih lama, sehingga seluruh merek memiliki kesempatan yang sama luasnya untuk disapa dan dikunjungi. Meski demikian, aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi fokus utama kami,” kata Anton.

Hampir 500 Ribu Pengunjung Datang ke GIIAS 2026

Antusiasme masyarakat terhadap GIIAS 2026 terlihat dari jumlah pengunjung yang hadir selama pameran berlangsung.

Tercatat sebanyak 496.378 pengunjung datang langsung ke ICE BSD City untuk melihat berbagai inovasi otomotif terbaru.

Rata-rata pengunjung menghabiskan waktu sekitar 5 jam untuk berkeliling area pameran.

Salah satu aktivitas yang paling diminati adalah sesi test drive. Banyaknya pilihan kendaraan terbaru membuat aktivitas uji coba mobil meningkat hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang GIIAS 2026, tercatat lebih dari 26.000 trip test drive dilakukan oleh pengunjung.

Selain mencoba mobil secara langsung, berbagai aktivitas interaktif di booth peserta juga menjadi alasan pengunjung menghabiskan waktu lebih lama di area pameran.

GAIKINDO Optimistis GIIAS Beri Dampak Positif

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengatakan kesuksesan GIIAS 2026 gak lepas dari dukungan pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam industri otomotif.

“GAIKINDO memberikan apresiasi kepada pemerintah RI atas dukungannya terhadap penyelenggaraan GIIAS 2026. Kehadiran dan dukungan langsung dari jajaran pemerintah menjadi sinyal positif yang sangat berharga bagi kepastian iklim usaha dan perkembangan industri otomotif nasional,” kata Putu.

Putu juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus memadati area pameran selama 11 hari.

“Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme luar biasa dari masyarakat yang terus memadati area pameran selama 11 hari pelaksanaan pameran, hal tersebut tentu menjadi bukti industri otomotif Indonesia punya tempat tersendiri dihati publik, dan tentunya menjadi dorongan yang dibutuhkan untuk terus berkembang,” kata Putu.

GIIAS The Series 2026 Lanjut ke Lima Kota

Setelah sukses digelar di BSD City, rangkaian GIIAS The Series 2026 bakal berlanjut ke beberapa kota besar di Indonesia.

GIIAS Surabaya menjadi kota berikutnya yang akan berlangsung pada 26-30 Agustus 2026 di Grand City Convex.

Kemudian dilanjutkan dengan GIIAS Bandung pada 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom.

Setelah itu, GIIAS Semarang akan digelar pada 30 September-4 Oktober 2026 di Muladi Dome.

Rangkaian tahun ini akan ditutup melalui GIIAS Makassar pada 28 Oktober-1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Selain itu, GIIAS juga akan memperluas jangkauan dengan menghadirkan kota baru melalui GIIAS Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.

Continue Reading

News

VINDES Bikin Balapan Gokart Sama Artis di Bukan Main Bareng Clear!

Published

on

By

Bukan Main balik lagi! Kali ini bikin edisi balapan gokart dan berbagai perlombaan bareng komunitas. Spesialnya lagi VINDES Sport menggandeng Clear Men Ultra buat bikin Bukan Main edisi balapan gokart. Kenapa kok sama Clear Men? Ini alasannya,

Buat banyak laki-laki, helm sudah jadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari berangkat kerja, touring, sampai menjalani berbagai kegiatan yang mengharuskan berkendara.

Tapi di balik rutinitas tersebut, penggunaan helm dalam waktu lama juga punya tantangan tersendiri. Kepala yang terasa panas, berkeringat, produksi minyak berlebih, sampai munculnya ketombe bisa bikin rasa gak nyaman.

Kondisi ini sering disebut sebagai helmet hair, dimana kondisi rambut dan kulit kepala yang terasa lepek atau kurang nyaman setelah terlalu lama menggunakan helm.

Melihat hal tersebut, Clear Men Ultra hadir mendukung acara VINDES Bukan Main, sebuah kegiatan yang menggabungkan motorsports, kompetisi, dan komunitas dalam berbagai aktivitas seru dan interaktif.

Lewat kolaborasi ini, Clear Men Ultra ingin mengajak para laki-laki tetap fokus dan tampil maksimal meski harus menghadapi tantangan helmet hair, terutama saat melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Helmet Hair Gak Cuma Soal Rambut Lepek

Banyak yang menganggap helmet hair hanya sebatas rambut yang terlihat berantakan setelah melepas helm. Padahal, masalahnya bisa lebih dari itu.

Saat kepala tertutup helm dalam waktu lama, kondisi panas dan keringat bisa membuat kulit kepala terasa gak nyaman. Ditambah produksi minyak yang berlebih, kondisi ini bisa membuat kulit kepala lebih rentan mengalami ketombe.

Buat laki-laki yang aktif bergerak dan sering menggunakan helm, kondisi tersebut tentu bisa mengganggu aktivitas, apalagi saat membutuhkan fokus tinggi.

Ari Astuti, Beauty & Wellbeing Indonesia Marketing Demand Creation Hair Care, Unilever Indonesia, bilang, kulit kepala pria 1,6x lebih berminyak, 1,5x lebih berkeringat, dan 7x lebih rentan ketombe dibanding perempuan.

Makanya Clear Men Ultra Oil Control hadir dengan Piroctone Olamine yang membantu melawan jamur penyebab ketombe dan Capryloyl Glycine yang mampu mengontrol minyak di kulit kepala hingga 48 jam.

“Melalui acara VINDES Bukan Main, kami ingin mendekatkan isu ini kepada laki-laki aktif sekaligus menunjukkan bagaimana Clear Men Ultra menjaga mereka tetap clearly controlled,” kata Ari.

Gokart Racing Jadi Ujian Fokus di Balik Helm

Dalam acara VINDES Bukan Main, aktivitas gokart racing menjadi salah satu tantangan yang mengharuskan peserta menggunakan helm selama perlombaan.

Di tengah aktivitas yang penuh adrenalin, panas dan keringat di balik helm bisa menjadi gangguan tersendiri. Karena itu, kondisi kulit kepala yang tetap nyaman menjadi salah satu hal penting agar peserta bisa tetap fokus selama berkegiatan.

Awan Prasetyo, CEO Vindes Corp bilang, “Acara Bukan Main Racing Edition ini menjadi salah satu inovasi dan pengalaman pertama juga bagi Vindes di tahun 2026, dan ketika kami mengadakan sebuah event tentunya kami selalu mencari partner brand yang memiliki value yang relevan dengan event kami. Maka dari itu, kolaborasi dengan Clear Men Ultra ini terasa cocok, apalagi di aktivitas seperti gokart yang identik dengan helm dan tantangan untuk tetap fokus. Semoga kolaborasi ini bisa membuat pengalaman VINDES Bukan Main kali ini semakin seru dan berkesan.”

VINDES Bukan Main Hadirkan Balap Gokart dan Festival Motorsport

VINDES Bukan Main menghadirkan pengalaman yang berbeda untuk para pencinta motorsport dan berbagai komunitas otomotif.

Acara ini akan digelar selama dua hari berturut-turut, yaitu Sabtu dan Minggu, 22-23 Agustus 2026, bertempat di Sentul Karting Sirkuit.

Salah satu aktivitas utama dalam acara ini adalah balap gokart bertajuk Main Kart. Para peserta akan beradu cepat dalam format 12 lap dengan total 16 peserta yang terbagi menjadi kategori cowok dan cewek.

Untuk kategori cowok, peserta yang ikut berlaga terdiri dari:

Phase 1: Al Ghazali, Bryan Domani, Refal Hady, dan Bisma Karisma.
Phase 2: Bastian Steel, Indra Frimawan, Ciccio Manassero, dan Teddy Adhitya.

Sementara untuk kategori cewek, peserta yang akan ikut meramaikan Main Kart yaitu:

Phase 1: Erika Richardo, Zee Asadel, Rachel Cia, dan Bianca Bunga.
Phase 2: Shita Marino, Leya Princy, Eca Japasal, dan Sisca Saras.

Selain balapan gokart, VINDES Bukan Main juga menghadirkan festival dan berbagai aktivitas komunitas, mulai dari komunitas Kendali Jarak Jauh atau Radio Control, komunitas 4WD, komunitas Hot Wheels, hingga komunitas Berkendara Minggu Pagi atau SunMori.

Tiket VINDES Bukan Main Mulai Rp 25.000

Buat yang ingin datang langsung, VINDES Bukan Main menyediakan beberapa pilihan tiket.

Tiket Datang ke Festival tersedia mulai dari Rp 25.000 untuk satu hari. Sementara tiket Nonton Seleb Hari Pertama dibanderol Rp 125.000.

Ada juga tiket bundling Nonton Seleb Hari 1 + Festival Hari 2 dengan harga Rp 149.000, serta tiket grup untuk lima orang mulai dari Rp 449.000.

Buat yang ingin langsung mencoba sensasi gokart di Sentul Karting Sirkuit, tersedia juga tiket Main Kart Rental dengan harga Rp 300.000.

Hadir dengan Semangat Clearly Controlled

Melalui kolaborasi ini, Clear Men Ultra membawa semangat Clearly Controlled, yaitu kondisi ketika kulit kepala tetap terasa bersih, nyaman, dan bebas dari gangguan seperti minyak berlebih serta ketombe.

Semangat tersebut juga diwujudkan oleh Clear Agent, Refal Hady, yang ikut berpartisipasi dalam VINDES Bukan Main.

Dengan dukungan Clear Men Ultra Oil Control, Refal menunjukkan bahwa kondisi kulit kepala yang terjaga bisa membantu dirinya tetap nyaman dan fokus menghadapi berbagai tantangan.

“Aku lama-lama pakai helm, kadang kulit kepalanya sering jadi panas, keringetan, dan lebih berminyak biasa disebut helmet hair. Kalau dibiarkan, ini bisa bikin ketombe juga. Makanya aku pakai Clear biar minyak di kulit kepala tetap terkontrol dan bebas ketombe, jadi bisa tetap clearly controlled dan fokus jalanin aktivitas,” kata Refal.

Clear Men Ultra mengajak laki-laki untuk lebih peduli terhadap kondisi kulit kepala, terutama bagi yang sering melakukan aktivitas menggunakan helm.

Dengan Clear Men Ultra Oil Control, kulit kepala pria dibantu tetap bersih, segar, dan bebas dari ketombe. Jadi, aktivitas tetap jalan tanpa terganggu masalah helmet hair.

Continue Reading

News

UPPF & UFILM Hadir di GIIAS 2026, Dipercaya 50 Ribu+ Kendaraan

Published

on

By

UPPF di GIIAS 2026

Buat pemilik mobil, punya kendaraan gak cuma soal memilih model yang sesuai kebutuhan. Menjaga kondisi mobil tetap prima dari sisi tampilan atau kenyamanan kabin, juga jadi bagian penting dalam perawatan sehari-hari.

Makanya buat ngelengkapi kamu yang habis beli mobil baru, UPPF Indonesia bersama UFILM kembali hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan membawa berbagai solusi perlindungan kendaraan. Mulai dari Paint Protection Film (PPF), kaca film, sampai teknologi dan alat demo yang memungkinkan pengunjung melihat langsung kemampuan produk-produk tersebut.

Sudah Dipercaya Lebih dari 50 Ribu Kendaraan

Bicara soal pengalaman di pasar Indonesia, UFILM saat ini telah dipercaya terpasang di lebih dari 50.000 kendaraan di seluruh Indonesia.

Menariknya, kepercayaan tersebut gak cuma datang dari konsumen retail. UFILM juga telah menjadi bagian dari jaringan berbagai brand otomotif ternama di Indonesia, mulai dari Chery, iCAR, Leapmotor, Jaecoo, VinFast, Citroën, BYD, hingga Geely.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kaca film berkualitas bukan lagi sekadar soal tampilan gelap atau terang, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan perlindungan selama berkendara.

CoreNano Technology, Gak Cuma Bikin Kaca Lebih Gelap

Salah satu teknologi yang menjadi andalan UFILM adalah CoreNano Technology. Teknologi ini dikembangkan untuk memberikan perlindungan sekaligus menjaga kenyamanan kabin, terutama saat mobil digunakan di kondisi iklim tropis seperti Indonesia.

Ada tiga fitur utama yang ditawarkan:

Pertama, Ultimate HeatShield, yang mampu menolak panas dari sinar infra merah atau Infrared Rejection (IRR) hingga 97%. Dengan begitu, panas yang masuk ke kabin bisa ditekan dan membuat kabin terasa lebih nyaman.

Kedua, UV GuardPro dengan kemampuan UV Rejection (UVR) hingga 99%. Fitur ini membantu mengurangi paparan sinar ultraviolet yang dapat berdampak pada kulit sekaligus berpotensi membuat interior kendaraan lebih cepat mengalami kepudaran.

Terakhir, OPTIClear Vision, yang fokus pada kejernihan pandangan dari dalam kabin. Jadi, walaupun dipasangin kaca film, visibilitas tetap dibuat terang dan jelas pas kamu berkendara siang maupun malam hari.

Spill iCar V23 Classic Two-Tone punya Den Dimas.

iCAR V23 Den Dimas pakai UPPF

Bukan cuma soal teknologi, booth UPPF dan UFILM di GIIAS 2026 juga punya daya tarik visual yang cukup mencuri perhatian.

Salah satunya unit iCar V23 milik Den Dimas yang tampil dengan gaya retro-futuristis dan konsep Classic Two-Tone.

Konsep Two-tone ini gak dicat ulang loh! Tapi kombinasi UPPF Hammerhead Clear dan UPPF Color Cobia Stone White dan Cobia Black Satin. Perpaduan warnanya berhasil bikin karakter desain iCar V23 makin retro abis! Tapi tetap kasih perlindungan pada permukaan cat mobil.

Kalau untuk bagian kaca, iCar V23 ini menggunakan UFILM Prime Series. Kaca depannya pake yang 20% biar visibilitasnya tetap jernih, terutama saat berkendara malam hari. Kalau kaca samping dan belakang pake tingkat kegelapan 40% biar lebih dapat privasinya tapi gak ganggu visibilitas.

Jadi, proteksi mobil di sini gak cuma bikin cat tetap aman, tapi juga gimana perlindungannya tetap bisa nyatu dengan karakter dan gaya kendaraan. Kalau mau samaan, udah ada resepnya nih bisa kamu contek hehe.

Bisa Tes Langsung Kemampuan PPF UPPF

Demo test UPPF di GIIAS 2026

Yang bikin booth UPPF dan UFILM makin menarik, pengunjung nggak cuma diajak lihat-lihat produk. Di sini ada UPPF NextGen Demo Tools yang bisa dipakai buat ngetes langsung kemampuan PPF.

Jadi, daripada cuma dengar penjelasan soal “PPF tahan gores” atau “bisa self-healing”, pengunjung bisa lihat sendiri cara kerjanya. Ada beberapa pengujian yang bisa dicoba, mulai dari simulasi benturan kerikil atau stone chip, goresan untuk melihat kemampuan self-healing, sampai pengujian terhadap panas.

Dengan begitu, pengunjung bisa langsung tahu seberapa jauh PPF UPPF bisa melindungi bodi mobil dalam kondisi yang kurang lebih sering ditemui sehari-hari. Nggak cuma teori, tapi bisa lihat buktinya langsung.

Kalau masih bingung harus pilih perlindungan yang mana, tinggal ngobrol sama tim UPPF yang ada di booth. Mereka bisa bantu kasih rekomendasi berdasarkan jenis mobil, cara pemakaian, sampai kebutuhan proteksi masing-masing.

So, pasang PPF atau kaca film bukan cuma soal bikin mobil kelihatan lebih keren. Yang paling penting, mobil tetap terlindungi dan kita bisa berkendara dengan lebih tenang tanpa terlalu khawatir sama goresan, panas, atau kondisi jalan sehari-hari.

Continue Reading

Trending