News
Atlas Padel Tournament Vol. 3 Jadi Ajang Networking Automotive!

Kalau biasanya urusan bisnis identik sama meeting, presentasi, dan email panjang, ATLAS Indonesia punya cara yang sedikit beda.
Mereka justru memilih lapangan padel sebagai tempat ketemu para mitra bisnis lewat Atlas Padel Tournament Vol. 3, yang digelar di Treeside Padel Courts, Cibubur, Minggu (21/6).
Event ini bukan cuma soal siapa yang menang atau kalah di lapangan, tapi lebih ke gimana bikin hubungan antar partner jadi lebih cair, lebih santai, dan gak kaku kayak di ruang rapat.
64 Peserta dari Dunia Automotive dan Partner Bisnis
Turnamen ini diikuti 64 peserta dari berbagai perusahaan automotive, brand partner, sampai komunitas profesional yang sudah lama jadi bagian dari ekosistem ATLAS Indonesia.
Seiring padel yang makin populer di Indonesia, ATLAS melihat olahraga ini bukan cuma tren, tapi juga jadi cara baru buat bangun relasi.
Soalnya di lapangan, semua orang posisinya sama. Gak ada jabatan, gak ada title. Yang ada cuma rally, kerja sama, dan sedikit kompetisi sehat.

Networking Tapi Rasa Main Bareng
Lewat Atlas Padel Tournament Vol. 3 ini, peserta gak cuma main dan keringetan di lapangan.
Tapi juga bisa saling kenalan, ngobrol santai, tukar pengalaman, sampai buka peluang kolaborasi baru lintas industri.
Jadi setelah pertandingan selesai, biasanya obrolan lanjut di luar lapangan, tapi dengan vibe yang jauh lebih santai dibanding meeting formal.
“Bagi kami, hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kontrak dan kerja sama bisnis, tetapi juga melalui pengalaman yang dibangun bersama. Atlas Padel Tourney menjadi ruang yang mempertemukan para partner dalam suasana yang lebih hangat, sehingga komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi dapat tumbuh secara lebih natural. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah yang mempererat hubungan jangka panjang antara ATLAS dan seluruh stakeholder, ” kata Hatta Afkar, CEO ATLAS Indonesia.

Ada Sentuhan Sosial Juga
Yang menarik, event ini gak cuma soal olahraga dan networking.
ATLAS Indonesia juga ikut menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp10.000.000 ke komunitas Gen Burgeract.
Dana ini dipakai buat kegiatan sosial berupa penambalan jalan aspal di beberapa titik yang butuh perbaikan.
Jadi bukan cuma seru-seruan di lapangan, tapi juga ada dampak nyata buat lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga melibatkan peserta dan komunitas yang hadir, jadi konsepnya memang bareng-bareng, bukan cuma dari perusahaan doang.
“Kami percaya bahwa sebuah hubungan yang baik harus mampu menciptakan dampak yang lebih luas. Karena itu, tahun ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan menggabungkan olahraga, networking, dan aksi sosial dalam satu rangkaian kegiatan, ” tambah Hatta.
Biar Gak Kaku, Ada Hiburan Juga
Biar suasana gak terlalu serius, ATLAS Indonesia juga menghadirkan Aldi Taher sebagai special guest.
Sepanjang acara, Aldi ikut berinteraksi dengan peserta dan tamu undangan, bikin suasana jadi lebih hidup dan santai.
Atlas Padel Tournament Vol. 3 ini jadi edisi ketiga yang rutin digelar ATLAS Indonesia.
Artinya, ini bukan sekadar event sekali lewat, tapi sudah jadi bagian dari cara mereka menjaga hubungan dengan partner dan stakeholder.
Lebih dari sekadar turnamen, konsepnya memang lebih ke arah membangun ekosistem yang solid, tapi tetap fun dan gak kaku.
Sebagai perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) dan penyedia layanan operasional terintegrasi, ATLAS Indonesia terus berusaha menghadirkan solusi bisnis yang lebih fleksibel.
Tapi di luar itu, mereka juga tetap fokus bangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, mitra, dan juga masyarakat.
News
Ban BFGoodrich Ini Ternyata Dibuat di Indonesia

Kalau selama ini mengira semua ban BFGoodrich dibuat di luar negeri, ternyata gak lho! Beberapa produk BFGoodrich untuk pasar Indonesia justru diproduksi di dalam negeri.
Salah satunya Advantage Touring dan g-Force Phenom. Keduanya dibuat di fasilitas PT Multistrada Arah Sarana di Cikarang, fasilitas yang diakuisisi Grup Michelin pada 2019.
Ban yang diproduksi di fasilitas tersebut gak cuma dipakai untuk pasar Indonesia, tapi juga memenuhi kebutuhan ekspor. Proses produksinya pun mengacu pada standar internasional Michelin.
Sama-sama Ban On-Road, Karakternya Beda
BFGoodrich menghadirkan Advantage Touring untuk pengendara yang lebih banyak menggunakan mobil buat aktivitas sehari-hari.
Karakter ban ini lebih mengarah ke kenyamanan, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara. Sementara g-Force Phenom punya karakter yang lebih sporty, terutama dari respons kemudi dan grip di jalan kering maupun basah.
Jadi, sederhananya, pilihan ban bisa disesuaikan dengan gaya berkendara. Kalau lebih sering dipakai harian dan mengutamakan kenyamanan, ada Advantage Touring. Buat yang ingin sensasi berkendara lebih responsif, ada g-Force Phenom.
Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support, bilang, “BFGoodrich On-Road diproduksi di Indonesia dengan fasilitas dan standar yang juga digunakan untuk melayani pasar ekspor. Melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom, kami menghadirkan pilihan untuk kebutuhan berkendara yang berbeda, namun tetap dengan fokus yang sama pada kualitas, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara.”

Ban Mobil Listrik Gak Bisa Asal Pilih
BFGoodrich juga punya pilihan ukuran ban untuk berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil listrik.
Nah, untuk mobil listrik, pemilihan ban ternyata perlu sedikit perhatian ekstra. Salah satu alasannya adalah bobot mobil listrik yang cenderung lebih berat karena membawa baterai.
Belum lagi karakter torsi motor listrik yang langsung tersedia sejak awal. Kombinasi tersebut bisa memengaruhi tingkat keausan ban.
Menurut Alfons, pengguna mobil listrik perlu memperhatikan ketahanan aus telapak ban serta memastikan load dan speed index sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

Gofar Hilman Sudah Pakai Enam Bulan
Karakter Advantage Touring juga sudah dirasakan langsung oleh Gofar Hilman, Brand Ambassador BFGoodrich.
Dia mengaku sudah menggunakan ban tersebut selama sekitar enam bulan untuk aktivitas sehari-hari.
“Setelah sekitar enam bulan menggunakan BFGoodrich Advantage Touring untuk daily driving, yang paling terasa buat saya adalah kenyamanannya. Dipakai untuk berbagai aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan senyap, tapi handling-nya juga tetap memberikan rasa percaya diri saat berkendara,” ujar Gofar.
Sementara itu, g-Force Phenom dibuat untuk pengendara yang ingin mendapatkan feel berkendara lebih sporty.
Ban ini menyasar pengguna yang gak cuma melihat mobil sebagai alat transportasi, tapi juga ingin merasakan respons kemudi, grip, dan sensasi berkendara yang lebih engaging.

Sudah Lebih dari 150 Tahun
BFGoodrich sendiri punya sejarah lebih dari 150 tahun dan sudah menjadi bagian dari Michelin Group sejak 1990.
Pengalaman dan standar Grup Michelin tersebut menjadi salah satu fondasi pengembangan produk BFGoodrich, termasuk ban On-Road yang diproduksi di Indonesia.
Samuel Hasibuan, Head of Marketing, bilang, “Produksi di Indonesia bukan hanya tentang kedekatan dengan pasar, tetapi juga memastikan bahwa konsumen Indonesia mendapatkan produk berkualitas yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakter berkendara. Dengan pengalaman inovasi lebih dari 150 tahun, BFGoodrich terus menghadirkan solusi yang relevan, tangguh, dan terpercaya untuk menjawab kebutuhan mobilitas konsumen yang semakin beragam”
Garansi Ban Sekarang Dihitung dari Tanggal Pembelian
Ada juga informasi yang cukup penting buat pemilik mobil.
BFGoodrich kini menghitung garansi produk selama enam tahun mulai dari tanggal pembelian, dengan tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kode produksi pada ban bukan berarti menunjukkan tanggal kedaluwarsa. Kode tersebut hanya menunjukkan kapan ban diproduksi.
Jadi, kondisi ban, cara penyimpanan, pemakaian, dan pemeriksaan fisik tetap perlu diperhatikan untuk menentukan apakah ban masih layak digunakan atau gak.
Pada akhirnya, Advantage Touring dan g-Force Phenom punya karakter masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, apakah lebih sering dipakai buat mobilitas harian yang nyaman atau ingin mendapatkan rasa berkendara yang lebih sporty.
News
Hyundai Sunday, Pemilik Mobil Bisa Cek dan Cuci Gratis

Akhir pekan gak cuma soal jalan-jalan. Hyundai juga memanfaatkannya buat mengajak pelanggan dan masyarakat menikmati berbagai aktivitas lewat Hyundai Sunday yang digelar serentak di jaringan dealer Hyundai di Indonesia, Minggu (20/9/2026).
Acara ini sekaligus menjadi bagian dari kemitraan global Hyundai Motor Company dan Shell yang sudah berjalan sejak 2005 dan baru saja diperpanjang untuk lima tahun ke depan.
Lewat Hyundai Sunday, pelanggan bisa menikmati berbagai kegiatan, mulai dari morning coffee, lomba anak, yoga atau pilates, sampai pengecekan dan cuci kendaraan gratis.
Menariknya, layanan pengecekan dan cuci mobil ini gak cuma buat pemilik Hyundai. Masyarakat yang menggunakan merek kendaraan lain juga bisa ikut memanfaatkannya.
Pelanggan Loyal Dapat Apresiasi
Hyundai dan Shell Indonesia juga memberikan penghargaan kepada pelanggan Hyundai dalam beberapa kategori nasional, yaitu:
- Most Owned Hyundai Vehicle
- Longest Hyundai Ownership
- Highest Hyundai Mileage
Salah satu pelanggan yang mendapatkan apresiasi adalah Danar Dono Sumaryanto.
“Perjalanan saya bersama Hyundai sudah dimulai sejak lama, mulai dari Hyundai Trajet hingga Hyundai H-1. Pengalaman positif tersebut membuat saya tetap mempercayakan Hyundai sebagai pilihan kendaraan keluarga, termasuk melalui PALISADE hingga IONIQ 5 yang saya gunakan saat ini. Menurut saya, Hyundai menghadirkan kendaraan andal untuk kebutuhan keluarga, didukung layanan aftersales yang baik, serta tetap memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan.” kata Danar.
Para pemenang mendapatkan kesempatan menikmati Hyundai IONIQ 6 melalui layanan Hyundai Subscribe selama satu bulan.
Selain itu, pelanggan dengan riwayat servis paling konsisten di masing-masing dealer juga mendapatkan voucher servis senilai Rp 1 juta.

Ada Gratis Perawatan Rem sampai Cuci Mobil
Hyundai Sunday juga diisi sejumlah program aftersales. Pemilik Hyundai bisa mendapatkan Gratis Perawatan Rem, pemeriksaan kendaraan gratis, GDS Scan, cuci mobil gratis, sampai voucher diskon suku cadang hingga 20 persen.
Sementara buat keluarga yang datang, ada juga lomba mewarnai anak, morning coffee session, kegiatan olahraga, dan berbagai aktivitas lainnya.
Khusus lomba mewarnai, Hyundai memilih 10 karya terbaik untuk ditampilkan di Hyundai Motorstudio Senayan Park.
Kemitraan Hyundai dan Shell Berlanjut
Fransiscus Soerjapranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, bilang, “Selama lebih dari 20 tahun, Hyundai dan Shell telah membangun kemitraan global untuk memperkuat layanan purna jual melalui penggunaan oli mesin premium Shell. Kami menyambut baik perpanjangan kemitraan global ini dan, di Indonesia, bersama Shell Indonesia akan terus menghadirkan layanan purna jual berkualitas serta pengalaman kepemilikan yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan Hyundai. Melalui berbagai program apresiasi pelanggan yang dihadirkan dalam Hyundai Sunday, kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas loyalitas dan kepercayaan pelanggan yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Hyundai di Indonesia.”
Hal sama juga disampaikan Noviandry Harmes, Vice President Sales Direct Lubricants Shell Indonesia.
“Perpanjangan kemitraan global antara Shell dan Hyundai mencerminkan komitmen bersama untuk terus menghadirkan kualitas dan inovasi solusi pelumasan bagi pelanggan. Selama bertahun-tahun, Shell telah mendukung Hyundai melalui penyediaan oli mesin premium yang dirancang untuk membantu menjaga performa dan perlindungan mesin kendaraan. Kami bangga dapat terus melanjutkan kolaborasi ini dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan yang semakin baik bagi pelanggan Hyundai di Indonesia.” kata Noviandry.

Ada Penawaran Mobil Baru Juga
Gak cuma servis dan aktivitas keluarga, Hyundai juga membawa sejumlah penawaran selama Hyundai Sunday.
Salah satunya pembelian Hyundai STARGAZER mulai dari Rp 241 juta dan gratis Extended Warranty 3+1+1 tahun untuk setiap pembelian di Hyundai Sunday.
Untuk model lainnya, tersedia voucher bensin hingga Rp 20 juta dan e-money senilai Rp1 juta khusus selama acara.
Lewat Hyundai Sunday 2026, Hyundai dan Shell Indonesia ingin mempererat hubungan dengan pelanggan sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih santai, mulai dari aktivitas keluarga sampai layanan kendaraan.
News
Automechanika Jakarta 2026 Digelar, Ada 339 Exhibitor

Pameran komponen dan industri otomotif Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 siap digelar untuk pertama kalinya di Indonesia.
Acara ini bakal berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 pada 24-27 September 2026.
Indonesia menjadi negara ke-15 yang menjadi tuan rumah Automechanika. Di Asia, pameran ini sebelumnya sudah hadir di sejumlah kota seperti Shanghai, Kuala Lumpur, dan Ho Chi Minh City.
AMJKT 2026 menempati area pameran seluas 20.800 meter persegi yang terdiri dari empat hall indoor dan area outdoor.
Total ada 339 exhibitor dari Indonesia dan mancanegara yang akan ikut meramaikan pameran perdana ini.
Pameran tersebut gak cuma menjadi tempat melihat produk komponen otomotif, tetapi juga mempertemukan pelaku industri lokal dengan pemain dari luar negeri.
Fiona Chiew General Manager Messe Frankfurt HK bilang, Automechanika punya jaringan global yang cukup luas dengan menghadirkan berbagai perusahaan yang memiliki spesialisasi di beragam kategori produk otomotif.
“Kami menghadirkan peserta pameran dari luar negeri yang memiliki spesialisasi dalam berbagai kategori produk.
Messe Frankfurt memiliki jaringan yang kuat dengan pasar lokal maupun internasional, serta menjalin kemitraan dengan pihak lokal tepercaya, seperti mitra penyelenggara bersama GIAMM. Jaringan kami yang luas memadukan keahlian lokal dan wawasan internasional, sehingga turut memastikan kesuksesan dan relevansi pameran
Dukungan resmi: kami mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia serta 16 asosiasi lokal dan internasional (meliputi Jepang, Malaysia, dan Uni Eropa).”

Ada Workshop untuk Teknisi dan Bengkel
Buat bengkel dan teknisi, AMJKT 2026 juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung.
Salah satunya Tech & Skills Workshop yang memberikan pelatihan teori dan praktik. Materinya mencakup efisiensi, keberlanjutan, kualitas layanan, sampai aspek keselamatan ketika menangani kendaraan listrik.
Hal ini menjadi semakin relevan karena industri otomotif Indonesia sekarang gak cuma bergerak di kendaraan bermesin bensin dan diesel.
Kendaraan listrik mulai berkembang, sehingga teknisi juga perlu menyesuaikan kemampuan dengan teknologi baru.
“Kami telah menyambut partisipasi pelaku industri Indonesia dalam berbagai pameran Automechanika lainnya, namun kini saatnya menghadirkan sumber daya tersebut secara langsung ke Indonesia.”
“Mendorong peluang perdagangan, pertukaran pengetahuan, inovasi, kemitraan strategis, dan kolaborasi lintas negara.”
“Pameran, sesi business matching, dan berbagai acara pendukung lainnya menghadirkan sarana edukasi, peluang pelatihan, serta pengalaman baru.” kata Fiona.
Menariknya, AMJKT 2026 juga menghadirkan pembicara dari Tiongkok untuk membagikan wawasan mengenai arsitektur baterai lithium-ion 16V Tesla.
Selain workshop, ada juga business matching yang mempertemukan pembeli dari luar negeri dengan pelaku bisnis lokal.
Ada pula kunjungan industri untuk memberikan gambaran langsung mengenai kemampuan manufaktur Indonesia kepada peserta internasional.
Komponen Lokal Masih Punya Tantangan
Di tengah perkembangan teknologi kendaraan listrik, industri komponen otomotif Indonesia juga masih menghadapi tantangan.
Yusak Kristian, President Director PT Astra Otoparts sekaligus Ketua GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) mengatakan, perubahan teknologi, kebutuhan pasar, serta persaingan dengan produk impor membuat industri komponen harus terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, perkembangan kendaraan elektrifikasi justru bisa menjadi peluang bagi industri lokal untuk mengembangkan produk dan teknologi baru.
“Kami melihat Automechanika Jakarta sebagai platform yang sejalan dengan perjalanan dan kapabilitas Astra Otoparts sebagai salah satu pemain di industri komponen otomotif Indonesia,” kata Yusak Kristian, President Director PT Astra Otoparts sekaligus Ketua GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) pada acara Media Briefing AMJKT 2026 di Hotel Mövenpick Jakarta, 18 September 2026.

Astra Otoparts Bawa 25 Perusahaan
Salah satu pemain besar industri komponen otomotif Indonesia yang ikut ambil bagian adalah Astra Otoparts Group.
Astra Otoparts juga menjadi strategic partner AMJKT 2026 dan bakal membawa 25 perusahaan dalam satu area booth.
Ekosistem yang ditampilkan cukup lengkap, mulai dari komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bearing, baterai, ban, velg, kondensor, sampai berbagai produk OEM dan aftermarket.
Untuk lini aftermarket, beberapa brand yang akan hadir di antaranya Aspira, GS Astra, KYB, Pirelli, Federal, FIM Piston, Akebono, Incoe, Aspira Premio, Aspira Exposio, dan Ulti X.
“Kami berharap keikutsertaan Astra Otoparts di Automechanika Jakarta dapat menjadi kesempatan untuk memperluas koneksi dan berinteraksi dengan lebih banyak pelaku industri, baik dari Indonesia maupun internasional. Membuka pengembangan bisnis dengan OEM, distributor, supplier, dan pemain aftermarket dari Indonesia maupun global.”

ICE dan EV Sama-sama Dibawa
Meski kendaraan listrik terus berkembang, Automechanika Jakarta 2026 gak cuma berfokus pada kendaraan elektrifikasi.
Produk dan teknologi untuk kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE tetap mendapat tempat karena jenis kendaraan ini masih memegang peranan penting di pasar Indonesia.
Di sisi lain, produk, layanan, dan teknologi yang berkaitan dengan kendaraan listrik juga mulai diperkenalkan untuk mengikuti perkembangan pasar.
AMJKT 2026 juga membawa misi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus mengenalkan industri otomotif kepada generasi muda.
Dengan mempertemukan pelaku industri lokal dan internasional, pameran ini diharapkan bisa membuka peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan bisnis di sektor otomotif.
Buat industri komponen Indonesia, perkembangan kendaraan listrik bukan cuma berarti harus beradaptasi. Perubahan ini juga membuka peluang baru untuk mengembangkan produk dan masuk lebih jauh ke rantai pasok otomotif global.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
News2 years agoBus Termewah di Dunia, Fasilitasnya Kaya Hotel Bintang Lima!















