Connect with us

News

Marcello Gandini dan Mobil-Mobil Ikoniknya

Published

on

Familiar dengan mobil yang pintunya dibuka ke atas seperti gunting? Atau ada yang tau siapa dibalik rancangan mobil Lamborghini Miura? Ada yang tau mobil Lancia Stratos? Kalau Renault Magnum? Ya, ini adalah beberapa dari karya Marcello Gandini yang terkenal. Masih banyak lagi karyanya yang telah membuat Gandini menjadi desainer supercar dunia. Ini beberapa hasil karya Marcello Gandini dari tahun ke tahun yang ikonik.

1966-1971


Dimulai dengan Gandini bekerja di sebuah perusahaan bernama Bertone di tahun 1965, Lamborghini Miura adalah debut pertamanya yang membuat nama Gandini mulai bersinar. Saat itu Lamborghini Miura ditampilkan pada Geneva Motor Show 1966. Di tahun berikutnya Gandini mendesain kembali untuk Lamborghini Marzal dan dihadirkan di Geneva Motor Show 1967. Masih di perusahaan yang sama Bertone, kali ini untuk mobil Alfa Romeo Carabo. Terinspirasi dari kumbang Carabidae yang berwarna hijau dan orange, dan di mobil inilah tersematkan pintu gunting yang ikonik. Carabo menjadi inspirasi mobil sport sampai sekarang karena dinilai sebagai mobil yang paling berpengaruh dalam sejarah. Di tahun 1970 Gandini merancang mobil dengan bentuk yang cukup aneh tapi tetap fungsional, yaitu Lancia Stratos Zero.

1972-1977


Berkat Lancia Stratos Zero, Lancia kemudian sepakat dengan Bertone untuk mengembangkan mobil reli di tahun 1972. Tentu aja pengembangan ini juga ada campur tangan Gandini sebagai desainernya. Masih di tahun yang sama Gandini juga merancang mobil asal Jerman, BMW Seri 5 (E12). Dalam produksinya mobil BMW Seri 5 ini gak cuma Gandini yang terlibat, tapi ada Paul Bracq desainer dari BMW sendiri. Masih berlanjut, Gandini membuat penerus dari Lamborghini Miura. Lamborghini Countach yang diproduksi tahun 1974, mobil sport bermesin tengah yang populer. Kepopuleran Lamborghini Countach yang khas adalah baji italia yang mempunyai sudut tajam. Berbeda dengan Maserati Khamsin, ini karya pertama Gandini untuk merek Maserati. Desainnya yang sederhana tapi tetap elegan.

1978-1983


Di tahun 1978, Maserati Quattroporte II menjadi pegangan Gandini dalam merancang bodyworknya. Estafet berikutnya adalah Renault 5 Turbo dirancang Gandini seperti Lancia Stratos. Mobil khusus ini diperuntukan ikut dalam kompetisi reli, Gandini berkolaborasi dengan insinyur lain untuk memodifikasi bodyworknya. Gandini dalam setiap merancang pasti akan terus memperhatikan fungsional dari mobil itu sendiri. Keren ya, gak cuma desain eksteriornya yang ikonik tapi tetap bermanfaat secara fungsi. Lanjut, tahun 1980 Gandini memutuskan untuk keluar dari Bertone dan bekerja sebagai freelancer independen. Citröen BX jadi salah satu karyanya Gandini setelah keluar dari Bertone, mobil keluarga 5 pintu.

1984-1989


Sukses dengan Renault Turbo 5 gak ngebuat Gandini stop sampe di situ, Renault sendiri jatuh hati dengan rancangan Gandini. Akhirnnya di tahun 1984 kembali mengajak Gandini untuk mendesain Renault Superfive/ Supercinq. Di 1986 Gandini lanjut mendesain untuk mobil Lamborghini lainnya, tapi sayangnya untuk desain Lamborghini kali ini kurang berjalan mulus. Lamborghini P132 adalah proyek Gandini yang mendapat penolakan dari Lamborghini sendiri dan akhirnya didesain ulang oleh mereka. Tapi Gandini tetep mengimplementasiin desainnya pada Cizeta Moroder V16T.

1990-1995


Romano Artioli adalah owner dari mobil Bugatti EB110, yang mau menjadikan Bugatti EB110 mobil sport terbaik di dunia. Demi mewujudkan mimpinya itu, tahun 1990 Romano mengajak Paolo Atanzani dan Nicola Materazzi sebagai insinyur dan Gandini. Bugatti EB110 adalah mobil produksi pertama yang menggunakan monocoque serat karbon, di sinilah peran Gandini dalam menyempurnakan penataannya. Di tahun ini juga Gandini mengeluarkan desain yang gak biasa pada Maserati Shamal. Gandini menambahkan spoiler di depan kaca pada mobil ini, fungsinya mengarahkan aliran air dan udara yang terdapat di kaca depan untuk mendorong wiper ke bawah dengan kecepatan tinggi. Lanjut di tahun 1994, Gandini merancang untuk Maserati lagi tapi untuk Quattroporte IV. Maserati Quattroporte IV ini menjadi mobil pertama yang diproduksi Fiat setelah Alejandro De Tomasco menjual kepemilikannya tahun 1993. Mobil ini dipamerkan pada Turin Motor Show April 1994.

1996-2000

Banyak hal yang sudah diciptakan oleh Gandini, terutama di bidang mobil dan arsitektur. Gandini suka mendesain benda bergerak, tapi dalam karirnya Gandini pernah juga mendesain rumah bahkan helikopter. Di tahun 2000, Gandini merancang Stola Stratos 81 sebagai peringatan ulang tahun ke 81 perusahaan Alfred Stola. Mobil ini tampil juga di Turin Motor Show 2000, warna cat orange di bodynya ngerepresent prototipe Stratos HF.

Gandini emang seorang desainer legendaris yang udah banyak menginspirasi desain-desain mobil sport dunia. Walau beberapa juga dapat penolakan untuk desainnya tapi gak ngebuat Gandini stop berkarya. Di Januari 2024 lalu Gandini dapat gelar kehormatan di bidang teknik mesin oleh Universitas Politeknik Turin, keren! Walau kita gak bisa lagi liat desain terbaru dari Gandini tapi legacy nya masih bisa kenang terus. Rest in peace Mr. Gandini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Kenalan Sama Mobil Listrik Mungil Suzuki e Sky

Published

on

By

Suzuki akhirnya benar-benar membawa konsep Vision e-Sky ke versi produksi.

Namanya sekarang Suzuki e Sky, mobil listrik mungil yang bakal jadi salah satu andalan baru Suzuki di era elektrifikasi.

Mobil ini pertama kali dijual di Jepang pada musim gugur 2026. Setelah itu, Suzuki berencana membawanya ke pasar Eropa dan Inggris mulai 2027.

Kehadiran e Sky membuat Suzuki punya tiga mobil listrik produksi. Sebelumnya, Suzuki sudah lebih dulu punya e Vitara dan e Every.

Kalau dua model sebelumnya bermain di segmen SUV dan kendaraan niaga, e Sky jadi mobil listrik mungil yang dibuat untuk kebutuhan harian di perkotaan.

Desainnya Masih Mirip Mobil Konsep

Buat yang sebelumnya sudah melihat Vision e-Sky, versi produksinya masih punya wajah yang mirip.

Suzuki memang melakukan beberapa perubahan supaya mobil ini lebih realistis untuk diproduksi massal, tapi karakter konsepnya masih terasa.

Bagian depan kini memakai lampu LED besar dengan desain modern.

Grille depan yang dulu bisa menyala pada versi konsep diganti menjadi panel hitam yang terlihat lebih sederhana.

Logo Suzuki ditempatkan di bagian depan dengan desain bodi yang lebih berlekuk, sementara bumper depan mendapat lubang udara untuk membantu pendinginan.

Dari samping, bentuknya masih mempertahankan gaya mobil konsep.

Suzuki hanya mengubah beberapa bagian seperti ukuran pelek yang lebih kecil, spion yang lebih besar, serta gagang pintu model biasa seperti Suzuki Alto.

Meski begitu, desain atap melayang atau floating roof dan aksen warna bodi di pilar C masih dipertahankan.

Bagian belakang juga dibuat lebih sederhana dengan lampu LED yang lebih besar dan desain bumper baru.

Ukurannya Kecil, Cocok Buat Selap-selip di Kota

Namanya juga kei car khas Jepang, ukuran Suzuki e Sky memang dibuat kompak.

Mobil ini punya panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm.

Dengan dimensi seperti itu, e Sky memang bukan dibuat untuk jadi mobil perjalanan jauh.

Target utamanya adalah penggunaan harian di kota, seperti pergi kerja, antar anak sekolah, atau aktivitas jarak dekat.

Suzuki menyebut mobil ini dibuat supaya pengemudi yang masih menggunakan mobil bensin bisa lebih mudah pindah ke mobil listrik.

Makanya, fokusnya bukan cuma soal tenaga, tapi juga kenyamanan, kabin yang senyap, dan akselerasi yang halus.

Kabinnya Lebih Sederhana dari Versi Konsep

Masuk ke dalam kabin, Suzuki e Sky terasa lebih realistis dibanding Vision e-Sky.

Kalau versi konsep terlihat futuristis dengan banyak aksen mewah, versi produksi dibuat lebih sederhana agar harga tetap masuk akal.

Dashboard-nya mengandalkan layar infotainment 10,1 inci yang ditemani panel instrumen digital.

Suzuki juga masih menggunakan tuas transmisi otomatis konvensional dan tombol fisik untuk mengatur AC.

Fitur yang dibawa juga cukup menarik untuk mobil kecil.

Ada jok dan setir dengan pemanas, rem parkir elektrik, tempat penyimpanan tambahan di dashboard, sampai sistem heat pump untuk membantu efisiensi saat musim dingin.

Karena masuk kategori kei car, kapasitas kabinnya hanya untuk empat orang dengan bagasi yang ukurannya tidak terlalu besar.

Baterai Cuma 26 kWh, Tapi Bisa Jalan 310 Km

Salah satu hal menarik dari Suzuki e Sky ada di baterainya.

Mobil ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh.

Angkanya memang tidak besar kalau dibandingkan banyak mobil listrik modern saat ini.

Tapi Suzuki mengklaim e Sky bisa menempuh jarak hingga 310 km.

Angka tersebut cukup impresif untuk mobil kecil.

Sebagai perbandingan, BYD Racco memang bisa sedikit lebih jauh dengan jarak 320 km, tapi menggunakan baterai yang lebih besar, yaitu 35,84 kWh.

Efisiensi Suzuki e Sky didapat dari beberapa hal, mulai dari desain bodi yang lebih aerodinamis, motor listrik yang lebih efisien, sampai bobot mobil yang ringan.

Bobotnya hanya sekitar 1.030 kg.

Bisa Ngecas di Rumah Sampai Fast Charging

Untuk mengisi baterai, Suzuki e Sky bisa dicas menggunakan listrik rumah biasa.

Dengan colokan standar, waktu pengisian penuh membutuhkan sekitar 8 jam.

Kalau memakai wallbox 6 kW, waktunya bisa lebih cepat menjadi sekitar 4,5 jam.

Mobil ini juga sudah mendukung fast charging DC 50 kW.

Dengan charger cepat, baterai bisa terisi 80 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit.

Menariknya, e Sky juga punya fitur Vehicle-to-Home (V2H).

Artinya, mobil ini bisa digunakan sebagai sumber listrik cadangan untuk perangkat tertentu melalui soket AC.

Siap Tantang BYD Racco dan Mobil Listrik Mini Lain

Suzuki e Sky akan mulai dijual di Jepang pada akhir 2026.

Di sana, mobil ini bakal bersaing dengan beberapa mobil listrik mungil lain seperti Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, sampai BYD Racco.

Tapi Suzuki gak berhenti di Jepang.

Mulai 2027, e Sky juga akan dibawa ke Eropa dan Inggris.

Dengan ukuran kecil, desain unik, dan jarak tempuh sampai 310 km, Suzuki e Sky bisa jadi salah satu mobil listrik mungil yang menarik buat pengguna perkotaan.

Continue Reading

News

VINDES Bikin Balapan Gokart Sama Artis di Bukan Main Bareng Clear!

Published

on

By

Bukan Main balik lagi! Kali ini bikin edisi balapan gokart dan berbagai perlombaan bareng komunitas. Spesialnya lagi VINDES Sport menggandeng Clear Men Ultra buat bikin Bukan Main edisi balapan gokart. Kenapa kok sama Clear Men? Ini alasannya,

Buat banyak laki-laki, helm sudah jadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari berangkat kerja, touring, sampai menjalani berbagai kegiatan yang mengharuskan berkendara.

Tapi di balik rutinitas tersebut, penggunaan helm dalam waktu lama juga punya tantangan tersendiri. Kepala yang terasa panas, berkeringat, produksi minyak berlebih, sampai munculnya ketombe bisa bikin rasa gak nyaman.

Kondisi ini sering disebut sebagai helmet hair, dimana kondisi rambut dan kulit kepala yang terasa lepek atau kurang nyaman setelah terlalu lama menggunakan helm.

Melihat hal tersebut, Clear Men Ultra hadir mendukung acara VINDES Bukan Main, sebuah kegiatan yang menggabungkan motorsports, kompetisi, dan komunitas dalam berbagai aktivitas seru dan interaktif.

Lewat kolaborasi ini, Clear Men Ultra ingin mengajak para laki-laki tetap fokus dan tampil maksimal meski harus menghadapi tantangan helmet hair, terutama saat melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Helmet Hair Gak Cuma Soal Rambut Lepek

Banyak yang menganggap helmet hair hanya sebatas rambut yang terlihat berantakan setelah melepas helm. Padahal, masalahnya bisa lebih dari itu.

Saat kepala tertutup helm dalam waktu lama, kondisi panas dan keringat bisa membuat kulit kepala terasa gak nyaman. Ditambah produksi minyak yang berlebih, kondisi ini bisa membuat kulit kepala lebih rentan mengalami ketombe.

Buat laki-laki yang aktif bergerak dan sering menggunakan helm, kondisi tersebut tentu bisa mengganggu aktivitas, apalagi saat membutuhkan fokus tinggi.

Ari Astuti, Beauty & Wellbeing Indonesia Marketing Demand Creation Hair Care, Unilever Indonesia, bilang, kulit kepala pria 1,6x lebih berminyak, 1,5x lebih berkeringat, dan 7x lebih rentan ketombe dibanding perempuan.

Makanya Clear Men Ultra Oil Control hadir dengan Piroctone Olamine yang membantu melawan jamur penyebab ketombe dan Capryloyl Glycine yang mampu mengontrol minyak di kulit kepala hingga 48 jam.

“Melalui acara VINDES Bukan Main, kami ingin mendekatkan isu ini kepada laki-laki aktif sekaligus menunjukkan bagaimana Clear Men Ultra menjaga mereka tetap clearly controlled,” kata Ari.

Gokart Racing Jadi Ujian Fokus di Balik Helm

Dalam acara VINDES Bukan Main, aktivitas gokart racing menjadi salah satu tantangan yang mengharuskan peserta menggunakan helm selama perlombaan.

Di tengah aktivitas yang penuh adrenalin, panas dan keringat di balik helm bisa menjadi gangguan tersendiri. Karena itu, kondisi kulit kepala yang tetap nyaman menjadi salah satu hal penting agar peserta bisa tetap fokus selama berkegiatan.

Awan Prasetyo, CEO Vindes Corp bilang, “Acara Bukan Main Racing Edition ini menjadi salah satu inovasi dan pengalaman pertama juga bagi Vindes di tahun 2026, dan ketika kami mengadakan sebuah event tentunya kami selalu mencari partner brand yang memiliki value yang relevan dengan event kami. Maka dari itu, kolaborasi dengan Clear Men Ultra ini terasa cocok, apalagi di aktivitas seperti gokart yang identik dengan helm dan tantangan untuk tetap fokus. Semoga kolaborasi ini bisa membuat pengalaman VINDES Bukan Main kali ini semakin seru dan berkesan.”

VINDES Bukan Main Hadirkan Balap Gokart dan Festival Motorsport

VINDES Bukan Main menghadirkan pengalaman yang berbeda untuk para pencinta motorsport dan berbagai komunitas otomotif.

Acara ini akan digelar selama dua hari berturut-turut, yaitu Sabtu dan Minggu, 22-23 Agustus 2026, bertempat di Sentul Karting Sirkuit.

Salah satu aktivitas utama dalam acara ini adalah balap gokart bertajuk Main Kart. Para peserta akan beradu cepat dalam format 12 lap dengan total 16 peserta yang terbagi menjadi kategori cowok dan cewek.

Untuk kategori cowok, peserta yang ikut berlaga terdiri dari:

Phase 1: Al Ghazali, Bryan Domani, Refal Hady, dan Bisma Karisma.
Phase 2: Bastian Steel, Indra Frimawan, Ciccio Manassero, dan Teddy Adhitya.

Sementara untuk kategori cewek, peserta yang akan ikut meramaikan Main Kart yaitu:

Phase 1: Erika Richardo, Zee Asadel, Rachel Cia, dan Bianca Bunga.
Phase 2: Shita Marino, Leya Princy, Eca Japasal, dan Sisca Saras.

Selain balapan gokart, VINDES Bukan Main juga menghadirkan festival dan berbagai aktivitas komunitas, mulai dari komunitas Kendali Jarak Jauh atau Radio Control, komunitas 4WD, komunitas Hot Wheels, hingga komunitas Berkendara Minggu Pagi atau SunMori.

Tiket VINDES Bukan Main Mulai Rp 25.000

Buat yang ingin datang langsung, VINDES Bukan Main menyediakan beberapa pilihan tiket.

Tiket Datang ke Festival tersedia mulai dari Rp 25.000 untuk satu hari. Sementara tiket Nonton Seleb Hari Pertama dibanderol Rp 125.000.

Ada juga tiket bundling Nonton Seleb Hari 1 + Festival Hari 2 dengan harga Rp 149.000, serta tiket grup untuk lima orang mulai dari Rp 449.000.

Buat yang ingin langsung mencoba sensasi gokart di Sentul Karting Sirkuit, tersedia juga tiket Main Kart Rental dengan harga Rp 300.000.

Hadir dengan Semangat Clearly Controlled

Melalui kolaborasi ini, Clear Men Ultra membawa semangat Clearly Controlled, yaitu kondisi ketika kulit kepala tetap terasa bersih, nyaman, dan bebas dari gangguan seperti minyak berlebih serta ketombe.

Semangat tersebut juga diwujudkan oleh Clear Agent, Refal Hady, yang ikut berpartisipasi dalam VINDES Bukan Main.

Dengan dukungan Clear Men Ultra Oil Control, Refal menunjukkan bahwa kondisi kulit kepala yang terjaga bisa membantu dirinya tetap nyaman dan fokus menghadapi berbagai tantangan.

“Aku lama-lama pakai helm, kadang kulit kepalanya sering jadi panas, keringetan, dan lebih berminyak biasa disebut helmet hair. Kalau dibiarkan, ini bisa bikin ketombe juga. Makanya aku pakai Clear biar minyak di kulit kepala tetap terkontrol dan bebas ketombe, jadi bisa tetap clearly controlled dan fokus jalanin aktivitas,” kata Refal.

Clear Men Ultra mengajak laki-laki untuk lebih peduli terhadap kondisi kulit kepala, terutama bagi yang sering melakukan aktivitas menggunakan helm.

Dengan Clear Men Ultra Oil Control, kulit kepala pria dibantu tetap bersih, segar, dan bebas dari ketombe. Jadi, aktivitas tetap jalan tanpa terganggu masalah helmet hair.

Continue Reading

News

GIIAS 2026 Selesai! Tarik Hampir 500 Ribu Pengunjung

Published

on

By

Pameran otomotif GIIAS 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 11 hari di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Gak cuma jadi tempat melihat mobil-mobil terbaru, ajang tahunan ini juga berhasil menarik perhatian besar dari para pencinta otomotif Tanah Air.

GIIAS 2026 yang digelar pada 30 Juli-9 Agustus 2026 menjadi penyelenggaraan ke-33 kalinya. Dalam gelaran tahun ini, pameran menghadirkan puluhan merek otomotif dunia sekaligus menjadi tempat peluncuran berbagai kendaraan baru.

Sejak dibuka pada 30 Juli 2026 oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, GIIAS 2026 langsung ramai dikunjungi masyarakat.

Pembukaan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, mulai dari Menteri Perindustrian RI periode 2014-2016 Saleh Husin, Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana, Wakil Bupati Kabupaten Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, serta Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty.

Selain itu, beberapa pejabat negara juga menyempatkan diri datang melihat langsung perkembangan industri otomotif di GIIAS 2026.

Mulai dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, hingga Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie.

GIIAS 2026 Hadirkan 65 Merek Otomotif

Sepanjang pameran berlangsung, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 65 merek otomotif dunia.

Jumlah tersebut terdiri dari 43 merek mobil penumpang, 7 merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor, serta 5 perusahaan karoseri.

Selain itu, lebih dari 150 merek industri pendukung juga ikut meramaikan pameran dengan membawa berbagai produk dan teknologi terbaru.

Untuk kategori mobil penumpang, beberapa merek yang hadir di antaranya Aletra, Audi, BAIC, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroën, Daihatsu, GAC Indonesia, Geely, GWM, Honda, Hyundai, Jaecoo, Jetour, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, MG, Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, XPENG, Zeekr, dan masih banyak lagi.

Sementara di kategori kendaraan niaga, pengunjung bisa melihat produk dari DFSK, Farizon, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, SAG, dan UD Trucks.
Untuk roda dua, GIIAS 2026 juga diramaikan oleh sejumlah merek seperti Alva, Astra Honda Motor, BMW Motorrad, Harley-Davidson, Royal Enfield, Triumph, hingga Polytron.

37 Kendaraan Baru Meluncur di GIIAS 2026

Salah satu daya tarik utama GIIAS 2026 adalah banyaknya kendaraan baru yang diperkenalkan kepada publik.

Total ada 37 kendaraan baru yang meluncur selama pameran berlangsung. Kehadiran model-model terbaru tersebut membuat pengunjung menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat langsung teknologi dan fitur yang ditawarkan.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan peningkatan pilihan kendaraan menjadi salah satu alasan pengunjung betah berada di area pameran.

“Hal yang istimewa pada tahun ini, berdasarkan data yang kami terima, adalah peningkatan durasi lama waktu berkunjung di area pameran. Kehadiran pilihan merek yang semakin banyak dan lengkap, serta 37 kendaraan baru yang diluncurkan pada GIIAS kali ini, mendorong pengunjung menghabiskan waktu lebih lama, sehingga seluruh merek memiliki kesempatan yang sama luasnya untuk disapa dan dikunjungi. Meski demikian, aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi fokus utama kami,” kata Anton.

Hampir 500 Ribu Pengunjung Datang ke GIIAS 2026

Antusiasme masyarakat terhadap GIIAS 2026 terlihat dari jumlah pengunjung yang hadir selama pameran berlangsung.

Tercatat sebanyak 496.378 pengunjung datang langsung ke ICE BSD City untuk melihat berbagai inovasi otomotif terbaru.

Rata-rata pengunjung menghabiskan waktu sekitar 5 jam untuk berkeliling area pameran.

Salah satu aktivitas yang paling diminati adalah sesi test drive. Banyaknya pilihan kendaraan terbaru membuat aktivitas uji coba mobil meningkat hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang GIIAS 2026, tercatat lebih dari 26.000 trip test drive dilakukan oleh pengunjung.

Selain mencoba mobil secara langsung, berbagai aktivitas interaktif di booth peserta juga menjadi alasan pengunjung menghabiskan waktu lebih lama di area pameran.

GAIKINDO Optimistis GIIAS Beri Dampak Positif

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengatakan kesuksesan GIIAS 2026 gak lepas dari dukungan pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam industri otomotif.

“GAIKINDO memberikan apresiasi kepada pemerintah RI atas dukungannya terhadap penyelenggaraan GIIAS 2026. Kehadiran dan dukungan langsung dari jajaran pemerintah menjadi sinyal positif yang sangat berharga bagi kepastian iklim usaha dan perkembangan industri otomotif nasional,” kata Putu.

Putu juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus memadati area pameran selama 11 hari.

“Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme luar biasa dari masyarakat yang terus memadati area pameran selama 11 hari pelaksanaan pameran, hal tersebut tentu menjadi bukti industri otomotif Indonesia punya tempat tersendiri dihati publik, dan tentunya menjadi dorongan yang dibutuhkan untuk terus berkembang,” kata Putu.

GIIAS The Series 2026 Lanjut ke Lima Kota

Setelah sukses digelar di BSD City, rangkaian GIIAS The Series 2026 bakal berlanjut ke beberapa kota besar di Indonesia.

GIIAS Surabaya menjadi kota berikutnya yang akan berlangsung pada 26-30 Agustus 2026 di Grand City Convex.

Kemudian dilanjutkan dengan GIIAS Bandung pada 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom.

Setelah itu, GIIAS Semarang akan digelar pada 30 September-4 Oktober 2026 di Muladi Dome.

Rangkaian tahun ini akan ditutup melalui GIIAS Makassar pada 28 Oktober-1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Selain itu, GIIAS juga akan memperluas jangkauan dengan menghadirkan kota baru melalui GIIAS Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.

Continue Reading

Trending