News
Laris Sejak Debut, Jetour T2 Tambah Kuota Harga Spesial!

Nama Jetour T2 makin sering terdengar di kalangan pecinta SUV setelah debutnya di GJAW 2025. Bukan cuma tampilannya yang menarik perhatian, tetapi lonjakan pemesanan yang langsung menembus ratusan unit.
Program Early Adventure Benefit yang cuma disiapkan buat 500 konsumen pertama pun ludes diserbu. Total pemesanan Jetour T2 bahkan sudah lewat angka 500 unit.
Melihat respons yang sangat positif, Jetour akhirnya memutuskan untuk memperluas program Special Price Jetour T2 hingga menjangkau 1.000 konsumen.
Harga spesialnya dipatok Rp 568 juta dari harga resmi Rp 588 juta on the road Jabodetabek.
Sebagai bentuk keyakinan pada kualitas produknya, setiap unit Jetour T2 dibungkus dengan paket aftersales yang cukup royal, garansi enam tahun tanpa batas kilometer untuk kendaraan dan mesin, plus free maintenance tiga tahun atau 45.000 km yang mencakup spare part dan jasa.
“Melihat tingginya permintaan dan antusiasme masyarakat, hari ini dengan bangga Jetour mengumumkan perluasan program Early Adventure Benefit hingga 1.000 konsumen pertama. Langkah ini merupakan wujud komitmen kami kepada konsumen sekaligus memperkuat kehadiran Jetour di Indonesia,” kata Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia.
Tingginya minat konsumen tentu ada alasannya. Secara teknis, Jetour T2 memang dibangun cukup serius. Struktur bodinya menggunakan 80 persen high-strength steel, plus teknologi laser welding supaya kekuatan bodi tetap konsisten.
Rigiditas torsionalnya tembus 31.000 Nm per derajat, artinya butuh gaya setara dua ton hanya untuk memutarnya satu derajat. Bodi kokoh begini jelas jadi nilai tambah buat yang suka medan menantang.
Fitur 540° Panoramic Parking System yang jadi andalannya juga bikin pengalaman berkendara beda. Kamera dan sensor ini memberi pandangan super lengkap, termasuk bagian bawah mobil.
Ketika off-road, pengemudi bisa memantau posisi roda secara presisi untuk menghindari batu, akar, atau rintangan lain. Sementara di jalanan kota, sistem ini membantu mengurangi blind spot dan meningkatkan awareness sekitar kendaraan.
Dari sisi keselamatan aktif, T2 dibekali Bosch 5+3 ADAS sensor suite generasi terbaru. Perpaduan radar generasi kelima dan kamera generasi ketiga bikin kemampuan deteksinya lebih jauh dan lebih akurat. Total ada 15 fitur Jetour Intelligent Driving yang bekerja untuk mempermudah berkendara baik di perkotaan maupun saat adventure.
Atapnya juga sudah diperkuat, sanggup menahan beban dinamis hingga 150 kg dan statis 300 kg. Jadi mau pasang rooftop tent, bawa perlengkapan camping, atau taruh recovery tools, semua aman. Cocok buat penyuka overlanding yang butuh SUV serbaguna.
Masuk ke kabin, suasana langsung berubah jadi lebih premium. Sistem audio Sony dengan 12 speaker digabungkan dengan 12 material peredam, double glass, serta 24 struktur peredam bising. Hasilnya kabin senyap, suara musik jernih, dan pengalaman berkendara terasa lebih imersif, seolah lagi nonton konser mini di dalam mobil.

Secara global, performa penjualan Jetour T2 juga tidak main-main. Total penjualannya di berbagai negara sudah menembus 400.000 unit. Angka ini jadi bukti bahwa T2 bukan hanya menarik di Indonesia, tapi juga punya reputasi kuat di pasar internasional.
Menjelang akhir tahun, Jetour menggelar Jetour Year End Exhibition di The Forum Mall Kelapa Gading 3 hingga 14 Desember 2025. Pengunjung bisa melihat langsung seluruh line-up Jetour, termasuk test drive T2 yang tampil sebagai bintang utama berkat desain boxy modern dan karakter SUV yang sesuai lifestyle penggemar adventure.
Selain T2, model lain seperti Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus juga dipamerkan. Dashing hadir dengan desain modern dan progresif, sementara X70 Plus menawarkan aura premium lewat tampilan elegan dan proporsi bodi yang solid.
Di pameran ini, Jetour menyiapkan berbagai promo akhir tahun, termasuk voucher Rp 3 juta untuk 150 pemesan pertama, plus lucky dip Rp 1–3 juta untuk pembelian Dashing dan X70 Plus.
Harga Jetour Dashing mulai Rp 348,8 juta, sementara X70 Plus mulai Rp 359,8 juta on the road Jabodetabek.
Seluruh model Jetour juga ditunjang layanan purna jual yang cukup komplet: servis gratis tiga tahun, garansi kendaraan enam tahun tanpa batas kilometer, dan garansi mesin hingga sepuluh tahun atau 1.000.000 km.
SUV yang tampil stylish, spek lengkap, aftersales aman, ditambah promo berlapis, gak heran Jetour T2 lagi jadi primadona baru di segmen SUV Tanah Air.
News
Halo, Maxus Buka Dealer Baru di Jaksel!

Maxus Indonesia resmi membuka dealer flagship di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Jadi buat warga Jaksel yang lagi cari tempat jajan mobil baru, sekarang ada pilihan baru.
Dealer ini menjadi bagian dari rencana ekspansi jaringan Maxus yang bulan ini juga membuka dua dealer baru lainnya di Bandung dan Cikarang.
Lewat langkah ini, Maxus mau memperluas akses konsumen terhadap mobil listrik premium mereka sekaligus mendekatkan layanan ke pelanggan.
Dealer yang dibuka kali ini juga gak hanya menyediakan fasilitas penjualan mobil, tapi juga layanan purna jual dalam satu tempat. Jadi konsumen bisa mendapatkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih lengkap, mulai dari beli mobil sampai perawatan.
CEO Maxus Indonesia, Jerry Huang, bilang kalau kehadiran jaringan dealer yang kuat memang penting untuk mendorong perkembangan mobil listrik di Indonesia.
“Kami percaya bahwa adopsi kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar produk yang unggul. Dibutuhkan jaringan yang kuat, layanan yang mudah diakses pealanggan, serta komitmen jangka panjang. Pembukaan dealer di TB Simatupang serta di dua lokasi lainnya di Bandung dan Cikarang merupakan bukti nyata bahwa Maxus hadir untuk mendekatkan diri kepada pelanggan dan memastikan setiap pemilik mendapatkan pengalaman yang nyaman dan terpercaya.”

Fokus Garap Segmen MPV Listrik Premium
Secara global, Maxus dikenal sebagai brand yang cukup aktif mengembangkan kendaraan listrik dengan teknologi modern dan kenyamanan premium. Di Indonesia sendiri, brand ini mulai memperkuat posisinya di segmen MPV listrik premium.
Saat ini Maxus mengandalkan dua model utamanya yaitu Maxus MIFA 7 dan Maxus MIFA 9.
Kedua model tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari keluarga modern, profesional, hingga pebisnis yang membutuhkan kendaraan listrik dengan kenyamanan lebih.
Tahun ini Maxus juga membawa semangat baru lewat slogan “Moving Life Comfortably.”
Lewat konsep ini, Maxus ingin menunjukkan bahwa mobil listrik bukan cuma soal teknologi, tapi juga tentang pengalaman berkendara yang nyaman, aman, dan bisa diandalkan dalam jangka panjang.

Kenapa Pilih TB Simatupang?
Kawasan TB Simatupang dipilih karena dianggap punya lokasi yang cukup strategis di Jakarta Selatan.
Area ini dikenal sebagai salah satu koridor bisnis utama di ibu kota, dengan akses yang mudah dan dikelilingi kawasan perkantoran serta residensial yang cukup ramai.
Dengan hadirnya dealer flagship ini, Maxus berharap konsumen bisa mendapatkan pengalaman kepemilikan mobil listrik yang lebih lengkap, mulai dari proses pembelian hingga perawatan kendaraan.
Ke depan, Maxus juga berencana memperluas jaringan dealer mereka di Indonesia.
Targetnya hingga akhir 2026, jaringan Maxus bisa mencapai 20 dealer 3S yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air.
Ekspansi ini dilakukan agar konsumen Maxus lebih mudah mengakses layanan penjualan, dukungan teknis, hingga suku cadang resmi.
Dengan pembukaan dealer baru di TB Simatupang, serta ekspansi ke Bandung dan Cikarang, Maxus mau tunjukkin kalau mereka gak hanya fokus menghadirkan mobil listrik premium, tapi juga membangun jaringan layanan yang kuat untuk mendukung para pemiliknya.
News
Siap Dipakai Mudik, Jetour T2 Punya Struktur Bodi yang Kokoh!

Menjelang Mudik Lebaran, Jetour Indonesia kembali menegaskan komitmennya menghadirkan mobil yang aman dan nyaman untuk perjalanan jauh.
Jetour memperlihatkan langsung ketangguhan SUV andalannya lewat model T2. Dalam demonstrasi tersebut, struktur kendaraan diperlihatkan mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram, sebagai bukti kekuatan rangka yang dimiliki mobil ini.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, bilang keselamatan memang menjadi fokus utama dalam pengembangan kendaraan Jetour.
“Bagi Jetour, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan N80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree. Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan.”
Selain struktur bodi yang kuat, Jetour T2 juga dilengkapi sejumlah teknologi untuk membantu pengemudi saat berkendara.

Salah satunya adalah 540 derajat Jetour Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar mobil. Sistem ini bahkan bisa menampilkan bagian bawah kendaraan alias sasis transparan, sehingga memudahkan pengemudi saat bermanuver di area sempit atau kondisi jalan yang sulit.
Mobil ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready, yang artinya siap hadapi berbagai kondisi jalan.
Fitur Wading Radar memungkinkan mobil mendeteksi kedalaman air secara real time dan mampu melintasi genangan hingga 700 mm.
Sementara ground clearance setinggi 220 mm membantu mobil melewati berbagai kondisi jalan yang tidak selalu mulus.
Untuk mendukung keselamatan berkendara, Jetour T2 juga dibekali ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3.
Teknologi ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System, yang membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, hingga memberikan berbagai fitur keselamatan tambahan saat berkendara.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, bilang kalau perjalanan mudik memang punya tantangan tersendiri.
“Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang. Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, yang tentu meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus. Karena itu, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.”

Setiap tahun, lebih dari seratus juta masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik.
Tahun ini bahkan diperkirakan sekitar 85 persen masyarakat akan menggunakan transportasi darat, sehingga kondisi lalu lintas diprediksi jauh lebih padat dan kompleks.
Karena itu, kendaraan dengan struktur kokoh dan fitur keselamatan yang lengkap menjadi faktor penting untuk mendukung perjalanan jauh.
Pada kesempatan yang sama, Jetour Indonesia juga memperkenalkan identitas visual baru sebagai bagian dari evolusi merek global.
Identitas tersebut menampilkan monogram modern “JT”, yang merupakan inisial dari JETOUR dan terinspirasi dari karakter Tiongkok “行” (xing) yang berarti melangkah maju.
Identitas ini mencerminkan visi Jetour sebagai brand yang lahir dari semangat perjalanan sekaligus komitmen untuk terus berinovasi.
Program Servis Jelang Mudik
Agar konsumen lebih tenang sebelum melakukan perjalanan jauh, Jetour Indonesia juga menghadirkan program Free Check-Up di 12 showroom Jetour di Indonesia.
Beberapa di antaranya berada di Pluit, Kelapa Gading, Bandung Pasteur, Bandung BKR, Bekasi, Surabaya, Medan, Palembang, Lampung, Batam, Pontianak, dan Makassar.
Program ini berlangsung 13–17 Maret 2026 dan berlaku untuk seluruh lini kendaraan Jetour, mulai dari Jetour T2, Jetour Dashing, hingga Jetour X70 Plus.
Selain itu, Jetour juga menyiapkan Bengkel Siaga (Standby Workshop) yang akan membantu pemeriksaan maupun perbaikan ringan kendaraan konsumen.
Program Bengkel Siaga ini berlangsung 18–24 Maret 2026, dengan jam operasional 08.00 hingga 16.00 WIB.
Lewat kombinasi struktur kendaraan yang kokoh, teknologi keselamatan modern, serta layanan purna jual yang siap mendukung perjalanan, Jetour mau pastikan setiap perjalanan konsumen bisa dimulai dengan rasa percaya diri.
News
7.000+ Unit Jaecoo J5 EV Sudah Sampai ke Konsumen

Genap setahun hadir di Indonesia, Jaecoo merayakan perjalanan mereka lewat acara bertajuk “A Milestone of Trust.”
Acara ini digelar sebagai ajang kumpul sekaligus apresiasi untuk para pemilik mobil Jaecoo di Indonesia. Mulai dari pemilik J5 EV, J7 SHS-P, sampai J8 SHS-P ARDIS.
Selain jadi ajang silaturahmi antara brand dan komunitas, momen ini juga dimanfaatkan Jaecoo untuk berbagi perkembangan terbaru soal produk serta ekosistem kepemilikan mobil mereka di Indonesia.
Kalau ditarik ke belakang, perjalanan Jaecoo di Indonesia sebenarnya belum terlalu lama. Brand ini pertama kali debut di Tanah Air lewat ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025.
Sejak saat itu, Jaecoo mulai memperkenalkan lini SUV mereka secara bertahap ke pasar Indonesia. Mulai dari J7 SHS-P hingga J8 SHS-P ARDIS yang mengusung teknologi Super Hybrid System (SHS).
Salah satu pencapaian yang cukup menarik adalah ketika J8 SHS-P ARDIS mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai kendaraan plug-in hybrid dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia.
Mobil ini mampu menempuh 1.660 kilometer dalam sekali pengisian penuh daya dan bahan bakar.
Gak cuma fokus di mobil hybrid, Jaecoo juga mulai masuk ke segmen mobil listrik murni lewat Jaecoo J5 EV.
Menariknya, respons pasar terhadap mobil ini ternyata cukup tinggi.

Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak harga resminya diumumkan pada November lalu, J5 EV sudah mengantongi lebih dari 10.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Melihat antusiasme tersebut, Jaecoo juga menggelar seremoni penyerahan unit J5 EV secara simbolis kepada sejumlah konsumen dalam acara “A Milestone of Trust”.
Seremoni ini menandai bahwa distribusi J5 EV di Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 7.000 unit.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, bilang tingginya minat konsumen membuat perusahaan mempercepat proses distribusi unit ke pelanggan.
“Langkah akselerasi ini merupakan komitmen Jaecoo agar pelanggan dapat segera mengendarai unit mereka untuk menemani aktivitas harian maupun perjalanan jarak antar kota. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan setiap unit sampai ke tangan konsumen secepatnya, dengan target mencapai 10.000 unit terdistribusi sebelum hari raya Idul Fitri 2026,” kata Jim Ma.
Kepercayaan konsumen ini juga tercermin dari performa penjualan J5 EV di pasar nasional.
Berdasarkan data retail GAIKINDO bulan Januari 2026, J5 EV terjual 1.942 unit, lalu meningkat pada Februari menjadi 2.926 unit. Angka ini membuat J5 EV menjadi EV SUV terlaris nomor satu di Indonesia.

Menariknya, Jaecoo juga melibatkan konsumen dalam pengembangan mobil mereka.
Lewat program J5 EV Co-Creation yang diperkenalkan di IIMS 2026, konsumen bisa ikut memberikan masukan soal desain dan fitur mobil melalui survei interaktif.
Beberapa konsumen bahkan menyarankan penambahan bodykit agar tampilan J5 EV terlihat lebih sporty, premium, sekaligus adventurous.
“Lewat program Co-Creation, Jaecoo membuka ruang dialog untuk mendengar langsung preferensi desain konsumen di Indonesia. Masukan tersebut menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan model-model Jaecoo di masa mendatang agar semakin relevan dengan gaya hidup pelanggan di Indonesia,” kata Jim Ma.
Sebagai mobil listrik pertama Jaecoo di Indonesia, J5 EV dibekali motor listrik 155 kW (210 PS) dengan baterai 60,9 kWh. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 km (NEDC) dan sudah mendukung fast charging DC 130 kW.
Soal keselamatan, J5 EV dilengkapi struktur baja berkekuatan tinggi, 17 fitur ADAS, enam airbags, serta kamera 540 derajat.
Sementara untuk kenyamanan, tersedia layar 13,2 inci, konektivitas pintar, serta kapasitas bagasi hingga 1.180 liter.
Selain menghadirkan produk baru, Jaecoo juga terus memperluas jaringan diler di Indonesia.

Saat ini mereka sudah memiliki 25 dealer dan menargetkan 80 dealer hingga akhir 2026, dengan pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Menjelang Lebaran, Jaecoo juga menyiagakan 14 dealer di berbagai kota yang didukung layanan bantuan darurat 24 jam.
Layanan ini mencakup towing, suplai bahan bakar, hingga home service untuk membantu konsumen selama perjalanan.
Selain itu, Jaecoo juga menghadirkan program Free Spooring hingga 31 Maret 2026 di 28 titik dealer yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Jabodetabek.
Program ini dihadirkan supaya kendaraan pelanggan tetap dalam kondisi optimal saat digunakan untuk perjalanan mudik.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
Tips2 years agoIni 5 Suara Aneh di Mobil, Hati-hati Kalo Denger Suara Ini!























