Blog
Mobil Tua Selera Anak Muda

Mobil tua seleranya anak muda. Siapa yang gak kepincut sama ini? Mobil klasik yang keren memang punya kesan tersendiri, terutama bagi anak muda. Mereka punya gaya yang timeless, performa yang oke.
Gak heran kalo masih banyak yang ngefans sama mobil-mobil jadul ini, Apalagi anak muda. Istilahnya Kalcer!! haha. Kalo lagi nyari yang klasik tapi tetap oke, cek rekomendasi mobil jadul yang masih worth buat lo beli nih!
BMW E30
BMW Seri 3 generasi ketiga, yang akrab disapa E36, masih jadi primadona anak muda sampai sekarang. Diproduksi pas jaman 90-an, E36 banjir penjualan di Indo dari ’92 sampai ’99. Model ini hadir dalam beberapa varian. Mulai dari BMW 318i, BMW 320i, dan BMW 323i, dengan pilihan transmisi mulai dari manual atau otomatis, bikin jatuh cinta dah pokoknya!
Nggak cuma gaya yang kece, tapi juga mesin variasi dari empat sampai enam silinder, tergantung selera. Jadi, meski jadul desain sporty dan elegannya tetep oke buat lo pakai harian!!

Toyota Corolla DX KE70
Dari bocah kebelet gaul sampe sesepuh, dari penggemar mobil tua hingga penggemar memacu adrenalin. Mobil ini bisa dibilang hampir diterima dan digemari oleh semua kalangan. Toyota Corolla DX adalah salah satu yang banjir peminat, khususnya di Indonesia. Mulai dirakit sekitar tahun 1979, langsung jadi favorit anak muda. Desainnya yang kotak dan futuristik dulu bikin mobil ini jadi ikon klasik di Indonesia.
Corolla DX punya mesin 4K-U 1.3 liter, bertenaga sekitar 62 hp dan torsi 97 Nm. Cukup mantap buat dipakai. Ada berbagai varian Corolla DX, dari sedan, coupe liftback, station wagon, sampe model van. Tapi yang paling laris tetep varian sedan. Bentuknya yang retro bikin penggemar modifikasi berlomba-lomba buat dapetinnya.ke sehari-hari. Plus, irit bahan bakarnya, bisa 9 sampai 12 kilometer dengan 1 liter.

Toyota Starlet
Selain Toyota Corolla DX, buat anak muda yang mau cari mobil tua keren, coba deh pertimbangkan yang satu ini, yaitu Toyota Starlet. Hatchback ini jadi cikal bakal dari Toyota Yaris di Indo dan masih jadi rebutan.
Dulu pas 90-an, mobil klasik ini punya julukan Starlet Kapsul karena desainnya yang bulat. Meski gitu, desainnya tetep up-to-date dan harganya pun stabil di pasaran bekas. Plus, suku cadangnya gampang untuk didapatkan jadi perawatannya gak mahal.
Nggak cuma itu, Starlet juga terkenal irit bahan bakar dan mudah dimodifikasi. Ada tiga tipe mesin dengan transmisi manual: 16 valve 4E-F (karburator), 4E-FE (injeksi), dan 4E-FTE (injeksi turbo). Cocok buat yang suka main-main dengan performa mobilnya.

Honda Civic Nouva
Siapa yang ga kenal Iqbaal Ramadhan, Iqbaal mengoleksi salah satunya Honda Civic Nouva 2 pintu keluaran tahun 1989-1991. Mobil ini muncul di era 80-an sampai 90-an. Pas pertama kali keluar, langsung dapat sambutan hangat dari penggemar hatchback. Meski udah lama beredar, Civic Nouva masih banyak yang ngefans sampai sekarang, loh!
Nah, tenaga mesin Civic Nouva itu beda-beda, tergantung tipenya. Ada yang punya mesin karbu 1.3 liter SOHC, dua karbu 1.5 liter SOHC, sampe yang 1.6 liter PGM-Fi DOHC. Di Indo, yang umumnya dipasang itu mesin karbu 1.5 liter SOHC. Kecepatan mesinnya bisa sampai 92 HP di 6000 rpm, loh.
Gimana gaul kan? kira-kira ini pilihan mobil jadul keren yang bisa jadi pertimbangan nih! Tapi, sebelum memutuskan beli, yang penting banget ya, lakukan riset dulu. Pastiin mobilnya masih bagus dan layak pakai. Dan yang nggak kalah penting, siapin budget buat maintenance dan perbaikannya, ya biar makin asik!!
Blog
Kenapa Harga Mobil di Tiap Negara Bisa Jauh Berbeda?

Kalau kamu lagi iseng bandingin harga mobil antar negara, ada satu fakta yang hampir pasti bikin kaget, mobil yang sama, spek mirip, tapi harganya bisa beda jauh banget.
Bahkan bukan cuma beda puluhan juta, ini bisa sampai ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
Contoh paling gampang, ambil Honda HR-V. Di Indonesia, SUV ini masih tergolong “realistis” buat dikejar. Tapi begitu lihat harga di Singapura… siap-siap kaget. Bisa tembus Rp 1 miliar lebih.
Padahal mobilnya ya itu-itu juga. Jadi, sebenarnya yang beda apaan?
Ternyata bukan mobilnya yang mahal, tapi ‘izin pakainya’.
Kalau di Indonesia, harga mobil memang sudah termasuk pajak. Tapi sistemnya masih cukup “bersahabat”. Pajak dihitung dari hal-hal kayak kapasitas mesin, emisi, dan kategori kendaraan.
Makanya Honda HR-V masih bisa dijual di kisaran ratusan juta.
Nah, cerita langsung beda jauh begitu masuk Singapura.
Di sana, sebelum kamu mikir beli mobil, kamu harus punya yang namanya COE (Certificate of Entitlement). Ini semacam “izin buat punya mobil” dan harganya bisa lebih mahal dari mobilnya sendiri.
Belum selesai, masih ada pajak impor, excise duty, Additional Registration Fee (ARF), dan biaya-biaya lain.
Jadi wajar kalau ujung-ujungnya harga Honda HR-V bisa melonjak gila-gilaan.
Kenapa dibikin mahal? Emang sengaja. Ini bukan soal “negara mahal” atau “brand matok harga tinggi”.

Di Singapura, mobil itu bukan kebutuhan utama, tapi privilege. Negara ini kecil, lahannya terbatas, dan kalau semua orang punya mobil, jalanan bakal langsung lumpuh total.
Jadi solusinya simpel, batasi jumlah mobil dengan cara bikin harganya mahal.
Sebaliknya di Indonesia, mobil masih dianggap sebagai alat mobilitas penting. Infrastruktur transportasi umum juga belum sepenuhnya merata.
Makanya regulasinya dibuat lebih “ramah”, supaya masyarakat tetap bisa punya kendaraan pribadi.
Belum lagi biaya hidupin mobilnya. Harga beli mahal di Singapura itu baru awal. Masih ada biaya parkir yang bisa mahal banget, pajak tahunan tinggi, COE ada masa berlaku (biasanya 10 tahun).
Artinya? Mobil bukan cuma mahal di awal, tapi juga mahal buat dipelihara.
Sementara di Indonesia, pajak relatif lebih ringan, mobil bisa dipakai selama kamu mau, biaya kepemilikan masih lebih masuk akal.
Menariknya, walaupun sama-sama Honda HR-V, bukan berarti semuanya identik. Di beberapa negara, fitur keselamatan bisa beda, setting mesin bisa disesuaikan regulasi, varian yang dijual juga bisa gak sama.
Tapi tetap aja, perbedaan ini gak cukup buat menjelaskan selisih harga sampai miliar an. Faktor utamanya tetap regulasi dan pajak.
Di sisi lain, produksi lokal juga kasih pengaruh. Di Indonesia, banyak mobil (termasuk beberapa model Honda) dirakit secara lokal. Ini bikin biaya produksi bisa ditekan, dan ujungnya harga jual lebih kompetitif.
Sementara di Singapura, hampir semua mobil adalah impor. Artinya? Tambah lagi biaya logistik plus pajak masuk.
Jadi lain kali lihat harga mobil di luar negeri yang “gila”, jangan langsung mikir “Wah, mahal banget mobilnya.”
Bisa jadi… yang mahal itu bukan mobilnya, tapi hak buat punya mobilnya.
Blog
Kenapa Mobil Baru Punya Bau yang Khas?

Kalau pernah masuk ke mobil yang benar-benar baru keluar dari dealer, pasti kalian langsung sadar satu hal, punya bau yang beda.
Ada aroma khas yang cukup kuat di kabin. Sebagian orang malah suka banget dengan bau mobil baru ini. Bahkan gak sedikit yang bilang, itu salah satu “momen terbaik” saat pertama kali punya mobil.
Tapi sebenarnya, bau khas itu datang dari mana sih?
Ternyata aroma mobil baru bukan berasal dari satu sumber saja. Ada beberapa material di dalam kabin yang ikut menyumbang bau tersebut.
- Dari material interior
Sebagian besar bau khas mobil baru datang dari material yang ada di dalam kabin.
Mulai dari plastik dashboard, jok, karpet, sampai lem dan perekat yang dipakai saat proses perakitan mobil.
Material-material ini biasanya masih baru dan belum terlalu lama terkena udara luar. Makanya aroma yang keluar masih cukup terasa.
- Proses pelepasan zat dari material
Dalam dunia otomotif, ada proses yang disebut off-gassing. Sederhananya, material baru bisa melepaskan zat kimia dalam jumlah kecil ke udara.
Hal ini cukup umum terjadi pada bahan seperti plastik, busa jok, atau lapisan interior lainnya.
Proses inilah yang akhirnya membuat kabin mobil baru punya aroma yang khas.

- Kabin masih tertutup rapat
Mobil baru biasanya jarang dibuka sebelum sampai ke tangan pemiliknya.
Selama proses distribusi, mobil lebih sering dalam kondisi tertutup rapat. Akibatnya, aroma dari berbagai material tadi terkumpul di dalam kabin.
Begitu pintu dibuka, baunya langsung terasa.
- Lama-lama baunya akan hilang
Buat yang suka bau mobil baru, mungkin agak sayang juga karena aroma ini gak bertahan lama.
Biasanya setelah mobil sering dipakai dan kabin lebih sering terkena udara luar, baunya akan perlahan hilang.
Proses ini bisa berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung seberapa sering mobil dipakai.
Nah, pertanyaannya aroma kabin yang khas itu aman atau gak buat kesehatan?
Secara umum, material yang dipakai di mobil modern sudah melalui standar tertentu dari pabrikan. Jadi jumlah zat yang dilepaskan biasanya sangat kecil.
Meski begitu, gak ada salahnya sesekali membuka kaca atau pintu mobil supaya udara di dalam kabin bisa berganti.
Selain bikin kabin lebih segar, cara ini juga membantu bau mobil baru lebih cepat berkurang.
Pada akhirnya, bau khas mobil baru memang jadi salah satu hal yang cukup ikonik. Bahkan buat sebagian orang, aroma itu seperti tanda kalau mobil tersebut benar-benar masih “fresh” dari pabrik.
Blog
Anak Muda Pilih Mobil, Biasanya Lihat Apa Dulu?

Kalau ngomongin pilih mobil, dulu orang biasanya langsung nanya: mesinnya berapa cc, tenaganya berapa, irit bensin atau gak. Tapi buat anak muda sekarang, urutannya sering beda.
Bukan berarti performa gak penting. Tetap penting. Cuma biasanya bukan itu yang pertama dilihat.
Sekarang mobil juga gak cuma dilihat sebagai alat buat pindah dari satu tempat ke tempat lain. Buat banyak orang, mobil juga jadi bagian dari gaya hidup.
Makanya, ada beberapa hal yang biasanya langsung jadi perhatian pertama saat anak muda lagi lihat-lihat mobil.
1. Desain luar
Yang paling pertama dilihat hampir pasti tampilan luarnya dulu.
Anak muda biasanya cukup peduli sama desain. Mobil yang kelihatan sporty, modern, atau sedikit futuristis biasanya lebih cepat dilirik.
Makanya sekarang banyak mobil baru yang tampilannya makin berani. Lampu depan makin tipis, grille makin besar, garis bodi juga dibuat lebih tegas.
Simpelnya, kalau dari luar saja sudah terasa kurang menarik, biasanya orang juga gak terlalu penasaran buat lihat lebih jauh.
2. Interior dan dashboard
Setelah puas lihat luar, biasanya langsung intip bagian dalam.
Interior yang kelihatan modern biasanya lebih gampang disukai. Misalnya dashboard yang simpel, layar infotainment gede, atau kabin yang kelihatan rapi.
Hal-hal seperti ini kadang bikin mobil terasa lebih “niat” dibuatnya, bukan sekadar mobil biasa.

3. Fitur teknologi
Mobil sekarang juga makin mirip gadget. Jadi gak heran kalau fitur teknologi ikut jadi perhatian.
Mulai dari koneksi smartphone, wireless charging, sampai kamera parkir yang bikin manuver lebih gampang.
Buat anak muda yang sehari-hari gak jauh dari gadget, fitur seperti ini biasanya cukup menarik.
4. Harga
Walau desain keren dan fitur banyak, urusan harga tetap jadi pertimbangan.
Apalagi buat yang baru mau beli mobil pertama. Biasanya yang dilihat bukan cuma harga mobilnya, tapi juga cicilannya.
Selama cicilannya masih masuk akal, mobil itu biasanya masih masuk daftar pertimbangan.
5. Image merek
Ada juga yang lihat mereknya dulu.
Beberapa brand punya image tertentu di mata anak muda. Ada yang dikenal sporty, ada yang identik sama teknologi, ada juga yang dianggap stylish.
Hal seperti ini kadang ikut mempengaruhi pilihan, walau mungkin gak selalu disadari.
Pada akhirnya, cara anak muda pilih mobil memang sedikit beda dibanding dulu. Bukan cuma soal mesin atau performa, tapi juga soal desain, teknologi, dan kesan yang ditawarkan mobil itu sendiri.
Makanya sekarang banyak pabrikan yang mulai bikin mobil dengan tampilan lebih modern dan fitur lebih lengkap, supaya bisa lebih menarik buat generasi muda.
Blog2 years agoIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
Tips2 years agoIni 5 Suara Aneh di Mobil, Hati-hati Kalo Denger Suara Ini!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!





















Pingback: Tips Beli Mobil Tua, Biar Gak Nyesel. - Halotomotif